
Hari ini adalah jadwal perdana bagi Rose untuk memulai kembali aktingnya dalam sebuah film yang sangat di nantikan oleh masyarakat banyak, bahkan baru wacana saja sudah mengundang masyarakat untuk tidak sabar menikmati film tersebut apalagi di tambah berita terbaru kemarin jika Rose sudah mengkonfirmasi jika dirinya yang akan menjadi bintang utama dalam film tersebut.
Hal itu lantas membuat masyarakat senang dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para penikmat film dalam negeri. Apalagi film tersebut juga di tulis dan di sutradarai oleh semua nama yang sudah lama berkecimpung di dunia perfilman menambah suasana dan ekspektasi yang luar biasa dari benak penonton.
Jadi hari ini Rose beserta para pemain yang masuk dalam daftar film tersebut akan melakukan pembacaan naskah pertama mereka untuk melihat sedalam apa para pemain dalam memainkan peran yang akan mereka bawakan nantinya.
Pagi hari ini Rose menyambutnya dengan hati yang senang dan tidak sabar untuk kembali bermain film setelah absen kurang lebih selama setahun karena dirinya lebih banyak disibukkan oleh proyek syuting iklan dan berbagai macam kesibukkan lainnya.
"Apa kau sudah siap??" tanya Jessica yang saat ini tengah berada didalam kamar sang adik.
Dapat Jessica lihat dari wajah Rose jika saat ini adiknya itu sungguh sangat bahagia menyambut kembalinya dirinya ke dunia perfilman lagi. Jessica pun tau Rose sangat menyukai akting namun dalam sebuah film karena menurut Rose akting dalam sebuah film lebih menantang dari pada hanya dalam sekedar sinetron meskipun bagi orang awam itu sama saja namun menurut Rose ada sebuah ketertarikan yang lain didalamnya.
"Tentu saja, aku akan selalu siap.." Rose menjawab dengan wajah tersenyum ceria menatap sang Kakak yang tengah menunggu dirinya selesai bersiap.
(Potret Rose)
Dengan mengenakan pakaian yang tidak terlalu monoton karena kegiatan Rose hari ini hanya pembacaan naskah saja. Rose memang tipikal orang yang suka berpakaian simpel dalam berbagai hal, namun karena tuntutan pekerjaan maka mau tidak mau Rose harus menggunakan sebuah gaun yang menurutnya sangat ribet kalau dipakai.
"Ayo kita berangkat" ajak Jessica ketika sang adik sudah ia lihat telah selesai dengan kegiatannya.
"Ayo.." senyum Rose cerah. "Kita taklukan film tersebut dan memenangkan setiap penghargaan tahun ini" sebuah rencana yang disusun Rose agar karirnya tetap cemerlang.
"Dan Kakak akan membantumu untuk mewujudkan semua itu.."
Keduanya pun saling tersenyum.
Alex sudah menunggu kedua perempuan cantik itu dibalik kemudi dalam mobil Van mereka, ketika keduanya sudah masuk dengan segera Alex menancap gas untuk segera berlalu menuju Brawijaya Entertainment Group.
Untung saja hari ini jalanan tidak terlalu macet serta rombongan Rose yang sudah berangkat lebih dulu dari jadwal agar tidak terlambat membuat mereka tiba ditempat tujuan dengan tepat waktu bahkan dibilang lebih awal datang sebelum jadwal pembacaan naskah dimulai.
Rose memang seorang Artis yang disegani di industri entertainment namun hal itu tidak membuat dirinya semena-mena dalam hal apapun apalagi membuat orang lain menunggu dirinya. Rose tidak ingin menjadi contoh yang tidak baik untuk orang lain hanya karena dirinya yang begitu disanjung.
Meskipun pembacaan naskah belum dimulai namun Rose, Jessica dan Alex sudah berada didalam ruangan yang dijadikan tempat untuk jadwal kegiatan mereka hari ini.
"Apa kita datang terlalu pagi??" tanya Rose yang begitu tiba didalam ruangan tersebut terlihat kosong melompong atau tidak ada penghuninya sama sekali.
__ADS_1
"Sepertinya begitu" sahut Jessica.
Alex berdiri didekat pintu masuk, sedangkan Jessica dan Rose duduk bersebelahan untuk sementara karena sekarang belum ada siapapun ditempat itu selain mereka. Namun begitu para pemain dalam film tersebut datang maka Jessica akan berdiri dari tempat duduknya sekarang karena dirinya bukanlah salah satu pemain dalam projek tersebut.
Tidak seberapa lama menunggu para pemain dan kru yang bertanggung jawab dalam film tersebut sudah mulai berdatangan satu per satu.
Mereka saling menyapa dan tersenyum apalagi para junior yang sangat menghormati Rose, meskipun yang mereka tau Rose adalah Artis yang dingin dan sombong namun mereka tetap menyapanya. Ada yang menganggap sapaan itu hanyalah basa-basi namun ada juga yang memang menjadikan Rose sebagai panutan hingga membuat mereka sangat menghargai keberadaan Rose saat ini.
