SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 22


__ADS_3

Aurel begitu muak berada didalam acara tersebut apalagi host itu seakan memojokkan dirinya dengan berbagai macam pertanyaan yang sangat aneh menurut Aurel.


"Hei apakah kau tidak bisa memilih acara yang bagus untukku, bagaimana bisa acara murahan seperti itu kau suruh aku untuk menjadi bintang tamunya" Aurel langsung saja memarahi Dion ketika dirinya baru saja mendudukkan tubuhnya dibelakang panggung acara tersebut yang hanya ada mereka bedua disana.


"Saya memilih acara tersebut karena memang acara itu sedang sangat viral dan banyak masyarakat yang menonton dan suka terhadap acaranya" Dion memberikan penjelasan kepada Aurel yang sedang diliputi kemarahan itu.


"Ah sudahlah, pergi sana aku ingin sendiri" Aurel pun mengusir Dion selaku Managernya yang sudah sangat memberinya beban dalam pekerjaannya.


Aurel masih sangat marah dengan Dion yang begitu mudah mencarikan dia secara yang tidak bermutu seperti ini.


"Dasar Manager tidak berguna, apalagi host tadi melihatnya saja membuat ku ingin menjambak rambutnya. Dia berbicara kepada ku seperti seseorang yang sudah kenal lama saja, dasar wanita so akrab"


Sambil memainkan ponselnya untuk mengalihkan rasa marahnya, Aurel memainkan handphonenya sebenarnya untuk membuka media sosial berupa Instagram yang sekarang media sosial satu itu bisa dengan cepat membuat orang biasa menjadi terkenal.


"Sekarang banyak manusia yang tidak bermutu ingin ikut menjadi terkenal, dasar tidak sadar diri"


Aurel mengumpat setiap orang yang ia lihat di beranda Instagram miliknya. Bahkan anak-anak yang masih sekolah saja perilakunya mengalahkan orang yang sudah dewasa.


"Jika kalian ingin jadi Artis silahkan saja asal jangan masuk kedalam Agensi milik David, karena aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu diriku untuk memiliki seorang pewaris tunggal tahta Brawijaya Group yang sangat kaya itu"


Memainkan ponsel sambil berbicara sendiri seperti orang gila tidak Aurel pedulikan yang terpenting dirinya bisa melampiaskan kekesalan yang sedang terjadi di dalam dirinya.


Namun mata Aurel seketika terpaku dalam sebuah akun yang baru saja memuat acara yang dirinya bintangi, Aurel pun membuka akun tersebut dan melihat berbagai macam komentar yang diberikan kepada dirinya.


Seketika wajah Aurel langsung tersenyum senang karena para fansnya memuji dirinya sebagai Artis yang sederhana meskipun berasal dari keluarga kaya. Aurel sukses membuat masyarakat tertipu akan akting dirinya tadi.


Itulah tujuan Aurel selama ini, dia ingin masyarakat memandangnya sebagai seorang Artis rendah hati, baik dan segala nilai positif lainnya. Aurel ingin dirinya dipandang lebih baik dari pada Rose karena memang pada nyatanya dirinya tidak ingin tersaingi oleh siapapun.


"Ternyata keputusan Dion untuk membuat diriku menghadiri acara itu sangatlah bagus, tapi tadi aku malah memarahinya. Ah sudahlah, itu tidak penting sekarang"


Aurel mengabaikan perkataannya kepada Dion meski berat Dion dirinya saat ini menjadi Artis yang sedang dipuji masyarakat luas.


* * *


Sekarang Rose dan Jessica sudah berada di ruangan mereka untuk sekedar duduk dan bersiap akan jadwal mereka sebentar lagi, namun suara ketukan pintu dari luar menghentikan aktivitas kedua Kakak beradik yang sedang bersenda gurau itu.


Terlihat lah Alex yang membuka pintu tersebut.


"Permisi Nona Jessica dan Nona Rose, kalian mendapatkan panggilan dari Sekertaris Ren untuk menemui dirinya di ruangan CEO" Alex menyampaikan perintah dari Sekertaris Ren yang baru saja meneleponnya tadi.


