SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 29


__ADS_3

David tersenyum mendengar apa yang baru saja Rose sampaikan di acara tersebut, ternyata tidak rugi juga dirinya untuk ikut menonton acara ini bersama ibu dan ayahnya.


Namun lain David lain juga ibunya, kini sang ibu sangat heboh dengan bertepuk tangan dan berteriak senang yang membuat David dan ayahnya terkejut sekaligus terganggu akan aktivitas yang sedang ibunya itu lakukan.


"Apakan ibu bilang, pilihan ibu itu ngga salah dia memang perempuan yang jujur. Bahkan dia berani mengutarakan pendapatnya tanpa takut pandangan buruk masyarakat terhadap dirinya. Ngga kaya Artis lain yang sok lemah lembut di depan layar tapi di belakangnya ternyata seorang yang menjijikan" ibu bergidik ngeri merasakan jika dirinya berdekatan dengan para Artis bertampang polos namun berhati iblis.


"Kok ibu malah menghina Artis lain sih, ibu ngga ingat apa kalau anak ibu sendiri memiliki Agensi yang menaungi para Artis yang tidak ibu sukai itu" ucap David mengingatkan ibunya sendiri jika dirinya juga berkecimpung didunia keartisan meskipun dirinya tidak tampil di layar kaya secara langsung.


Ibu memasang wajah kesal kearah David. "Makanya tutup aja itu Agensi ngga berguna, lagian juga Perusahaan keluarga kita banyak dan Agensi kamu itu ngga akan bisa mengalahkan pendapat dari Perusahaan yang keluarga kita miliki" sahut ibu.


Sebenarnya dirinya sedari awal tidak pernah mau David terjun di dunia bisnis berbasis keartisan tersebut, karena menurutnya hal itu tidak berguna dan lagi pula Perusahaan yang mereka miliki sudah cukup atau bahkan berlebihan untuk David kelola.


Namun anaknya itu hanya bisa membantah dan tetap pada pendiriannya untuk mendirikan sebuah Perusahaan Agensi yang bertugas menanungi para Artis yang tidak berguna seperti apa yang sering ibu bilang tadi.


Tapi hal itu tidak berlaku untuk Rose karena sejak pertama bertemu, ibu sudah jatuh hati akan sifat polos Rose dan ibu dapat melihat jika Rose memang adalah perempuan baik-baik hanya saja dirinya bekerja sebagai Artis.


Tidak ada yang salah dalam hal pekerjaan yang Rose geluti dan ibu harap selama menjadi artis Rose akan selalu menjadi perempuan yang baik dan tangguh dalam menghadapi segala macam ejekan yang diberikan oleh masyarakat.


Namun sepertinya ibu harus mengubah sedikit pandangannya tentang seorang Artis ketika sudah mengenal Rose.


"Ya ngga bisa gitu dong bu, masa iya main tutup aja sama Perusahaan aku, aku udah susah payah membangunnya dari nol tanpa minta bantuan dari keluarga ini" David jadi terbawa suasana ketika ibunya itu menyuruh dirinya untuk menutup Perusahaan tempat dirinya mencari uang selama ini.


"Makanya kalo ngga mau ibu tutup cepetan cari istri sama biar ada yang ngurus kamu" sahut ibu.


"Sudahlah, kalian ini dari tadi kerjaannya cuman bertengkar saja, ini masih mau nonton apa ngga. Kalau ngga biar ayah matikan televisinya" ucap ayah.


"Jangan" sahut ibu dan David secara bersamaan.


Ayah hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri dan anaknya itu.


*


*


*


Di suatu ruangan yang lebih tepatnya sebuah kamar sedang terjadi kerusuhan di sana karena banyak barang-barang yang sedang berserakan di lantai terlebih lagi banyak pecahan beling yang sepertinya berasal dari sebuah cermin yang pecah.


"Rose....!!!!" teriak Aurel geram.


Iya, sekarang Aurel sedang marah kepada Rose karena secara tidak langsung Rose membuat dirinya menjadi malu akan apa yang baru saja ia sampaikan di acara tersebut.


"Kurang ajar, kamu berbicara seperti itu seakan membuat diriku menjadi seseorang yang bertopeng kebaikan didepan semua orang. Tunggu saja pembalasan ku, akan aku buat kamu menyesali setiap kata yang baru saja kau ucapkan itu. Dasar perempuan sialan...." Aurel tidak berhenti mengumpat kepada Rose dari dalam kamarnya.


Dirinya akan menyalahkan Rose jika nantinya semua masyakarat menghina dirinya, dan akan membuat perhitungan terhadap Rose.


*


*


*

__ADS_1


Kembali ke studio tempat acara berlangsung, saat ini Rose sedang dipuji-puji oleh host tersebut dan hanya ditanggapi senyuman oleh Rose.


"Sekali lagi kita beri tepuk tangan kepada Artis kita yang satu ini" ucap host tersebut yang sontak saja kembali terdengar riuh tepuk tangan di bangku penonton.


Rose hanya menjawab dengan senyuman saja yang tak pernah surut dari wajah cantiknya.


"Baiklah, apakah saya boleh kembali melempar pertanyaan kepada anda??.." tanya host tersebut setelah suara tepuk tangan penonton tersebut sudah tidak terdengar lagi.


"Iya silahkan"


"Sepertinya pertanyaan saya kali ini adalah pertanyaan yang di miliki oleh sebagian orang tentunya apalagi untuk para lelaki" tawa host tersebut untuk mencairkan suasana.


