
Suasana perseteruan masih jelas dirasa antara Rose dan David, diantara mereka berdua sepertinya tidak ada yang mau mengalah.
"Baguslah jika pasangan mu adalah laki-laki yang hebat, itu lebih baik dari pada menyebabkan Perusahaan ku nanti rugi" David memasang wajah datar dan angkuhnya.
"Tentu saja, aku tidak akan memilih laki-laki yang salah untuk jadi pendamping hidupku" sahut Rose yang merasa tidak terima jika Steve nya dihina oleh orang lain.
"Dia sangat menyebalkan"
Rose mengumpat David di dalam hatinya.
"Memangnya seperti apa pasanganmu itu hingga membuat dirimu begitu membanggakannya?" tanya David penasaran.
"Paling tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku, lihatlah aku ni bukan cuman CEO sebuah Agensi tapi juga calon penerus satu-satunya dari Brawijaya Group apalagi diriku sangat tampan, tentu saja laki-laki itu tidak ada apa-apanya sama sekali. Dia pasti hanya seorang laki-laki bodoh saja"
David membanggakan dirinya sendiri, atau lebih tepatnya tidak mau kalah dengan pasangan Rose meskipun dia tidak tau seperti apa wujudnya namun yang pasti David yakin jika pasangan Rose itu tidak akan dapat menyainginya dari segi apapun.
"Kenapa kau jadi penasaran dengan pasangan ku?" tanya balik Rose dengan tatapan menyelidik.
"Aku tidak penasaran hanya mau tau saja bagaimana rupa pasangan yang kau banggakan itu"
"Lalu apa bedanya ingin tau dengan penasaran, dasar aneh"
"Apa kau bilang!!"
David tidak terima dirinya di katakan aneh oleh Rose, bagaimana manusia super tampan dan kaya seperti dirinya bisa disebut aneh.
"Sudah sudah, kalian sedari tadi hanya bertengkar saja kerjaannya" Jessica yang sedari tadi menjadi penonton akhirnya melerai pertengkaran yang terjadi diantara adiknya dan pemilik Agensi mereka.
"Dia duluan Kak yang mulai" Rose menunjuk kearah David dengan jari telunjuknya yang tepat kearah wajah David karena memang David duduk didepan dirinya hanya terhalang sebuah meja saja.
"Hei kau yang menyebut ku aneh barusan" David merasa tidak terima di salahkan.
"Itu karena kau sangat penasaran dengan pasangan ku" tandas Rose.
"Aku ulangi, aku tidak penasaran tapi hanya ingin tau"
"Itu sama saja dasar manusia aneh"
Rose mengolok David dengan menjulurkan lidahnya seperti anak kecil.
"Astaga dia menjadi imut seperti anak kecil"
Bukannya marah David malah terkesima dengan perilaku Rose yang seperti anak kecil barusan apalagi wajah dinginnya menjadi imut seketika.
"Sudahlah, jangan bertengkar lagi tidak enak didengar orang lain" ucap Jessica menjadi penengah.
Dengan cepat David menjawab ucapan Jessica barusan. "Tidak ada orang lain disini, hanya mereka berdua laki-laki bodoh" tunjuk David ke arah Sekertaris Ren dan Alex secara bergantian.
"Apa maksudnya kami disebuah laki-laki bodoh, dasar laki-laki aneh"
Sekertaris Ren tidak berani menyela ucapan David hanya bisa dari hati.
Jessica geleng-geleng kepala melihat perilaku Rose dan David yang seperti anak kecil tidak mau mengalah.
"Sudah mending kita tidur siang saja" ajak Jessica kepada Rose dan diangguki oleh Rose.
"Kalian semua bagaimana, mau ikut tidur siang disini atau pulang??" tanya Jessica kepada David dan Sekertaris Ren.
"Tentu saja kami akan pulang, lama-lama disini membuat ku menjadi gila" ucap David dengan melirik kearah Rose.
__ADS_1
"Hei kau" tunjuk Rose dengan wajah kesalnya kearah David.
