
Acara Walimahan dua pasang pengantin itu pun di laksanakan, namun.. ada yang berbeda dengan Aisyah.
Wajah Aisyah terlihat pucat,tubuhnya pun terasa lemas.
" Ais,, are you oke? " tanya Lia saat mereka sedang akan mukai di rias.
" Hemmm.. oke kok, cuma sedikit pusing sama lemas aja, mungkin aku kurang teratur makannya dari kemaren." jawab Aisyah.
Lia yang masih khawatir akhirnya mengirim Chatt pada Kia untuk membawakan makanan untuk Aisyah sebelum mereka seharian di pajang..
" Ais, katanya kamu pusing, sarapan dulu yaa..?" ucap Kia.
" Iya kak, makasih yaa." ucap Aisyah.
Baru saja Aisyah menerima satu suap nasi dari sang kakak, tiba-tiba Pintu kamar terbuka terlihat Sasa yang ngos-ngosan masuk dalam kamar.
" Bunda, bunda sakit.. kata eyang uti, bunda tadi pusing? " tanya Sasa dengan berdiri bertumpu dengan lututnya di depan sang bunda.
" Bunda nggak apa-apa ,Cuma sakit kepala sedikit, ini mungkin bunda belum sarapan ,,umi Kia lagi suapin bunda tuh.. " ucap Aisyah dengan menangkupkan kedua tanganya di pipi sang putri.
" Syukurlah, ya udah.. aku bilang daddy kalau bunda sakit pening biasa." ucap Sasa dan diangguki Aisyah.
" Ternyata anak kamu protektif Ais." ucap Kia senang melihat kebahagiaan keluarga sang adik.
" Mirip daddy nya, benar-benar DNA seorang Barra melekat di diri Sasa." jawab Aisyah membuat yang diruangan itu terkekeh mendengarnya.
Setelah beberapa jam, Aisyah dan juga Lia sudah selesai di rias, dan dua pria dengan badan tegap dan jangkung siap menyambut dua wanita cantik,yang menjadi Ratu sehari untuk hari ini.
" Masyaallah anak dan menantu Umi yang cantik." puji umi Maryam.
" Mantu mama cantik. " puji mama Hanna.
" Pasti dong bunda aku.. " ucap Sasa menimpali perkataan dua neneknya
" Sudah, yang menang tetap tuan Barra " ucap Barra dan mengundang gelak tawa keluarga mereka.
Kedua pasang pengantin itu pun, menyambut semua tamu yang hadir dari santriwan santriwati, keluarga mereka pun datang, para kolega bisnis Barra yang ada di Jogja dan juga para teman Dimas dan Aisyah.
Terlihat rombongan keluarga Kyai berbagai daerah yang mengenal sosok keluarga Kyai Syam, termasuk keluarga Kyai Safi.
Terlihat Kyai Safi dengan Umi Ratih, ada Arya dengan Anne datang ke acara tersebut.
__ADS_1
" Selamat datang Kyai Safi dan keluarga,silahkan Kyai.. jangan sungkan monggo.. " ucap Kyai Syam menyambut para tamunya dengan suka cita.
" Wahh.. nggak nyangka, dua pasang pengatin langsung di pajang Kyai.. " ucap Kyai Safi pada Kyai Syam
" Alhamdulillah ,mereka menginginkan di bikin bareng resepsi nya, katanya biar saya ngrasain bahagianya double." ucap Kyai Syam pada Kyai Safi dengan nada bercanda.
" Iya iya iya... semoga anak-anak itu selalu bahagia Kyai" ucap Umi Ratih.
" Amin.. makasih doanya mbak yu.. " ucap Umi Maryam menimpali.
" Ahhh... iya, maaf Kyai Syam..soal Tanah yang di sebelah sana yang kita sepakati gimana kabarnya?" tanya Arya tiba-tiba
" Arya..!! " ucap Kyai Safi mengingatkan.
" Ohh itu nak, kebetulan.. mantu saya Barra kemaren sempat membahas, nanti untuk menebus tanah itu kembali, dan tentunya dengan harga sekarang, katanya dia mau ngurus pembangunan balai kesehatan segera, dan Alhamdulillah ayah angkat Aisyah pun turut membantu. Walaupun Mantu saya mampu, tapi..Aisyah bilang ayah angkatnya ingin ikut andil dalam mewujudkan cita-cita Aisyah" ungkap Kyai Syam.
" Semoga lancar Kyai, karena memang pembangunan balai kesehatan itu bisa menghabiskan biaya yang banyak." ucap Arya dengan secara tidak langsung menganggap remeh seorang Barra.
" Tenang saja nak Arya, anak saya adalah laki-laki bertanggung jawab, dia akan memberikan yang terbaik untuk anak istrinya." kali ini bukan Kyai Syam yang menjawab nyinyiran Arya tapi, papa Iman yang menimpali omongan Arya.
" Arya sudahlah, jangan buang waktu,,kita...
Tiba-tiba terdengar suara sirine mobil patwal masuk ke area pesantren dan menjadi tontonan yang sangat langka.
" Wah... ada tamu agung Kyai ." ucap Kyai Safi pada Kyai Syam.
