Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# SAH


__ADS_3

Hari jum'at tepat jam sembilan pagi, suasana pesantren Al-Hikmah nampak tak seperti biasa.


Masjid di kawasan masjid pun terlihat lebih sibuk tak seperti biasa.


" Ais.. Masyaallah, aku kaget lho waktu kamu bilang mau nikah, aku kira kamu sama Arya balikan." ucap Sheeren sahabat Aisyah.


" Jodoh nggak ada yang tahu Shee.. " jawab Aisyah dengan senum mengembang.


" Bunda, aku cantik nggak? " tanya Sasa yang sedari tadi di dadani oleh Kia.


" Wahhh... cantik lah anak bunda nih, Masyaallah.. kalau Sasa berhijab lebih bagus." ucap Aisyah.


" Insyaallah bunda." jawab Sasa


"Ais..sudah siap? " tanya Kia saat masuk ke kamar Aisyah.


" Sudah kak." ucap Aisyah dengan diangguki Kia.


" Cantiknya pengantin kita ini. " puji Lia mendekati Aisyah.


" Terima Kasih, maaf jika aku menyakiti hati mu." ucap Aisyah tulus.


" Kenapa kamu ngomong gitu, aku bukan istrinya Barra bukan pula tunangannya. Sudahlah hilangin rasa yang buat kamu nggak enak sama aku." ucap Lia menggenggam tangan Aisyah.


" Ehem.. aku ada sebuah rahasia kamu mau tau nggak? " bisik Aisyah pada Lia.


" Soal? " Lia mendekatkan telinga nya pada Aisyah.


" Abang aku, abang Dimas sudah lama suka sama kak Lia dari dulu malah, nakanya dia nggak nikah-nikah." bisik Aisyah


Mendengar perkataan Aisyah membuat pipi Lia berubah merah karena malu.


"Blush.. sudahlah, kalau kakak mau buktiin bisa kok.. kita uji aja dia, aku bantu.. oke,, dan aku tahu kak Lia dulu pernah naksir sama abang Jerapah ku itu kan,, tenang aku sama Sasa siap bantu bahkan juga kakak Kia, atau perlu...


" Udah... udah.. kamu tuh, kalau udah akrab ternyata bawel juga yah..?? " potong Lila dengan mencebikkan bibirnya.


.


.


Sementara di Masjid Al-Hikmah kini Barra berhadapan dengan Kyai Syam sebagai wali nikah Aisyah .

__ADS_1


" Nak Barra sudah siap?" tanya penghulu yang samping Kyai Syam.


" Insyaallah.." jawab Barra


Jantungnya berdetak dengan kencang, dan rasa gugup pun menderanya beda saat menikah dulu dengan Inggrit mama Sasa.


" Masa masih gugup sih,tenang..abah sudah jinak." bisik Dimas yang ada dekat Barra.


Barra menanggapi perkataan Dimas dengan senyum tipis.


Banyak para tamu dan santri berbisik, menilik paras tampan Barra yang terlihat berbeda dengan paras Bule nya,Yahhh...Mama Hanna seorang keturunan Prancis - Indonesia.


" Beruntung yaa.. Ning Aisyah dapet bule."


" Ganteng calon suami Ning Ais. "


" Mas Bule, wah.. gimana ning Ais nggak kesengsem, walaupun Duda tapi Hot.."


Banyak lagi bisik-bisik yang memuja paras bule Barra sang Hot daddy.


" Bismillahirohmanirrohim..


" Astaghfirullahal'azhim.. Astaghfirullahal'azhim.. Astaghfirullahal'azhim..


Asyhadu an laa illaha illallah,Waasyhaduanna muhammadar Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.


Setelah itu Barra menyambut tangan Kyai Syam dengan menggenggam erat tangan beliau, menandakan kemantapan hatinya untuk menjadikan Aisyah sebagai suri hatinya.


" Ananda Barra Ikram Alfarizh bin Sulaiman Alfarizh, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya Aisyah Varesha binti Irwan Syamsudin dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas batangan 100gr di bayar tunai...


" Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Varesha binti Irwan Syamsudin dengan maskawinnya tersebut di bayar tunai.


" Bagaimana saksi SAH?


