
Rose masih kukuh dengan jawabannya kalau dia tidak menyukai seorang David, sedangkan Jessica masih bersikeras untuk menggoda adiknya itu.
"Sudahlah Kak, aku sudah bilang tidak menyukai laki-laki itu kenapa Kakak sepertinya memaksa. Hei jangan bilang kalau Kakak yang suka sama dia" Rose melempar balik godaan Kakaknya yang sedari tadi ia terima.
"Mana mungkin Kakak menyukai pria seperti itu, dia bukan selera Kakak sama sekali lagian dia masih terlalu muda untuk Kakak"
Jessica tidak akan dengan mudah dijatuhkan oleh godaan Rose.
"Kalau sudah cinta umur tidak akan jadi masalah"
"Tapi memang dia bukan tipe Kakak sama sekali, tipe Kakak itu kaya..."
Jessica dengan segera memberhentikan mulutnya untuk berucap, bisa gawat jika adiknya tau siapa yang dia sukai. Jessica akan digoda Rose habis-habisan nanti.
"Kaya siapa Kak? ih Kakak bikin penasaran"
"Sudahlah bukan siapa-siapa, lagian kamu juga malah nuduh Kakak yang suka"
Rose dan Jessica pun menghentikan perdebatan dan saling menggoda tadi karena Jessica juga takut kalau dirinya kebablasan dalam berbicara yang hanya akan membuat dirinya membongkar identitas siapa orang yang dia sukai.
Karena tidak ada pembicaraan, Rose kembali melanjutkan menonton acara yang sedang dibintangi oleh Aurel tadi, musuh bebuyutan dirinya.
Tetapi Rose tidak pernah menganggap Aurel musuh, hanya Aurel sendiri yang menganggap Rose sebagai saingan dirinya sesama Artis. Karena memang dalam hal ketenaran Rose memenangkan segalanya hingga menjadikannya Artis dengan bayaran termahal.
Rose kembali melanjutkan tontonan yang sempat tertunda tadi yang dimana terlihat Aurel sedang diberi pertanyaan lanjutan oleh host acara itu.
Ditempat lain...
Aurel masih dalam lokasi syuting acara gosip dengan berbagai pertanyaan yang masih diberikan kepada dirinya. Dengan wajah yang selalu menampakkan senyuman, Aurel selalu terlihat tersenyum dan bahagia didepan kamera dan tidak sedikit dia juga menjadi orang yang sangat ramah jika itu menyangkut citranya.
"Dasar host tidak tau diri, berapa banyak pertanyaan lagi yang dia inginkan untuk aku jawab"
Aurel kembali mengumpat host tersebut namun hanya ia lakukan didalam hati karena tidak mungkin ia berani melakukannya didepan orang tersebut apalagi sekarang beberapa kamera tengah menyorotnya yang ada nanti citranya sebagai seorang Artis akan buruk di mata masyarakat.
Jadi sebisa mungkin Aurel akan memasang senyum palsu ini, bahkan wajahnya saja terasa kaku sekarang karena terlalu lama tersenyum.
"Jadi Aurel kalau kamu di ajak makan malam oleh pasangan kamu, tempat seperti apa yang ingin kamu dan pasangan kunjungi??" host tersebut kembali bertanya kepada Aurel untuk kesekian kalinya.
"Kalau aku sih ke mana aja terserah, makan di pinggiran jalan juga ngga papa. Malah aku udah bosan makan di restoran mewah, aku itu orangnya simpel makan dimana aja ngga papa dan ngga akan jadi masalah"
Aurel dengan bangga mengatakan dirinya akan makan dimana saja meskipun itu dipinggir jalan.
"Wah benarkah, anda memang seorang Artis yang sederhana" puji host tersebut kepada Aurel.
Aurel pun dengan senyuman manisnya menatap kepada host tersebut lalu beralih ke arah kamera yang berada tepat di arah depan dirinya.
__ADS_1
"Terima kasih, anda terlalu memuji saya" jawab Aurel dengan merendahkan diri.
