
Di ruangan tempat pembacaan naskah untuk film tersebut sudah dimulai sejak tadi, suara tiap pemain saling bersahutan dalam membawakan karakter yang mereka mainkan nanti. Sering kali kesalahan dalam berdialog mereka jadikan candaan agar suasana tidak terlalu monoton.
Meskipun tidak seperti pemain lain yang selalu tertawa dengan lantang namun Rose juga sangat menikmati suasana seperti ini meski hanya tersenyum tipis namun Rose tetap bahagia duduk diantara mereka saat ini.
Lain tempat, lain suasana.
Mungkin kalimat itulah yang saat ini dpat menggambarkan suasana ruangan David yang semula sunyi senyap karena dirinya dan Sekertaris Ren sedang sama-sama sibuk dengan berbagai macam kontrak bisnis ditangan mereka.
Namun ketenangan itu seolah hilang hanya dalam sekejap setelah sebuah pesan masuk ke dalam handphone David.
Hanya sebuah pesan dan itu dapat merubah seratus delapan puluh derajat suasana didalam ruangan tertinggi milik David saat ini. Hingga hal tersebut membuat Sekertaris Ren yang saat ini kebetulan masuk karena hendak membahas sesuatu malah di kagetkan dengan teriakan atasannya yaitu David.
"Ada apa Pak??" tanya Sekertaris Ren bingung.
Dirinya langsung melangkah menuju meja kerja atasannya ketika melihat David sedang menggenggam handphonenya dengan cukup kuat namun tidak seperti di film-film yang akan hancur dalam sekejap.
"Dimana sesi pembacaan naskah untuk film terbaru Group kita??" ucap David yang bukannya menjawab pertanyaan dari sekertarisnya malah dirinya bertanya balik.
Iya, film tersebut adalah salah satu trobosan dari Agensi besar yang di miliki David. Jadi Agensinya tidak hanya menghasilkan para Artis saja namun juga menghasilkan sebuah film yang dapat bersaing di pasaran sana.
Karena film tersebut di danai oleh Brawijaya Entertainment Group maka dari itu sesi pembacaan naskah di lakukan di gedung milik David hanya berbeda lantai saja dengan ruangan dirinya yang berada di lantai paling atas.
Sekertaris Ren mengerutkan keningnya, mengapa jadi bertanya tentang keberadaan para kru film terbarunya, memangnya apa hubungannya dengan suasana yang sedang terjadi sekarang, mungkin begitu pikir Sekertaris Ren.
"Di lantai 10 Pak, karena aula di lantai tersebut terluas kedua setelah ruang rapat yang kita miliki di gedung ini jadi saya menyuruh mereka untuk menggunakan aula tersebut" sahut Sekertaris Ren menjelaskan.
"Kita kesana sekarang" perintah David dengan dirinya yang sudah berdiri dari tempat duduknya semula.
"Memangnya ada apa Pak, mereka sekarang sedang fokus dalam pembacaan naskah dan nanti kedatangan kita kesana hanya akan menggangu konsentrasi para pemain saja" Sekertaris Ren mengingatkan kepada David jika mereka kesana maka mereka berdua harus bersiap-siap untuk di terjang para fans David dan Sekertaris Ren karena ketenaran mereka berdua bisa mengalahkan seorang Artis sekalipun.
"Fokus kau bilang" sentak David. "Apa ini yang kau bilang sedang fokus" lanjut David dengan menyerahkan handphone miliknya kepada Sekertaris Ren yang masih dalam mode bingung namun masih tetap mengangkat tangannya untuk mengambil handphone milik atasannya tersebut.
Hal pertama yang di lihat Sekertaris Ren adalah sebuah video tidak ada yang aneh didalamnya hingga beberapa saat muncul keanehan yang mana membuat Sekertaris Ren terkejut.
Pantas saja atasannya itu begitu terlihat marah pasalnya wanita kesayangannya sedang ada yang berani mendekatinya.
"Apa kau lihat, laki-laki itu sangat tidak tahu malu bagaimana bisa dia sangat berani membuat tangannya itu menyentuh tubuh wanita ku, bahkan aku saja belum pernah menyentuh seluruh tubuhnya" ucap David emosi.
