SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 8


__ADS_3

Rose dan Jessica sudah sampai ruangan mereka dengan Alex yang berdiri didepan pintu masuk ruangan tersebut. Sungguh Alex sangat kaku orangnya, padahal Rose sudah menawarkan untuk masuk saja kedalam ruangan itu bersama mereka namun Alex berulang kali menolaknya dengan alasan kalau dengan berbuat seperti itu maka dia tidak bekerja namanya.


Mau tidak mau Rose dan Jessica hanya mengangguk pertanda setuju, mereka pun tidak dapat berbuat apa-apa karena Alex digaji oleh perusahaan bukan oleh mereka.


Pintu ruangan itu terbuka yang dimana Alex memasuki ruangan tersebut membuat Rose dan Jessica menatapnya heran, bukankah dia tidak mau masuk tadi pikir kedua perempuan itu.


"Maaf Nona, saya hanya ingin menyampaikan jika kalian berdua dipanggil untuk keruang CEO, katanya ada hal yang ingin dibicarakan menyangkut pekerjaan" ucap Alex memberitahukan pesan yang ia terima barusan dari Sekertaris Ren.


"Baiklah, sebentar lagi kami akan kesana" ucap Jessica.


Kemudian Alex kembali keluar dari ruangan tersebut setelah selesai menjalankan tugasnya.


"Apa ada masalah dengan pekerjaan kita kemarin??" tanya Rose bingung.


Jessica menaikkan kedua bahunya.


"Entahlah, aku juga tidak tau. Tapi yang aku ingat kemarin kita tidak membuat kesalahan apapun dalam pekerjaan, malahan pekerjaan mu sangat bagus kemarin" jawab Jessica.


Karena sama-sama tidak tau, keduanya pun memutuskan segera keluar dari ruangan tersebut menuju ruangan tempat CEO Brawijaya itu berada.


Alex masih setia berada dibelakang mereka hingga sekarang mereka sudah sampai di ruangan David, Alex kembali menunggu didepan ruangan saja tanpa ikut masuk kedalam.


Memasuki ruangan yang luas dan bagus itu Rose dan Jessica disuguhi pemandangan dua orang laki-laki yang sangat tampan terlihat sedang sangat serius dalam membahas pekerjaan sepertinya.




Sekertaris Ren pun mempersilahkan kedua perempuan yang barusan memasuki ruangan itu untuk duduk di sofa tempat pertama kali mereka bertemu sebelumnya.


David pun menyusul Rose dan Jessica yang juga ikut duduk di sofa tersebut berhadapan dengan mereka seperti saat pertama kali mereka bertemu.


David meletakkan sebuah naskah diatas meja yang memisahkan mereka. "Bacalah terlebih dahulu" ucap David.


Jessica pun mengambil naskah tersebut dan membacanya, senyuman nampak jelas diwajah Jessica yang membuat Rose mengerutkan keningnya bingung.


"Rose, coba kamu baca ini, Kakak rasa kamu akan sangat menyukainya" ucap Jessica dengan memberikan naskah tebal seperti buku bacaan itu kepada Rose yang berada tepat disebelahnya.


Rose pun mengambil naskah tersebut dengan pandangan tidak lepas dari Jessica, ia masih bingung kenapa Kakaknya itu sangat senang setelah membaca sebuah naskah yang ujung-ujungnya hanyalah sebuah film biasa.


Mengambil naskah tersebut dan membacanya secara pelan agar Rose dapat mengerti maksud yang disampaikan didalamnya. Hingga Rose juga di buat senang akan naskah tersebut namun wajahnya masih datar seperti awal tidak ada perubahan ekspresi disana yang membuat ketiga orang diruang tersebut hanya ikut diam saja tanpa berkomentar.


Rose sangat pandai dalam menyembunyikan perasaan, ekspresi atau apapun itu. Karena ia tidak ingin membuat orang lain dengan mudah menebak atau seolah sangat tau tentang apa yang dirasakannya.


"Lalu apa anehnya dengan naskah ini??" tanya Rose datar.


David semakin heran dengan perempuan yang berada tepat didepannya sekarang, sungguh aura dinginnya mengalahkan David.


Namun meskipun begitu, mata David tidak berhenti memandang kearah Rose, yang seperti sebuah pemandangan indah sedang berada didepannya.


