
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit hanya ada keheningan menemani, sesekali Jessica melirik kearah depan di mana terlihat Sekertaris Ren yang fokus terhadap kemudi.
Namun beberapa kali pandangan mereka bertemu ketika ketahuan sedang melirik kearah masing-masing dan hal itu tentu saja membuat Jessica makin malu dan merasa canggung.
Berbeda dengan Jessica yang malu, Sekertaris Ren nampak biasa saja dengan wajah datarnya dan kembali fokus kearah jalanan sembari memegang kemudi mobil tersebut.
Sampai dirumah sakit, mereka bertiga bergegas turun dan dengan cepat Jessica mendapatkan perawatan. Sebenarnya luka Jessica tidaklah parah namun karena permintaan ibu Sekertaris Ren yang mengharuskan dirinya kerumah sakit, mau tidak mau Jessica menurutinya.
Terlihat dokter wanita itu begitu telaten membersihkan luka dari Jessica dan mengamati seluruh tubuh Jessica seperti sedang menaruh curiga. Tatapan mata dokter wanita itu langsung berubah tajam ketika melihat kearah Sekertaris Ren.
"Ibu bisa katakan yang sebenarnya, tidak perlu takut karena ibu sekarang sudah aman. Kita dirumah sakit dan saya jamin akan melindungi ibu" ucap dokter wanita itu kepada Jessica.
Sedangkan orang yang sedang di ajak bicara terbengong tak berdaya alias tidak mengerti kemana arah pembicaraan dokter tersebut.
Bukan hanya Jessica, bahkan Sekertaris Ren dan ibunya pun ikut bingung tidak mengerti mendengarnya.
"Maaf dok, saya tidak mengerti apa yang dokter maksud tadi??" tanya Jessica sopan.
Karena memang dirinya tidak mengerti sama sekali apa maksud dokter wanita itu.
"Ibu tidak perlu takut, saya pasti akan melindungi ibu. Saya tau ibu ini barusan mengalami KDRT kan. Dengan bukti sebanyak ini suami ibu bisa dituntut, kami akan melakukan visum ditubuh ibu untuk menjadikannya bukti di pengadilan nanti" tutur dokter wanita itu panjang lebar.
Sontak saja ketiganya melongo mendengarkan penuturan dokter tersebut, bagaimana bisa ia berpikir sejauh itu hanya dengan melihat kening Jessica yang terluka serta lebam yang ada pada tangan, punggung dan kakinya.
Langsung saja Jessica mengklarifikasi hal tersebut. "Bukan dok, bukan begitu. Tadi saya mengalami kecelakaan kecil di supermarket dengan tertimpa berbagai macam kaleng-kaleng makanan makanya jadi seperti ini" sahut Jessica cepat, ia takut hal seperti ini membuat Sekertaris Ren marah kepadanya.
Jessica sangat tau jika Sekertaris Ren adalah seseorang yang mengerikan dan sangat tidak bisa diganggu ketenangannya.
Namun sepertinya dokter tersebut masih tidak percaya. "Ibu tidak perlu takut, disini rumah sakit dan ibu dapat mengatakan yang sebenarnya, tenang saja" ucap dokter itu dengan menghunuskan tatapan tajamnya kearah Sekertaris Ren.
Ibu Sekertaris Ren pun mencoba memberi penjelasan agar tidak menjadi salah paham nantinya. "Tidak dok, menantu saya ini malah berani mengorbankan dirinya untuk menolong mertua seperti saya. Dia rela badannya yang menanggung sakit demi menyelamatkan saya. Dia menantu saya satu-satunya dan tidak mungkin kami menyakitinya" drama ibu-ibu dimulai dengan penuh derai air mata kepalsuan.
Sekertaris Ren mengerutkan keningnya mendengar ucapan ibunya barusan.
"Kenapa masalahnya menjadi runyam seperti ini" Sekertaris Ren berbicara dalam hati sembari memikirkan cara dan jalan keluar agar dirinya tidak dituduh melakukan KDRT.
Bagaimana bisa KDRT, istri pun bukan begitu mungkin pikir Sekertaris Ren.
Sekertaris Ren yang sedari tadi diam langsung berjalan mendekat ke arah ranjang pasien tempat Jessica duduk sekarang.
Hal yang tidak diduga terjadi.
Sekertaris Ren mengecup kening Jessica seperti tanda sayang seorang suami kepada istrinya.
"Sayang maafkan aku yang tadi tidak bisa menjaga kalian berdua, padahal kalian adalah wanita yang paling berharga di hidupku" ucap Sekertaris Ren dengan tiba-tiba memeluk Jessica.
Dengan posisi Sekertaris Ren yang berdiri dan Jessica yang duduk membuat kepala Jessica dengan nyaman bersandar di dada bidang Sekertaris Ren.
Sumpah demi apapun, Jessica saat ini malu luar biasa. Dirinya serasa ingin cepat mengakhiri drama ini dan lekas pulang dan tidur agar hari esok cepat datang serta dirinya dapat pula melupakan kejadian ini.
