
Mobil mewah milik David sudah terparkir rapi dihalaman parkir mall terbesar di kotanya, dengan David dan Sekertaris Ren yang sudah hendak keluar dari mobil tersebut. Namun aktivitas Jessica dan Rose membuat kedua laki-laki menghentikan aksinya.
"Kak Jessi, mana masker ku??" tanya Rose yang sedang mencari benda tersebut di dalam tas selempang nya.
Jessica menggelengkan kepalanya, dengan sifat adiknya yang sangat pelupa itu.
"Ini" Jessica menyodorkan benda yang sedari tadi di cari oleh Rose.
"Kamu kebiasaan, tadi Kakak menemukannya di meja ruang tamu pasti kamu meletakkannya tapi tidak ingat menaruhnya lagi didalam tas" terang Jessica yang memang sudah hafal betul perilaku adik angkatnya itu.
Rose senyum cengengesan malu akan sikap sering lupanya.
David dan Sekertaris Ren sedari tadi hanya melihat saja sebagai penonton tanpa mau terlibat didalam film pendek Kakak beradik itu.
"Untuk apa kalian memakai masker??" tanya David heran.
Lagi-lagi David membuat dirinya kelihatan bodoh di mata ketiga orang yang berada didalam mobil itu juga.
Apalagi Sekertaris Ren yang saat ini saja geleng-geleng kepala mendengar lontaran pertanyaan dari sang bos.
"Maaf Pak, apakah anda lupa jika Nona Rose adalah seorang Artis besar yang keberadaannya akan selalu mengundang para fans yang berada disekitarnya. Terlebih lagi setelah kejadian kemarin, kita masih belum tahu pelakunya yang akan dengan mudahnya mengancam keselamatan Nona Rose jika dirinya sedang berada di keramaian"
Sekertaris Ren menjelaskan makna dibalik pemakai masker untuk seorang Artis terkenal.
Namun tanpa disangka David malah memberikan sebuah topi lagi untuk Rose demi menjaga keselamatannya supaya orang sekitar terima para fansnya agar tidak mengenali Rose.
"Apa ini??" tanya Rose bingung namun belum juga memakai topi tersebut.
David pun langsung saja memakaikan topi itu di kepala Jessica dan perempuan cantik itu hanya diam menurut saja.
"Sudah pakai saja, ini juga untuk keselamatan dirimu" sahut David.
Akhirnya mereka berempat pun keluar dari mobil mewah tersebut.
Para wanita cantik itu sama-sama menggunakan masker namun tidak untuk David dan Sekertaris Ren yang masih menampakkan dengan jelas wajah tampan mereka berdua.
Lihatlah baru juga beberapa langkah mereka memasuki mall besar tersebut namun pandangan mata orang-orang yang berada disana tertuju kepada mereka berempat atau lebih tepatnya kepada kedua makhluk yang sangat tampan itu.
Meskipun keadaan mall tidak terlalu ramai karena mereka datang disaat pagi yang mana mall baru saja buka dan beroperasi. Awalnya mereka mengira mall tersebut belum buka dikarenakan mereka berangkat dari rumah baru jam 8 pagi, namun rupanya perjalanan menuju mall juga memakan waktu yang lama.
Mereka melupakan jika sekarang adalah akhir pekan yang dimana meskipun mall baru buka namun pengunjung sudah mulai banyak yang berdatangan karena memang pada hakikatnya akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk para keluarga keluar berkumpul dan bermain.
Jessica dan Rose sangat suka melihat anak-anak yang bermain dengan begitu riangnya di arena khusus bermain anak. Membuat David dan Sekertaris Ren merasakan jika kedua perempuan hanyalah manusia biasa yang kadang kala merasa bosan dengan aktivitas mereka sehari-hari.
Jika melihat sekilas nampak lah mereka berempat itu seperti pasangan kekasih yang sedang melaksanakan Double Date. Sangat cocok sekali meskipun wajah para perempuan tertutupi masker dan salah satunya memakai topi namun orang-orang dapat melihat jika para perempuan itu sangatlah cantik-cantik. Dari postur badan mereka saja sudah membuat iri sesama kaum perempuan.
Sampailah mereka di bagian supermarket yang berada di mall tersebut, Jessica mengambil troli untuk memuat belanjaan mereka dengan Rose yang berada disamping Jessica sedang David dan Sekertaris Ren berada di belakang kedua perempuan itu yang layaknya bertingkah seperti seorang pengawal.
