
Setelah membaca surat balasan dari wanita pujaannya tadi membuat mood David menjadi berantakan, semua pekerjaan yang sudah berada diatas meja kerjanya menjadi terabaikan tidak ia sentuh sama sekali bahkan untuk melihatnya saja David muak.
Sungguh perempuan itu sangat pandai dalam memporak-porandakan hatinya.
"Ren, keruangan ku sekarang" David memutus begitu saja sambungan telpon kantor tersebut yang terhubung kepada Sekertaris Ren tadi.
Tidak seberapa lama Sekertaris Ren pun datang keruangan David.
"Ada yang bisa saya bantu Pak" tanya Sekertaris Ren setelah memberikan hormat terlebih dahulu tadi.
Aku ingin pulang, aku sudah tidak mood untuk bekerja sekarang.
"Baik Pak"
Dengan sigap Sekertaris Ren bergegas mengikuti David yang sudah terlebih dahulu berjalan meninggalkannya.
David dan Sekertaris Ren pun memasuki lift khusus dan sampai dilantai dasar gedung megah itu. Di sana lagi-lagi mereka bertemu dengan Rose dan Jessica yang juga baru keluar dari lift khusus karyawan.
Rose dan Jessica pun memberikan hormat kepada CEO dan Sekertaris Ren namun David yang biasanya selalu menyapa balik para karyawan itu terlihat tidak menghiraukan keberadaan orang-orang disekitarnya bahkan Rose saja tidak ia lihat sedikitpun.
Sekarang yang ada di kepala dan pikiran David hanyalah bagaimana cara menemukan wanita pujaannya itu tanpa bantuan dari anak buahnya sedikitpun. Dia ingin membuktikan dengan perasaan cintanya ini dia akan dapat menemukan Vero.
"Ada apa dengannya, bahkan untuk melirik kearah ku saja tidak. Apa dia tidak ingat denganku" Rose merasa kalau David yang sekarang berbeda dengan David yang ia temui tadi malam.
David yang sekarang sangat kontrak dengan jabatannya penuh dengan wibawa, kharisma dan aura yang sangat dingin membuat siapa saja segan untuk menegurnya.
Ditempat lain, sekarang David bersama Sekertaris Ren sudah berada dijalan pulang menuju kediaman keluarga Brawijaya. Sepanjang jalan hanya ada keheningan diantara mereka. Hingga Sekertaris Ren memutuskan untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Maaf Pak, saya ingin memberitahukan jika supir sekaligus pengawal untuk Nona Rose dan Nona Jessica sudah bisa mulai bekerja besok" ucap Sekertaris Ren memberitahukan kepada sang atasan.
"Memangnya siapa yang akan menjadi supir sekaligus pengawal untuk mereka" tanya David namun tidak memutus pandangan dari arah luar jendela mobil.
"Namanya Alex Saputra Pak"
"Apa!!! Apa maksudmu Ren memperkerjakan seorang Ketua Geng The King untuk menjadi supir dan pengawal hanya untuk seorang Artis. Apa kamu sudah tidak memiliki stok orang" David sangat terkejut dengan ucapan yang dilontarkan Sekertaris Ren barusan.
Bagiamana bisa dirinya membuat seorang Ketua Geng terkenal The King menjadi supir dan pengawal yang bahkan hanya untuk seorang Artis saja.
"Saya tidak ada maksud apa-apa Pak, karena berhubung Alex sedang memiliki waktu senggang jadi saya menyuruhnya untuk bekerja lebih dekat dengan kita" Sekertaris Ren berusaha menjelaskan maksud dan tujuannya memperkerjakan Alex.
"Terserah lah" hanya itu jawaban yang terucap dari bibir David, karena sekarang moodnya sedang tidak baik jadinya dia tidak ingin memikirkan hal lain sekarang.
Sekertaris Ren menatap David lewat kaca mobil yang berada didepannya.