Sang ibunda tersenyum, sepertinya sesuatu yang sudah ia perkirakan berjalan mulus.
"Tidak sia-sia aku mengeluarkan air mata tadi, dengan begini aku bisa cepat mendapatkan menantu" Ibu Sekertaris Ren bersorak senang di dalam hatinya.
Drama pun berakhir dengan Sekertaris Ren yang mengantarkan ibunya terlebih dahulu pulang dan baru mengantarkan Jessica.
Jessica sangat malu sekarang, apalagi hanya ada mereka berdua di dalam mobil sekarang dengan posisi duduk yang bersebelahan. Jessica berusaha sekuat mungkin menghirup dan menghembuskan nafas dengan pelan agar tidak terdengar oleh Sekertaris Ren.
Begitu sampai dirumah Jessica langsung saja keluar dari mobil tersebut dan diikuti oleh Sekertaris Ren dengan barang belanjaan milik Jessica yang baru ia ambil dari bagasi.
Jessica langsung menyaut belanjaan tersebut dengan cepat dan menundukkan tubuhnya memberi hormat dan salam.
"Terimakasih atas bantuan dan tumpangannya Sekertaris Ren, saya sangat mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Permisi" ucap Jessica dalam sekali tarikan nafas dan langsung saja membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Sekertaris Ren begitu saja.
__ADS_1
"Malam yang panjang dan penuh drama, entah apalagi yang akan terjadi nantinya. Aku merasakan sesuatu yang tidak beres akan menimpa diriku sendiri" ucap Sekertaris Ren dalam hati sembari meninggalkan kediaman Jessica.
Karena sekarang sudah hendak tengah malam Jessica pun memasuki rumahnya dengan tidak terlalu berisik karena biasanya di jam segini Rose sudah tidur. Dan benar saja ketika Jessica membuka kamar Rose ia lihat adiknya itu sudah tidur dengan lelap dan melupakan begitu saja pesanannya akan cheese cake tadi.
"Syukurlah.. Dengan begini aku tidak perlu repot menjelaskan masalah yang barusan aku alami. Biarlah menjadi rahasia ku sendiri"
* * *
Pagi harinya seperti biasa Rose dan Jessica sudah bersiap untuk berangkat ke gedung Agensinya dengan mobil yang dikemudikan oleh Alex.
Begitu sampai, mereka bertiga langsung saja menuju tempat tujuan perkara yaitu memberikan jawaban atas konfirmasi pemeran dalam film terbaru itu.
Mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk sudah menjadi kewajiban siapa saja dan begitupun ketika Jessica mengetuk pintu lalu dia beserta Rose memasuki ruangan tersebut dengan Alex yang senantiasa menunggu di luar.
Sepertinya suasana di ruangan ini terlihat menegangkan apalagi wajah Sekertaris Ren yang begitu mengerikan ketika menoleh kearah Jessica dan Rose.
Namun tetap saja ketampanannya tidak luntur sedikitpun,berbeda dengan Sekertaris Ren, David sepertinya terlihat serius juga namun wajahnya ia buat seperti biasa yang selalu datar.
Jessica dan Rose pun menjadi segan untuk berbicara, bahkan Rose sampai meneguk air ludah sendiripun menjadi susah.
Setelah dipersilahkan duduk, barulah kedua perempuan tersebut duduk dengan David dan Sekertaris Ren yang berjalan mendekati mereka.
David dengan santai mendudukkan tubuhnya berhadapan dengan Jessica dan Rose sedangkan seperti biasa Sekertaris Ren hanya berdiri dibelakang David. Namun ada yang berbeda, Sekertaris Ren sedari tadi nampak memandang terus kearah Jessica yang membuat wanita itu langsung saja menundukkan pandangannya karena malu.
"Apakah lukanya sudah sembuh, bagaimana mungkin dalam semalaman luka itu sudah hilang begitu saja"
Rupanya itu yang membuat Sekertaris Ren sedari tadi memandang ke arah Jessica.
Karena memang Jessica saat itu terlihat begitu natural tanpa ada sedikitpun luka ditubuhnya. Memang berbagai macam make up dan perawatan tubuh sekarang sangat bisa menutupi luka seperti itu.
Kembali ditengah keseriusan yang dihadapi oleh Rose dan David yang saat ini masih saling memandang.
"Jadi, bagaimana keputusan mu. Jika kamu menolak film ini maka Aurel akan dengan senang hati menerimanya" ucap David dengan wajah penuh wibawanya.
Rose nampak tersenyum miring melihat kearah David.
"Bisakah anda sampaikan permintaan maaf saya kepada Aurel, karena saya akan menerima tawaran peran di film itu" jawab Rose dengan senyuman yang penuh arti.
Sontak saja hal itu membuat Jessica terkejut karena ia mengira Rose akan menolak tawaran tersebut sebagaimana pembicaraan mereka tadi malam. Ternyata ia salah, Rose sepertinya akan menaruh genderang perang kepada Aurel kedepannya.
"Bagus, saya akan sampaikan permohonan maaf kamu nantinya kepada Aurel" sahut David dengan senyum tak kalah dari Rose tadi.