Pertama-tama mereka ke arah tempat yang menjual daging.
__ADS_1
Berbagai macam aneka daging segar tersaji disana, membuat siapa saja dapat dengan leluasa memilih macam-macam daging tersebut.
"Kita ambil yang ini" David dengan mudahnya mengambil sebuah daging dan menaruhnya di dalam troli yang sedang Jessica pegang.
Rose meras tidak terima dengan pilihan David dan mengambil kembali daging tersebut dari dalam troli.
"Tidak, jangan yang ini. Lihatlah daging ini harganya lebih mahal dari pada yang ini" Rose mengambil salah satu daging dan membandingkannya dengan daging pilihan David tadi.
"Lalu kenapa memangnya, bukankah yang mahal selalu lebih bagus" sahut David.
"Memang kebanyakan seperti itu tapi tidak semua barang yang mahal berkualitas bagus. Daging pilihan anda tadi tidak beda jauh kualitasnya dengan yang ini namun harganya berbeda dua kali lipat" Rose menjelaskan kepada David.
David hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan Rose karena memang pada dasarnya dirinya tidak berbakat dalam memilih barang-barang seperti ini. Ini saja untuk pertama kalinya dirinya ikut berbelanja, bahkan saat sang ibu meminta ditemani untuk berbelanja David selalu saja menjawab dengan alasan sibuk karena pekerjaan.
David sendiri bahkan tidak tahu bagaimana jalan pikirannya yang mau-maunya menemani para perempuan ini untuk berbelanja. David pasti akan sangat kebosanan di mall ini nantinya.
"Baiklah kita akan memilih sesuai pilihan mu saja" ucap David.
Sementara Jessica dan Sekertaris Ren hanya diam saja dan malah mereka berdua berjalan perlahan menjauhi David dan Rose.
Lihatlah Jessica dan Sekertaris Ren ketika sedang saling meminta pendapat dalam memilih daging membuat mereka terlihat seperti pasangan pengantin baru.
Rose yang merasa dirinya di tinggalkan pun tak terima dan segera melaju menemui Jessica dan Sekertaris Ren.
"Hei kenapa kalian meninggalkan ku" protes Rose merasa kesal.
"Kami berdua tidak ingin terlibat dalam pertengkaran kalian" sahut Jessica.
"Aku tidak bertengkar dengan ia hanya sekedar memberikan informasi tambahan saja" Rose tidak terima jika dirinya di sangka sedang bertengkar dengan David.
"Selanjutnya kita akan ke tempat sayuran" sahut Jessica.
Entahlah karena terlalu asik atau terbawa suasana kini mereka semua tidak lagi berbicara menggunakan bahasa formal andalannya masing-masing.
Sesampainya di tempat sayuran sungguh membuat siapa saja senang memandangnya apalagi warna dari sayuran tersebut yang sangat cerah dan tertata dengan sangat rapi untuk memudahkan para pelanggan dalam mencari sayuran yang mereka butuhkan.
Berbeda dengan yang lainnya, Rose sangat tidak suka kalau berbelanja sayuran karena sudah menjadi hal yang lumrah jika Rose sangat tidak menyukai sayuran apalagi memakannya. Hanya ada beberapa jenis sayuran saja yang bisa Rose makan dan itupun masih bisa di hitung menggunakan jari tangan.
"Rose, kamu ingin sayuran yang mana??" tanya Jessica kepada sang adik.
"Tidak, aku tidak mau semuanya" sahut Rose cepat.
Sekertaris Ren tidak terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Rose karena memang Sekertaris Ren sudah mengetahui sebelumnya. Namun berbeda dengan David yang meras untuk kedua kalinya perempuan itu berbicara tentang ketidaksukaannya kepada makanan yang bernama sayuran itu.
"Hei, kau bukan anak kecil yang tidak bisa makan sayuran" David ikut dalam pembicaraan kedua Kakak beradik itu.
"Sudahlah, Rose memang seperti itu dia terlalu pemilih dalam makanan. Bahkan dia juga sangat tidak menyukai coklat padahal hampir semua perempuan menyukainya" ucap Jessica yang mana membuat David tercekat.
David bukan seseorang yang bodoh dan dapat melupakan sesuatu dengan mudah. Untuk kedua kalinya David merasa Rose mempunyai suatu kesamaan dengan Vero sang pujaan hatinya.
