SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 17


__ADS_3

Mengendarai mobil mewah dengan membelah jalanan ibukota yang semakin siang semakin padat apalagi di akhir pekan seperti ini membuat banyak keluarga memilih jalan-jalan disekitaran ibukota sekedar untuk melepaskan penat ditubuh dan pikiran mereka.


Masih dengan formasi yang sama yaitu Rose dan David yang duduk di kursi belakang dan Sekertaris Ren yang menjadi pengemudi dengan Jessica berada disampingnya.


David melemparkan pandangannya ke arah jalanan lewat kaca mobil disampingnya, dengan memikirkan sesuatu yang secara tidak sengaja hinggap di kepalanya.


Iya, sesuatu tentang Rose yang memiliki kesamaan dengan Vero wanita yang David sukai sejak dulu. Bukan sekali, namun dua kali David mendapati jika Rose memang miliki kesamaan dengan Vero namun sampai saat ini David masih menepis itu semua dan mungkin kesamaan dua kali itu memang hanya kebetulan.


David masih merasa Vero memang sangat berbeda dengan Rose yang mempunyai sifat acuh dan berwajah dingin karena dalam bayangan David selama ini hingga sekarang jika wajah Vero sangatlah manis dan murah senyum karena setiap kata-kata yang Vero tuangkan disurat yang David baca seperti menggambarkan kalau wanita itu adalah seorang wanita yang menyenangkan dan yang pastinya murah senyum.


Tidak seperti Rose yang dari wajah saja sudah dingin apalagi untuk murah senyum pikir David. Itu sangat tidak mungkin, lihat saja sekarang Rose duduk disampingnya dengan wajah yang sangat dingin tanpa ekspresi apapun.


Bukankah harusnya seorang laki-laki yang memiliki wajah dingin, datar dan tatapan tajam itu namun sekarang adalah keterbalikannya yang dimana semua itu di miliki oleh seorang perempuan yang David baru kenal.


"Tidak mungkin, apa-apaan pikiran ku ini bisa sampai kepada sebuah titik yang menggelikan seperti itu"


David dengan segera membuyarkan lamunannya dengan bertepatan mobil mewah miliknya berhenti di depan pagar rumah yang sudah pasti milik Rose dan Jessica.


Mereka semua pun turun dengan Sekertaris Ren yang tentu saja paham akan tugasnya untuk menurunkan barang belanjaan di bagasi mobil. Namun tanpa di sangka David juga ikut membantu Sekertaris Ren dalam melakukan hal tersebut.


"Tidak perlu Pak, saya bisa melakukannya, anda bisa langsung masuk saja ke dalam" ucap Sekertaris Ren yang merasa tidak enak membuat atasannya itu melakukan pekerjaan seperti ini.


Karena tangan mewah David sekaligus pewaris tunggal keluarga kaya itu tidak akan cocok melakukan pekerjaan seperti ini.


"Biarkan saja jika dia mau membantu dari pada dirinya disini hanya berdiam diri" sahut Rose dengan melangkah pergi meninggalkan bos dan atasannya itu.


"Hei apa maksud ucapan mu itu" teriak David namun Rose hanya membalikkan tubuhnya dan memberikan pandangan tajam kerah David yang dengan seketika membungkam mulutnya.


"Kalian sungguh lucu, apalagi anda Pak David. Belum juga apa-apa namun anda sudah lemah lebih dulu dari wanita itu apalagi kalau anda sudah tau nanti pasti akan tambah seru"


Sekertaris Ren sangat menyukai dimana atasannya itu terlihat sangat takut dengan Rose dan tidak berani untuk melawan ucapannya.


Ayolah dimana Steven David Brawijaya yang selama ini dikenal oleh Sekertaris Ren. Sosok pria dingin yang tidak pernah mau kalah dalam hal apapun apalagi pekerjaan, David di kenal bertangan dingin jika itu menyangkut pekerjaan yang ia kerjakan. Jangan harap ia akan memberikan celah sedikitpun untuk pesaingnya mengalahkan dirinya.


Tapi sekarang apa, bahkan David tidak berani mengeluarkan kata-katanya lagi setelah mendapat tatapan tajam dari seorang Artis perempuan yang baru mereka kenal dengan baik beberapa hari ini.


"Sudahlah Ren aku akan membantumu dari pada aku harus berdebat dengan perempuan dingin itu" sahut David dan mengambil dua kantong belanjaan yang ia tempatkan di masing-masing tangannya.


