SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 35


__ADS_3

Kebenaran ??..


Apa yang sedang dimaksud oleh David saat ini, kebenaran apa? atau lebih tepatnya apa kebenaran itu ada sangkutannya dengan dirinya begitu pikir Rose.


Ah makan hari Pimpinan Agensi ini makin tidak waras, kalau ingin mengatakan kebenaran silahkan saja ke pihak yang bersangkutan seperti pihak kepolisian atau ke media massa lebih tepatnya karena mereka pasti lebih senang dengan sebuah berita tentang kebenaran apalagi berita itu langsung disampaikan oleh orang yang sangat berpengaruh di negara ini yaitu seorang keturunan tunggal keluarga Brawijaya.


Dan ini kenapa malah menyampaikan kebenarannya kepada dirinya bukan kepada yang lain, Rose sudah tidak sanggup memikirkannya.


"Kebenaran apa yang sedang Bapak maksud atau lebih tepatnya mengapa Bapak mengatakan kebenaran itu kepada saya, apa hubungannya dengan kebenaran itu dengan saya??.." Rose memberi pertanyaan itu secara beruntun kepada David.


David merasa gemas melihat wajah orang yang ia cintai saat ini yang sangat jelas sedang berada tepat didepannya. Bolehkah David memeluk wanita itu, ah astaga David sepertinya akan melupakan rencananya jika terlalu lama memandangi wajah Rose.


"Pak??" panggil Rose karena David sedari tadi tidak menjawab pertanyaannya dan bahkan Rose sampai melambaikan tangannya di depan wajah David yang terlibat sedang bengong dan melamun.


"Aku sudah menduganya kalau berhadapan dengan Nona Rose pasti Pak David akan seperti orang bodoh, lihat saja sekarang mode bodohnya mulai aktif tanpa tau tempat. Ah memalukan.."


Sekertaris Ren sampai geleng-geleng kepala menatap atasannya yang saat ini tengah mempermalukan dirinya sendiri, bagaimana atasannya itu sempat-sempatnya bengong ketika sedang berhadapan dengan wanita yang ia cintai. Mungkin memang benar kata orang, cinta bisa membuat orang menjadi bodoh dan tidak waras bahkan mereka bisa melakukan apa saja di luar kebiasaannya saat itu.



(Potret David)


"Pak David, apa Bapak baik-baik saja??" tanya Rose lagi.


"Ah maaf saya sepertinya sempat pusing sedikit lagi makanya jadi tidak fokus" sahut David dengan cepat memberi alasan karena sempat melamun ditengah-tengah pembicaraan.


Untung saja otak David itu pintar sehingga dapat memikirkan sebuah alasan dengan cepat dan tepat.


"Baiklah, kalau Bapak sedang tidak enak badan mending pembicaraan ini kita lanjutkan nanti saja, saya takut malah membuat anda menjadi semakin sakit" Rose merasa tidak enak berbicara dengan orang yang sedang sakit sekarang meskipun bukan dirinya yang mengajak bertemu.


"Tidak apa-apa, saya hanya pusing saja tidak sakit" sangkal David.


David tidak akan menghilangkan kesempatan didepan matanya untuk membuat pengakuan dengan Rose.


"Syukurlah kalau begitu. Jadi kalau saya boleh tau apa yang hendak Pak David bicarakan kepada saya, terutama soal kebenaran??" tanya Rose yang masih diliputi rasa penasaran.


David ingin berucap namun dirinya ingat satu hal, sekarang diruangan ini bukan hanya mereka berdua yang ada namun masih ada Sekertaris Ren dan Jessica yang akan menjadi kendala untuk David mengungkapkan kebenaran. Ya meskipun Sekertaris Ren tidak masuk hitungan, tetapi David merasa tidak tenang jika ada orang lain yang mendengar pengakuannya nanti selain Rose dan tentu saja dirinya.


David memberikan kode kepada Sekertaris Ren untuk membawa Jessica keluarga.


"Apa-apaan tatapan matanya itu. Oh aku tau, ternyata dia menyuruhku untuk tidak menggangu dirinya. Baiklah Pak, saya akan memberikan anda ruang bersama sang pujaan hati yang telah lama terpisah".