"Baiklah, kami akan segera kesana" sahut Jessica yang dibalas Alex dengan menundukkan kepalanya dan menutup kembali pintu yang barusan ia buka tadi.


Sementara Jessica dan Rose saling pandang dengan saling bertanya lewat tatapan mata mereka yang terkunci namun keduanya hanya menjawab dengan menaikkan kedua bahu mereka berbarengan yang menandakan jika mereka berdua pun tidak tahu apa yang akan dibicarakan Pimpinan Agensi mereka saat ini.


Tanpa mau berpikir lagi Jessica dan Rose pun melangkahkan kaki mereka meninggalkan ruangan khusus yang diberikan kepada mereka untuk berjalan menuju ruangan CEO Agensi mereka.

__ADS_1


Melangkah dengan pasti ketiga orang tadi sudah berada dilantai gedung paling atas dimana ruangan Pimpinan Agensi berada yaitu Steven David Brawijaya.


Alex mengetuk pintu ruangan David dan setelah itu membukanya. Terlihat disana dua sosok laki-laki tampan yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu mungkin menyangkut pekerjaan mereka sekarang.




"Silahkan duduk" David mempersilahkan Jessica dan Rose untuk duduk di sofa yang memang diperuntukkan untuk tamu.


Jessica dan Rose pun mengangguk pelan dan duduk ditempat biasanya mereka duduk ketika berada di ruangan ini.


"Kami akan berbicara langsung kepada intinya saja. Apakah kalian berkenan jika ada penambahan jadwal secara mendadak yang akan dilaksanakan pada nanti malam" Sekertaris Ren mewakili David mengutarakan maksud mereka mendatangkan Rose dan Jessica kemari.


"Kalau boleh kami tau, pekerjaan seperti apa yang akan ditambahkan ke jadwal kami secara mendadak ini" tanya Rose kepada Sekertaris Ren dengan wajah dinginnya.


Oh ya ampun Rose bisa banget membuat lawan bicaranya membeku namun tidak berlaku untuk Sekertaris Ren karena dirinya juga seorang laki-laki yang dingin berbeda dengan David yang memang selalu saja kalah jika dihadapkan dengan wajah dingin Rose.


"Begini, pihak perusahaan yang bekerjasama dengan kami ingin meminta Rose menjadi bintang tamu di acara yang mereka miliki. Tapi kalian bisa menolak jika merasa keberatan akan tawaran yang mendadak ini nanti kami akan menyampaikan pada pihak penanggung jawab acara tersebut" David menjawab akan pertanyaan yang diberikan Rose kepada Sekertaris Ren tadi.


Rose dan Jessica nampak menimang dengan tawaran David tadi. Seperti yang mereka tau bahwa hari ini di jam tersebut mereka memang tidak memiliki jadwal apapun dan tidak akan mengalami bentrok sedikitpun dengan jadwal yang lain.


"Kalau kami boleh tau acara apa yang anda tawarkan ini??" tanya Jessica penasaran.


"Begini, apakah kalian menonton acara yang dibintangi Aurel tadi pagi??" David melempar balik pertanyaan kepada kedua wanita tersebut.


Keduanya mengangguk bersamaan.


"Lalu kenapa? Apa ada hubungannya dengan Aurel??"


Rose semakin penasaran ketika David menyebutkan nama Aurel barusan.


Apakah ia akan satu projek dengan Aurel, oh ya ampun tidak dapat Rose bayangkan jika dirinya satu projek dengan Aurel yang notabenenya sangat tidak menyukai dirinya. Melihat wajah Aurel terlalu lama membuat Rose hendak muntah apalagi setiap kemunafikan yang keluar dari mulut Aurel itu semakin membuat Rose jijik kepadanya.


