
David masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, sebuah foto yang berada paling depan dari beberapa lembar kertas dibelakangnya yang berisi informasi tentang sosok Vero. David menolehkan kepalanya kearah Sekertaris Ren dan kembali melihat lagi kearah foto yang baru saja ia keluarkan dari amplop yang baru saja Sekertaris Ren berikan kepadanya.
Berulang kali David melakukan hal yang sama yaitu menoleh kepada Sekertaris Ren baru kembali kearah foto yang ia pegang saat ini.
Sekertaris Ren yang mengerti maksud dari kebingungan yang sedang melanda atasannya itupun lalu berucap.
"Itu benar Pak, foto yang baru saja Bapak lihat ialah sosok siapa Vero sebenarnya yang tidak lain adalah Rose Artis yang berada di dalam naungan Agensi kita" ucap Sekertaris Ren menjelaskan.
David masih tidak memberi tanggapan atas apa yang baru saja ia lihat dan dengarkan langsung dari mulut Sekertaris Ren.
Benarkah itu, benarkah Vero adalah Rose. Astaga dunia sangat kecil sekali, seseorang yang sangat ingin sekali David temukan selama hidupnya ini ternyata telah berada didepan matanya tanpa David sadari.
Entahlah karena apa tapi David sekarang sedang merasakan suatu kelegaan dihatinya Ternyata perasaan yang selama ini ia rasakan kepada Rose adalah benar yang sekaligus mengatakan jika selama ini hatinya sudah lebih dahulu menemukan siapa sosok Vero namun David saja yang tidak menyadarinya.
(Potret Rose)
Bolehkah David bahagia sekarang, ah sungguh hatinya sangat lega ketika mengetahui jika ternyata dirinya tidak berkhianat karena secara tidak langsung dan tidak David pungkiri jika beberapa waktu kebelakang David memang merasakan kalau berada di dekat Rose ada suatu kenyamanan tersendiri.
David sangat takut jika perasaannya tiba-tiba berubah haluan kearah Rose dan melupakan Vero yang selama ini telah menemaninya. Tapi ternyata Allah SWT maha adil, David di berikan sebuah kesempatan kedua kalinya untuk bisa mendapatkan Vero seutuhnya.
Ah haruskah David memanggilnya Vero bukan Rose seperti kebanyakan orang lainnya.
Astaga sungguh hati David sedang berbunga-bunga sekarang, mungkin saja seandainya bisa bunga didalam hatinya ini bisa dipetik dan diberikan kepada Rose sebagai tanda bahwa ia sangat menyukai dan mencintai perempuan itu.
"Ren, aku sungguh tidak percaya dengan semua ini. Apakah memang benar Vero adalah Rose tapi bagaimana bisa??..". ucap David berbicara tanpa jeda.
"Bisa Pak, dan sekarang terbukti jika sosok Vero yang Bapak sukai semenjak dulu adalah Rose yang saat ini menjadi Artis di Agensi milik Bapak sendiri" Sekertaris Ren kembali menjelaskan posisi Rose yang sangat dekat di depan dirinya sekarang.
David masih berusaha menyangkalnya meskipun hatinya sangat senang saat ini.
"Vero itu perempuan yang sangat lemah lembut dan baik, tapi Rose dia adalah perempuan yang dingin dan mengerikan. Bagaimana bisa dua kepribadian itu bisa jadi satu atau jangan-jangan mereka memiliki kepribadian ganda.." David membayangkan sesuatu hal yang diluar batas wajar, apakah akibat mengetahui kebenarannya barusan.
Sekertaris Ren hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar penuturan David yang mengatakan jika Rose mempunyai kepribadian ganda. Astaga Sekertaris Ren tidak habis pikir bagaimana bisa atasannya yang begitu pintar ini menjadi sangat bodoh jika sedang membahas Rose.
Beberapa kali Sekertaris Ren melihat jika David akan kelihatan seperti orang bodoh jika berada di dekat Rose, apakah karena kalah dari sikap dingin yang dimiliki Rose atau karena David memang David menyukai Rose disaat dirinya masih belum mengetahui jika Vero adalah Rose.