Bukan menjawab perkataan Kyai Safi, Kyai Syam memang tak tahu siapa yang datang ke acara anak-anaknya, Setahu Kyai Syam teman-teman Dimas hanya sebatas anak kyai lainya dan juga teman bisnis pertaniannya Namun, tamu kali ini sangat berbeda, bukan hanya satu mobil mewah yang masuk ke pelataran Pesantren tersebut. belasan mobil mewah terparkir cantik di halaman luas itu.
Satu persatu yang ada di dalam mobil pun turun, tamu yang ada di acara tersebutpun terkejud dengan kehadiran beberapa selebriti dan pengusaha muda yang rela hadir di acara yang terbilang bagi mereka itu sederhana.
Satu persatu masuk ke dalam tenda tempat acara, Kyai Syam dan keluarga pun tetu ikut terkejut dengan kadatangan orang-orang yang mereka tak kenal, dan mereka di kejutkan dengan menantunya Barra menyambut hangat kehadiran mereka bersama Aisyah.
" Pamor seorang Barra Alfarizh tidak sebanding dengan seorang Arya Safi.." bisik Anne .
Arya yang mendengar perkataan Anne yang mencibirnya pun,menatap Anne dengan rasa penasaran
" Maksud kamu? " tanya Arya masih tak paham.
" Barra Alfarizh anak dari Sulaiman Alfarizh adalah salah satu pengusaha yang masuk dalam lima besar pengusaha terkaya di Indonesia dan juga luar negri,jadi beruntung sangat.. Aisyah bisa menikah dengannya walaupun status duda, Aisyah tak mempermasalahkannmya.Dan seorang Aisyah adalah anak angkat dari Prof Edward Subastian jadi, mengerti kan maksudku." terang Anne menatap sinis suaminya
" Dari mana kamu tahu? " tanya Arya
__ADS_1
" Karena aku liat undangan dari Aisyah, dan nama Barra seperti tak asing bagiku dan aku search ternyata wowww..keren dia, dan disana pun Aisyah terungkap jika dia anak angkat dari seorang pengusaha terkenal di benua Eropa."jelas Anne.
" Kamu yakin dengan info itu? " tanya Arya tak sepenuhnya dia langsung percaya.
"Kita lihat saja nanti." ucap Anne acuh.
" Astaghfirullahal'azim, kenapa selalu saja rasa iri dan dengki bermain di benak dan hatiku ya Robb.." batin Arya.
Tamu-tamu yang dianggap penting bagi banyak orang, ternyata dengan cepat meninggalkan tempat acara, terlihat juga Barra dan Aisyah yang menyambut mereka dengan senang, mereka tahu jika mereka yang hadir itu banyak sekali kesibukan dan tentunya Barra dan Aisyah sangat ber terima kasih atas kehadiran mereka
Saat Tamu-tamu itu pergi datanglah beberapa mobil dengan pengawalan ketat dan terlihat dua orang yang terlihat serasi. walaupun sudah berumur mereka masih terlihat tampan dan juga cantik.
" Assalamualaikum.. " terdengar salam dari dua orang yang di belakang mereka ada 4orang pria berbadan tegap siaga di belakang mereka.
" Wa'alaikum salam"
" Mama, papa...!! " teriak Aisyah yang terlihat bahagia melihat dua orang yang berjasa dalam karier nya.
Aisyah di bantu Barra dengan menggandeng tangan Aisyah mendekati kedua orang itu.
" Sayanggg...?!! " sambut wanita paru baya yang terlihat bahagia melihat sosok Aisyah.
" Mama, Ais kangennn...!! " ucap Aisyah memeluk hangat ibu angkatnya.
" Papa, I miss you..!! " ucap Aisyah beralih pada pria berkharisma itu.
" Miss you too My little princess.." jawab pria itu dan mencium pucuk kepala Aisyah yang terbalut hijab.
" Papa, mama ini Barra suami Ais." ucap Aisyah mengenalkan suaminya.
" Apa kabar Uncle, Aunty.. " ucap Barra menyalami kedua orang tua angkat istrinya.
" Menantu ku jangan sungkan pada kami.. papa bilang terakhir kita komunikasi, you are our son ." memeluk tubuh jangkung Barra.
" Abah Umi, Pah, mah.. " panggil Aisyah.
" Mereka adalah keluarga ku mah pah, ini abahku Syam, Umi Maryam, dan orang tua Barra Papa Sulaiman dan mama Hanna." perkenalan mereja sungguh sangat hangat.
Para tam yang melihat Iteraksi mereka sangt iri dengan kehidupan sepasang pengantin itu.
Apalagi Arya yang terlihat Syok siapa orang-orang yang selama ini dia anggap tak ada apa-apa nya dengan usaha yang dimiliki nya selama ini, namun.. dia salah orang -orang yang tak jauh dari pandangannya adalah orang-orang sukses, mala lebih sukses namun,, kehidupan mereka terlihat sederhana dan tentunya bahagia.
__ADS_1
Ada sekelumit hati yang menyesal, mengapa dulu dia tak setia akan janjinya pada Aisyah. Itulah Penyesalan pasti akan ada di belakang kalau di depan itu pendaftaran.
Bersambung.