"Suatu hari nanti anda akan berterimakasih atas keputusan saya barusan Pak"
Keduanya pun kembali dengan keheningan yang mengambil alih suasana hingga mobil tersebut telah sampai ditempat tujuan yaitu kediaman keluarga Brawijaya.
Setelah mengantarkan David, Sekertaris Ren kembali melajukan mobilnya ke suatu tempat, didalam perjalanan ia terlihat menelpon seseorang.
"Kita bertemu ditempat biasa"
Hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Sekertaris Ren hingga dia memutuskan sambungan telpon tersebut.
Mobil yang membawa Sekertaris Ren pun tiba ditempat yang ia tuju, terlihat jika rumah besar nan kokoh lagi megah itu berada jauh dari pusat keramaian ibu kota. Buktinya memerlukan waktu yang lumayan lama untuk mencapainya.
Terlihat seseorang keluar dari rumah tersebut, sosok laki-laki yang usianya mungkin tidak beda jauh dari Sekertaris Ren.
Laki-laki tampan dengan badan tegap dan postur tubuh yang menunjang segalanya, tidak salah jika dia memegang kendala atas Geng besar yang bernama The King.
Dialah Alex Saputra sang Ketua Geng The King yang terkenal akan keganasannya tanpa memandang siapa musuh yang dihadapi meski perempuan sekalipun.
__ADS_1
"Anda sudah sampai tuan" sambut Alex kepada Sekertaris Ren.
Sekertaris Ren hanya menganggukkan kepalanya pelan serta menyodorkan sebuah lembar foto kepada Alex.
Alex menerima foto tersebut dan melihatnya dengan seksama.
"Kalau boleh saya tau, siapa perempuan ini tuan?" tanya Alex bingung.
"Dia adalah Rose Veronica Artis terkenal yang baru bergabung dengan Agensi kami dan tugasmu adalah mulai besok menjadi supir sekaligus pengawal untuknya" Sekertaris Ren menjelaskan siapa perempuan difoto itu yang tidak lain adalah Rose.
Alex pun bingung mengapa tiba-tiba dirinya disuruh untuk menjadi supir dan pengawal seorang Artis yang kerjaannya tidak menantang sama sekali. Alex berpikir pasti dia akan bosan nantinya dengan pekerjaan barunya ini.
"Tapi mengapa harus saya tuan??" tanya Alex lagi yang masih belum mengerti dengan semua yang serba tiba-tiba ini.
"Kamu tidak perlu banyak bertanya, yang harus kamu lakukan hanyalah menjalankan tugas ini dengan baik tanpa kesalahan sedikitpun. Satu hal yang harus kamu ingat, Kamu harus menjaga perempuan ini bahkan dengan nyawa mu sekalipun". tegas Sekertaris Ren kepada Alex.
"Mengapa saya harus mempertaruhkan nyawa saya hanya untuk seorang wanita seperti dia, tuan pasti tau jika nyama saya hanya untuk Keluarga Brawijaya" Alex tidak mau kalah, dia tidak mau menyerahkan dirinya untuk orang lain selain keluarga David.
"Karena perempuan itu yang nanti akan menjadi Nona Muda di Keluarga Brawijaya" ucap Sekertaris Ren sembari pergi meninggalkan Alex yang masih mematung ditempatnya dengan tatapan yang masih tidak mengerti akan ucapan Sekertaris Ren tadi.
* * *
Sementara dikediaman keluarga Pratama David masih dibuat bingung akan bagaimana cara dirinya menemukan wanita pujaannya itu, David begitu takut jika Vero akan memberikan hatinya kepada pria lain seperti kata disurat nya tadi.
David hanya bisa termenung tanpa sadar jika sekarang otaknya sedang tidak bisa untuk dipakai berpikir.