David dan Sekertaris Ren pun membawa belanjaan itu ke dalam rumah.


"Bawa langsung ke dapur saja" ucap Jessica kemudian menjadi penunjuk jalan untuk kedua pria tersebut berjalan menuju dapur.



(Hanya ilustrasi)


Sebuah dapur dengan gaya minimalis namun terlihat elegan apalagi dapur tersebut tertata dengan rapi dan bersih membuat siapa saja akan menatap kagum.

__ADS_1


"Letakkan di dekat kulkas agar aku nanti tidak sulit untuk menatanya" perintah Jessica yang dengan mudah di lakukan oleh David dan Sekertaris Ren.


Setelah menaruh beberapa kantong belanjaan itu keduanya menjadi bingung untuk melakukan apalagi sekarang terlebih mereka berada dirumah orang lain. Jessica pun mengerti maksud dari kebingungan yang ada diwajah David dan Sekertaris Ren.


"Kalian bisa tunggu diruang keluarga saja sembari aku dan Rose yang akan memasak untuk nanti kita makan siang" ucap Jessica.


"Apakah kau tidak memerlukan bantuan kami" tanya Sekertaris Ren kepada Jessica.


Jessica menggeleng sembari memberikan senyuman. "Tidak perlu Ren aku dan Rose yang akan memasak, kalian hanya perlu menunggu dengan tenang. Dan buat diri kalian senyaman mungkin dirumah kami yang biasa ini" Jessica menyuruh David dan Sekertaris Ren untuk menunggu saja, kalau mereka berdua membantu yang ada masakan nanti tidak akan selesai.


Jessica tau jika para pria itu pasti tidak bisa memasak apalagi jika dilihat dari segi materi yang pasti semua keperluan mereka di siapkan oleh asisten rumah tangga meskipun pada saat dirumah Sekertaris Ren kemarin Jessica tidak melihat asisten rumah tangga disana.


Sembari menunggu Rose berganti pakaian, Jessica pun membongkar belanjaan yang mereka beli tadi namun terlebih dahulu Jessica juga sudah berganti pakaian menggunakan pakaian rumahan.


Jessica dengan telaten dan rapi menaruh sayuran, buah, dan berbagai macam jenis ikan dan daging kedalam kulkas.


Begitupun dengan berbagai macam bumbu masakan seperti garam, gula, penyedap rasa dan sebagainya Jessica taruh di dalam toples yang sudah memang tersedia rapi di dapur mereka



(Hanya ilustrasi)


Tempat menaruh berbagai macam bumbu itu sudah terlebih dahulu Jessica dan Rose beri nama agar mereka ingat bumbu apa saja yang mau habis dan habis di dapur mereka. Sungguh kedua Kakak beradik yang sangat hebat dalam menjaga kebutuhan mereka sendiri.


Tidak ada anak manja di diri Rose dan Jessica, karena mereka tau jika tidak ada tempat bergantung selain kepada diri mereka sendiri.


"Kita masak apa hari ini Kak??" tanya Rose yang masih ikut membantu Jessica menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.


"Kamu ambil ayam, udang sama ikan ya dari dalam kulkas. Oh dan juga sayuran buat Kakak bikin sop" sahut Jessica.


Rose dengan segera mengambil bahan-bahan yang diperlukan untuk mereka masak nantinya. Begitupun dengan sayuran yang akan Jessica buat menjadi sayur sop nantinya, meskipun Rose tidak akan ikut memakannya namun dirinya sudah pasti ikut membuatnya.


Kedua Kakak beradik itu sangat kompak dalam hal memasak dan tidak ada sedikitpun kecanggungan yang terjadi diantara keduanya, padahal untuk seukuran Artis dan sudah pasti bergelimpangan harta harusnya membuat mereka menyerahkan pekerjaan ini kepada seorang asisten rumah tangga saja.


Ketika kesibukkan sedang terjadi di dapur, sementara kesibukkan lain pun sedang terjadi di bagian rumah lainnya yaitu ruang keluarga yang juga terdapat televisi disana.


Sekarang tidak hanya ada Sekertaris Ren dan David disana namun juga Alex yang memang sedari awal mereka datang ia memang sudah ada di dalam rumah.


Tentu saja karena ia tidak jadi ikut Jessica dan Rose berbelanja, setelah kepergian mereka Alex kembali lagi kerumah dan menonton televisi sembari menunggu kedatangan para bos nya itu.


"Apa yang kau lakukan pada saat kami pergi tadi??" tanya David.