Rose hanya memberikan senyum tipis kepada setiap orang yang menyapanya hingga tatapannya bertemu dengan Aurel yang memang pada saat ini dia juga terlibat dalam pembuatan film yang Rose bintangi sebagai tokoh antagonis.
Mata mereka saling bertemu namun dapat di lihat pancaran benci, amarah semua hal negatif Aurel berikan kepada Rose saat ini.
"Baru sampai??" tanya Rose basa-basi kepada Aurel yang memang baru datang setelah semua orang sudah datang dari tadi dan menempati kursinya masing-masing.
"Kenapa memangnya??" Aurel bertanya kembali dengan nada yang ketus.
Setelah suasana yang sebelumnya sangat hangat dan ramai akan para pemain yang saling bercanda satu sama lain tiba-tiba mereka menghentikan kegiatannya masing-masing ketika melihat kearah Aurel dan Rose yang saat ini dapat dilihat dengan jelas jika mereka berdua siap untuk bertarung saat ini juga.
Beberapa figuran saling berbisik-bisik.
"Bakalan seru nih kalau mereka jambak-jambakan".
"Kok kalian gitu sih, ngga baik tau.."
"Lo diam aja deh dari pada lo yang kita jambak".
Seperti itulah bagi para pemain figuran yang menghalalkan segala cara untuk mempermudah langkahnya didunia hiburan meski dengan membuat orang lain terkena dampaknya.
Saat ini semua orang kembali fokus kearah Aurel dan Rose, mereka sedang menantikan adegan apa selanjutnya yang akan terjadi diantara mereka.
"Engga, cuman nanya aja.." Rose berbalik dan mengarahkan pandangannya lagi untuk terfokus pada sebuah buku tebal yang berisi dialog dalam film meninggalkan Aurel yang saat ini sangat kesal karena Rose membuat dirinya menjadi pusat perhatian karena kedatangan dirinya yang terlambat dibandingkan yang lainnya.
Mau tidak mau Aurel berjalan meninggalkan Rose dengan perasaan yang sangat kesal, ingin sekali Aurel mengajak Rose untuk berkelahi seandainya saat ini mereka tidak sedang berada ditempat yang banyak orangnya.
"Dasar wanita gila, lihat saja nanti akan aku buat perhitungan dengan mu.."
Aurel mengumpat didalam hati seiring langkah kakinya berjalan menuju satu kursi yang terlihat tidak ada penghuninya atau bisa dikatakan memang kursi itu adalah miliknya yang belum terjamah siapapun karena pemiliknya belum datang.
__ADS_1
Setelah memberikan beberapa salam pembuka dari sutradara, produser maupun sang penulis akhirnya sesi pembacaan naskah di mulai.
Angga Wijaya selaku pemeran utama di film tersebut sama seperti Rose yang juga pada saat ini sedang duduk bersebelahan dengan Rose terlihat mencoba untuk mengajak Rose berbicara, sesekali dirinya juga berpura-pura tidak sengaja dalam menyentuh tangan atau pundak Rose dan hal itu tidak luput dari pengamatan Jessica maupun Alex.
Sedangkan Rose sangat risih dibuatnya, ingin sekali Rose memukul wajah pria disampingnya saat ini juga.
Dengan sebuah inisiatif dan seringai licik diwajah tampannya, Alex pun membuat video yang berisikan Angga yang sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk mencoba menyentuh Rose.
"Tuan muda pasti akan sangat marah ketika melihat video ini nantinya.."
Video itu pun Alex kirim ke nomor Tuan Muda nya yaitu David, tidak seberapa lama kiriman video tersebut langsung bertanda centang dua dan sudah berubah warna menjadi biru yang artinya si penerima sudah membuka dengan pesan yang ia kirimkan.
Alex menahan tertawanya ketika membayangkan pada saat ini Tuan Mudanya sedang dalam keadaan emosi yang akan membuat Sekertaris Ren juga ikut pusing dibuatnya.
"Seandainya aku dapat melihat langsung ekspresi Tuan Muda pasti akan lebih menyenangkan.."
Ditempat lain.
Ting....
David melihat kearah handphonenya yang menampakkan sebuah pesan dengan pengirim atas nama Alex yang dengan segera ia buka karena Alex tidak akan menghubunginya begitu saja jika tidak ada hal yang penting terkait Rose dan Jessica.
David pun membuka isi pesan tersebut yang nyatanya bukan sebuah teks namun sebuah video, tanpa berprasangka buruk pun David memutar video tersebut dan
"Shittt....." teriak David.
*
*
*
*
*
Wah gimana tuh nasib Sekertaris Ren kena kerjain oleh Alex dan bagaimana juga David akan membebaskan Rose dari jangkauan tangan nakal Angga.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu Like, Komen dan Vote sebagai dukungan untuk author ya 😘😘
Selamat membaca dan terima kasih 🙏🙏