SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 49


__ADS_3

David sangat menyukai suasana sekarang dengan Rose yang hanya bisa terdiam pasrah ketika jemari tangannya berada didalam genggaman tangan David yang lebih besar dari tangan Rose sendiri.


Meskipun awalnya memberontak karena tidak ingin tangannya disentuh namun apalah daya Rose karena David tidak memberikan sedikitpun celah untuk jemari lentik tersebut keluar dari kukungannya.


Sementara diseberang meja luas dan panjang tersebut Aurel semakin menatap tak suka kearah Rose yang berhasil duduk disamping David meskipun lebih tepatnya David lah yang memilih untuk duduk disamping Rose karena ingin menyelamatkan pujaan hatinya itu dari tangan-tangan nakal seperti Angga yang sangat tidak tau malu itu.


"Kurang ajar, dasar perempuan murahan..!!"


Aurel hanya bisa mengumpat Rose dari dalam hati tanpa bisa berbuat apa-apa sekarang ini karena imej dan popularitasnya sebagai Artis akan dipertaruhkan kalau sampai ia membuat kekacauan ditengah orang banyak seperti sekarang ini.


Sementara di lain tempat atau hanya berjarak beberapa langkah dari David yaitu Sekertaris Ren saat ini tengah bingung hendak duduk dimana, apalagi sekarang ketika melihat wajah Alex sungguh membuat Sekertaris Ren ingin menonjoknya sekarang juga.


Sekertaris Ren berjalan kearah Alex dengan tatapan tajamnya yang membuat Alex semakin puas karena telah berhasil mengerjai salah satu sahabatnya itu.


"Minggir!!" usir Sekertaris Ren kepada Alex yang saat ini tengah duduk disamping Jessica.


Alex menengadahkan kepalanya untuk menatap kearah Sekertaris Ren yang saat ini tengah berdiri tepat didepan dirinya.


"Kenapa??" tanya Alex basa-basi semakin membuat Sekertaris Ren jengkel.


"Aku tidak akan mengulangi kata-kata ku lagi, jadi sebelum kau berakhir dengan mengenaskan lebih baik kau pergi dari ruangan ini secepatnya".


Sekertaris Ren berkata dengan wajah datarnya namun moodnya sangat kesal sekarang apalagi melihat kekasihnya yang saat ini tengah duduk berdampingan dengan seorang laki-laki lain meskipun laki-laki itu adalah sahabatnya sendiri yaitu Alex.


"Cih, mereka berdua duduk berdampingan seperti mempelai pengantin saja.."


"Cepat" ulang Sekertaris Ren lagi yang dengan cepat Alex bangkit dari tempat duduknya dan segera berlalu meninggalkan Sekertaris Ren sebelum laki-laki itu memakan Alex hidup-hidup.


Sepeninggal Alex dengan cepat Sekertaris Ren menempati kursi kosong saat ini yang sebelumnya ditempati Alex.


Bukan apa Sekertaris Ren mengusir Alex karena dirinya sangat tidak senang melihat kekasihnya duduk bersebelahan dengan pria lain.


"Kenapa dari tadi kamu senyum-senyum terus, memangnya ada yang lucu" tanya Sekertaris Ren dengan wajah yang menatap Jessica begitu lekat.


Jessica mendorong wajah Sekertaris Ren kearah depan agar tidak membuat orang lain curiga karena kekasihnya itu sedang menatap dirinya di tempat yang ramai seperti ini.


Tidak mungkin pesona Sekertaris Ren tidak mengundang pandangan dari orang lain terlebih wanita, lihat saja ketika dirinya pertama masuk tadi ada beberapa wanita yang terang-terangan meneriakkan namanya.

__ADS_1


Diberi wajah super tampan dan imut serta jabatan tertinggi kedua di bawah David tentu saja membuat setiap wanita juga ikut mengidamkan sosok Sekertaris Ren sebagai pasangan mereka.


"Ngga usah lihat kesini juga, nanti malah ada yang curiga" sahut Jessica.


"Kenapa??" tanya Sekertaris Ren dengan arah pandangan kedepan menurut kepada omongan Jessica meskipun dirinya tidak tau alasan atas hal tersebut.


"Kamu mau orang-orang pada tau tentang hubungan kita dengan cara kamu menatap ku seperti tadi".


"Biar saja, aku malah senang kalau semua orang tau tentang hubungan kita" sahut Sekertaris Ren santai tanpa beban.


"Kenapa??".


