
Rose masih nampak bingung dengan apa yang harus ia putuskan, namun belum juga dia mempersilakan laki-laki itu untuk duduk ternyata David memilih untuk langsung saja mendudukkan tubuhnya di seberang tempat duduk Rose. Sekarang dengan posisi yang berhadapan membuat mereka berdua sama-sama leluasa untuk saling memandangi wajah masing-masing.
"Maaf atas kelakuan saya yang lancang karena langsung menempati tempat duduk ini" ucap David memecah suasana hening diantara mereka.
"Iya tidak apa-apa, kebetulan saya juga sedang sendiri" sahut Rose seadanya.
Tidak mungkinkan Rose mengatakan jika sekarang dirinya sedang bersama seseorang hanya demi menghindari David, hal itu hanya akan mempermalukan dirinya saja.
David melihat di meja Rose hanya terhidang secangkir kopi dan sepotong kue saja tanpa ada makanan berat yang menemaniku.
"Apakah anda tidak memesan makanan utama, dari pada harus meminum kopi di malam hari seperti ini" tanya David kembali.
"Tidak. Saya sudah memesan sup tadi cuman sepertinya belum siap jadi saya memesan kue dan kopi untuk mengganjal perut terlebih dahulu". Memang benar Rose sudah sedari awal memesan makanan berat karena memang dirinya pergi tadi dalam keadaan belum sempat makan, maka dari itu Rose memutuskan untuk mampir di sebuah cafe.
Tidak jeda beberapa lama setelah pembicaraan mengenai sup tadi, ternyata makanan itu telah diantarkan oleh pelayan cafe tersebut. Sebelum pelayan yang mengantarkan sup untuk Rose itu pergi, David terlebih dahulu menjegatnya untuk memesan secangkir coklat panas.
Dikarenakan tadi sore sempat hujan yang lumayan deras jadilah sekarang hawa dingin ikut menemani malam ini. Membuat siapa saja menginginkan sesuatu yang hangat dan panas entah itu makanan ataupun minuman.
David melihat Rose sedari tadi belum juga memakan sup nya membuat David heran.
"Kenapa belum anda makan juga sup nya?" tanya David heran.
"Sebentar lagi akan saya makan, hanya saja sekarang saya sedang memisahkan beberapa sayuran yang tidak saya sukai tercampur disini" jawab Rose tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari mangkuk sup yang berada didepannya.
David pun makin heran melihat Rose yang membuang beberapa macam sayuran seperti daun bawang, daun seledri dan wortel yang potongan yang agak besar didalam tumpukan beberapa lembar tisu yang sudah terlebih dahulu memang sengaja Rose siapkan.
"Anda sangat aneh, tentu saja sup itu memang banyak mengandung sayuran. Kalau anda tidak menyukai sayuran mengapa anda memesan makanan itu tadi" tanya David kembali.
Rose memberikan senyumannya agar terlihat tidak terlalu memalukan dengan sifat kekanakannya ini.
"Saya memang tidak terlalu menyukai sayur sejak kecil, itulah kenapa setiap makanan yang mengandung sayuran akan saya pisahkan terlebih dahulu sebelum dimakan" jawab Rose dengan jujur.
"Dia sama seperti Veroku yang juga tidak menyukai sayuran" ucap David didalam hatinya.
Segera David menggelengkan kepalanya ketika sadar apa yang barusan saja ia pikirkan, bagaimana mungkin ia menyamakan wanita pujaannya dengan perempuan yang sedang duduk didepannya ini.
"Tapi kenapa di setiap berdekatan dengan dirinya ada sesuatu yang aneh pada diriku, perasaan nyaman dan selalu ingin bersama yang hanya pernah aku rasakan dengan Veroku saja. Tidak mungkin..." David masih berbicara sendiri didalam hatinya.
David masih mencari sesuatu kejanggalan yang terjadi pada dirinya semenjak kemunculan Rose di hidupnya. Baru tadi siang mereka bertemu tapi perempuan itu telah dapat memenuhi pikirannya dengan segala macam hal.
Sementara masih dengan pikiran-pikiran yang memenuhi otaknya, David tidak merasa kalau pesanan dirinya yaitu coklat panas telah datang hingga saat Rose menegur dirinya barulah ia tersadar.
"Pak. Bapak.. Pesanan anda sudah datang" ucap Rose membuyarkan lamunan David.
David tersentak kaget.
"Ah iya. Maaf saya sempat melamun tadi" sahut David
"Tidak apa-apa Pak" sahut Rose seadanya dengan menyelipkan senyuman manisnya yang dapat menghipnotis semua orang tidak terkecuali laki-laki yang berada didepannya saat ini.
"Wanita ini tidak seperti yang dikabarkan oleh media, meskipun berwajah dingin namun sifatnya sangat baik terhadap orang lain meskipun orang itu baru dikenalnya" David berbicara dalam hatinya sambil menyeruput sedikit coklat panas pesanannya tadi.
David masih menatap kearah Rose yang sudah mulai memakan sup nya setelah drama memisahkan semua sayurannya terlebih dahulu. Hal yang sangat merepotkan pikir David namun tidak menurut wanita didepannya ini.
