SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 31


__ADS_3

Setelah memastikan amplop beserta surat didalamnya telah Alex amankan lalu dirinya pun melangkahkan kaki untuk menuju kedalam ruangan tempat Rose dan Jessica berada namun sebelum itu Alex mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasukinya.


Beberapa ketukan Alex berikan terlebih dahulu kepada pintu tersebut hingga tangan sebelah kanannya memegang handel pintu tersebut untuk membukanya.


Rose dan Jessica menoleh bersamaan ke arah pintu yang mengeluarkan suara ketukan tadi hingga seorang pria tampan keluar dari balik pintu tersebut yaitu Alex dengan membawa sebuah buket bunga yang lumayan besar.


Alex berjalan menuju kearah Rose dan mengarahkan bunga tersebut kearah Rose. "Nona Rose, ini ada sebuah buket bunga untuk anda dari seorang penggemar" ucap Alex sembari memberikan bunga tersebut dan Rose menerimanya.


Rose tersenyum menerima buket bunga tersebut meskipun sebenarnya dirinya sangat tidak menyukai benda yang berada di genggamannya saat ini.


"Alex, apakah aku lupa memberitahukan dirimu sesuatu" ucap Rose sembari menengadahkan wajahnya kearah Alex yang sedang dalam posisi berdiri sedangkan dirinya sedang dalam posisi duduk.


"Maaf Nona, apakah saya sudah melakukan sebuah kesalahan??" tanya Alex bingung setelah mendengarkan sebuah pernyataan dari Rose barusan.


Rose menggeleng. "Tidak, kamu tidak membuat kesalahan hanya saja aku yang lupa memberitahukan dirimu sesuatu" ucap Rose.


Alex melihat Rose dengan wajah yang masih diliputi kebingungan namun tanpa bersuara sedikitpun.


"Aku lupa memberitahumu kalau aku tidak menyukai bunga" tutur Rose yang membuat Alex tambah bingung.


Bagaimana tidak bingung karena ternyata masih ada seorang perempuan yang tidak menyukai sebuah bunga, namun Alex pernah membaca sesuatu dari sumber internet tentang Rose yang mengatakan jika dirinya sangat menyukai sebuah bunga mawar yang melambangkan namanya sendiri.


Rose yang mengerti akan maksud tatapan Alex tersebut langsung melanjutkan kata-katanya.


"Jangan terlalu mempercayai apa yang dikatakan internet tentang diriku, karena tidak semua yang tercantum disana adalah benar". Ucap Rose menjelaskan.


Alex nampak menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Baiklah Nona, akan saya ingat hal tersebut" sahut Alex.


"Jadi bagaimana dengan bunga ini, apakah mau saya buang saja" tawar Alex kepada Rose.


"Tidak perlu, ada Kak Jessi yang akan membawanya nanti. Terimakasih dan maaf merepotkan mu" ucap Rose kepada Alex.


Alex pun menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi dari ruangan tersebut setelah memberikan hormat dengan menundukkan badannya terlebih dahulu tadi.


Setelah keluar dari ruangan tersebut, Alex kembali mengeluarkan sebuah amplop dan surat yang sempat ia baca sekilas dan sembunyikan tadi.


Alex kembali tidak percaya dengan apa yang baru saja ia baca dan terima tersebut, bagaimana bisa orang yang sama secara terang-terangan berani sekali menereror seorang Artis berulang kali.


Alex pun menelpon salah satu anak buahnya untuk mencari sesuatu yang dia perlukan.


"Tolong kamu cek CCTV disekitar dan dalam gedung televisi sekitar jam delapan malam ini dan segera laporkan hasilnya kepadaku, aku tunggu malam ini".


Alex langsung mematikan telpon tersebut setelah selesai menyampaikan perintahnya barusan kepada salah satu anak buahnya.


Tidak seberapa lama setelah Alex mematikan teleponnya Jessica dan Rose keluar dari ruangan tersebut dan melihat Alex menyimpan telponnya kedalam saku jas nya.


"Tumben kamu telponan, sama siapa??" goda Rose.