"Tim Produksi film tersebut ingin dirimu untuk menjadi pemeran utama wanitanya" sahut David tidak kalah dingin.


David ingin membuktikan kepada dirinya sendiri kalau ia tidak akan tertarik dengan perempuan manapun selain Vero kesayangannya.


"Baiklah, saya akan mempertimbangkannya" sahut Rose.


"Tim Produksi meminta jawaban cepat karena kalau tidak peran ini akan diberikan kepada Aurel yang sejak kemarin sangat menginginkannya" ucap David.


"Saya memberikan waktu hingga besok jika tidak ada kabar, peran ini akan saya berikan kepada Aurel" sambung David dan beranjak bangun dari sofa tersebut meninggalkan Rose dan Jessica yang masih duduk disana.


Jessica bingung dengan ucapan Rose barusan, mengapa Rose harus memikirkannya segala padahal film tersebut sangatlah bagus begitu pikir Jessica. Namun dirinya pun tidak bisa memaksakan kehendaknya karena yang akan menjalaninya adalah Rose, dirinya hanya bisa membantu dan mendukung semua keputusan Rose asal itu masih berada di jalur yang benar.


"Kalau begitu kami berdua permisi" ucap Jessica yang sudah berdiri bersama Rose bersiap meninggalkan David dan Sekertaris Ren.


Setelah meninggalkan ruangan David, Rose dan Jessica beserta Alex pun kembali keruangan mereka seperti semula. Pikiran Rose saat ini masih bimbang apakah harus menerima tawaran tersebut atau tidak.

__ADS_1


Dirinya memang ingin menerima tawaran tersebut namun hati kecilnya seperti menyuruh agar dirinya tidak terlibat dalam pembuatan film itu, perasaannya seperti mengatakan jika akan ada sesuatu yang terjadi nantinya dan bisa berakibat buruk untuk dirinya.


Namun itu hanyalah perasaan dan dugaan tanpa dasar yang tidak bisa Rose jadikan patokan. Rose memutuskan malam ini dirinya akan memikirkan betul-betul tawaran tersebut.


Sampai di ruangannya Rose langsung saja di cecar berbagai macam pertanyaan oleh Jessica.


"Sekarang Kakak ingin mendengar apa alasan mu hingga tidak menerima tawaran film tersebut??" tanya Jessica dengan dirinya yang masih berdiri didepan Rose yang sudah duduk di kursinya.


Rose menggeleng bingung.


"Entahlah Kak, Rose hanya mempunyai perasaan yang tidak enak saja akan film itu, takutnya nanti Rose kenapa-kenapa lagi" jawab Rose seadanya.


Memang benar itulah yang saat ini ia rasakan, perasaan yang tidak nyaman mengganjal di hatinya.


Jessica pun berjongkok dan memegang kedua tangan Rose, ia memerhatikan begitu dalam bola mata tajam Rose tersebut seolah sedang menyalurkan keyakinan kepada Rose.


"Dengarkan Kakak, tidak akan terjadi apa-apa kepadamu, Kakak jamin itu. Kakak akan melindungi mu, oh bukan hanya Kakak tapi sekarang kita mempunyai Alex yang senantiasa akan ada bersama kita. Kamu paham sayang" Jessica berusaha membujuk Rose namun dirinya juga tidak ingin memaksakan agar Rose menerima tawaran tersebut.


Jika Rose memang menolaknya maka ia pun akan menerima keputusan tersebut.


"Akan Rose pikirkan Kak" hanya itu yang terucap dari bibir Rose.


Jessica mengangguk sembari tersenyum.


"Akan Kakak tunggu jawabanmu, tapi yang perlu kamu tau apapun keputusan kamu nanti Kakak akan selalu mendukungmu" ucap Jessica dengan memeluk Adik kesayangannya itu.


Kedua Kakak beradik itu pun berpelukan saking menguatkan diri masing-masing.


Sedangkan manusia satu lagi yang disebutkan namanya tadi hanya menjadi pendengar yang baik didepan pintu luar ruangan tersebut. Dirinya tersenyum mendengar percakapan dua Kakak beradik tersebut, ada suatu kehangatan didalamnya yang tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata.


"Nona Jessica sungguh dewasa dalam menyikapi segala hal, betapa beruntungnya orang yang akan menjadi pendampingnya nanti" Alex bermonolog sendiri dengan hatinya.