Sepertinya kemungkinan yang kedua adalah yang tepat untuk David menurut Sekertaris Ren.
"Bapak jangan berpikiran yang tidak-tidak, mungkin Rose akan menampilkan sifat aslinya jika dengan orang yang ia rasa tepat. Kita juga tau jika Rose adalah terbilang seorang Artis tertutup dan tidak banyak informasi yang dimiliki wartawan tentang kehidupan pribadinya" jelas Sekertaris Ren.
David menimang apa yang baru saja Sekertaris Ren jelaskan, mungkin benar apa yang Sekertaris Ren ucapkan karena memang pada kenyataannya Rose adalah tipikal orang yang tertutup dari sibuknya dunia entertainment.
__ADS_1
"Kau benar Ren, sepertinya Rose hanya akan memperlihatkan sifat aslinya di depan orang yang ia anggap dekat saja" sahut David.
"Jadi bagaimana Pak, apa Bapak akan menemui Nona Rose sekarang atau menyuruh Nona Rose saja keruangan Bapak dan memberitahukan kepadanya jika Bapak adalah Steve yang selama ini ia tunggu" Sekertaris Ren memberi usulan kepada David bagaimana langkah selanjutnya untuk membuat hubungan mereka berdua menjadi semakin dekat.
David nampak berpikir bagaimana baiknya dirinya memberitahukan kepada Rose kalau ia adalah Steve, apakah David perlu memberikan suasana yang romantis baru menyatakan semua ini kepada Rose.
Atau David mempunyai rencana lain.
"Jangan Ren, aku mempunyai sebuah rencana lain. Biarlah Rose tidak mengetahui jika aku adalah Steve, karena aku ingin menguji bagaimana perasaannya pada Steve jika seorang David mendekatinya" David memberikan senyuman licik, sepertinya otak David sekarang sedang membayangkan sebuah rencana yang akan ia jalankan sebentar lagi.
"Maksud Bapak bagaimana??.." tanya Sekertaris Ren bingung.
"Aku akan mendekati Rose sebagai David dan melihat bagaimana dia akan bertahan. Ini sekaligus aku ingin melihat bagaimana besar cinta dirinya kepada sosok Steve disaat ada laki-laki lain yang mendekati dirinya" David menjelaskan rencana yang akan ia jalankan kepada Sekertaris Ren.
Sekertaris Ren hanya manggut-manggut mendengarkan karena ia tidak akan bisa juga mengubah keputusan yang sepertinya sudah David pikirkan sekarang.
"Baiklah Pak, saya harap rencana Bapak akan berjalan sesuai harapan Bapak dan saya akan selalu mendukung dan membantu Bapak untuk menjalankan rencana itu" sahut Sekertaris Ren.
David tersenyum kepada Sekertaris Ren karena sekretarisnya itu sangat paham akan dirinya, sangat mengerti bagaimana cara menempatkan diri di situasi seperti ini.
Ketika suasana hening melanda karena David seolah berada di dalam dunianya sendiri sedangkan Sekertaris Ren masih berdiri tepat didepan David. Suara ketukan dari luar pintu mengagetkan keduanya dan terlihatlah Alex sedang berjalan menuju kearah mereka berdua setelah menutup kembali pintu yang baru saja ia buka.
Alex menunduk hormat kepada David dan Sekertaris Ren setelah dirinya berada tidak jauh dengan mereka berdua.
"Ada yang ingin saya sampaikan kepada Tuan David dan Sekertaris Ren" ucap Alex tanpa berbasa-basi lagi.
Sekertaris Ren mengerutkan keningnya. "Apa yang ingin kau sampaikan??" tanya Sekertaris Ren kepada Alex yang tepat berada disamping dirinya yang juga secara langsung berada didepan meja kerja David.
"Ini.." Alex mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya dan memberikannya kepada Sekertaris Ren terlebih dahulu.