"Ah tidak Nona, saya hanya mengecek sebuah pesan saja barusan" jawab Alex sembari mengurangi kegugupannya karena seperti tengah tertangkap basah melakukan sesuatu yang mencurigakan.

__ADS_1


Rose dan Jessica pun tertawa bersama, mereka sepertinya senang sekali menggoda Alex yang merupakan pria tampan dan cuek tersebut.


"Ayolah Alex, kamu tidak usah malu dengan kami, kalau memang kamu sudah memiliki kekasih jangan pakai ditutupi segala" Jessica juga ikut menggoda lelaki didepannya sekarang ini.


Alex menggelengkan kepalanya dengan kedua tangannya melambai tanda tidak menerima pernyataan dari Jessica barusan.


"Tidak Nona, sungguh saya belum memiliki kekasih dan tadi memang ada yang perlu saya urus" jawab Alex yang masih kukuh akan pendiriannya.


"Ya sudahlah, ayo Kak kita pulang, Alex sepertinya tidak menganggap kita teman". Rose berjalan sembari menggandeng tangan Jessica dan berlalu meninggalkan Alex sendirian.


"Sepertinya aku telah di curigai bukan sebagai mata-mata Tuan David tapi sebagai seseorang yang sedang melakukan hubungan secara diam-diam. Astaga, aku tidak begitu mengerti jalan pikiran perempuan".


Alex akhirnya diam saja dan ikut berjalan dibelakang Jessica dan Rose yang saat ini sedang bercanda satu sama lain, sungguh Alex sangat menyukai pemandangan ini dimana selalu ada keceriaan di wajah kedua Kakak beradik itu meskipun dengan berbagai macam persoalan hidup namun mereka berdua masih saja terlihat bahagia.


*


*


*


Matahari pagi seakan tidak malu untuk menampakkan sinarnya di pagi hari ini hingga mengakibatkan seseorang yang sedang lelap tertidur menjadi terusik.


David membuka matanya perlahan setelah sinar matahari yang begitu terang sudah bisa menembus tirai penutup kaca kamarnya. Mendudukkan tubuhnya perlahan dan menyandar pada sandaran kasur miliknya, dengan tubuh dan mata yang malas serta nyawa yang belum terkumpul seutuhnya. David mengambil handphone miliknya yang tadi malam ia taruh di balas samping tempat tidur miliknya.


Hal pertama yang David lihat ialah jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi yang di mana satu jam lagi sistem operasional Perusahaan miliknya akan bekerja. Melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi tidak lantas membuat David langsung bersiap untuk berangkat bekerja.


Sebuah pesan yang membuat David langsung saja bangun dari tempat tidur dan segera menyambar handuk untuk lekas ke kamar mandi. Hebat segala pesan dari Sekertaris Ren yang bisa membuat David yang awalnya sangat malas bangun menjadi tiba-tiba bersemangat.


Kini David sudah berada dikamar mandi dengan handphone yang masih terbuka layarnya dan menampakkan sebuah pesan yang dikirim Sekertaris Ren tadi.


"Saya sudah mendapatkan informasi tentang siapa Nona Vero dan pagi ini akan saya serahkan Pak"


Begitulah isi pesan yang diterima David barusan hingga membuat dirinya menjadi sangat bersemangat secara tiba-tiba.


Wah sepertinya David akan menjadi laki-laki yang sangat bahagia hari ini.



(Potret David)


Setelah selesai mandi dan bersiap kini David melangkahkan kakinya meninggalkan kamar dan menuruni tangga untuk ke ruang makan yang sekarang telah di huni oleh kedua orangtuanya.


"Pagi ayah, ibu" sapa David di pagi hari kepada Tuan Dimas Brawijaya dan Nyonya Sinta Ayu Ningrum yang selaku orangtuanya.


"Pagi David" sahut Ayah Dimas.


"Pagi juga sayang" sahut sang Ibunda tercinta.