"Karena dengan bangganya aku bisa memperkenalkan perempuan cantik disamping ku ini adalah kekasih ku dan aku tidak akan membiarkan siapapun mendekatimu lagi nantinya dan begitupun sebaliknya".


Jessica tertawa kecil.


Rupanya kekasihnya ini salah satu dari tipe pasangan yang posesif namun hal itu malah membuat Jessica senang karena itu artinya Sekertaris Ren sangat mencintai dan takut akan kehilangan dirinya.



(Potret Jessica)


"Jadi kamu ngga percaya sama pacar sendiri sampai berpikir kalau aku bakalan mengkhianati kamu, gitu maksudnya??" Jessica menggoda Sekertaris Ren dengan berpura-pura merajuk padahal ia hanya sedang mengerjai laki-laki itu saja.


Sekertaris Ren kelimpungan melihat kekasihnya saat ini sedang memasang wajah yang kurang enak dipandang akibat pernyataannya barusan.


"Apakah aku salah bicara tadi"


Sekertaris Ren menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung sendiri apa yang harus ia perbuat agar kekasihnya itu tidak sedih lagi.


Tapi bagaimana caranya??


Sekarang merek berada di tempat yang sedang banyak orang, seandainya mereka hanya berdua tentu saja Sekertaris Ren akan memeluk Jessica dan menciumnya agar kekasihnya itu tidak marah lagi kepada dirinya.


Jessica berpura-pura fokus menatap kearah depan tanpa mau melirik sedikitpun kearah Sekertaris Ren meskipun ekor matanya menangkap jika saat ini laki-laki itu terlihat sangat kebingungan didalam diam.


Hal yang tidak disangka Jessica terjadi, Sekertaris Ren mengambil salah satu tangan Jessica lebih tepatnya tangan kanannya yang saat ini tengah berada diatas pahanya.

__ADS_1


Merasa terkejut dengan tindakan tersebut dengan cepat Jessica mengawasi keadaan sekitar untuk melihat apakah ada seseorang yang tangah menatap kearah mereka dan melihat apa yang baru saja Sekertaris Ren lakukan.


Setelah beberapa saat Jessica dapat bernafas lega karena sepertinya tidak ada seorangpun yang melihat kejadian itu.


Refleks Jessica menoleh kearah Sekertaris Ren yang terlihat begitu serius menatap kearah depan, kemudian pandangan Jessica ia alihkan kearah bawah lebih tepatnya kondisi dimana saat ini tangannya dan Sekertaris Ren sedang saling bertautan bahkan laki-laki itu mengelus tangannya menggunakan ibu jarinya membuat Jessica bertambah malu.


"Jangan marah lagi, aku tidak suka melihatnya apalagi saat wajahmu ditekuk seperti itu membuat kecantikan mu berkurang" ucap Sekertaris Ren. "Kamu tau aku bukan laki-laki yang begitu peka terhadap sesuatu seperti tadi, jadi aku harap kedepannya aku ingin lebih baik kamu mengemukakan pendapat mu dari pada berdiam diri seperti tadi" lanjut Sekertaris Ren.


Jessica tersenyum kecil sembari pandangannya juga fokus kearah depan.


"Aku juga mau kamu selalu mempercayai ku karena dasar dari sebuah hubungan adalah rasa saling percaya" jelas Jessica yang membuat Sekertaris Ren refleks mengangguk.


Pegangan tangan diantara mereka berdua semakin erat saja karena kata-kata saling mengingatkan barusan.


Sama halnya dengan Sekertaris Ren dan Jessica, David dan Rose pun sedari tadi juga bergandengan tangan atau lebih tepatnya David yang membuat Rose mau tidak mau digenggam tangannya.


David kembali menangkap sebuah gerak gerik dimana Angga terlihat sedang melihat kearah Rose sekarang hingga membuat David risih.


Rose yang di tatap namun David yang malah risih, entahlah bagaimana cara berpikirnya laki-laki itu.


"Kenapa??" tanya David dengan menghunuskan tatapan tajam kearah Angga yang seketika membuat laki-laki itu terkejut.


"Ti..tidak" sahut Angga tergagap karena telah ketahuan sedang menatap kearah Rose tadi.


"Jangan coba-coba bertindak yang kurang ajar jika tidak ingin menyesal dikemudian hari" ucap David pelan namun penuh makna sebuah ancaman yang mematikan yang membuat Angga kembali terkejut.


Angga dengan susah payahnya meneguk air liurnya, ia tidak tau mengapa ucapan David barusan terdengar sangat mengerikan di telinganya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan terimakasih 🙏🙏🙏


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada author 😘😘😘


__ADS_2