Rose hanya ikut tertawa kecil menanggapinya.


"Jadi pertanyaan saya kali ini apakah anda sudah memiliki kekasih??" host tersebut memandang kearah Rose dengan lekat dan serius.


Suasana hening..


Sebelum Rose menjawab pertanyaan tersebut.


Rose tersenyum. "Saya belum memiliki kekasih" jawab Rose.


Semua penonton terutama para lelaki bersorak gembira mendengarnya.


"Tetapi saya sudah memiliki seseorang yang saya cintai" sambung Rose.


Langsung saja suasana ramai tadi menjadi hening kembali bahkan host tersebut di buat terkejut juga oleh ucapan Rose.


"Untuk pertanyaan satu ini maaf saya belum bisa menjawabnya, hanya saja saat ini saya meminta doa yang terbaik dari kalian untuk saya dan hubungan saya kedepannya".


Rose melihat tatapan penonton yang menatapnya dengan begitu kaget, mungkin karena mereka baru saja mengetahui kalau perempuan yang mereka puja saat ini sudah mempunyai seseorang yang sangat ia cintai.


"Baiklah, kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anda dan pasangan, semoga tidak beberapa lama lagi akan ada sebuah pesta pernikahan yang mewah terselenggara nantinya. Dan yang pasti satu lagi, bagi para laki-laki di luar sana mohon maaf perempuan di dekat saya ini sudah sold out sepertinya".


Host tersebut memandu acara dengan tertawa kecil menghiasi wajahnya. Ia sangat senang menggoda Rose saat ini yang hanya di sahut senyuman oleh Rose.


"Baiklah, setelah berbincang panjang lebar kini saatnya di penghujung acara" host tersebut akan menutup acara tersebut namun Rose tiba-tiba menghentikannya.


"Boleh saya menyampaikan sebuah kalimat pendek sebentar??" tanya Rose kepada sang host.


Host tersebut lalu melihat kearah para kru dibalik layar, setelah mendapat anggukan dengan para kru tersebut host itu lalu memberi waktu dan mempersilahkan Rose untuk berbicara.


"Aku menunggumu untuk menemukanku"


Satu kalimat terucap dari bibir Rose dengan senyuman manis sebagai penutupnya.


"Wah ternyata Rose sedang memberi teka-teki ya"


Host itu lalu tertawa dan menyampaikan beberapa kata sebagai penutup acara tersebut.


*

__ADS_1


*


*


Saat ini ada seseorang yang sedang terpaku didepan layar televisi.


Degg...


Hati David seketika merasakan suatu debaran yang aneh, entah bagaimana kata-kata yang barusan Rose ucapkan sebagai penutup dirinya membintangi acara tersebut sudah membuat David linglung.


David merasa kalau ucapan Rose tadi ditujukan kepada dirinya, hati David serasa terpanggil untuk mencari dan menemukannya.


Vero.


Iya, nama itu seketika terlintas dari pikiran David. Bahwa hanya Vero lah yang sedang menunggu dirinya untuk saat ini. Menunggu dirinya di temukan oleh David.


Tapi apakah itu mungkin??


Bagaimana bisa Rose adalah Vero. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal kalau dipikirkan secara logika. Tidak mungkin kan wanita bar-bar itu adalah Vero yang nyata-nyata adalah seorang wanita berhati lembut dan bertutur kata sopan meskipun David hanya mengetahuinya lewat surat.


Disaat David sedang dilanda kebingungan, suara ibunya membangunkan David dari khayalannya.


"Tuh kan ibu hilang juga apa, cepetan deketin dia jadi mantu ibu, sekarang apa. Dia malah sudah punya seseorang yang disukai, aduh David kamu bagaimana sih mendekati perempuan aja ngga bisa" ibu David sungguh kesal ketika selesai menonton acara tersebut karena ia baru mengetahui kalau perempuan yang sudah ia targetkan untuk menjadi calon menantu sudah mempunyai seseorang yang di sukai.


"Apaan sih bu, kenapa marahnya malah ke aku" David merasa tidak terima disalahkan oleh sang ibunda tercinta.


"Kamu sih geraknya lama, udah keburu diambil orang kan dia nya, kan ibu maunya di yang jadi mantu ibu" sahut ibu masih dengan wajah kesal.


David beranjak meninggalkan ruangan keluarga tersebut sebelum ibunya kembali mengamuk kepada dirinya.


Sekarang yang di tuju David adalah kamar tidur miliknya, pikirannya terfokus kepada siapa dirinya akan minta tolong dalam hal seperti ini.


Sekertaris Ren.


Mungkin hanya dia yang bisa membantu David sekarang.



(Potret Sekertaris Ren)


* * * * * * *


Kayaknya David udah mulai curiga nih sama Rose, gimana kelanjutannya ya 🤭🤭


Ingat!!! selesai membaca jangan lupa like, komen dan vote sebagai dukungan buat author.


Jangan lupa untuk follow ig author ya 😁😁


@muniy7


(INFO PENTING!!!.. INGAT INI HANYALAH NOVEL SEMATA DIMANA SEMUA CERITA ADALAH KARANGAN DAN KHAYALAN. JADI KALAU MAU KOMENTAR YANG BAIK-BAIK AJA JANGAN MALAH BIKIN DOWN)

__ADS_1


Oke terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2