Sementara di lain tempat sekarang Sekertaris Ren telah sampai dirumahnya, tidak terasa setelah mengantarkan atasannya dan bertemu Alex telah memakan waktu yang lama hingga sekarang matahari sudah mulai terbenam di sebelah barat yang menandakan jika sebentar lagi hari akan berubah menjadi malam.
Sekertaris Ren menapaki jalan menuju pintu masuk rumah yang berukuran tidak terlalu kecil namun juga tidak terlalu besar karena dirinya disini hanya tinggal bersama sang ibunda setelah kepergian sang ayah di usianya yang saat itu baru beranjak remaja.
Ibunya harus banting tulang untuk menyekolahkan dirinya namun pada saat itu Sekertaris Ren pun tidak tinggal diam, ia juga melakukan pekerjaan sebisanya demi mendapatkan uang agar dapat membantu sedikit beban dari sang ibu.
Nampak lah seorang wanita yang sudah berumur namun garis wajah cantiknya masih nampak jelas terpancar disana hingga membuat siapa saja tidak menyangka jika dirinya sudah mempunyai anak yang sudah dewasa hanya tinggal menikah saja.
"Kamu sudah pulang. Ayo cepat mandi dulu setelah itu ibu akan menyiapkan makan malam untuk kita" ucap sang ibu yang bernama Adinda Kusuma.
Bukannya pergi, Sekertaris Ren malah memeluk sang ibu seperti seorang anak yang ingin bermanja-manja.
"Sudah ibu bilang, cepatlah kamu mencari istri biar ada teman buat manja-manjaan" goda Adinda kepada anak tunggalnya itu.
Sekertaris Ren menggelengkan kepalanya.
"Bersama ibu itu sudah lebih cukup untukku tidak perlu menambah siapapun lagi" jawab Sekertaris Ren yang masih memeluk ibunya itu dari belakang.
Adinda membalikkan tubuhnya dan menatap wajah anak tunggalnya itu, ia menelusuri wajah Sekertaris Ren yang masih kelihatan sangat imut padahal usianya sekarang sudah 27 tahun lebih namun wajahnya itu sama seperti saat dirinya remaja dulu.
"Kamu tidak selamanya bisa bersama ibu nak, suatu hari ibu akan pergi untuk kembali bersama ayahmu. Namun sebelum saat itu tiba, ibu harap kamu sudah memiliki pasangan hidup dan ibu dapat melihat kalian berdua hidup bahagia" permintaan yang sangat tulus dari hati seorang ibu kepada anak semata wayangnya.
"Aku tidak berjanji Bu, tapi aku usahakan untuk dapat membuka hati ini untuk perempuan lain selain ibuku yang cantik ini" goda Sekertaris Ren kepada ibunya sendiri.
"Suka ya menggoda ibu sendiri. Yasudah mandi sana, lalu segera turun karena sebentar lagi makan malam kita sudah siap"
Sekertaris Ren pun segera melaksanakan perintah ibunya namun sebelum itu ia mencium pipi sang ibu dan berlari dengan cepat sebelum dirinya kena marah atas kelakuannya yang suka bermanja-manja itu.
Adinda tersenyum bahagia menatap kelakuan sang anak jika berada dirumah berbeda seratus delapan puluh derajat jika sudah berada diluar rumah. Tidak ada lagi wajah imut yang ada hanya wajah mengerikan yang siap memangsa lawannya hidup-hidup.
Setelah selesai mandi Sekertaris Ren pun kembali ke ruang makan bersama sang ibu yang sudah menunggunya di meja makan. Mereka berdua melahap makanannya dengan suasana kekeluargaan sesekali mereka berdua juga saling melempar candaan. Tidak seperti ibu dan anak melainkan seperti layaknya seorang teman.
* * *
__ADS_1
Pagi harinya sebuah mobil Van berwarna hitam mengkilap dengan ukuran yang besar sudah terparkir rapi didepan rumah Rose dan Jessica membuat kedua perempuan cantik itu bingung dibuatnya, pasalnya siapa orang yang memarkirkan mobil tersebut tepat didepan rumah mereka.
