SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 15


__ADS_3

Sudah 3 hari Rose dan Jessica tidak melakukan rutinitas kesibukkan mereka sebagai seorang Artis dan Manager. Hari ini pula bertepatan dengan akhir pekan yaitu hari minggu dimana setiap orang melepaskan penat setelah bekerja beberapa hari.


Begitupun dengan Jessica dan Rose meskipun mereka tidak bekerja beberapa hari belakangan namun tetap saja hari minggu ialah hari mereka untuk bersantai apalagi dengan kedatangan seorang teman baru yaitu Alex yang akan menemani hari mereka kedepannya.


Seperti pagi ini ketiganya Rose, Jessica dan Alex bersiap untuk pergi ke supermarket membeli bahan makanan dan beberapa keperluan rumah. Mereka bertiga sudah siap dengan baju santainya namun tetap aura kecantikan dan ketampanan mereka terpancar.



Lihatlah betapa tampannya Alex meskipun hanya menggunakan celana jeans dan baju lengan panjang, tidak dapat dipungkiri bahwa wanita mana saja akan terpincut oleh ketampanannya.


Begitu pula dengan Jessica dan Rose yang saat ini juga sudah siap dengan baju yang simpel namun tetap terlihat sopan dan menarik.




Merek bertiga sudah siap dan tinggal berangkat saja.


"Ayo kita berangkat" ucap Jessica kepada Rose dan Alex yang masih duduk di sofa ruang tamu.


"Oke ayo" Rose beranjak dari tempat duduknya begitupun dengan Alex.


Ketiganya pun berjalan menuju ke pintu rumah dengan Alex yang berjalan lebih dulu dari kedua perempuan itu.


Alex pun membuka pintu tersebut.


"Apa yang sedang Tuan Muda lakukan disini, anda juga Sekertaris Ren??" tanya Alex bingung.


Kedua perempuan di belakang Alex pun bingung mendengar Alex berbicara dengan seseorang yang mereka kenal namanya.


Jessica dan Rose pun ikut menampakkan wajah mereka di sela bagian tubuh Alex dan kening mereka berkerut ketika melihat sebuah penampakan sosok tampan yang sedang berdiri di depan pintu rumah mereka.


Iya, mereka adalah David dan Sekertaris Ren yang baru saja datang kerumah Rose dan Jessica. Padahal baru saja Sekertaris Ren mau memencet tombol bel rumah namun Alex sudah terlebih dahulu membuka pintu tersebut hingga mengurungkan niat awal Sekertaris Ren.


Flashback On.


Drett....


Suara dari handphone Sekertaris Ren berbunyi.


Laki-laki yang baru saja menyelesaikan olahraga paginya itu langsung mengambil handphone yang berbunyi tersebut.


Terlihat nama atasannya tertulis disana yang menandakan ada suatu keperluan mendesak apabila David menghubunginya.


"Ada apa pagi-pagi sudah menelepon, bukankah hari ini hari libur"


Tidak mau repot memikirkannya Sekertaris Ren pun langsung saja mengangkat telepon tersebut yang sedari tadi masih berbunyi.


"Kau sedang apa??" tanya David.


"Saya baru selesai olahraga pagi Pak, ada yang bisa saya bantu??"


"Cepat kamu mandi sekarang dan bersiap, saya tunggu dalam 30 menit kamu sudah harus ada disini" Perintah David


"Tapi Pak..."


Tutt.. Tut...


Telpon terputus begitu saja.


"Apa-apaan baru jam 6 pagi, memangnya mau kemana sih" gerutu Sekertaris Ren mendengarkan perintah dari David.

__ADS_1


Dengan hati yang bertanya-tanya namun tetap saja menurut akan perintah dari sang atasan, Sekertaris Ren pun bersiap-siap dengan cepat dari pada harus kena marah David.


Flashback off.


Setelah terjadi drama di pagi hari yang sudah dipastikan harus dimenangkan oleh David karena tidak mungkin Sekertaris Ren berani menentang perintah David meskipun hari ini adalah hari libur bagi dirinya dan mungkin hari satu-satunya untuk dirinya beristirahat setelah satu pekan beraktivitas dengan jadwal yang padat.


Disini lah mereka sekarang, berada didepan rumah seorang perempuan yang tentu saja masih belum memiliki pasangan. Seandainya orang lain melihat mereka pasti akan disangka David dan Sekertaris Ren sedang apel ke rumah sang kekasih hati.