__ADS_1
Hah mengingat Vero membuat David merasa sekarang dirinya seperti menjadi laki-laki yang jahat dengan berjalan bersama perempuan lain meskipun pada hakikatnya dirinya tidak berjalan berduaan saja karena memang ada Sekertaris Ren dan Jessica yang bersama mereka.
Sekertaris Ren melihat David termenung dengan pikirannya sendiri.
"Semoga anda menyadarinya Pak David".
"Sudahlah kenapa jadi kalian semua sepertinya sangat senang memojokkan ku" Rose menggerutu kesal dan berjalan menjauhi mereka bertiga.
Lalu disusul oleh Jessica yang sudah selesai memilih berbagai macam sayuran untuk persediaannya dirumah apalagi sekarang sudah ada Alex yang akan membuat mereka harus menambah barang belanjaan keperluan rumah.
Setelah berbelanja berbagai macam keperluan dapur seperti gula, penyedap rasa, berbagai macam bumbu dan beberapa cemilan untuk mereka santap disaat bersantai.
Sekarang saatnya mereka kebagian terakhir yaitu membeli buah-buahan untuk cuci mulut, dibuat jus dan salad buah. Jessica dan Rose memang sudah merencanakan untuk membuat menu salad buah sebagai pencuci mulut sehabis mereka makan siang nanti.
Apalagi pada siang hari memang sangat nikmat jika menyantap salad buah yang juga sehat dan menyegarkan.
Tanpa banyak perdebatan mereka semua masing-masing memilih buah-buahan yang mereka sukai. David dan Sekertaris Ren secara santai memasukkan buah-buahan yang menjadi pilihan mereka, Rose dan Jessica pun tidak mempermasalahkan hal itu.
Sembari memilih buah-buahan mereka selingi dengan canda tawa yang membuat jarak diantara mereka selama ini seakan hilang entah kemana. Hanya ada rasa kebersamaan sekarang ini yang meliputi mereka.
Setelah puas berbelanja dan tidak terasa jam berputar dengan sangat cepat membuat mereka dengan segera berlalu kearah kasir untuk membayar belanjaan yang sudah mereka pilih.
Mereka berempat mengantri seperti layaknya pembeli biasa padahal seandainya jika David mau dia akan menghubungi Manager supermarket ini untuk membantunya mengingat mall terbesar di kotanya ini milik keluarga Brawijaya yang juga masuk dalam naungan Brawijaya Group.
Mall ini hanya salah satu atau sedikit dari properti yang keluarga Brawijaya miliki mengingat keluarga itu memang menjadi orang terkaya di negara mereka.
Namun dalam mengantri David melihat beberapa pria sepertinya sengaja mendekat untuk mencari kesempatan saat sedang mengantri. Apalagi David tahu jika Rose yang akan menjadi mangsa mereka mengingat Jessica dan Sekertaris Ren berada didepan mereka.
Dengan langkah cepat David mendekat dan memposisikan dirinya semakin dekat kepada Rose.
"Sayang, kamu ngga lelah ikut ngantri. Mending duduk disana aja sambil nunggu aku bayar semua barang belanjaan kita" ucap David sembari merapikan rambut Rose yang agak berantakan.
Rose pun terkejut melihat tingkah David namun beberapa saat kemudian David memberikan tatapan matanya kearah rose seperti memberitahukan kalau ada seseorang yang ingin mendekatinya.
Untung saja Rose pintar dan dapat mengerti dengan cepat kode yang diberikan David kepadanya.
"Engga sayang, aku mau nemenin kamu disini aja" sahut Rose dan tanpa disangka Rose melingkarkan tangannya di lengan David membuat mereka terlihat seperti pasangan sungguhan.
Sekertaris Ren yang paham betul dengan kondisi itu hanya diam saja dan mengalihkan perhatian Jessica dengan membawa perempuan itu berbicara agar atasannya dan Rose tidak malu di hadapan Jessica nantinya.
* * * * * * *
Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan jangan sampai bosan ya teman-teman 😁😁
Jangan lupa untuk selalu Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang untuk author sebagai dukungan ya 😘😘😘
Terima kasih untuk yang masih setia membaca novel author yang belum berpengalaman ini 🤭🤭🤣🤣🤣
Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️
__ADS_1
Jangan lupa untuk follow ig author ya 😁😁
@muniy7