
" Barra..!!" panggil wanita itu.
Barra yang mendengar namanya di panggil pun akhirnya menoleh, betapa terkejutnya dia tersirat rasa benci pada sosok yang ada depannya saat ini.
" Inggrit?? kamu disini??" tanya Barra dengan wajah dingin
" Iyaa.. apa bisa kita bicara? " tanya Inggrit ragu.
Barra menatap sang istri dan terlihat Aisyah mengangguk dan membarikan senyum manit pada Barra.
" Baiklah.. kita bicara disana. " ucap Barra menunjut meja yang lumayan jauh dari Istri dan anaknya untuk bicara dengan mantan istrinya.
" Apa nggak bisa...
" Nggak bisa.. aku nggak mau istri dan anak kami khawatir." Ucap Barra dengan tegas.
."Baiklah.. " ucap Inggrit pasrah.
" Dad..!! " panggil Aisyah,berdiri mengehentikan langkah Barra dan akhirnya mendekati istrinya.
Aisyah tahu Barra tidak baik-baik saja. Namun ,karena dia sadar dia sudah punya keluarga baru dan tak mau orang di masa lalunya pun mengusik nya.
" Calm down,, Daddy pasti bisa,, bunda percaya.. " ucap Aisyah lagi.
Mendengar ucapan istrinya, akhirnya Barra menghujani kecupan di pucuk kepala Aisyah, tanpa peduli dengan orang yang melihat mereka.
.
Barra duduk di hadapan Inggrit dengan wajah datarnya. Tanpa berniat membuka obrilan lebih dulu, malah memilih mengirimkan pesan kata cinta untuk sang istri.
" Barra,, aku minta maaf jika aku baru datang menemuimu juga anak kita. " ucap Inggrit
__ADS_1
Barra yang mendengar omongan Inggrit dan menyebut anak kita akhirnya mendongakkan kepalanya dan menatap mantan istrinya dengan tajam.
" Wait...anak kita,, woo...sorry Inggrit,, aku nggak salah dengar, kamu bilang anak kita. Kamu inget,, siapa yang dulu dengan sombongnya bilang nggak mau punya anak, siapa yang dulu meninggalkan suami dan anaknya untuk kesenangan nya sendiri, siapa yang bilang nggak butuh suami dan anaknya menyesal menikah dengan orang miskin macam aku., siapa??? dan sekarang tiba-tiba dateng muncul dengan PD nya bilang anak,, anak yang mana?? anak yang mana kamu bicarakan Inggrit?? anak yang kamu sudah tinggalkan,,anak itu sudah punya bunda yang tulus mencintainya,, tulus menyeyangi dia walauoun bukan dari rahimnya." ungkap Barra dengan mata yang memerah menahan gejolak dalam dirinya seakan ingin meledakkan kemarahanya.
" Aku sadar Bar.. aku ibu dan istri yang sangat jahat, tapi.. bagaimanapun aku ibu kandungnya." ucap Inggrit dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Kamu sendiri yang bilang,,tidak usah mengenalkan mu pada ANAKKU siapa ibu kandungnya,, jadi.. aku sepakat dengan mama dan papa menganggap kamu sudah meninggal." ucap Barra dengan santai.
" Kamu sudah bilang kalau aku sudah meninggal sama anak kita,,kok kamu tega Barr?!" ucap Inggrit dengan wajah yang mulai kesal dengan Barra.
" Apa yang harus aku kenalkan pada anak ku, soal ibunya,, apa aku harus bilang kalau ibunya itu menikahi Daddy nya hanya untuk di jadikan ATM berjalannya, apa aku harus bilang ibunya menikah dengan daddy nya hanya untuk membalas sakit hati mantan pacarnya, atau aku harus cerita kalau ibunya meninggalkan daddynya hanya untuk kembali pada cinta pertamanya,, dan meninggalkan anaknya yang masih merah dengan selingkuhannya..!!! " ungkap Barra dengan mata yang menatap tajam kearah mantan istrinya.
" Barra,, maaf memang aku salah.. sudah melepaskan orang sebaik kamu, meninggalkan anak yang masih bayi hanya dengan ayahnya,, aku minta maaf. Tapi,,aku. mohon Barra berikan aku kesempatan untuk bersama putriku aku mohon.. " ucap Inggrit k dengan kata permohonan nya.
