
Dalam perjalanan Rose dan Jessica saling melemparkan candaan untuk menghilangkan rasa jenuh mereka.
Sesampainya mereka di gedung tinggi yang merupakan pusat acara nanti berlangsung, Rose beserta Jessica dan Alex melangkah meninggalkan mobil yang sudah berada rapi di parkiran.
Alex senantiasa mengawasi situasi sekitar sembari mengikuti langkah kedua perempuan didepannya saat ini.
Rose dan Jessica beserta Alex menaiki lift ke lantai dimana studio acara itu berada, setelah pintu lift terbuka ketiganya lalu berjalan ke tempat dimana ruangan khusus untuk para bintang tamu berada.
Sebelum acara di mulai Rose terlihat sedang membaca sebuah skrip yang telah diberikan pihak acara kepada dirinya, meskipun Rose tau tidak ada gunanya untuk membaca skrip itu karena nanti hanya akan ada pertanyaan yang diluar apa yang telah dibacanya saat ini.
Pihak produksi acara ini memang hebat dalam mengecoh para bintang tamunya.
"Semangat ya sayang" ucap Jessica dengan mengangkat kedua tangannya yang dikepalkan untuk bergaya memberi semangat kepada Rose.
"Tentu saja, Kakak hanya perlu duduk tenang dan manis disini, lihatlah adikmu ini nanti ketika memberi kejutan disana" sahut Rose dengan tertawa.
Jessica pun ikut tertawa akan candaan adiknya itu. "Baiklah, Kakak akan tunggu kejutannya" keduanya pun saling tertawa dan melempar berbagai macam candaan lainnya untuk mengisi waktu senggang sebelum di mulainya acara.
Beberapa puluh menit berlalu akhirnya acara gosip itupun di mulai dengan host seorang wanita cantik yang sudah terlebih dahulu memberikan kata pembukanya.
Setelah berbagai kata yang telah dirangkai oleh host tersebut selesai, akhirnya nama Rose dipanggil sebagai bintang tamu dalam acara tersebut malam ini.
Rose berjalan dengan begitu tenang dan wajah yang senantiasa dingin, namun aura itulah yang membuat Rose semakin percaya diri dan membuat orang lain segan kepada dirinya.
"Malam ini sangatlah spesial karena ada seorang Artis nomor satu tanah air kita yang akan menjadi bintang tamu, siapa lagi kalau bukan Rose Veronica" ucap host tersebut.
Rose pun hanya menanggapi obrolan tersebut dengan senyuman saja setelah dirinya sudah dipersilahkan untuk duduk di sofa yang memang telah disediakan untuk para bintang tamu.
"Para pemirsa sangat tau bukan jika mengundang Artis satu ini sangat susah sekali dan kami sangat-sangat berterima kasih kepada Mba Rose yang telah berkenan hadir di acara kami" host tersebut mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Rose yang telah mau hadir sebagai bintang tamu di acara mereka.
"Maaf kalau selama ini saya jarang hadir di acara seperti ini, karena seringnya berbenturan dengan jadwal saya yang lain maka terpaksa saya tidak bisa menerimanya. Sekali lagi saya memohon maaf kepada kalian"
Rose memulai aktingnya dengan sebuah salam pembuka yaitu permintaan maaf yang telah ia buat setulus-tulusnya agar dapat membuat siapa saja yang melihat langsung dan sedang menonton acara dirinya saat ini menjadi percaya.
Setelah beberapa pertanyaan formal pembuka yang ditanyakan oleh sang host kepada Rose yang juga dapat dijawab Rose dengan mudah. Dan seperti yang diamati oleh Rose jika sebentar lagi pertanyaan mengenai kehidupan pribadinya akan diangkat disini.
* * *
__ADS_1
Aurel yang saat ini tengah merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya yang berada didalam kamar, karena merasa bisa. lalu Aurel pun mengambil sebuah remote untuk menyalakan televisi miliknya yang memang berada khusus di dalam kamarnya.
Mengganti satu channel ke channel lainnya karena sedari tadi tidak menemukan acara yang diinginkannya hingga jari lentik itu menghentikan aksinya untuk memencet tombol remote lagi karena sebuah channel yang menayangkan sebuah acara berhasil menarik perhatian Aurel.
Iya, acara tersebut ialah acara dimana Aurel baru saja menjadi bintang tamunya pagi tadi dan sekarang dengan mudahnya acara tersebut mendatangkan Rose sebagai bintang tamunya bahkan di hari yang sama dengan Aurel yang hanya berbeda waktu saja. Sungguh ini adalah penghinaan untuk Aurel yang merasa sangat dipermainkan oleh pihak produser acara tersebut.
Belum juga kabar baik tentang Aurel semakin besar namun bisa-bisanya Rose kini ingin mengambil tempat itu supaya setelah acara ini selesai nanti akan banyak orang yang memuji Rose.
"Dasar perempuan licik, Artis tanpa asal usul yang tidak pernah mau kalah dengan diriku. Awas saja kamu jika berani menghina ku di acara itu, maka aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan dengan mu" ucap Aurel dengan wajah yang sedang menahan amarah.
Seandainya saja Aurel dapat menghentikan acara tersebut maka ia akan melakukannya dengan senang hati karena Aurel yakin jika Rose pasti akan mempermalukan dirinya di acara tersebut, mengingat bagaimana situasi tegang yang terjadi diantara mereka.
Apalagi menelisik kebelakang beberapa saat yang lalu di mana Aurel dan Rose sempat bersitegang dengan bertengkar di depan lift yang dimana Aurel menelan kekalahannya.
Lain di tempat Aurel, lain pula ditempat kediaman keluarga Brawijaya.