" SAH"


"SAH"


"Barrakallahu laka wa barrakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."


Selesai sudah ijab qobul Barra dengan Aisyah dan di ucapkan Barra dengan lancar, sedangkan di belakang Mama Hanna sudah meneteskan air mata haru melihat anaknya menikah kembali dengan wanita yang tak pernah dia sangka.Umi Maryam pun menangis haru ,keluarga inti merasakan emosi mereka sangat bermain disana sudah tak ada yang tak meneteskan air mata bahagia.

__ADS_1


Sedang Aisyah yang sedari awal di pisahkan dengan bakal suaminya dan sekarang sudah Sah jadi suaminya, akhirnya Sheeren dan juga Lia dan tak ketinggalan Sandrina sang putri sambung yang terus menempel pada Aisyah.


Aisyah di antar duduk di samping suaminya Barra, walaupun sudah sah menjadi suami Barra belum berani menoleh pada sang istri, tak tau mengapa dia merasa salah tingkah saat ini. Kedua mempelai menandatangani ke legalan nikah mereka.


Setelah selesai,Barra baru berani menoleh pada sang istri yang terlihat cantik dengan pakaian sederhana berwarna Pink



Riasan sederhana dan busana muslim yang sederhana namun terlihat mewah.


Arini memang tidak mau dengan dandanan berlebihan.


Kini Barra dan Arini saling berhadapan .


" Assalamu'alaikum.. ya ..Aisyah.. "


" Wa'alaikum salam "


Barra meletakkan tangan kanannya diatas ubun ubun Aisyah,


" Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha'alaih,Wa a'udzubika min syarihaa min syarimaa jabaltaha'alaih."


Setelah itu Barra menyematkan cincin pernikahan pada Aisyah, setelahnya Aisyah menyalami tangan suaminya dan menciumnya dengan takzim untuk yang pertama kali, dan Aisyah menyematkan cincin juga pada Barra setelahnya dengan perasaan berdebar Barra meraih dagu istrinya dan mendekatkan wajahnya pada kening sang istri dan menciumnya beberapa detik.


Senyum bahagia terpancar dari kedua mempelai,dan Sasa tak mau kalah menyalami Kedua orangtua nya, walaupun ibu sambung terlihat mereka saling melengkapi dan menyayangi.


Setelahnya dia adakan sungkeman.


Barra menyalami tangan Kyai Syam mencium tangan mertuanya. Kini Kyai Syam tak bisa membendung rasa harunya, memeluk menantunya. Menantu pilihan hati sang putri dan juga sekaligus pilihan hatinya. Walaupun


tanpa rencana namun,takdir membawa mereka kehadapan Kyai Syam.


" Abah titip Aisyah, didik dan bimbing dia menjadi istri shalihah.. jangan pernah main tangan padanya karena abah yakin kamu akan menyesal, jika kamu sudah tak menginginkannya kembalikan dia pada abah dengan baik. karena kamu memintanya dengan cara baik, bersabarlah dengan perangainya, abah akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian." Ungkap Kyai Syam dengan memeluk tubuh menantunya.


Kini Aisyah di depan sang Abah, menyalami tangan pria yang menjadi cinta pertamanya.


" Abah.. maafin adek, maafin segala khilaf dan salah adek.. terima kasih sudah memberikan kasih sayang, didikan yang baik buat Adek, Abah akan selalu di hati adek.. adek sayang abah." ungkap Aisyah dengan menyebut dirinya dengan sebutan adek, itu adalah panggilan dari keluarganya untuk Aisyah kerena dia anak bungsu.


" Adek nggak ada salah sama Abah, maafin abah juga banyak salah Abah sama anak cantik abah, pernah memberikan kamu pilihan berat dan pernah mengusir adek dari kehidupan abah, tapi.. percayalah abah tak bisa hidup tanpa adek, abah terlalu sayang sama adek, apa adek sudah memaafkan abah? Jadi istri yang patuh pada suamimu, jagalah makan minumnya, didiklah anak-anakmu dengan ajaran yang baik." ungkap Kyai Syam dan memeluk an mencium wajah putrinya dengan sayang.


Semua nampak saling berpelukan dengan erat dan berakhir dengan tangis haru.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2