Eh?? apa tadi katanya??
Menyentuh seluruh tubuhnya, lah emang David siapanya Rose??
David tidak sadar jika posisi dirinya saat ini tidak berbeda jauh dengan laki-laki yang sedang berada didalam video tersebut yang sangat Sekertaris Ren kenal yaitu Angga Wijaya seorang Artis yang juga berada di dalam naungan Agensi mereka.
"Bapak percaya dengan video ini, bagaimana jika ini hanya rekayasa saja??" Sekertaris Ren berusaha membuat David menjadi waras karena sekarang dapat Sekertaris Ren lihat jika atasannya itu sangat-sangat marah hingga wajahnya yang putih saja berubah menjadi merah.
Kalau begini kah ujung-ujungnya yang paling terkena dampaknya adalah Sekertaris Ren sendiri. Lagian siapa coba yang berani sekali iseng mengirimkan video seperti ini kepada atasannya itu yang kalau sedang marah maka tidak akan kenal ampun.
__ADS_1
"Rekayasa??" David tertawa kecut. "Alex tidak akan berani merekayasa video itu dan mengirimkannya kepadaku, itu sama saja dengan dirinya mengantarkan nyawanya sendiri" tungkas David.
Shittt.....!!!!!!
Rupanya cecunguk itu pelaku yang sedang membuat Sekertaris Ren berada didalam zona menakutkan, mungkin bukan hanya David saja yang akan membuat perhitungan dengan Angga namun juga Sekertaris Ren yang akan membuat perhitungan dengan Alex.
"Wah itu anak, ngajak baku hantam kali ya.."
Sekertaris Ren jadi serba salah, kalau dirinya kesana bersama David maka yang ada hanya membuat mereka kesusahan dengan para penggemar mereka berdua yang memaksakan menjadi seorang figuran atau hanya extras saja yang penting bisa melihat langsung rupa dari calon pewaris tahta Brawijaya Group.
Namun jika mereka tidak kesana, maka David akan mengamuk di ruangannya ini.
Memang ya kalau udah mengenal cinta siapapun jadi bodoh, percuma sekolah tinggi-tinggi kalau dihadapan cinta bisa jadi bodoh ngga ketulungan.
(Potret Sekertaris Ren)
"Baiklah Pak, mari saya antar ke tempat mereka sekarang.." Sekertaris Ren akhirnya lebih memilih di kerumuni para fansnya dari pada harus berduaan saja didalam ruangan dalam kondisi atasannya sedang mengamuk.
Iiihhh serem banget deh kayaknya..
Dengan langkah cepat David berjalan keluar dari ruangan miliknya menuju kearah lift yang akan membawa dirinya dan Sekertaris Ren menuju lantai tempat terjadinya perkara.
Kok kayak adegan pembunuhan ya pakai tempat kejadian perkara segala.
Pasti bakalan heboh seandainya hal tersebut memang benar terjadi, media pasti sangat bahagia bisa mendapatkan berita seperti itu.
Seorang pewaris tunggal kerajaan bisnis Brawijaya Group memukul seorang Aktor terkenal hanya karena sebuah video. Nah kan jadi ngga lucu kalau sampai beneran terjadi.
Tidak lama mereka sudah sampai dilantai 10 dan bahkan pintu aula tersebut sudah dapat mereka lihat karena berada didepan mata mereka sekarang.
David membuka handel pintu dengan doa basmalah yang dibaca Sekertaris Ren didalam hati untuk atasannya tersebut.
Pintu terbuka setelah itu dirinya masuk kedalam ruangan tersebut yang mana membuat semua orang yang berada diruangan tersebut menatap kearah dirinya dengan terkejut.
Jarang sekali bagi kebanyakan orang dapat bertatap muka langsung dengan seorang Steven David Brawijaya yang terkenal sebagai manusia yang sangat tertutup dalam kehidupan pribadinya.
"Aaaaaaaa......" Suara jeritan perempuan membuyarkan lamunan semua orang yang ada disana dan semua orang seketika menoleh ke sumber suara.