Dapat di lihat dari pakaian mereka sekarang yang sangat rapi dan elegan sungguh dapat menambah ketampanan mereka berdua.




Lihatlah bahkan David dan Rose seperti sepasang kekasih yang sudah janjian dalam hal berbusana karena mereka sama-sama mengenakan atasan berwarna putih. Sungguh kebetulan yang tidak disengaja.


Seperti tertangkap basah, David maupun Sekertaris Ren terdiam untuk beberapa saat setelah mendengar pernyataan dari Alex tadi.


"Maaf Tuan Muda apa yang sedang anda lakukan di sini??" Alex kembali mengulang pertanyaannya karena sedari tadi tidak mendapat jawaban.


"Oh itu.. Kami berdua sedang melakukan kunjungan untuk melihat keadaan Artis yang berada di Agensi kami" jawab David dengan wajah datarnya.


"Kami berdua?? Aku bahkan baru tau kalau Pak David akan mengajak ku kesini. Kapan perusahaan ada membuat jadwal tentang melakukan kunjungan kepada para Artis, bahkan ketika Aurel masuk rumah sakit akibat cedera saat syuting saja Pak David tidak ada menjenguk sama sekali dan jangankan menjenguk, menanyakan kabar Aurel saja tidak ada sama sekali"


Sekertaris Ren sungguh tidak tau bagaimana cara jalan pikiran atasannya tersebut. Bisa-bisanya dia membuat sebuah alasan dengan mengatasnamakan Perusahaan atas kepedulian terhadap para Artisnya.


Sungguh alasan yang sangat, sangat membuat David dan Sekertaris Ren terlihat bodoh di mata ketiga orang yang sedang berada dihadapannya.


Alex yang sudah paham betul akan David dan Sekertaris Ren saja sampai terkejut mendengar alasan yang terlontar dari mulut David, sungguh sesuatu yang konyol.


Jessica dan Rose pun tidak mengerti akan ucapan David tadi.


"Begini, kedatangan saya dan Sekertaris Ren kesini hanya ingin memastikan kondisi kalian berdua karena ini merupakan salah satu kebijakan yang ada di Perusahaan" terang David kembali menjelaskan alasan kedatangan mereka berdua.


Jessica dan Rose menganggukkan kepala berbarengan.


"Seperti yang Bapak lihat kondisi kami berdua sekarang sudah lebih baik dari kemarin dan kami berdua sangat berterima kasih atas bantuan yang Bapak dan Perusahaan berikan" Jessica mengucapkan terimakasih kepada David dan Sekertaris Ren.


"Iya benar, kami berdua sangat-sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah menjaga kami disaat kami sangat membutuhkan bantuan" Rose pun ikut memberikan ucapan terima kasihnya.


"Tidak perlu sungkan, itu memang kewajiban kami sebagai pemilik Agensi" sahut David.


Hening sejenak.


"Yasudah karena seperti yang Bapak David dan Sekertaris Ren lihat kami sudah tidak apa-apa, lalu apa masih ada yang kalian ingin bicarakan??" tanya Rose.


Sungguh Rose membuat David dan Sekertaris Ren habis kata-kata untuk menjawabnya. Karena memang benar apa yang barusan Rose ucapkan untuk apa lagi mereka di rumah Rose dan Jessica jika mereka sudah melihat kedua perempuan itu baik-baik saja.


"Em.. Kalian mau kemana??" tanya David mengalihkan pembicaraan.


"Kamu mau belanja untuk kebutuhan sehari-hari dengan ditemani Alex" jawab Rose lagi.


David memberikan tatapan tajam kepada Alex membuat laki-laki itu menjadi kikuk dan bingung.


"Apa ada yang salah dengan ku, mengapa Tuan Muda menatapku seperti itu??"


Alex bertanya-tanya kepada dirinya sendiri akan maksud dari tatapan David.


"Kalau begitu biar saya dan Sekertaris Ren yang mengantar kalian berdua ke supermarket" usul David.


Ide yang bagus, akhirnya David menemukan suatu ide yang membuatnya bisa berlama-lama di tempat Rose dan Jessica.