"Tidak ada Tuan, setelah kalian semua pergi saya kembali lagi kerumah ini dan menunggu saja sambil menonton televisi" jawab Alex benar adanya.


"Lalu apakah ada yang bertanya denganmu tadi??" tanya Sekertaris Ren kemudian.


Alex mengangguk. "Iya, Nona Jessica tadi bertanya ketika melihat saya sudah lebih dulu ada dirumah dan saya hanya menjawab jika saya baru juga tiba setelah selesai mengurus pekerjaan yang sedang saya kerjakan tadi". Alex nampak seperti seorang penjahat yang sedang di interogasi polisi, apalagi tatapan mata David dan Sekertaris Ren tidak seperti biasanya.

__ADS_1


"Kenapa tadi kamu sepertinya senang sekali ketika akan pergi bersama mereka?" tanya David menyelidik dengan tatapannya yang masih tidak beralih dari Alex.


Alex terlihat cengengesan, dan menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal itu.


"Saya hanya merasa senang saja Tuan, karena sudah berapa lama saya tidak pernah jalan-jalan bersama wanita dan lagi Nona Jessica dan Nona Rose sangat baik kepada saya hingga membuat saya jadi betah berlama-lama dengan mereka"


David sepertinya tidak suka dengan jawaban dari Alex barusan, Alex seperti sedang membanggakan dirinya karena bisa berdekatan langsung dengan Rose dan Jessica. Ternyata bukan cuma David yang tidak suka, Sekertaris Ren pun memberikan secara terang-terangan sikap tidak sukanya itu.


"Kenapa kau tidak menolak saja ketika mereka mengajak dirimu David kembali memperlihatkan ketidaksukaannya.


"Apa-apaan mereka berdua ini tidak seperti biasanya. Disini aku terlihat seperti seorang laki-laki yang hendak mengambil pasangan mereka saja. Lihatlah itu tatapan Sekertaris Ren sangat mematikan"


Alex kembali menelan ludah dengan kasar melihat kengerian di wajah kedua laki-laki yang sedang bersamanya itu.


Meskipun Alex seorang ketua Geng terkenal yaitu The King, tetapi jika berhadapan dengan kedua orang ini pastilah membuat dirinya takut. Karena Alex sadar betul siapa yang awal mula membentuk sebuah Geng besar yang mengerikan itu.


Ialah David yang secara awal membentuknya kemudian di bantu oleh Sekertaris Ren dan sekarang Geng itu mereka suruh Alex untuk mengurusnya, jika ada perlu barulah David dan Sekertaris Ren menghubungi mereka.


"Bukankah kalian menugaskan saya untuk menjaga Nona Jessica dan Nona Rose, jadi memang sudah selayaknya saya menemani mereka untuk bepergian" jawab Alex dengan bangganya karena ia tau hal itu akan membungkam kedua laki-laki itu.


Dan benar saja David dan Sekertaris Ren langsung terdiam, mereka seperti masuk kedalam jebakan mereka sendiri karena merasa bodoh akan pertanyaan yang sedari tadi mereka ajukan untuk Alex.


Benar kata Alex itu memang sudah menjadi tugasnya dan tidak ada yang salah dalam tugasnya tersebut lalu kenapa David dan Sekertaris Ren malah seperti menyalahkan dirinya.


David dan Sekertaris Ren saling pandang setelah mendengar jawaban dari Alex hingga mereka semua menjadi terdiam tanpa ada yang berbicara lagi.


"Akhirnya aku terlepas dari jeratan pertanyaan tidak bermutu mereka berdua para bos ku yang aneh" Alex sangat bahagia sekarang dan sedang menahan dengan sekuat tenaga tertawanya agar tidak kena marah oleh David dan Sekertaris Ren yang pasti saja akan mengira jika Alex menertawakan mereka berdua meskipun kenyataannya memang seperti itu.


Ditengah kesunyian di antara ketiga lelaki itu terdengarlah sebuah suara hingga mereka bertiga saling menoleh.


* * * * * * *


Hai.. hai teman-teman 😁😁


Semoga kalian suka sama kelanjutannya ceritanya dan jangan bosan ya.


Terus dukung author dengan senantiasa memberikan Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang ya 😘😘😘


Selalu tinggalkan Komentar agar author tau bagaimana perkembangan tentang novel ini di mata para pembaca.


Terima kasih 🙏🙏🙏


Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️


Jangan lupa untuk follow ig author ya 😁😁


@muniy7.

__ADS_1


__ADS_2