Hingga jeritan kedua terdengar kembali.
"David..?????" teriakan seorang wanita lainnya yang bisa di sebut sebagai seorang fans yang baru saja melihat Artis idola mereka di hadapan mereka sekarang.
"Sekertaris Ren......???"
"Cih..." David mendengus dalam hati, hal seperti ini sudah ia duga sebelumnya dan dengan sigap Sekertaris Ren serta Alex membentengi David dari amukan para fans fanatiknya yang bersembunyi dalam latar belakang kru film tersebut setelah mereka berdua mendapatkan kode lirikan mata dari sang atasan.
__ADS_1
"Jika bukan karena wanita itu, aku tidak akan mau membuat diriku menjadi tontonan orang banyak seperti ini.."
Namun Rose hanya bersikap datar dan biasa saja dengan kemunculan David diruangan yang sedang ia tempati. Karena Rose merasa memang tidak ada yang spesial dari kehadiran laki-laki itu disini.
"Saya harap kalian semua kembali ke tempat duduk semula sebelum saya menghubungi security untuk mengusir kalian dari gedung ini.." ancam Sekertaris Ren yang saat ini dirinya masih bergelut dengan para fans bodoh tersebut.
Mendengar hal itu membuat mereka semua mau tidak mau menurut akan perintah dari Sekertaris Ren barusan dari pada mereka kehilangan pekerjaan sekaligus kesempatan untuk melihat seorang pria yang ketenarannya mengalahkan seorang Artis.
Ketika para wanita itu telah bubar teratur Sekertaris Ren mengedarkan pandangannya kedalam seisi ruangan tersebut hingga matanya menemuka seseorang yang sangat ingin sekali ia lihat.
Namun hal aneh terjadi, dapat Sekertaris Ren lihat dengan jelas jika Jessica sedang menertawakan dirinya karena telah di kerumuni oleh para wanita tidak penting barusan.
"Astaga, harga diriku hilang gara-gara keganasan para wanita itu, lihatlah bahkan kekasihku sendiri menertawakan diriku yang seperti orang gila.."
Jessica menertawakan penampilan Sekertaris Ren yang terlihat hancur dengan rambut yang acak-acakan karena jambakan dari para fans barusan sama halnya dengan Alex yang juga tidak terlihat baik keadaannya.
Sedangkan orang yang mereka lindungi saat ini terlihat baik-baik saja tanpa ada tergores sedikitpun.
"Bapak telah membuat harga diriku jatuh didepan kekasihku sendiri, bagaimana bisa dalam sekejap aku bisa berpenampilan seperti orang gila macam ini.."
Sekertaris Ren mendengus kasar melihat atasannya yang baik-baik saja saat ini.
"Maaf karena telah membuat keributan tadi, saya kesini hanya ingin melihat sesi pembacaan naskah kalian saja apakah berjalan lancar??" tanya David dengan penuh wibawa.
Sang sutradara pun berdiri hormat.
"Sangat lancar Pak, dan kami semua disini merasa sangat tersanjung karena bapak mau meluangkan waktu Bapak yang berharga itu untuk mengunjungi kami disini.." Pak sutradara kembali menyanjung dan merendah diri.
"Itu tidak masalah" sahut David. "Saya kesini sembari mau melihat kalau-kalau saja ada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti pelecahan tentunya" David berbicara dengan memberi tatapan membunuh kepada Angga dan laki-laki itu pun menangkap kalau dirinya telah merasa disinggung dalam kata-kata itu.
"Pelecahan??" Pak sutradara bingung akan ucapan sang petinggi barusan, karena dirinya merasa tidak terjadi hal-hal seperti itu sejak tadi.
Dan Rose menyadari itu, apa benar laki-laki itu kesini hanya untuk membantunya dalam menyingkirkan pria tidak waras yang berada disampingnya saat ini.
*
*
*
*
*
Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan terimakasih 🙏🙏🙏
Jangan lupa setelah selesai membaca tekan Like, dan berikan Komentar serta Vote untuk mendukung karya ini dan author sendiri tentunya 😘😘😘
__ADS_1