"Jadi kalau anda dibawa berkencan dan makan dipinggir jalan tentu tidak masalah bukan?" host tersebut kembali mempertegas pertanyaannya untuk Aurel.
"Tentu saja tidak masalah, karena saya kalau berkencan tidak mempermasalahkan bagaimana latar belakang pasangan saya, mau dia orang biasa dan tidak kaya saya juga tidak apa-apa. Karena kalau saya sudah cinta maka bagaimana pun pasangan saya akan saya terima dengan setulus hati"
Wah drama Aurel sangat luar biasa, dirinya begitu gampang mengucapkan sebuah kalimat yang tak sejalan dengan jati dirinya. Mungkin inilah yang disebut dengan munafik karena mulut dan hati berkata lain.
Bagaimana bisa seorang Aurel mau dengan laki-laki dari kalangan biasa sedangkan dirinya adalah Artis besar dan juga mempunyai latar belakang keluarga yang kaya raya.
Sungguh akting yang hebat.
"Anda memang Artis yang rendah hati dan baik, saya salut kepada anda Nona Aurel" Sahut host wanita tersebut.
"Nah untuk pemirsa di luaran sana sudah mendapat jawaban akan tipe pasangan dari Artis kesayangan kalian yaitu Aurelie Sarah. Jadi kalian bisa langsung mendaftar lo karena Aurel tidak memandang materi dan fisik dalam tipe pasangannya yang penting kalian bisa mendapatkan cintanya Aurel. Benarkan Aurel??" host tersebut beralih menatap Aurel.
Dengan tersenyum dan menganggukkan kepala Aurel menatap arah kamera.
"Dia pikir aku bodoh dengan mau mencari pasangan yang tidak mempunyai kekayaan dan kekuasaan, dasar host gila. Tipe ku adalah seorang pewaris tunggal Brawijaya Group yaitu Steven David Brawijaya dan tidak ada siapapun yang bisa mengambilnya dari ku"
* * *
Rose dan Jessica sudah sampai didepan gedung besar dari Brawijaya Entertainment Group dengan Alex yang sedari tadi mengemudikan mobil Van mereka.
Sedari tadi Rose tidak henti-hentinya tertawa ketika melihat acara yang sempat dibintangi Aurel tadi.
Keduanya begitu elegan dengan balutan busana berwarna putih dan begitu pas di badan mereka hingga membuatnya semakin terlihat cantik.
Tawa Rose masih saja mengiringi langkah mereka bertiga dalam memasuki gedung Agensi.
"Hei sudahlah, apa yang kamu tertawakan semenjak tadi??" Jessica dibuat geleng-geleng kepala akan kelakuan adiknya tersebut sedangkan Alex hanya berdiam diri saja.
"Apakah Kakak tidak dengar jawaban Aurel tadi ketika ditanya tentang tipe pasangannya dan cara berkencan dirinya" sahut Rose dengan masih tertawa-tawa kecil menghiasi wajah cantiknya.
"Mana Kakak tau, Kakak tadi sibuk dengan memperhatikan jadwal-jadwal mu"
"Kata Aurel dia sudah bosan makan di restoran mewah dan lebih suka makanan di pinggir jalan, bukankah itu sangat lucu" Rose semakin tertawa ketika mengingat kembali kata demi kata yang Aurel ucapkan ketika di acara tadi.
"Benarkah??" Jessica serasa tidak percaya dengan ucapan adiknya itu. "Eh tunggu dulu, memangnya Aurel bisa makan makanan orang susah" tanya Jessica kepada Rose.
Keduanya pun saling memandang dalam diam hingga beberapa detik kemudian mereka berdua kembali tertawa bersamaan.
