Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Dimas Minta Nikah


__ADS_3

Benar saja malam itu dengan terpaksa Barra memenuhi keinginan sang putri untuk tidur bersama Aisyah. Walaupun memang sangat berat untuk Barra si mantan Duda yang selalu haus akan belaian manja istri nya polos, namun sekarang dalam 5hari istrinya sudah mulai nakal. Maka dari itu, Barra selalu ingin melakukan hal baru dengan istri nakalnya itu.


Keesokan harinya di kediaman Kyai Syam sedang di hebohkan yang di ciptakan oleh Dimas.


" Abah dan yang lain Dimas mau nyampein sesuatu, sebelum Aisyah dan keluarga barunya kembali ke Jakarta." ucap Dimas sesaat setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka.


" Ada apa nih, kayak nya penting,,sampe harus ada semuanya di sini." timpal Aisyah yang langsung duduk di samping suaminya setelah selesai. membereskan bekas sarapan mereka.


" Abang,, ingin menikah. " ucap Dimas dengan sedikit ragu.


" Menikah, dengan siapa,, kamu sudah ada calon,, kok nggak di kenalin ke ummi dulu sama abah ." cecar sang ummi menanggapi apa yang diungkapkan Dimas.


Keluarga Kyai Syam memang membebaskan Dimas menentukan pilihan untuk menemukan kebahagiaannya, karena Dimas memang dari dulu terang-terangan menolak segala rencana sang Abah, sebenarnya Aisyah pun separti itu,, namun versi perempuan yang masih cenderung mengulur waktu.


" Umi,, tenang ,,anaknya mau ngomong,, kalau kamu nanya nya kayak kereta,, yang ada anak kamu bingung jawabnya." ucap Kyai Syam.


" Yahhh,, ummi. kan emang penasaran bah,,soalnya dia kan memang jarang punya temen wanita,, trus paling kalau yang kesinj. dulu si Qori sama Wanda trus ini kamu mau nikah sama siapa Le,, wong Wanda sama Qori sudah punya buntut." ucap umi yang sudah dalam mode nggak sabaran.


" Ummi ku sayang,, abang mau jawab dulu. Kalau sudah tau jawaban abang,, baru di Introgasi." timpal Aisyah


" Yo wes jawapen.. sopo calonmu lee..?? " tanya Umi Maryam


" Yulia.." jawab Dimas singkat


" Yulia..!!! " ucap semuanya mengulang apa yang Dimas ucapkan.


" Eeehh.. bang lo nggak main-main kan,, jangan becanda?? " tanya Barra yang mendengar pengakuan abang iparnya barusan.


" Iya Lia.. Yulia.,, noh.. anaknya,, sahabat Kia.. " jawab Dimas santai namun, beda dengan Lia yang sedarin tadi menunduk dan diam.


" Ohhh... jadi abang nih sama kak Lia CLBK alias Cinta Lama Belom Kelar,, heemmmm... piter lo bang,, tehnik dan taktik lo emang hebat..!!! " ucap Aisyah dengan mengacungkan kedua jempol tangannya pada sang abang.


" Bang Dimas yakin? " tanya Rezky sang kakak pertama.


" Emang abang liat Dimas lagi bercanda? Yakinlah..!! " ucap Dimas penuh dengan penekanan.

__ADS_1


" Dimas mantap untuk menikah dengan Lia,dan kalau Lia memberikan abang kesempatan untuk meminang Lia hari ini kita langsung ke rumah Orang tua Lia.. " ucap Dimas lagi dengan semangat.


" Kamu jangan grasa grusuk gitu lee,, tanya in dulu anaknya kalau sudah oke.. kita baru berangkat. " ucap abah Syam dengan geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya yang selalu bikin roller coaster untuk sang abah.


" Bagaimana Lia,, kamu sudah dengar apa yang Dimas katakan,, apa kamu menerima menjadi calon suami kamu? " tanya Papa Iman


" Om, semuanya sebenarnya kak Dimas sudah menyampaikan niat baiknya pada saya dari dua hari lalu, namun.. memang bilang ke Kak Dimas, kalau saya menerima nya jika abah dan Umi menerima saya sebagai calon istri dari kak Dimas,setelah itu saya akan sampaikan niat baik kak Dimas untuk datang ke rumah kedua orang tua saya." ungkap Lia dengan menundukka wajahnya


" Bagaimana Wan,, kamu setuju sama anak temanku? "tanya papa Iman pada sahabatnya.