"Sudah Rose, kenapa kamu bandel banget sih dibilangin"
Rose diam dengan wajah yang tertunduk agar tidak melihat wajah David yang menyebalkan lagi, jika tidak dia akan terpancing emosi seperti tadi.
"Baiklah, kami akan mengantarkan kalian ke depan" sahut Jessica.
"Tidak perlu kami bisa sendiri, kalian didalam saja" sahut David dengan beranjak dari tempat duduknya yang diikuti oleh Sekertaris Ren.
Baru beberapa langkah David menghentikan langkahnya dan membalikkan badan kembali kearah Jessica dan Rose yang belum meninggalkan tempat berdiri mereka tadi.
"Oh iya, besok kalian bisa masuk kembali dan jadwal kalian sudah kami atur. Kalian tidak keberatan kan??" tanya David.
"Iya tentu saja kami tidak keberatan, terimakasih beberapa hari belakangan ini telah banyak membantu kami berdua" sahut Jessica dengan tidak lupa mengucapkan terimakasih.
"Itu memang kewajiban kami sebagai Agensi kalian"
Selepas itu David dan Sekertaris Ren meninggalkan rumah Jessica dan Rose menuju kediaman David.
* * *
Keesokan harinya...
Pagi ini seperti kesibukan mereka pada hari-hari sebelum kejadian itu, Jessica dan Rose tengah bersiap untuk kembali ke Perusahaan Agensi mereka dengan berbagai agenda yang sudah diatur ulang setelah mengalami kendala kemunduran jadwal.
Setelah selesai dengan segala keperluan Jessica, Rose dan Alex melaju menuju ke gedung besar Agensi mereka yaitu Brawijaya Entertainment Group.
Kalau tidak salah Jessica melihat jadwal jika pagi ini mereka tidak ada pemotretan dan lainnya, semua aktivitas di mulai siang nanti.
Di lain tempat.
Aurel tampil memakai gaun ingin tanpa lengan, kecantikan dan kemulusan tubuh serta wajahnya sangat jelas terlihat namun tidak menutupi wajah sangar dan licik yang ia miliki.
Mungkin sebagian fans mengira jika memang karakter wajahnya yang seperti itu, namun dibalik itu semua Aurel merupakan seseorang yang dapat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
Dion tampil kasual dan simpel, sebagai Manager Aurel tentu saja ia akan senantiasa pergi kemanapun Aurel melangkah.
Seperti saat ini saja Dion sedang dibelakang panggung dengan Aurel yang sudah berada di dalam studio acara tersebut dengan satu orang lagi yakni host yang memandu acara tersebut.
Dion melihat arah jam dan hanya tinggal beberapa menit acara gosip yang disiarkan secara live tersebut akan dimulai.
Tidak seberapa lama acara pun di mulai. Di acara tersebut yang mana Aurel tampil sebagai bintang tamu diberikan beberapa pertanyaan mengenai kehidupan pribadi dan asmaranya.
"Bisa kami tau tipe pasangan seperti apa yang Aurel cari??" tanya host acara tersebut.
"Tipe ya, tidak banyak kok hanya seseorang yang bisa membuat diriku nyaman saja ketika bersamanya" sahut Aurel dengan wajah yang tersenyum manis kearah kamera.
Lihatlah kemampuan aktingnya itu, sungguh membuat para fansnya akan sangat percaya dengan apa yang barusan ia ucapkan tadi.
Sementara Rose yang melihat acara Aurel dari handphonenya tersebut hanya bisa menertawakan sikap pembohong Aurel tersebut.
"Lihatlah Kak Jessi, wajahnya itu sungguh seperti orang bodoh. Aku berani bertaruh jika dia tadi berbohong" ucap Rose yang tertawa sembari mengejek Aurel.
Jessica memukul pelan bahu Rose. "Hei, kamu tidak boleh menghina orang lain seperti itu" sahut Jessica mengingatkan.