Sekertaris Ren masih bingung dan tanpa pikir panjang mengambil sebuah amplop yang diberikan oleh Alex.
"Apa ini??" tanya Sekertaris Ren.
"Silahkan dibuka dan kalian akan menemukan jawabannya" sahut Alex.
Sekretaris Ren melirik kearah David terlebih dahulu setelah mendapatkan sebuah anggukan lalu Sekertaris Ren membuka amplop tersebut.
Ternyata didalamnya terdapat sebuah kertas atau lebih tepatnya sebuah surat karena ketika Sekertaris Ren membuka lembaran kertas tersebut terdapat tulisan didalamnya.
Sekertaris Ren dengan teliti membaca kata demi kata yang terdapat didalam lembar surat tersebut hingga membuat ekspresi dirinya berubah menjadi menakutkan dan hal itu membuat David dan Alex merasakannya.
__ADS_1
"Ada apa Ren, kenapa dirimu menjadi seperti itu??" tanya David bingung.
Tanpa menjawab pertanyaan David, Sekertaris Ren langsung saja memberikan lembaran itu kepada David dan David langsung menerimanya karena ia juga penasaran kata apa yang membuat Sekertaris Ren berubah jadi mengerikan seperti itu ketika selesai membaca surat yang diberikan Alex barusan.
"Rose sayangku.. Siapa yang kau tunggu untuk menemukanmu, bukankah ada aku disini yang selalu menemanimu. Jangan coba-coba kau berani mendekati pria lain jika kau tidak ingin pria itu dan dirimu berada dalam bahaya karena telah berani mengkhianati diriku.
Salam cinta kekasihmu".
Wajah David memerah setelah selesai membaca surat yang tidak begitu panjang isinya tersebut.
Laki-laki kurang ajar, beraninya ia mengancam Rose dan mengaku-ngaku sebagai kekasih Rose yang David juga sangat tau jika Rose tidak memiliki kekasih sama sekali sedari dulu.
"Dimana kau menemukan surat ini Alex?? tanya David geram ia bahkan sudah menghentakkan tangannya diatas meja.
Alex terkejut dengan apa yang baru saja David lakukan barusan, sepertinya David sedang berada dalam situasi yang tidak menyenangkan sekarang.
"Saya menemukannya di dalam buket bunga yang ditujukan kepada Nona Rose dari seorang penggemar yang tidak diketahui namanya" sahut Alex menjelaskan situasi sebenarnya.
"Bagaimana kau bisa tidak tau siapa pengirimnya, apa yang kau kerjakan selama ini" David kembali geram dan menaikkan volume suaranya hingga berubah menjadi teriakan.
Tentu saja David marah besar sekarang karena orang yang sangat ia cintai sedang berada di dalam situasi yang membahayakan dirinya. David tidak takut jika laki-laki itu mencelakai dirinya tapi Rose, dia adalah perempuan yang pastinya tidak akan bisa melawan jika berada didalam situasi seperti itu.
David bahkan tidak berani membayangkan jika sampai hal seperti itu benar-benar terjadi kepada Rose, David akan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi orang yang sangat ia cintai.
Dan David berjanji akan menjaga Rose dengan sebaik-baiknya mulai sekarang dan kalau bisa David akan membuat Rose berada di sisinya selama 24 jam agar ia dapat melindungi Rose setiap waktu.
Hal itu hanya akan terealisasi jika David melancarkan rencananya langsung pada intinya.
*
*
*
*
*
Kira-kira apa ya rencana David untuk menolong Rose dari bahaya yang sedang membayanginya saat ini??
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan Like setelah selesai membaca, berikan dukungan kalian kepada author lewat Komentar dan Vote untuk novel ini.
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Semoga kalian selalu suka sama kelanjutan ceritanya 😘😘😘
Selalu tinggalkan komentar yang mengandung unsur positif dan jangan malah memberi kesan yang hanya akan membuat penulis menjadi tersinggung. Ini hanya novel yang penuh dengan karangan semata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.