.
.
" Daddy lama banget sih bun,, trus ngapain juga tante itu nangis kayak gitu sama daddy." ucap Sasa dengan melihat dari jauh wanita yang bersama sang daddy terlihat menangis.
" Apa Inggrit ingin bersama dengan mas Barra lagi,, atau dia ingin merebut Sasa dari kami. "batin Aisyah
Terlihat Barra bangkit dari kursinya dan melangkah mendekati meja yang masih ada sang istri sbb an sang putri.
" Minum dulu mas.. " Aisyah menyodorkan sebotol aisr mineral pada suamiya.
Aisyah tahu jika Suami nya masih terlihat menahan emosi.
" Are you okey dad? " tanya Aisyah pada suaminya.
" Iya,, aku baik.. kita pulang sekarang." ucap Barra dengan wajah datar.
__ADS_1
" Kamu nggak balik kekantor? " tanya Aisyah hati-hati.
" Nggak bun, kita pulang,, meeting aku serahkan sama Kevin." jawab Barra.
Akhirnya Aisyah menuruti kemauan suaminya. Barra berjalan di tengah dua wanita yang dia sayangi merangkul putrinya dan mencium pucuk kepala Sasa bertubi-tubi, dan mengandeng tangan Aisyah menggenggam tangan itu sangat erat seperti takut terlepas.
Aisyah tahu suaminya butuh dukungannya. Masa lalunya tiba-tiba kembali,entah apa yang mereka bicarakan. Namun, terlihat Barra begitu sedih.
Sampai Mansion Barra langsung naik ke kamarnya, semua orang melihat sikap Barra pun aneh.
" Mas Barra butuh sendiri dulu,, nanti Aisyah yang akan temani mas Barra,, Sasa.. maaf bunda harus urus daddy kamu bisa kan minta bantuan yang lain? " ucap Aisyah dengan mengelus rambut panjang Sandrina.
" I'm okey bun,, pasti Daddy lagi punya masalah.. bunda temenin daddy saja,aku nggak masalah ada banyak orang kok." ucap Sasa dengan memeluk sang bunda.
" Terima kasih ya.. sayang. " ucap Aisyah langsung melangkah menuju lantai atas.
Saat masuk ke dalam kamar nya dia mencari sosok pria yang sudah menikahinya seminggu yang lalu, dikamar tak ada, dan menyisir kamar mandipun kosong dan akhirnya ke balkon kamar melihat sosok suaminya yang menatap lurus dengan wajah yang terlihat banyak yang dia pikirkan.
" Mass,, aku buatin coklat panas buat kamu.. semoga bisa buat kamu lebih baik." ucap Aisyah dengan menyodorkan secangkir coklat panas pada Barra.
" Terima kasih sayanggg... " ucap Barra dengan meyeruput coklat hangat buatan Aisyah.
Barra duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya danenarik pelan tangan istrinya dan menepuk pahanya, memberikan kode untuk istrinya duduk di pangkuannya.
Aisyah pun menuruti apa keinginan suaminya.
"Aku hanya butuh kamu sayang,, aku nggak bisa hidup tanpa ada kamu yang menguatkan aku,dia kembali.. aku bingung harus bagaimana, dia punya permintaan yang susah aku kabulkan." ucap Barra yang memeluk tubuh istrinya dan meletakkan kepalanya dada sang istri.
" Apa yang kamu pikirkan, aku bisa menjadi tempat berbagi mas.. anggap aku jadi sahabatmu,jangan di pendam sendiri.. kita bisa mencari solusi untuk masalah mu bersama-sama." ucap Aisyah dengan membelai lembut rambut suaminya.
" Dia ingin aku memberikan kesempatan untuk Sasa mengenal ibu kandungnya,,dan masalahnya kamu tahu kan... aku sudah mengatakan jika Inggrit sudah meninggal pada Sasa,,,aku pun berat untuk melihat Sasa dekat dengan Inggrit sayang.. " ucap Barra meluapkan kekhawatiran nya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada yang tak sengaja mendengar apa yang mereka bicarakan,, mulutnya dia bungkam dengan tangannya setelah tahu kebenaran apa yang terjadi dengan keluarganya. Perlahan dia meninggalkan kamar tidur Barra dan bergegas masuk ke dalam kamar nya dan menguncinya dengan cepat.
Bersambung