Hingga pada saat mereka masih diliputi kebingungan, keluarlah seorang lelaki tampan dari dalam mobil tersebut dibalut dengan setelan jas mewah yang membuat tampilannya terkesan sangat menakjubkan, belum lagi tubuh atletisnya itu membuat perempuan mana saja akan dengan senang hati memeluknya.
Iya, laki-laki itu ialah Alex Saputra yang ditugaskan Sekertaris Ren mulai hari ini yang akan menjaga Rose dan Jessica.
Alex pun berjalan mendekati kedua perempuan yang masih menatapnya dengan tatapan bingung.
Alex menundukkan tubuhnya memberi hormat.
"Selamat pagi Nona Rose dan Nona Jessica. Perkenalkan saya Alex Saputra, kalian bisa memanggil saya Alex. Mulai hari ini saya yang akan bertugas menjadi supir sekaligus pengawal untuk kalian berdua.
Kalian tidak perlu sungkan kepada saya, perintahkan saja saya sesuai keperluan kalian dan saya akan melaksanakannya dengan senang hati. Terima kasih"
Perkenalan Alex ia tutup dengan kembali menundukkan tubuhnya memberikan hormat kepada Rose dan Jessica.
"Salam kenal juga. Berarti kamu orang yang dipekerjakan oleh Brawijaya Entertainment Group untuk kami" tanya Jessica meyakinkan lagi.
Alex mengangguk. "Iya Nona".
"Semoga kita dapat bekerjasama dengan baik" ucap Jessica sembari mengulurkan tangannya.
"Bukan begitu Kak, yang benar itu seperti ini. Semoga kita dapat berteman dengan baik" ucap Rose dengan senyuman manis yang ia berikan.
Alex terkejut. Kemana wajah perempuan dingin yang menatapnya tajam sejak tadi, sekarang tergantikan oleh seorang bidadari cantik dengan sebuah senyuman yang manis.
"Sepertinya aku tidak akan bosan bekerja bersama mereka" batin Alex.
Alex pun menyambut uluran tangan Rose maupun Jessica dengan memberikan senyuman yang juga ia punya.
Alex pun membawa Rose dan Jessica menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pihak Agensi. Tidak lupa juga Alex membukakan pintu terlebih dahulu untuk kedua perempuan cantik itu.
Hari ini Rose maupun Jessica berpenampilan terkesan sederhana saja namun tetap tidak mengurangi kecantikan mereka berdua.
Mereka berdua memang seperti anak kembar yang selalu berpakaian sama. Lihatlah sekarang pakaian mereka yang sama-sama menggunakan rok pendek dengan baju kaos putih didalamnya yang dimasukkan dalam rok dengan dilapisi blazer yang membuat gaya mereka semakin menarik.
Alex membawa mobil Van yang besar dan mewah itu ke gedung milihnya David, apalagi kalau bukan Brawijaya Entertainment Group.
Sesampainya disana Alex memarkirkan mobilnya dan beranjak masuk kedalam gedung itu dengan berjalan dibelakang Rose dan Jessica. Memang benar Alex seperti pengawal mereka sekarang, namun para staf dan pegawai yang baru pertama kali melihat Alex langsung jatuh cinta padanya.
Apalagi jika bukan karena ketampanan, postur yang bagus dan segala apa yang ada pada dirinya.
* * * * * * *
Semoga suka ya sama kelanjutan ceritanya Readers πππ
Dukung author terus jangan sampai lupa.
Selalu Like, Komen dan Vote sebagai bentuk dukungan buat author β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Meskipun author updatenya sehari cuman satu kali tetapi setiap update author selalu menulis hingga 1800+ lebih biar para Readers puas bacanya πππ
Terima kasih πππ
Selamat membacaβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Jangan lupa untuk follow ig author ya ππ
__ADS_1
@muniy7