
Pagi ini di kediaman Kyai Safi, mereka sedang menikmati sarapan. Arya bersama Anne pun sudah ada di ruang makan.
" Arya, semalam Abi juga abah Syam dan Barra serta Prof Bastian membahas tentang tanah jaminan Kyai Syam, Barra akan menebusnya." ucap Kyai Safi
" Yakin mau tebus? " tanya Arya meremehkan.
" Arya, kamu jangan keterlaluan.. ingat nama baik keluarga, kamu itu.. mencoba seperti anak kyai lainya mengabdikan diri untuk pesantren. Bisa saja kamu bagi waktumu antara bisnis juga pesantren, buktinya Dimas bisa." ucap Umi Ratih pada putranya.
" Umi, bisnis yang si jalani Dimas masih skala kecil.. restaurant nya paling berapa banyak, dia bisa tinggalin kerjaannya." ucap Arya
" Kamu juga bisa, pulang habis magrib kan.. trus setelah makan malam juga masih bisa mengajar ngaji atau sedikit demi sedikit kamu bisa ubah cara pikir kamu, jangan terlalu sombong. Barra bilang ke Abi, untuk kamu memberi waktumu untuk bertemu dengan dia juga Pengacaranya dan abah Syam." ucap Kyai Safi
" Dia mau di perjarakan gitu, ngapain pake pengacara? " tanya Arya
" Kamu ini di bilang pengusaha tapi, TLnya di pake sekarang, kamu berikan harga menurut pinjaman atau menurut harga tanah. Kalau abi bilang mendingan harganya sesuai dengan apa yang kamu keluarkan, karena nggak baik juga riba itu." ucap Kyai Safi.
" Iya, biar nggak ada masalah kedepannya, Barra orang yang berpengaruh, dan apalagi kamu tahu prof Bastian juga tak malah pamornya. Kamu hanya pengusaha Kelas teri buat mereka." ucapan Kyai Safi pada sang putra begitu pedas maksudnya biar Arya menurunkan kesombonganya itu.
" Jangan lagi bersifat sombong nak, kamu akan hancur nantinya dengan sifat kamu itu." ucap Kyai Safi
Arya tak menjawab, namun.. dia langsung pergi berpamitan ke kantornya.
Anne hanya diam tak menanggapi apa yang menjadi bahasan suami dan mertuanya.
" Anne dari tadi, umi perhatikan kamu banyak diam.. apa ada masalah dengan Arya lagi? " tebak Umi Ratih.
" Nggak juga umi, cuma Anne memberika. mas Arya untuk menikah lagi." ucap Anne membuat Kyai Safi dan umi Ratih saling pandang
" Kamu yakin ndok, poligami bukan jalan satu-satunya untuk kalian punya anak lho.. " ucap Kyai Safi.
" Tapi, mas Arya ingin anak kandung Abi.. saya bisa apa, saya juga harus tahu diri ,nggak bisa jadi yang terbaik buat suami saya, dan masih bisa bersyukur kalau Mas Arya nggak menceraikan saya." ucap Anne.
" Sudahlah, yang penting kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.." ucap Umi Ratih menenangkan menantunya.
Arya yang terlihat marah karena dia tak terima jika Barra yang baru dikenal keluarganya di banggakan oleh orang tuanya.
Karena memang Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan kurang fokus.Dia tak melihat jika seseorang menyebrangi jalan .
" Aaaaaaa...
Cittttt...
__ADS_1
Arya mendadak mengerem karena mendengar jeritan yang mengejutkannya.
beruntung dia bisa mengerem mobilnya dengan tepat.
Arya menormalkan nafas nya, banyak warga yang sudah mengelilingi si korban.
Arya keluar dari mobil dan menerobos kerumunan orang yang melihat si korban.
" Permisi.. permisi.. ,maaf.. bisa tolong bantu saya bawa ke mobil saya,biar saya yang bertanggung jawab." ucap Arya
Akhirnya beberapa orang mengangkat tubuh seorang perempuan yang hampir tertabrak mobil Arya. Setelah mengucapkan terima kasih pada warga yang membantunya, akhirnya Arya bawa perempuan itu ke Rumah Sakit.
Lima belas menit Arya sampe Rumah Sakit dan langsung meminta team medis membawa Perempuan itu ke UGD.
