
Mata Rose menggercap beberapa kali, seperti sedang berupaya untuk mengembangkan kesadarannya. Beberapa saat yang lalu sebuah adegan ciuman terjadi pada dirinya sehingga membuat Rose menjadi sedikit linglung.
Iya, David baru saja mencium dirinya tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu, entah apa yang merasuki laki-laki yang saat ini berada didepannya namun Rose yakini mungkin saja apa yang barusan David lakukan karena tidak sadar atau terbawa suasana.
Karena tidak mungkin David mencium dirinya secara sadar, hal itu tidak mungkin sangat tidak mungkin. David tidak memiliki perasaan apapun kepadanya, mereka hanya sepasang kekasih palsu yang berupaya untuk saling membantu dan menguntungkan.
Namun Rose saat ini masih malu akan adegan ciuman yang baru saja terjadi tadi. Oke, Rose memutuskan untuk melupakan saja kejadian itu agar sama-sama tidak mempermalukan mereka berdua.
Padahal Rose ingin memberikan ciuman dikeningnya nanti hanya pada suaminya saat mereka selesai akad nikah, ah impian sederhana Rose itu harus pupus karena David.
Iya, David hanya mencium kening Rose bukan bibirnya.
Rose memang Artis papan atas namun semua impiannya hanyalah sebuah impian yang sederhana seperti kebanyakan orang lainnya. Rose bahkan pernah terpikir untuk meninggalkan Industri hiburan ini jika nantinya dirinya menikah. Karena Rose ingin berfokus pada rumah tangganya saja, membahagiakan suami dan anaknya nanti.
Rose tidak akan membuat anaknya kehilangan kasih sayang orang tuanya hanya karena kesibukan pekerjaan apalagi Rose sangat mengetahui bagaimana rasanya tidak bisa merasakan kehangatan kasih sayang orang tua, maka dari itu Rose mempunyai cita-cita jika sudah berkeluarga nanti dirinya akan memprioritaskan suami dan anaknya di atas segalanya.
Iya, impian sederhana itu sedang Rose coba dapatkan saat ini. Terlepas dari siapa jodohnya nanti namun Rose selalu berharap dia akan menikah dengan seseorang yang ia cintai dan juga mencintai dirinya pastinya.
"Kamu terbawa suasana kan tadi makanya mencium ku.." ucap Rose basa-basi setelah kesadaran dirinya telah kembali.
"Tidak, aku sangat sadar dengan apa yang barusan aku lakukan" elak David karena memang benar dirinya sangat sadar dalam mencium kening Rose tadi bukan karena terbawa suasana.
Rose heran sekaligus malu, bagaimana cara menghadapi David kedepannya nanti jika mereka saja sangat canggung seperti. Ah bukan mereka tapi hanya Rose saja yang sepertinya sangat canggung dalam hubungan palsu ini.
"Terserah lah, aku tidak ingin memikirkannya dan satu lagi..." Rose menghentikan ucapannya dengan memberikan tatapan tajam kearah David.
"Tatapan itu lagi, sungguh mematikan.."
David hanya dapat terdiam ketika mendapat pandangan tajam dari wajah dingin Rose, seandainya mereka sudah menikah maka dapat dipastikan David akan menjadi salah satu dalam kelompok suami-suami takut istri. Bahkan hanya dengan tatapan dan lirikan tajam dari mata Rose saja dapat membuat David yang terkenal keras, tegas dan berwibawa seperti David dapat dengan mudah ditaklukkan.
"Jangan sekali-kali kamu melakukan hal seperti barusan jika tidak terkait dalam sandiwara kita, aku tidak mau kamu mengambil keuntungan dari diriku. Ingat itu..!!" ancam Rose kepada David.
"Baik aku akan mengingatnya, namun aku akan melakukan hal seperti itu lagi jika kita sedang bersama orang tua ku karena aku ingin membuat mereka percaya dengan hubungan kita" ucap David dengan niat terselubung didalamnya.
"Kena kau, ketika didepan orang tua ku nanti aku akan selalu memanfaatkan situasi yang ada agar membuatmu terbiasa akan kehadiran diriku dan yang pastinya aku akan membuat dirimu mencintaiku. Tunggulah permainannya sayang.."
David tersenyum di dalam hati ketika memikirkan suatu rencana untuk dirinya menempel terus kepada Rose ketika di hadapan orang tuanya nanti. Ah David sungguh tidak sabar dengan hari itu.
"Baiklah, tapi hanya didepan orang tua mu saja selebihnya aku tidak ingin kita terlalu dekat dan aku mau hubungan ini dirahasiakan dari siapapun. Hanya kita berdua yang mengetahuinya, ingat itu!!.." ancam Rose lagi.
"Tenang saja, lagian aku juga tidak mau digosipkan berpacaran dengan mu" sahut David dengan lagak so jual mahal.
__ADS_1
"Menyebalkan, kenapa disini malah dia yang jual mahal.."
"Baguslah kalau begitu.." sahut Rose lagi.
(Potret Rose)
Tidak seberapa lama setelah pertengkaran dan kesepakatan yang telah terjadi diantara Rose dan David suara ketukan pintu terdengar dengan beberapa saat muncul Sekertaris Ren dan Jessica dari sana.
Wajah datar Sekertaris Ren sangat terlihat dengan Jessica yang bersikap seperti biasanya. Tanpa Rose dan David ketahui jika keduanya telah melakukan sebuah hubungan romantis.