Sekarang ketiga orang tua dan anak tersebut sedang duduk bersama diruang keluarga sambil menonton televisi dan memakan berbagai macam cemilan sebagai hidangan penutup setelah mereka bertiga baru saja selesai makan malam.
(Potret David)
Sekali sentak, tangan David sudah terlebih dahulu ditepis oleh sang ibu sebelum David berhasil mengambil remote tersebut dengan niat ingin mengganti channel program yang saat ini sedang mereka tonton.
"Kamu jangan ganggu ibu deh, ibu lagi mau nonton ini. Jarang-jarang kan Artis ini mau tampil di acara beginian" ucap ibu David.
David menatap ibunya tidak percaya, bagaimana bisa ibu yang dia tau selama ini tidak menyukai profesi seorang Artis tiba-tiba ingin menonton sebuah acara gosip terlebih lagi bintang tamu yang sedang ibunya itu bicarakan adalah Rose.
"Ibu bukannya ngga suka sama Artis ya karena profesi mereka yang ibu bilang berlebihan dalam segala hal" David bertanya kepada sang ibu karena merasa heran saja.
Ibu David sepertinya tengah asik nonton hingga tidak menjawab pertanyaan dari sang anak yang sejak tadi berbicara.
"Ibu memang ngga suka sama yang namanya Artis tapi kali ini beda karena Artis itu ibu sudah mengenalnya" ibu menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi tipis dan lebar itu.
"Kok bisa??" satu pertanyaan keluar dari mulut ayah David yang sedari tadi hanya diam saja tanpa mau ikut campur dalam pembicaraan ibu dan anak itu.
Ibu pun mengalihkan pandangannya kearah sang suami. "Bisa dong yah, kan kemarin David sempat ajak dia kerumah kita, anaknya ramah, baik dan sopan. Ibu sangat suka sama dia apalagi kalau dia bisa jadi mantu dikeluarga kita" wajah sumringah dan bahagia terpatri jelas dihadapan ayah dan David.
__ADS_1
Melihat ibunya yang begitu bahagia, David sangat menyukainya.
"Ibu ngga usah aneh-aneh deh, dia itu kalau udah berumah tangga pasti bakalan ngga mau melepas sama karirnya apalagi karirnya itu sangat bagus-bagusnya dari dulu tanpa ada yang bisa menggeser posisinya di puncak" sahut David.
David memberi penjelasan kepada ibunya agar sang ibu tidak berharap akan sesuatu yang tidak mungkin, lagian juga David hanya menyukai satu perempuan dari dulu hingga sekarang yaitu Vero.
Tidak David tampik jika bersama Rose David pun merasa nyaman namun hal itu langsung saja ia hilangkan apabila dirinya mengingat perjuangan atas seorang wanita yang masih ia cari keberadaannya.
"Lah memangnya kenapa, apa salahnya kalau ibu berharap dia jadi mantu ibu, lagian juga kamu jomblo kan jadi ngga ada salahnya ibu berharap kaya gitu. Ingat David usia kamu udah ngga remaja lagi, sudah sepatutnya kamu itu menikah sekarang" pedoman seorang ibu yang tidak pernah lepas dari tujuan untuk menikahkan anaknya.
Inilah yang David tidak suka, menikah. David merasa dirinya belum terlalu tua untuk segera menikah, David ingin menghabiskan waktunya dengan kesendirian dulu lalu setelah itu menikah dan menghabiskan waktunya hanya untuk keluarga kecilnya nanti.
"Bu, David ini masih muda belum terlalu tua. Jadi ibu ngga usah nyuruh David buat cepat nikah segala, iya ngga yah??" David meminta bantuan kepada sang ayah yang sedari tadi hanya diam saja melihat anak semata wayangnya ini dipojokkan ibunya.
Ayah menganggukkan kepalanya yang lantas membuat David sangat senang karena akhirnya sang ayah membela dirinya.
"Iya David usia kamu memang ngga terlalu tua sekarang, tapi apa salahnya jika kamu segera menikah biar ayah sama ibu punya seorang cucu seperti teman-teman ayah dan ibu lainnya" ucap ayah.
Jleb.....
Ayah sangat bisa untuk menyenangkan David setelah itu menghempaskan dirinya begitu keras. Sungguh sebuah pujian sekaligus sindiran didalamnya.
"Nah itu ayah kamu ngerti maksud ibu, masa iya kamu ngga ngerti-ngerti sih dari tadi. Orang tua mana yang ngga mau punya cucu, apalagi usia ayah sama ibu ngga semuda sewaktu kamu kecil dulu David" kembali lagi ibu memberikan pedomannya kepada David alias paksaan untuk segera menikah.
"Iya, nanti David menikah" sahut David pasrah, lagu pula berdebat pun ia tidak akan menang.
"Nanti itu kapan David, kamu memberi jawaban jangan nanggung kaya gitu dong, harus jelas dan pasti. Kalau kamu lama ngga bawa calon mantu ibu kerumah ini, maka jangan salahkan ibu kalau menjodohkan kamu sama perempuan pilihan ibu" ancaman dari sang ibu akhirnya keluar dan membuat David tercengang.
Dijodohkan?
Ini kan bukan jaman dulu, jaman dimana semua orang harus nikah muda dan dijodohkan. Ini sudah jaman modern, astaga sifat jaman dulu ibu itu ngga hilang.
* * * * * * *
Nah loh David mau dijodohin sama ibunya, haha lagian David juga sih kelamaan jomblonya 🤣🤣🤣🤣
Jangan lupa untuk selalu Like setelah membaca, komen dan vote sebagai dukungan buat author ya 😘😘😘
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk follow ig author ya
@muniy7.