David pun mengambil sarapannya sendiri karena memang David adalah seseorang yang mandiri tanpa mau merepotkan orang lain kalau hanya untuk masalah kecil apalagi hanya mengambilkan sarapan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sayang, ada yang mau ibu bicarakan sama kamu, namun lebih tepatnya adalah sebuah kesepakatan antara kita berdua" ucap Ibu kepada David yang masih mengunyah sarapan miliknya.


David mengerutkan keningnya bingung, kesepakatan apa yang sedang di maksud oleh ibunya tersebut saat ini.


Bukannya ibunya adalah seorang ibu rumah tangga bukan seorang pebisnis, tapi mengapa nada bicaranya seperti seorang investor yang mengajak untuk bekerjasama dalam sebuah pekerjaan.


Ayah hanya diam saja mendengarkan sang istri dan anaknya yang sepertinya sedang terlibat dalam suatu konspirasi.


"Kesepakatan apa maksud ibu, David tidak mengerti" sahut David.


Bagaimana dirinya mengerti kalau seumur hidup ibunya itu tidak pernah mengajukan kesepakatan apapun pada dirinya seumur hidup hingga sekarang.


"Kesepakatan tentang pernikahan..." ucap ibu tanpa basa basi.


Uhukk... uhukk...


David tersedak makanannya sendiri.


Ibu pun dengan cepat memberikan gelas yang berisi air kepada anak tunggalnya itu.


"Tuh kan ibu bilang juga apa, makanya nikah biar ada yang ngurusin. Kalau tersedak kaya gitu kan pasti ada istri di sebelah yang bakal memperhatikan kamu" ucap ibu kembali membahas tentang pernikahan.


"Gimana ngga tersedak, ibu tiba-tiba membahas tentang tentang pernikahan, ya David terkejut lah" sahut David tidak mau kalah sembari meletakkan gelas yang airnya sudah ia minum habis.


"Lagian kenapa sih Bu tiba-tiba ngebahas pernikahan, apalagi pakai kesepakatan segala" tanya David.


Ibu meletakkan kembali gelas minumannya setelah selesai menggunakan benda yang berisi air tersebut.


"Ibu serius David, mau tidak mau suka tidak suka kamu harus secepatnya menikah. Ibu beri kamu waktu satu bulan kalau dalam waktu satu bulan kamu belum juga membawa calon menantu Ibu maka jangan salahkan Ibu kalau kamu akan Ibu jodohkan dengan anak teman Ibu. Mengerti kamu David" ancam Ibu kepada putra sulung kesayangannya itu.


Sebenarnya Ibu tidak tega untuk memaksakan kehendaknya kepada anak kesayangannya itu, tetapi menurut Ibu kalau tidak dipaksa maka anaknya itu tidak akan mau menikah juga. Ibu sangat memahami karakter sang anak yang seumur hidupnya tidak pernah berkencan sama sekali membuat Ibu jadi khawatir akan kehidupan putranya tersebut.


David menelan air ludahnya dengan susah, baru saja ia mendapatkan kabar gembira pagi tadi namun sekarang apa. Dirinya malah dipaksa sang ibu untuk cepat menikah dan kalau tidak maka ia akan dijodohkan dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenal.


Astaga David sungguh tidak habis pikir bagaimana jalan pikiran Ibunya saat ini, mengapa Ibu sangat ingin sekali melihat dirinya menikah dan memiliki menantu.


Apa jangan-jangan Ibu umurnya sudah tidak panjang lagi ya..???


Astaga David mengutuk dirinya sendiri karena telah berprasangka yang tidak baik kepada Ibunya sendiri.


* * * * * * *


David disuruh cepetan nikah kalau ngga bakal dijodohkan, nah loh gimana tuh bang David jalan keluarnya??? 🤣🤣🤣


Selalu tekan Like setelah selesai membaca dan selalu berikan Komentar dan Vote untuk bentuk dukungan buat author 😘😘😘


(INGAT!!!.... INI HANYALAH NOVEL PANDANGAN PRIBADI DAN TINGKAT KHAYALAN TINGGI. JADI KALAU TIDAK SUKA SILAHKAN UNTUK TIDAK DILANJUTKAN MEMBACANYA DARI PADA MALAH MENINGGALKAN KOMENTAR NEGATIF).


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2