Sekertaris Ren terlihat membisikkan sesuatu kepada David yang sepertinya di setujui oleh David.
"Saya hanya ingin menyampaikan jika lawan main kamu nantinya adalah Artis yang juga berada dibawah naungan saya dan sekarang dia akan menuju kesini. Apakah kalian keberatan jika bertemu dengannya dulu sebelum pergi" tanya David.
"Dengan senang hati" sahut Rose tidak mau kalah.
Tidak seberapa lama terdengar suara ketukan dari arah pintu luar dan masuklah seorang laki-laki muda tampan namun tidak dapat mengalahkan ketampanan David dan Sekertaris Ren.
"Silahkan duduk" ucap David kepada laki-laki yang barusan datang itu.
Pandangan laki-laki itu tidak lepas dari Rose sepertinya laki-laki itu sedang memuja kecantikan yang dimiliki Rose.
__ADS_1
Apalagi dengan wajah dingin yang dimiliki Rose menjadi daya tarik tersendiri untuknya.
"Perkenalkan dia Angga Wijaya yang akan menjadi lawan main mu nantinya. Dan saya harap kalian dapat bekerja sama dengan baik" ucap David membuka pembicaraan.
Rose pun menoleh kearah laki-laki tersebut dan laki-laki itu mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan.
"Angga"
"Rose"
Setelah itu dengan cepat Rose melepas salam perkenalan lewat tangan mereka itu.
Rose sangat tidak menyukai laki-laki yang tidak tau malu seperti dirinya yang menatap Rose dengan pandangan penuh nafsu.
"Kalau begitu saya undur diri karena urusan saya sudah beres disini" Rose langsung beranjak berdiri begitupun Jessica yang sudah Rose gandeng.
Rose dan Jessica pun membungkukkan badan mereka untuk memberi hormat kepada David selaku pemilik Agensi yang menaungi mereka.
Sesampainya Rose dan Jessica di ruangan mereka langsung disibukkan oleh persiapan melakukan proses pengambilan gambar untuk brand make up lebih tepatnya lipstik.
Namun sebelum mereka menuju tempat studio pemotretan yang berada satu gedung dengan mereka, Jess terlebih dahulu memberitahukan kalau ada tawaran iklan baru untuk Rose.
"Rose, sekarang di media sosial maupun televisi sedang booming produk coklat terbaru dan aku sudah mencobanya rasanya sangat lezat dan tidak mengecewakan" ucap Jessica.
Sepertinya ada maksud didalam ucapan Jessica tersebut.
"Lalu??" tanya Rose singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari cermin besar yang berada didepannya.
"Produk coklat itu menginginkan dirimu untuk menjadi bintang iklannya, kamu mau kan??" tanya Jessica penuh harap.
Rose melepas sisir yang semula ia pegang untuk menyisir rambutnya yang agak sedikit berantakan tadi. Ia pun menatap Jessica melalui cermin tersebut yang nampak jika Jessica sedang berada dibelakangnya.
"Kakak, kamu tau kan kalau aku tidak suka coklat. Lantas kenapa kamu menyuruh ku untuk membintangi iklan tersebut" tanya Rose penasaran.
"Iya Kakak tau kamu tidak menyukainya, didalam iklan ini nanti tidak akan ada adegan untukmu memakannya" lanjut Jessica lagi menjelaskan.
"Terus Kakak menyuruhku untuk berbohong kepada para fans ku lewat iklan ini bahwa aku menyukai produk tersebut terutama makanan yang bernama coklat itu. Oh membayangkannya saja membuatku ingin muntah" Rose memang sangat tidak menyukai coklat, bahkan menyebutnya saja kadang dia enggan.
Jessica memelas.
"Untuk kali ini saja, berbohong sekali kan tidak apa-apa, mau ya, ya???" Jessica masih belum menyerah untuk meyakinkan Rose dengan segala cara.
Namun sepertinya usaha Jessica akan berujung sia-sia.
Lihatlah tanpa mempertimbangkan sedikitpun Rose sudah menggelengkan kepalanya, bahkan belum sampai satu menit Jessica berucap namun Rose sudah memberikan jawabannya.
Begitulah Rose, sosok Artis yang tidak ingin membohongi fansnya sendiri. Karena menurutnya tanpa fans atau penggemarnya itu dia tidak akan ada apa-apanya hingga sekarang. Rose sangat bersyukur karena memiliki mereka yang selalu mendukung semua yang dilakukan Rose hingga karirnya memuncak seperti sekarang ini.
* * * * * * *
Jangan bosan ya teman-teman 😁😁
Semoga suka sama kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa untuk selalu Like, Komen, dan Vote sebanyak-banyaknya buat author 😘😘
Setiap update selalu lebih dari 1600+ dan sekarang udah 1800+ jadi semoga kalian puas bacanya meskipun cuman update satu episode per hari.
Terima kasih 🙏🙏🙏
Selamat membaca Readers 😘😘😘
__ADS_1
Jangan lupa follow ig author ya 😁😁😁
@muniy7