Sekertaris Ren yang mengerti akan maksud dari tatapan mata David barusan langsung saja mengambil inisiatif untuk membawa Jessica keluar dari ruangan David.


"Maaf Nona Jessica, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda, apakah saya bisa meminta waktu anda sebentar" ucap Sekertaris Ren dengan tatapan mengintimidasi kepada Jessica.


Jessica heran. "Mengapa tidak membahasnya disini saja Sekertaris Ren, bukankah Pak David juga ada yang ingin dibicarakan kepada Rose" sahut Jessica.


"Bukan seperti itu, tapi yang ingin kami bahas ini dua hal yang berbeda, agar lebih cepat selesai makanya kami membagi tugas dalam menyampaikannya".

__ADS_1


"Benarkah??".


"Iya, jadi apakah Nona Jessica dapat ikut sebentar keruangan saya karena berkas yang ingin saya bahas berada disana.."


"Em..." Jessica menoleh kearah Rose seperti meminta persetujuan apakah dia baik-baik saja nanti bila ditinggalkan oleh Jessica dan hanya berduaan dengan David.


Dan Rose menganggukkan kepalanya kearah sang Kakak ketika mengerti maksud Jessica melirik kearah dirinya.


"Baiklah, mari Sekertaris Ren.."


Jessica dan Sekertaris Ren pun pergi meninggalkan Rose dan David berdua diruangan David.


Sepeninggal Jessica dan Sekertaris Ren, David pun malah salah tingkah atau bisa di katakan gugup.


Sialan, mengapa dia bisa gugup seperti ini bukankah sebelumnya mereka sudah pernah berbicara bersama bahkan sering namun kenapa malah sekarang David menjadi gugup.


"Apakah karena aku sudah tau kalau dia adalah Vero makanya aku menjadi seperti ini. Seorang David bisa gugup di hadapan wanita, ini sungguh memalukan".


"Baik Pak David, mari kita kembali ke permasalahan kita tadi, jadi bagaimana??.." tanya Rose serius.


"Begini, sebelumnya saya ingin meminta maaf terlebih dahulu kepada anda karena saya sudah melakukan sesuatu yang salah tanpa meminta persetujuan anda terlebih dahulu" David berusaha memulai pembicaraan mereka dengan kata permintaan maaf terlebih dahulu.


"Maksudnya bagaimana? saya masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan anda barusan.."


"Kebenaran yang ingin saya katakan adalah saya telah mengaku kalau anda adalah kekasih saya di hadapan Ibu saya kemarin.."


"Apa..!!!!" Rose refleks berteriak.


Bagaimana bisa??


Eh tunggu dulu, bukan itu permasalahannya. Tapi kenapa harus dia yang disebutkan lelaki itu sebagai kekasihnya, bukankah masih banyak perempuan lain didunia ini.


Oke, dunia terlalu luas, biar kita persempit. Tapikan masih banyak perempuan lain di Agensi ini, tapi kenapa harus dirinya, bukankah mereka baru kenal itupun semata-mata hanya tentang pekerjaan tidak lebih.


"Maaf, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada anda, namun pada saat itu Ibu saya sudah terlanjur suka kepada anda jadi saya mau tidak mau saya mengakui kalau anda adalah kekasih saya" David saat ini masih berbicara formal kepada Rose karena tidak tepat rasanya jika dia berbicara memakai bahasa non formal, nanti Rose akan semakin berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya.


"Tapi Pak, kita kan bukan sepasang kekasih, kita hanya saling terkait dalam hubungan pekerjaan saja.."


Rose masih tidak habis pikir bagaimana bisa David berpikir sampai sejauh itu dengan mengatakan dirinya adalah kekasih terutama kepada Ibunya sendiri. Ini sih jadinya ribet kalau sampai menyangkut ke orang tua segala, pasti Ibu David akan percaya kalau memang Rose adalah kekasih anaknya.


"Iya saya tau itu, tapi pada saat saya ditanya seperti itu, Ibu saya sedang dirawat dirumah sakit dan saya tidak ingin membuat penyakit ibu saya tambah parah dengan mengatakan kalau kita tidak ada hubungan sama sekali. Terlebih Ibu saya sudah terlanjur menyukai anda ketika saya dulu sempat membawa anda kerumah saya.." David berusaha memberikan alasan yang dapat di terima akal sehat.