"Apakah sudah selesai??" tanya Jessica kepada Rose ketika dirinya sudah duduk disamping adiknya tersebut.
Rose mengangguk. "Iya baru saja, Kakak datang tepat waktu" sahut Rose memberitahukan jika urusannya dengan David telah selesai.
Iya, urusan kesepakatan yang sangat aneh dan tidak masuk akal pikir Rose.
"Baguslah, sekarang ayo kita berpamitan untuk pulang karena setelah ini dirimu sudah tidak ada jadwal apapun lagi" ucap Jessica dibalas anggukan oleh Rose.
"Lalu apa yang Kakak bicarakan dengan Sekertaris Ren tadi??" tanya balik Rose yang seketika membuat Jessica gelagapan karena memang tadi dirinya belum sempat memikirkan sebuah alasan kalau seandainya Rose nanti bertanya kepada dirinya.
Jessica juga tidak menyangka jika Rose akan bertanya secepat ini kepada dirinya.
Sepertinya masuk akal saja dengan Jessica memberikan alasan itu meskipun memang hanya itu yang terlintas dipikirannya saat ini.
Setelah selesai berbicara dan saling melempar pertanyaan keduanya kemudian mengalihkan pandangan kearah David dan Sekertaris Ren yang kini duduk tepat di depan mereka dengan sebuah meja kaca menjadi penghalangnya.
"Baiklah Pak David jika urusannya sudah selesai, kami pamit undur diri terlebih dahulu" ucap Jessica berpamitan yang hanya dibalas anggukan oleh David.
David masih mempertahankan harga dirinya dan sifat cool dirinya sebagai seorang laki-laki terlebih dia juga seorang Pimpinan sebuah Perusahaan besar. Sedangkan Sekertaris Ren hanya memberikan sebuah tatapan saja kepada Jessica namun tidak dengan senyumannya.
"Kemana laki-laki yang sudah menggoda ku habis-habisan tadi, lihatlah sekarang dirinya berpura-pura seperti orang yang tidak mempunyai hubungan saja. Sungguh hebat sekali akting mu wahai Sekertaris Ren yang tampan.."
Jessica ingin tertawa akibat kebodohan yang ia lakukan, bisa-bisanya setelah menghina Sekertaris Ren dirinya malah memuji lelaki itu dengan kata tampan. Sungguh beruntung dirinya bisa mendapatkan kekasih seperti Sekertaris Ren yang tampan dan tidak kekurangan apapun, hanya sifat dia saja yang lumayan kaku.
Namun Jessica yakin lambat laun dirinya akan bisa membuat laki-laki itu tidak kaku lagi, hanya butuh pendekatan ekstra saja pikir Jessica.
Jessica dan Rose pun bangkit dari tempat duduknya dan siap mengambil langkah untuk meninggalkan ruangan David.
"Oh iya saya hampir lupa, besok kalian ada sesi pembaca naskah pertama untuk film terbaru itu.." ucap David yang seketika menghentikan langkah Jessica dan Rose.
__ADS_1
"Iya Pak saya sudah mengetahuinya dan saya akan memastikan bahwa kami tidak akan mengecewakan Agensi ini" sahut Rose tegas.
"Dia berbicara formal lagi, sungguh hebat akting mu wahai kekasih pura-pura ku.."
"Baguslah kalau kau masih ingat akan membawa nama Agensi ini dalam film nanti, aku tidak mau rugi sedikitpun hanya karena kegagalan di film tersebut" ucap David lagi.
"Dasar laki-laki gila!!!..."
Rose mengumpat David di dalam hatinya, bisa-bisanya laki-laki itu berbicara seperti itu kepada dirinya. Rose bukan seorang Artis yang baru naik panggung, dirinya sudah mempunyai jam terbang yang banyak hingga tidak dapat diragukan lagi keahliannya dalam segi apapun.
"Kau tidak perlu mengajarkan ku hal itu Pak David.." sahut Rose dengan mengambil langkah cepat meninggalkan ruangan David.
Lupakan lah tata krama karena laki-laki tadi sudah memancing amarahnya.
Jessica pun dengan cepat membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan ruangan David yang terdapat David dan Sekertaris Ren disana.
Sedangkan para lelaki yang ditinggalkan hanya terdiam saja beberapa saat hingga terdengar suara tertawa dari arah David yang membuat Sekertaris Ren menengok ke arah atasannya tersebut.
"Kau lihat Ren sepertinya dia sangat kesal tadi.." ucap David diselingi dengan tertawa.
"Saya tidak mengerti bagaimana jalan pikiran anda Pak.."
Sekertaris Ren hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat perilaku atasannya barusan.
Sedangkan David sudah menghentikan tawanya dengan sorot mata masih memandang kearah pintu masuk ruangan miliknya.
"Seperti itulah wanita ku, hal seperti itulah yang membuat diriku menjadi semakin tertarik kepadamu.."
Senyuman samar menghiasi wajah tampan David dengan pikiran yang sedang berkelana memikirkan sang pujaan hati.
*
*
*
*
*
Gimana jadinya ya kalau Rose ketemu sama keluarga David nantinya ?? 🤔🤔🤔
__ADS_1
Selalu tinggalkan jejak dengan Like, Komen dan Vote sebagai bentuk dukungan buat author 😘😘😘
Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan jangan bosan ya teman-teman 😁😁😁