Sedangkan di tempat lain yaitu ruangan David sedang kedatangan tamu yang tidak diundang yaitu Aurel beserta Managernya yaitu Dion.


Kedatangan Aurel tersebut sedari awal memang tidak baik-baik, dirinya bahkan menutup pintu ruangan David dengan kasar hingga membuat bunyi yang sangat keras yang dapat mengagetkan siapa saja yang mendengarnya.


Nampak jelas wajah Aurel yang begitu terlihat sangat marah dengan diikuti Dion dibelakangnya.


Brakkk...


Aurel menggebrak meja kerja David.


"Apa yang kamu lakukan, aku sudah bilang kalau aku mau menjadi pemeran utama didalam film itu. Tapi kenapa malah kamu berikan kepada Artis tanpa asal usul itu" ucap Angel dipenuhi dengan kemarahan bahkan suaranya saja terdengar keras menusuk telinga.


David melepaskan beberapa lembar kertas yang sempat ia pegang tadi keatas meja kerjanya dan melonggarkan sedikit dasinya yang terasa mencekik itu.


"Aku tidak bisa membujuk mereka karena Tim Produksi sendiri yang menginginkan dia menjadi pemeran utama di film tersebut" jawab David dengan segala kebenarannya.


"Lalu apa gunanya aku mempunyai Agensi jika tidak bisa mengabulkan keinginan ku" tanya Aurel dengan suara yang masih keras.


David beranjak dari tempat duduknya, berjalan mengitari mejanya hingga berdiri tepat didepan Aurel yang membalikkan badannya juga berusaha menatap kearah David.


"Perlu aku ingatkan. Aku tidak pernah memaksamu untuk masuk dalam Agensi ku dan kalau kamu mau aku bisa memutuskan kontrak kita sekarang juga meskipun aku harus membayar pinaltinya. Uang segitu tidak ada apa-apanya didepan ku, kamu camkan itu" ucap David dengan rahang yang mengeras, menahan amarah akibat perkataan Aurel tadi.


David berjalan meninggalkan Aurel, namun baru beberapa langkah David menghentikannya. "Dan satu hal lagi, kami adalah sebuah Agensi bukan Jin Aladin yang bisa mengabulkan segala permohonan" tegas David.


Aurel yang merasa dipermalukan pun pergi dari ruangan David dengan amarah yang masih menyelimuti tubuhnya. Dion sang Manager hanya bisa terdiam melihat kemarahan dari seorang David yang begitu mengerikan.


* * *


Hari sudah malam dengan bintang dan bulan yang sudah menampakkan diri mereka sebagai pertanda nya.


Begitupun dengan Rose dan Jessica yang akan pulang kembali kerumah setelah selesai proses syuting iklan produk makanan ringan tadi.


Mereka bertiga memasuki lift untuk mencapai lantai dasar, suasana dalam lift hanya ada keheningan menyapa tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut ketiganya.

__ADS_1


Belum lift tersebut mencapai lantai dasar namun pintu lift terbuka menandakan seseorang yang juga akan ikut dengan mereka turun kelantai dasar. Namun siapa sangka seseorang yang akan ikut mereka di lift tersebut adalah Aurel dan Dion.


Aurel yang awalnya masih diliputi kemarahan tiba-tiba menjadi bersemangat ketika melihat bahwa lift yang akan ia tumpangi telah di huni oleh seseorang yang ia anggap musuh dan saingan.


Aurel dan Dion pun memasuki lift tersebut dengan wajah yang angkuh Aurel berdiri disamping Rose sedangkan Dion berdiri didekat Jessica dan Alex yang berada tepat dibelakang Rose dan Aurel.


"Hei Artis tanpa asal usul, nyadar diri dong, kamu itu ngga cocok buat memainkan peran difilm terbaru itu. Artis seperti mu itu hanya akan mencoreng dunia perfilman saja" Aurel mulai memanasi suasana di dalam lift tersebut.


Alex yang mendengar perkataan Aurel tadi hendak melakukan sesuatu untuk Aurel yang berani menghina Rose secara terang-terangan. Namun hal itu dicegah oleh Jessica dengan menahan tangan Alex dan menggelengkan kepalanya sambil menatap Alex.