Tidak terasa lama sudah mereka berdua berada di cafe tersebut hingga semua pesanan telah habis dan masuk ke perut mereka.
"Maaf Pak, ini sudah terlalu malam, saya permisi pamit lebih dulu" ucap Rose sopan sebelum dirinya beranjak dari kursi tempatnya duduk tadi.
David melihat pada arloji mewah yang melekat ditangannya. "Bukannya baru jam 9 dan ini masih tidak terlalu malam" tanya David.
Rose menggelengkan kepalanya dan kembali tersenyum. "Tidak Pak, ini sudah terlalu malam untuk saya karena saya berjalan sendirian tidak ditemani siapapun termasuk Kakak saya, seandainya kami pergi berdua atau dengan pengawal maka saya boleh pulang larut malam" sahut Rose menjelaskan.
"Ternyata memang benar, dia adalah seorang perempuan baik-baik" ucap David didalam hatinya.
Bagaimana tidak perempuan baik-baik, bahkan dia seperti seorang anak remaja yang menurut akan perintah ibunya untuk tidak pulang terlalu malam. Sungguh sangat susah mencari perempuan seperti itu di jaman modern seperti sekarang.
__ADS_1
"Apa perlu saya antarkan??" tawar David memberi bantuan.
"Tidak perlu Pak, saya akan pulang sendiri saja kebetulan saya masih menikmati saat-saat menaiki angkutan umum" jawab Rose dengan senyuman cerianya ketika membayangkan dirinya kembali seperti dulu yang kemana-mana harus memakai angkutan umum dan berdesakan dengan para penumpang lainnya.
Rose pun memakai masker dan topinya kembali sebelum benar-benar pergi meninggalkan cafe beserta David.
"Permisi Pak, saya duluan" ucap Rose dengan sedikit membungkukkan badan memberi hormat kepada David yang baru hari ini menjadi atasan dirinya.
Belum juga David menyahut ucapan Rose tadi, namun perempuan itu sudah terlebih dahulu meninggalkan David sendiri.
David hanya bisa memandangi Rose yang sedang berjalan semakin menjauh dari dirinya, ada sedikit perasaan kehilangan ketika perempuan itu berkata akan pulang. Sebenarnya David sangat menyukai ketika mereka sedang bersama tadi.
* * *
Pagi yang begitu cerah mengawali aktivitas Rose di Agensi barunya. Rose menyapa hari dengan begitu senangnya, entahlah apa yang membuat dirinya begitu ingin cepat-cepat berangkat bekerja. Tapi yang jelas dia sekarang sangat siap dalam melakukan aktivitasnya meskipun dengan kepadatan jadwal yang begitu membuat dirinya kadang kali lelah.
Saat ini Rose bersama Jessica telah berada dimeja makan menikmati sarapan mereka, Jessica selalu mengajarkan jika bagaimanapun padatnya aktivitas jangan sampai lupa akan sarapan karena itu penting.
"Rose, jadwal pertama mu di Agensi baru kita adalah pemotretan dengan produk kacamata dan alat make up" ucap Jessica mengingatkan Rose akan aktivitasnya hari ini.
"Oke Kak, Rose siap" ucap Rose sembari memberi hormat dengan menegakkan tangannya disamping kepala lalu mereka berdua tertawa bersama.
Memang kadang kali sifat Rose akan berubah seperti anak-anak kalau dia bersama orang terdekatnya.
Sementara di tempat lain, pemilik Brawijaya Entertainment Group yaitu Steven David Brawijaya bersama Sekertaris Ren berjalan memasuki gedung megah nan besar itu.
Semua pandang mata melihat kearah mereka berdua, meskipun gedung ini tempat banyaknya para Artis berkumpul namun semua mata para pegawai maupun staf tidak ada yang akan melewatkan sedikitpun saat-saat dapat melihat kedua laki-laki tampan yang sedang berjalan itu.
Bahkan pesona seorang David dan Sekertaris Ren dapat mengalahkan semua Artis yang berada di dalam Agensinya itu.
Meskipun mereka berdua menggunakan pakaian formal tanpa sebuah dasi yang melengkapi atributnya namun pesona mereka memang tidak dapat tertandingi.
Rose dan Jessica menggunakan pakaian santai namun tetap terlihat formal dan sopan dan tidak terlupa juga pesona mereka tidak dapat tertutupi sedikitpun.
Rose dan Jessica memberi hormat kepada CEO mereka beserta Sekertaris Ren dengan membungkukkan badannya. David pun ingin membalas tersenyum kepada Rose namun perempuan itu dengan cepat memalingkan wajahnya setelah memberi hormat membuat David berpandangan aneh kepadanya.
"Apa dia tidak mengingatku, bukankah baru tadi malam kami bertemu. Apa memang dia tidak mengenal siapa diriku, mengapa hari ini dia menjadi sangat dingin dan terlihat seperti tidak mengenali diriku" David masih dengan pandangannya yang melirik kearah Rose.