"Maafkan lah anakmu ini Ibu yang telah berkata tidak-tidak tentang penyakitmu, hanya ini cara satu-satunya agar ibu bisa cepat memiliki menantu dan aku pun bisa bersama orang yang aku cintai. Semoga Ibu selalu sehat.."


Rose teringat saat pertama kali dirinya bertamu kerumah David, dirinya sangat disambut baik oleh Ibunya David. Tidak Rose pungkiri jika dirinya pun sangat merasa nyaman saat itu di pelukan Ibunya David.


Ah tiba-tiba Rose merasa jadi berhutang budi karena pada saat itu Ibunya David sangat perhatian kepada dirinya terlebih ibunya David sangat mengingatkan dirinya akan arti pelukan hangat dari seorang Ibu yang tidak pernah Rose rasakan selama ini.


Rose tiba-tiba menjadi rindu sosok Ibu itu, ibu atasannya yang sangat baik, perhatian, penyayang dan tidak membedakan orang lain meskipun dia baru mengenal Rose pada saat itu.

__ADS_1


David dapat melihat kalau Rose saat ini seperti sedang memikirkan ucapannya barusan, sepertinya langkah David akan berjalan mulus untuk rencana pertamanya.


"Sepertinya kamu akan segera masuk ke pelukanku sayang. Ah salah, maksud ku kedalam perangkap ku.."


"Jadi bagaimana Nona Rose, saya hanya ingin meminta bantuan anda saja dalam hal ini..??" David kembali melancarkan serangan selanjutnya.


"Bantuan apa??".


Belum juga selesai keterkejutan Rose tentang permasalahan dirinya yang menjadi kekasih tiba-tiba dari seorang David, sekarang laki-laki itu malah hendak meminta bantuan kepada dirinya.


"Apakah Nona Rose akan membantu saya kali ini??"


"Saya harus tau dulu bantuan seperti apa yang anda maksud ini.."


Sepertinya tidak mulai untuk membuat Rose mengatakan sesuatu yang sangat ingin David dengar.


"Bantuan agar anda mau berpura-pura menjadi kekasih saya dihadapan Ibu saya atau lebih tepatnya di hadapan orang tua saya" ucap David meminta bantuan kepada Rose.


"Tapi bagaimana mungkin, kita kan tidak punya ikatan sama sekali"


"Maka dari itu saya hanya meminta untuk anda berpura-pura menjadi kekasih saya sampai penyakit Ibu saya sembuh, dan saya sendiri yang akan mengatakan kepada Ibu saya kalau kita berdua sudah putus ketika Ibu saya telah sembuh dari penyakitnya nanti.."


Rose nampak masih memikirkan harus menjawab apa akan permintaan bantuan David kepada dirinya, terlebih lagi ini menyangkut kesehatan Ibunya David yang saat ini tidak dalam kondisi baik.


"Bagaimana, apakah Nona Rose mau membantu saya??" tanya David kembali.


Rose masih terdiam dalam pikirannya.


"Saya mohon, ini menyangkut nyawa Ibu saya dan saya tidak ingin membuat Ibu saya semakin merasa bersedih pada saat beliau sedang sakit seperti ini" David memulai aktingnya dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin agar Rose percaya.


"Aku..."


"Iya, bagaimana?? Aku apa..??"


"Aku...."


*


*


*


*


*


Kira-kira Rose mau ngga ya menerima permintaan tolong dari David?? 🤔🤔🤔


Jangan lupa untuk selalu Like jika sudah selesai membaca dan tinggalkan selalu Komentar dan Vote untuk dukungan kepada author. Terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Semoga suka sama kelanjutan ceritanya. Dan jangan lupa untuk follow ig author juga ya @muniy7.


Ingat!!! novel ini hanya suatu karangan, jika novel ini terlalu halu dan tidak masuk akal maka tidak perlu kalian lanjutkan untuk membacanya dari pada nanti hanya akan meninggalkan komentar negatif yang akan membuat down bagi penulis terutama saya.


__ADS_2