Namun Rose hanya diam saja mendengar hinaan dari Aurel, Rose hanya memutar bola matanya malas dengan kelakuan yang sering Aurel buat.


Aurel yang merasa tidak dihiraukan oleh Rose menjadi semakin geram, apalagi melihat wajah Rose yang sangat tenang itu membuat dirinya semakin terpancing emosi.


"Asal kamu tau ya, aku bisa membuat karirmu itu hancur dalam sekejap jika kamu sampai berani mengambil peran itu dari ku. Akan ku buat hidupmu seperti dineraka. Camkan itu." Aurel menjeda kalimatnya sebentar "Kamu hanya Artis yang mengandalkan keberuntungan tidak bisa dibandingkan sedikitpun dengan diriku yang mempunyai latar belakang keluarga yang berpengaruh" Aurel menghentikan kalimatnya ketika pintu lift sudah terbuka dan mencapai lantai dasar.


Aurel dan Dion pun sudah keluar dari lift dan berjarak tiga langkah dari Rose yang belum bergeming dari tempatnya semula.


"Tunggu" ucap Rose setelah sekian lama tidak berbicara semenjak dalam lift tadi.


Rose pun memangkas jaraknya dengan Aurel diikuti oleh Jessica dan Alex yang bersiaga dibelakangnya kalau seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Langkah Rose berhenti tepat ketika ia berdiri didepan Aurel yang hanya berjarak beberapa centimeter saja. Bahkan wajah keduanya sangat dekat seolah Rose sengaja untuk mendekatkan wajah dinginnya itu.


Dengan tatapan tajam dan meremehkan Rose mulai membuka suaranya.


"Lalu, apakah Artis murahan dan gampangan seperti mu yang cocok untuk memerankan karakter di film itu" Rose menggelengkan kepalanya didepan Aurel. "Tidak, karakter mu sangat tidak cocok untuk peran itu. Disitu memerlukan karakter wanita yang polos, bagaimana bisa perempuan buas seperti mu memerankan karakter itu"


Rose sengaja tertawa dengan nada yang masih meremehkan sehingga memancing kemarahan Aurel lagi.


"Wanita buas dan menyeramkan seperti mu jangankan untuk memerankan karakter itu, untuk berdekatan dengan orang lain saja sudah membuat mereka takut"


Ucapan tadi sekaligus menjadi penutup untuk hinaan Rose kepada Aurel.


Rose pun melangkahkan kakinya meninggalkan Aurel dengan wajah penuh kemenangan.


Sedangkan Jessica dan Alex hanya dibuat melongo saja setelah mendengarkan kata-kata mematikan dari Rose tadi.


Aurel yang merasa tidak terima dengan ucapan Rose tadi langsung saja berlari ingin menjambak Rose bahkan tangannya sudah mengapung di udara.


Untung saja Alex dengan sigap dan cepat menghentikan pergerakan Aurel dan disusul Dion selaku Manager Aurel untuk memegangi Aurel yang saat ini sedang dilanda emosi.


"Saya peringatkan, jangan berani-berani menyentuh Nona Rose jika anda tidak ingin saya buat celaka" ucap Alex dengan wajah yang mengerikan ditambah suaranya yang berat membuat dirinya menjadi sosok yang mengerikan.


Rose yang mendengar keributan dibelakangnya langsung saja menoleh dengan memiringkan sedikit badannya untuk menengok kebelakang. Rose mengangkat sebelah sudut bibirnya membentuk senyuman jahat yang mengatakan jika jangan berani bermain-main dengan dirinya.


Sontak saja Aurel menjadi tambah emosi melihat senyuman Rose tadi dan berusaha meronta-ronta untuk keluar dari kukungan Dion Manager nya.


Rose, Jessica dan Alex pun pergi meninggalkan Aurel yang masih berteriak seperti orang kesurupan. Memanggil dan menghina Rose didalam teriakannya itu.


"Perempuan yang menarik, aku semakin menyukainya".


Ucap seseorang.


* * * * * * *


Udah 2000+ kata lebih ya.


Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan jangan sampai bosan ya 😁😁😁


Jangan lupa selalu berikan Like, Komen dan Vote untuk novel author ini. Dukung author terus ya jangan sampai lupa 😘😘😘


Terima kasih 🙏🙏🙏


Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author ya 😁😁


@muniy7


__ADS_2