__ADS_1
"Tidak mungkin, sampai dunia runtuh juga Aurel tidak akan mungkin mau makan makanan yang dijual dipinggir jalan. Lihatlah dari cara hidupnya selama ini yang selalu mengagungkan kekayaan diatas segalanya"
Rose kembali mengingat bagaimana Aurel hidup selama ini, apalagi selama Rose menjadi Artis yang bertahun-tahun lamanya ini bukan sekali dua kali melihat bagaimana gaya hidup Aurel.
Aurel lebih mengutamakan gaya dibandingkan segalanya, Aurel bahkan tidak perduli dengan kehidupan orang-orang disekelilingnya meskipun orang tersebut sedang dalam kesulitan sekalipun.
"Kau benar Rose, dia tidak akan mungkin mau memakan makanan pinggir jalan, bahkan ketika dia memesan makanan saja harus dari restoran yang berada di hotel bintang lima, jika tidak seperti itu dia tidak akan mau makan" sahut Jessica.
Jessica kembali mengingat jika dulu dirinya pernah melihat Manager Aurel terdahulu sebelum Managernya saat ini yaitu Dion. Dimana saat itu Aurel membuang pesanan makan siangnya karena Managernya memesan makanan itu hanya dari restoran biasa.
Aurel bahkan tega memarahi dan menghina Managernya sendiri didepan umum dengan mengeluarkan semua kejelekan bahkan masalah keluarga sang Manager tersebut. Semua orang di lokasi syuting tidak ada yang berani melerai karena mereka memang sudah tau tabiat Aurel yang sebenarnya.
"Dan lagi katanya dia tidak mempermasalahkan bagaimana latar belakang pasangannya nanti meski tidak kaya sekalipun akan dia terima" Rose kembali melanjutkan pembicaraan mereka tentang Aurel dan kemunafikannya.
Jessica dengan wajah dibuat pura-pura terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Wah benarkah, aku sungguh terkejut mendengarnya Rose, apakah sekarang dia sudah insaf dengan mau menerima seseorang yang kastanya berada dibawah dirinya" Jessica menyayangkan dirinya tadi tidak melihat acara yang Aurel bintangi.
"Hei mana mungkin seperti itu" Rose mengibaskan tangannya didepan Jessica dengan mereka yang kembali menertawakan Aurel.
"Sudah sudah, dari tadi kita hanya membicarakan orang saja" Jessica mengingatkan adiknya untuk berhenti membicarakan seseorang yang menjadi topik hangat diantara mereka berdua barusan.
Rose menganggukkan kepalanya dan setelah itu ia diam tidak berbicara sepatah kata lagi namun wajahnya masih saja menampakkan sebuah senyuman yang jika mengeluarkan suara akan menjadi tertawa.
Sedangkan sedari berjalan memasuki gedung hingga kini mereka di dalam lift dan sudah berjalan keluar menuju ruangan mereka, Alex senantiasa dengan keterdiamannya mengawal Jessica dan Rose.
Alex hanya bisa ikut tertawa didalam hati ketika mendengarkan kedua Kakak beradik yang sedang membicarakan musuh mereka itu.
Kenapa Alex menyebut Aurel sebagai musuh dari Jessica dan Rose, ya mungkin karena Alex sempat melihat secara langsung ketika Rose berdebat dengan Aurel yang dimana Aurel memang tidak seperti imagenya di masyarakat.
Alex dapat melihat sendiri jika Aurel sangat lah berbeda jauh dengan apa yang banyak orang ketahui, bukan Alex saja tidak akan pernah mau berdekatan dengan seorang perempuan seperti Aurel itu.
Dengan cepat Alex menggelengkan kepalanya dan menghilangkan berbagai macam pikirannya terhadap Aurel.
* * * * * * *
Promosikan dong novel author kepada teman-teman kalian siapa tau mereka juga suka 🤭😁😁
Jangan lupa ya untuk selalu Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang untuk novel author ini 😘😘😘
Jangan bosan ya dan semoga selalu suka sama kelanjutan ceritanya.
Terimakasih 🙏🙏🙏
Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️
Dan jangan lupa juga untuk follow ig author ya 😁😁😁
__ADS_1
@muniy7