__ADS_1
"Aku tidak menghina, tapi memang pada kenyataannya seperti itu. Mana mungkin tipe laki-laki yang di cari seperti itu, aku berani bertaruh jika dia itu mempunyai tipe laki-laki seperti David eh maksudnya Pak David pemilik Agensi kita"
Saking terbawa suasana, Rose mengatakan nama David tadi tanpa ada embel-embel seperti Pimpinan.
Jessica mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya ketika mendengar jawaban dari Rose barusan.
"Kenapa kau bisa yakin begitu jika tipe laki-laki yang disukai Aurel seperti Pak David??" tanya Jessica penuh selidik.
"Tentu saja secara kan Pak David itu orang kaya, pemilik Agensi terbesar di Indonesia dan calon penerus Perusahaan raksasa dengan cabang dimana-mana dan nilai tambahnya adalah dirinya juga sangat tampan. Sudah pasti Aurel akan menyukai Pak David karena semua yang Aurel inginkan ada pada diri Pak David"
Rose menjelaskan alasannya kepada Jessica tanpa menaruh curiga sedikitpun.
Sedangkan Jessica saat ini sudah menahan tertawanya karena perilaku adiknya terhadap David yang tidak sama seperti perilakunya.
Kemarin saja mereka bertengkar dan saling menghina sedangkan sekarang Rose secara terang-terangan memuji David.
"Memangnya kamu tau dari mana kalau Pak David adalah calon penerus Perusahaan besar?" tanya Jessica lagi dengan Rose yang masih terfokus pada layar handphonenya.
"Hei tentu saja aku tau, berita tentang dirinya sangat mudah untuk di dapatkan bahkan tinggal mengetik Brawijaya Entertainment Group saja profil Pak David sudah nampak jelas disana dan Perusahaan besar keluarganya juga ikut disinggung disitu"
"Berarti kamu ada mencari tau tentang Pak David ya??" tanya Jessica yang sedang menangkap basah kelakuan adiknya itu.
"Iya kemarin aku sempat mencari tau tentangnya" sahut Rose begitu saja.
Eh tunggu dulu.
Apa katanya tadi??
Rose seketika membalikan badannya dan pandangannya kearah Jessica dan lihatlah wajah Kakaknya itu seperti hendak meledakkan sesuatu dari sana.
Hahahaha Jessica tertawa kencang dengan Alex yang juga ikut terbawa suasana, Alex memang sedari tadi hanya menjadi pendengar saja dan fokus dalam mengemudi.
"Wah wah apa kau menyukai Pak David, Nyonya Rose Veronica Brawijaya" Jessica puas meledek adiknya itu.
"Hei itu bukan seperti yang kau maksud, aku tidak suka dengannya" Rose membalikkan wajahnya kearah lain dengan bibir yang ia majukan dan pipi yang menggelembung.
Rose sedang dalam mode merajuknya namun hal itu tidak lantas membuat Jessica berhenti menggoda adiknya itu.
"Jujurlah pada Kakak bahwa kau menyukai Pak David secara kan dia kaya dan tampan" ucap Jessica yang mengulang dan meringkas akan ucapan Rose yang tadi sempat ia lontarkan.
Rose menggelengkan kepalanya dengan wajah yang masih menatap kearah lain.
"Tidak, mana ada aku menyukai laki-laki aneh itu, dia tidak sesuai dengan tipe ku"
Akhirnya acara di dalam mobil van besar yang dikemudian Alex tersebut semakin ramai dengan Jessica yang seakan tidak pernah puasnya menggoda Rose hingga wajah adiknya itu bersemu merah.
* * * * * * *
Promosikan dong novel author kepada teman-teman kalian siapa tau mereka juga suka 🤭😁😁
Jangan lupa ya untuk selalu Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang untuk novel author ini 😘😘😘
Jangan bosan ya dan semoga selalu suka sama kelanjutan ceritanya.
Terimakasih 🙏🙏🙏
Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️
Dan jangan lupa juga untuk follow ig author ya 😁😁😁
__ADS_1
@muniy7