Mendengar pertanyaan yang di lontarkan sahabatnya Kyai Syam saling pandang dengan sang istri.


" Kalau saya dan umi Insyaallah akan merestui apa yang menjadi keputusan anak saya, saya pun nggak mau meaksakan kehendak lagi pada anak-anak saya, karena mereka berhak bahagia dengan pilihanya, yang jelas jangan sampai keluar dari koridor ajaran agama yang benar." jawab abah Syam.


Mendengar ucapan Kyai Syam akhirnya mereka bisa bernafas lega karena, alhamdulillah di lancarkan.


Untuk seterusnya akhirnya, papa Iman menghubungi orang tua Lia dan mengatakan maksud hati dari besannya tak lain adalah sahabatnya untuk datang melamar Lia.


Akhirnya sesuai dengan kesepakatan, semua keluarga Inti dari Dimas diboyong ke Jakarta menggunakan jet pribadi milik keluarga Barra.


Sampai Jakarta, Lia diantar oleh supir dan bodyguard keluarga Alfarizh.


" Alhamdulillah,, akhirnya dia nggak main-main dengan Lia" ucap Barra.


" Sekarang kita tidur pasti kamu lelah ngurusin anak manja kita tadi.. besok aku mulai ke kantor, kamu mau menemuai Prof Edward kapan? " tanya Barra dengan menarik tubuh istinya masuk dalam dekapannya.


" Lusa saja, besok aku minta ijin mau ke Mall buat cari cincin tunang buat bang Dimas." Ucap Aisyah


" Jam berapa kamu pergi? " tanya Barra.


" Setelah jemput Sasa aku langsung ke Mall, paling sama Sasa sih mas" jawab Aisyah.


" Oke, besok aku nyusul.. paling Sasa pulang jam 11siang kan,, apalagi hari pertama dia Sekolah setelah liburan. " ucap Barra


" Iya, besok emang kamu nggak sibuk? " tanya Aisyah melingkar kan tangannya pada perut sixpack sang suami.

__ADS_1


" Ngga, aku ada meeting jam dua an." jawab Barra.


" Oke, nanti kita info aja yaa.. " ucap Aisyah


" Hemmm.. Cup tidur yaa.. kamu pasti lelah." ucap Barra mulai memejamkan matanya yang terasa ngantuk karena semalam tidur terpisah dengan sang istri membuat dia tak bisa tidur, padahal kan waktu Duda tidur sendiri.. aneh kan????


.


.


Keesokan harinya, Aisyah dan Sasa ke Mall sesuai dengan kesepakatan semalam Barra akan menyusul anak dan istrinya sekalian makan siang dengan mereka.


" Kamu mau makan dimana sayang? " tanya Aisyah pada Sasa.


" Kita ke restoran jepang nggak papa bun,, aku pengen disana soalnya.. dari kemaren di rumah aung makanan Indonesia terus." adu Sasa


" Oke, bunda kasih kabar Daddy..supaya langsung kempat kita." ucap Aisyah.


" Oke bun. " jawab Sasa


Akhirnya Aisyah mengirim pesan pada Barra untuk menyusul anak istrinya ke restaurant Jepang.


Barra melihat pesan istrinya terus melangkah masuk ke Mall tersebut dengan terlihat mempesona setiap mata yang melihat penampilannya



Terlihat lebih santai namun,tetap dingin terhadap orang lain.


Saat Barra akan masuk ke restaurant Jepang yang istrinya katakan, seorang wanita sedang memperhatikan sosok Barra.


" Apa aku nggak salah lihat,, itu Barra kan? batin wanita itu melihat Barra masuk dalam sebuah restaurant Jepang.


Wanita itu pun ikut masuk ke dalam restaurant, mengedarkan pandangannya, mencari sosok yang dia cari. Matanya terpaku dengan pemandangan yang dia lihat, Barra begitu bahagia, melihat jelas Barra dengan dua wanita beda usia, dan perlakuan Barra begitu manis dengan keduanya, apalagi dia sempat melihat Barra yang tak segan-segan memperliharkan kemesraan nya dengan wanita berhijab yang sekarang menyuapinya.


"Barra..!! " seru wanita itu.

__ADS_1


Barra yang mendengar namanya disebut pun menoleh,terlihat jelas saat melihat wanita yang baru memanggilnya terlihat wajahnya tersirat rasa benci..


Bersambung.


__ADS_2