"Tidak, ini tidak ada hubungannya dengan Aurel hanya saja acara yang akan kamu bintangi adalah acara yang sama dengan Aurel yang dimana kamu akan ditanya juga tentang kehidupan pribadi mu sebagai Artis" sahut David menjelaskan akan maksud dari acara yang akan mereka ambil nantinya.


"Oh begitu"


Jawaban yang singka terlontar dari mulut Rose.


Terlihat Rose maupun Jessica nampak menimang akan tawaran yang sedang diberikan kepada mereka hingga menghasilkan keheningan yang tercipta di ruangan nan elegan tersebut.


David yang melihat Rose seperti akan menolak acara tersebut langsung berkata sesuatu.


"Tapi jika kalian merasa keberatan akan acara yang membahas hal-hal pribadi seperti ini alangkah lebih baiknya di tolak saja karena saya juga tidak ingin hal pribadi tentang Artis kami menjadi konsumsi publik"

__ADS_1


David memang tidak melarang untuk para Artis yang berada dibawah Agensi miliknya untuk menampilkan kehidupan pribadinya meski di media sosial sekalipun. Namun jika hal itu malah mengganggu kehidupan pribadi Artisnya maka David tidak akan menyetujui hal yang akan dilakukan oleh mereka apalagi sampai postingan di media sosial milik Artisnya sampai merugikan Perusahaan.


"Em baiklah kami akan menerima tawaran acara tersebut" sahut Rose dengan senyum yang sulit diartikan oleh semua yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Rose, apa kau yakin??" tanya Jessica memastikan dengan jawaban adiknya barusan.


Rose menganggukkan kepalanya dengan yakin dan pasti.


"Iya, aku sangat yakin Kak" jawab Rose bahkan saat ini senyuman dari wajah dingin nan cantiknya menjadi tambah sulit untuk diartikan.


"Apakah kalian benar-benar mau menerima acara itu??" tanya David kembali untuk meyakinkan keduanya.


"Iya saya sangat yakin" Rose kembali memberikan senyuman mematikannya yang dapat membuat David akan sangat yakin akan jawaban Rose barusan.


Sedangkan Jessica, saat ini dirinya merasakan sesuatu yang tidak beres akan terjadi. Jessica hanya bisa menggelengkan kepalanya atas apa yang akan adiknya nanti perbuat di acara tersebut.


Karena Jessica yakin kalau senyuman manis Rose barusan mengandung arti yang dalam, apakah mungkin balas dendam akan penghinaan yang pernah di lakukan Aurel kemarin. Entahlah, sekarang hanya Rose yang tau akan jawabannya.


"Baiklah kalau kalian menerima acara tersebut, saya akan memberitahukan kepada pihak penanggung jawab acara itu untuk mengkonfirmasi kalau kalian menerima tawarannya" David pun memberitahukan apa yang mereka lakukan kemudian.


"Baiklah, dan jangan lupa bilang kepada pihak acara kalau malam ini aku akan membuat acara tersebut menjadi sangat meriah" sahut Rose kepada David dengan masih menampakkan senyumannya namun senyuman itu sekarang berubah menjadi mengerikan.


Dan hal itu membuat Jessica yakin jika adiknya itu sedang menyusun sebuah rencana yang berkaitan dengan acara yang akan mereka bintangi nanti malam.


"Mari Aurel, kita mainkan peran kita masing-masing sebagai publik figur"


Senyuman licik Rose terkembang sempurna diwajah cantiknya hingga membuat David yang menyaksikan itu bergidik ngeri akan apa yang barusan dirinya lihat.


"Bagaimana bisa perempuan itu menjadi sangat mengerikan sekarang"


* * * * * * *


Promosikan dong novel author kepada teman-teman kalian siapa tau mereka juga suka 🤭😁😁


Jangan lupa ya untuk selalu Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang untuk novel author ini 😘😘😘


Jangan bosan ya dan semoga selalu suka sama kelanjutan ceritanya.


Terimakasih 🙏🙏🙏


Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️


Dan jangan lupa juga untuk follow ig author ya 😁😁😁


@muniy7

__ADS_1


__ADS_2