Arya menelpon Abi nya mengabarkan jika dia kena musibah,dan memberitahukan keberadaannya sekarang.
Di Rumah Sakit yang sama Barra menemani Aisyah yang akan memeriksakan kandungannya, di temani tentunya sang Putri Sasa yang sangat exited akan mendapat adik.
" Pagi nyonya Aisyah ,jadi bagaimana.. ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang Dokter bernama Desi
" Begini dokter, istri saya setelah test pack ternyata positif dan kami ingin memastikan keadaannya dok." Barra yang mendengar pertanyaan dokter langsung menjawab tanpa ragu dan membuat Aisyah dan Sasa geleng-geleng.
Setelah perut Aisyah diolesi cairan oleh salah satu suster akhirnya Desi mulai memainkan alat diatas perut Aisyah.
" Kehamilan ke dua atau..
" Ini yang pertama dok, bagaimana dok keadaan kandungan saya? " tanya Aisyah
" Selamat ibu, Alhamdulillah memang dipastikan bu Aisyah sedang mengandung dan disini terdapat dua kantong yang terlihat, itu artinya Insyaallah ibu Aisyah mengandung bayi kembar dan umur kandungannya lima minggu." ucap Desi.
" Alhamdulillah.. sayang.. kita punya anak kembar, kak.. kamu mau punya dua adik.. yeayyyy.. daddy berhasil..!! " ucap Barra dengan hebohnya.
" Mass..!!" seru Aisyah dan hanya tepok jidat dengan melihat kelakuan suaminya yang lebay.
" Nggak papa bu, selamat sekali lagi.. dan keadaan nya pun alhamdulillah sehat tapi, tetap harus perhatikan asupan makanan dan juga vitamin, jangan terlalu lelah dan juga stress. yaa.. " ucap Desi.
" Daddy nih, heboh banget.. Sasa tapi seneng.. dalam perut bunda sudah ada adik bayi." ucap Sasa memeluk sang bunda.
" Makasih sayang, nanti jagain adek nya yaa.? " ucap Aisya membelai Kepala Sasa yang kini tetutup hijab.
" Ada yang mau ditanyakan lagi bu, pak? " tanya Desi.
__ADS_1
" Tidak Dok.. terima kasih, dan suami saya yang sudah heboh tadi." ucap Aisyah
" Nggak masalah, itu wajar bu.. ini resep vitamin yang haris ibu konsumsi dan jangan lupa jangan terlalu lelah." pesan Dr Desi.
Setelah selesai dengan pemeriksaan kand Uhhh ngan Aisyah mereka ke apotik yang ada di dekat UGD.
Saat berjalan akan ke apotik mata Aisyah dab Barra saling pandang.
" Itu Arya sama orang tua juga Istrinya, ngapain mereka, apa ada yang sakit? " akata Aisyah memandang mereka dari jauh.
" Coba kita lihat, kalia aja butuh bantuan " ucao Barra.
Mau tak mau akhirnya Barra dan anak istrinya mendekati Arya dan keluarga nya.
" Assalamualaikum.. " ucap mereka mendekati Arya dan keluarga.
" Wa'alaikum salam.. " jawab mereka
" Kalian, kok ada disini? " tanya Kyai Safi
" Iya Kyai kebetulan kami dari dokter, mau tebus vitamin lewat sini lihat kalian di depan sini.. siapa yang sakit? " tanya Barra.
" Arya tadi kena musibah hampir nabrak orang, dan orangnya sedang ada di dalam " ucap Kyai Safi.
"Innalilahi wa'innailaihi roji'un.. tapi, kamu nggak papa dan korban nggak apa-apa kan? " tanya Barra.
" Alhamdulillah baik, korban masih di dalem.. " ucap Arya
Ceklek..
Terlihat seorang perempuan dengan kondisi tangan ada perban dan keningnya juga terluka.
" Inggrit !!" Seru Barra dan Aisyah bersama sama
Inggrit yang mendengar namanya di sebut pun melihat sosok yang memanggil namanya
" Kalian..!! " betapa terkejutnya Inggrit melihat mantan suaminya dan istrinya juga ada Sasa disana.
Sementara Sasa sudah memeluk erat sang daddy dan menyembunyikan wajahnya di punggung sang Ayah, mimpi apa dia.. tak menyangka jika dia akan bertemu dengan wanita yang masih dia benci.
Bersambung.
__ADS_1