Namun lift yang ditunggu David telah terbuka hingga mengharuskan dirinya masuk kedalam sana meninggalkan berjuta pertanyaan yang berkecamuk didalam pikirannya.
Dilain tempat sekarang Rose dan Jessica tengah bersiap untuk pemotretan perdana mereka di Agensi barunya. Setelah di berikan polesan make up yang menyesuaikan dirinya dengan produk yang akan ia iklankan.
Fotografer tidak perlu terlalu mengarahkan Rose untuk berpose bagaimana karena secara alami dirinya sangat bisa mendapatkan pose yang tepat.
Fotografer itu pun puas dengan hasil jepretan fotonya setelah proses pengambilan gambar tersebut selesai.
Iklan untuk Brand Kacamata..
Iklan untuk Brand Make Up..
Fotografer itupun mengucapkan terimakasih atas kerja keras Rose yang juga ikut andil dalam membuat hasil jepretannya menjadi sangat bagus.
Setelah selesai melakukan proses pemotretan, Rose pun mengganti bajunya dengan baju yang sebelumnya ia pakai.
__ADS_1
Namun ternyata setelah dirinya keluar dari berganti baju diruang ganti, ia disuguhkan pemandangan yang sangat menyejukkan mata.
Ternyata CEO Brawijaya Entertainment Group juga sedang melakukan pemotretan dengan pakaian yang sangat pas di tubuhnya, apalagi dengan wajah tampan mengalahkan para model yang ia miliki tentu saja membuatnya semakin laris digandrungi para wanita diluar sana.
Lamunan Rose dalam mengangumi ketampanan CEO nya itu langsung saja dibuyarkan oleh Jessica.
"Hayo apaan yang dilihat, jangan-jangan kamu naksir lagi sama Pak David" goda Jessica kepada Rose.
"Apaan sih Kak, suka banget ngeledekin adik sendiri" sungut Rose.
Rose pun dengan cepat pergi dari tempat itu sebelum dirinya semakin digoda oleh Kakaknya yang rese itu apalagi kalau sampai ia ketahuan sedang oleh David karena telah memandanginya barusan.
Ternyata hal itu sudah terlambat karena David pun sudah mengetahui kalau semenjak tadi Rose tengah memandangi dirinya, ada semacam senyuman yang nyaris tidak terlihat di wajah David ketika mendapati Rose sedang memandang dirinya barusan.
Dia pun juga telah melakukan hal yang sama karena sebelumnya juga dirinya tengah memandangi Rose yang sedang melakukan pemotretan. Berulang kali David meruntuki dirinya sendiri yang selalu terlena ketika memandang wajah dingin Rose.
Semakin hari semakin David dibuat terbuai akan kecantikan yang dimiliki Rose, namun dalam hal kecantikan bagi David adalah hal yang biasa namun ada hal lain yang membuat David selalu betah memandangi Rose. Dan hal itulah yang sedang David cari mulai sekarang, dirinya harus menyakini kalau hanya Vero perempuan yang ia suka, tidak ada yang lain.
* * *
Setelah selesai dari proses pemotretan, David kembali ke dalam ruangannya dan disana sudah ada Sekertaris Ren yang menunggu dirinya.
"Ada apa??" tanya David langsung sembari mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
"Saya hanya ingin menyampaikan ini Pak" Sekertaris Ren menyodorkan sebuah amplop yang dapat di tebak oleh David adalah surat balasan dari sang pujaan hatinya.
David pun mengambil surat tersebut. "Baiklah, kamu bisa kembali bekerja" ucap David memberikan perintah.
Dengan tidak sabar pun David membuka surat tersebut.
"Hai, bagaimana kabarmu saat ini?. Aku harap kamu dan keluarga selalu sehat. Maaf aku baru bisa membalas surat ini karena beberapa hari ini diriku disibukkan dengan jadwal pekerjaan yang sangat padat.
Kapan kamu akan menemukanku, aku sangat menunggu saat-saat itu, saat dimana kita akan bertemu dan bisa bersama.
Aku takut kalau kamu belum juga menemukanku, hatiku akan di rebut orang lain nantinya.
Aku takut hal itu akan terjadi.
Namun satu hal yang pasti dapat aku sampaikan yaitu sampai saat ini hatiku masih engkau miliki.
I Love You Steve.
Salam cinta.
Vero..
Begitulah isi surat dari wanita pujaannya yang langsung wajah David berubah, dirinya sangat takut pujaan hatinya itu akan menyukai laki-laki lain kalau dirinya terlambat menemukannya.
"Aku mohon bertahanlah sebentar lagi, aku pasti akan menemukanmu"
* * * * * * *
Semoga suka ya sama kelanjutan ceritanya dan jangan sampai bosan 😁😁
Jangan bilang sedikit karena ini udah 1900+ kata lebih, meskipun author up sehari cuman satu tetapi kalian masih akan puas membacanya 😁😁
Jangan lupa selalu Like, Komen, dan Vote untuk author kesayangan kalian ini 🤭😘😘
Selamat membaca Readers
Terimakasih 🙏🙏🙏
Jangan lupa untuk follow ig author ya 😁😁
__ADS_1
@muniy7