__ADS_1


"Tidak perlu, ada Alex yang akan menemani kami, bukankah Alex adalah bodyguard untuk kami" lagi-lagi Rose membuat David kehabisan kata-kata.


David kembali memikirkan cara untuk membuat dirinya dan Sekertaris Ren dapat menemani Rose dan Jessica ke supermarket.


"Oh benarkah, tapi bukankah Alex ada sesuatu yang ingin ia kerjakan. Benarkan Alex??" tanya David dengan melemparkan tatapan membunuh kepada Alex.


Begitupun dengan Jessica dan Rose yang mengikuti arah pandangan David untuk menatap Alex seperti ikut meminta jawaban juga kepada Alex.


"Kenapa mereka semua memandang ke arah ku, terutama Tuan Muda tatapan matanya itu seperti ingin memakan ku hidup-hidup"


Alex seorang ketua Geng besar The King saja dibuat ketakutan oleh tatapan tajam David dan sifat dingin dari Sekertaris Ren.


"Ah iya benar, saya baru ingat jika ada sesuatu yang harus saya lakukan. Maafkan saya Nona Jessica dan Nona Rose karena saya tidak dapat menemani anda berdua untuk berbelanja. Saya pamit lebih dulu" Alex dengan cepat meninggalkan manusia berempat itu sebelum dirinya benar-benar akan kehilangan nyawanya di sana.


David tersenyum penuh kemenangan begitu juga dengan Sekertaris Ren yang juga ikut senang akan kepergian Alex. Berbanding terbalik dengan Jessica dan Rose yang bingung dengan agenda Alex yang tiba-tiba saja.


Padahal semenjak tadi pagi Alex terlihat tidak sedang sibuk dalam hal apapun tapi kenapa sekarang Alex malah ada suatu hal yang penting untuk di kerjakan.


"Lalu bagaimana, sekarang kalian berdua tidak ada pengawal dan saya sebagai pemilik Agensi tidak ingin menanggung resiko yang besar seandainya terjadi sesuatu kepada kalian berdua pada saat berbelanja nanti" David kembali melontarkan kata-kata mutiaranya atau lebih tepat sebuah perintah secara tidak langsung.


Perintah untuk menuruti akan kemauan dirinya dalam berbagai hal apapun itu.


"Yasudah kalau begitu kalian berdua saja yang menemani kami berbelanja" ucap Rose dan segera berlalu meninggalkan David, Sekertaris Ren dan Jessica.


"Ayo" ucap Rose lagi yang merasa tidak adanya pergerakan diantara mereka bertiga.


Rose pun berjalan kearah mobil miliknya namun hal itu langsung dihentikan David.


"Kita memakai mobil ku saja" perintah David.


Lihatlah, David secara tidak sengaja tidak memakai bahasa formal andalannya itu.


Sekertaris Ren pun berjalan kearah kemudi dan membuka pintu hingga sekarang dirinya sudah berada didalam mobil.


"Nona Jessica apakah saya bisa minta tolong untuk anda duduk di kursi depan, karena saya tidak suka duduk di situ" David kembali memberikan perintahnya secara langsung.


"Tidak suka?? bukankah tadi anda juga duduk di situ Pak David, bilang saja anda ingin duduk berdampingan dengan Nona Rose"


Sekertaris Ren lagi-lagi menggelengkan kepalanya atas kebodohan yang dilakukan oleh bosnya itu.


"Baiklah" ucap Jessica dan langsung duduk di kursi samping kemudi.


Begitupun dengan Rose dan David yang duduk berdampingan di kursi belakang.


Lihatlah wajah bodoh David itu, sekarang dirinya bahkan sesekali tersenyum, entah apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan sekarang namun dengan jelas wajahnya itu menampakkan suatu kebahagiaan.


Suasana didalam mobil hanya ditemani dengan sebuah lagu yang di putar oleh Sekertaris Ren, tidak ada satupun yang membuka pembicaraan di antara mereka berempat.


* * * * * * *


Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan jangan sampai bosan ya teman-teman 😁😁


Jangan lupa untuk selalu Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang untuk author sebagai dukungan ya 😘😘😘


Terima kasih untuk yang masih setia membaca novel author yang belum berpengalaman ini 🤭🤭🤣🤣🤣


Selamat membaca Readers ♥️😘♥️


Jangan lupa untuk follow ig author ya 😁😁


@muniy7

__ADS_1


__ADS_2