
Keduanya saat ini masih saja dalam suasana perperangan namun tidak dengan David yang sepertinya sangat menikmati perang yang terjadi diantara dirinya dan Rose.
Hal ini David lakukan agar kecanggungan diantara mereka berdua bisa hilang dan mereka dapat menjalani hubungan palsu ini dengan benar.
David hanya ingin membuat Rose selalu merasakan suatu kenyamanan jika bersama dirinya, David berjanji akan selalu membuat Rose merasa bahagia jika bersamanya.
"Ngga usah ngalihin pembicaraan deh.." Rose masih memukul David namun tidak seberuntun tadi.
David memegang kedua tangan Rose untuk menghentikan pukulan yang sedari tadi ia terima. "Oke oke akan aku jawab.." sahut David namun kedua tangannya masih saja memegang kedua tangan Rose.
"Kalau mau jawab ya jawab aja, ngga usah pakai acara pegang-pegang kaya gini".
"Sorry ngga sengaja.." David membalas dengan senyuman sedangkan tampang Rose masih saja cemberut yang membuat David ingin lagi untuk menggoda wanita didepannya saat ini.
"Ini serius ya.." ucap Rose yang disambut David dengan senyum tertahan, ia tidak ingin menerima pukulan Rose lagi jika masih saya menertawakan perempuan cantik didepannya ini.
"Jadi kenapa kamu malah memilih aku sebagai pacar bohongan kamu, sedangkan kamu bisa dengan mudah mendapatkan pacar sungguhan dari pada harus capek dengan kepura-puraan seperti ini.."
Rose seakan meminta penjelasan kepada David, secara akal sehat atau logika tentu akan lebih mudah untuk David menemukan pacar sungguhan bahkan yang Rose tau bahkan saat ini ada satu perempuan yang akan dengan tangan terbuka lebar untuk menyambut David menjadi kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Aurel.
Beberapa kali Rose selalu dihina Aurel hanya karena cemburu buta yang sebenarnya tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan David.
Namun disini kenapa David malah memilih untuk merepotkan diri dengan melibatkan dirinya sebagai kekasih palsu, entahlah Rose juga saat ini sedang bingung dibuatnya.
"Saya tidak mempunyai kekasih sekarang tapi tidak tau nanti" sahut David dengan mengalihkan pandangannya dari Rose yang semula mereka saling pandang meskipun duduk bersebelahan.
Namun sekarang David lebih memilih mencondongkan badannya kedepan dan tidak menatap Rose lagi.
"Maksudnya seperti apa? kenapa harus nanti, kenapa ngga sekarang aja punya kekasihnya??.." tanya Rose lagi.
David tersenyum miring. "Mempunyai kekasih itu tidak mudah, harus ada rasa cinta terlebih dahulu baru aku akan menjadikannya kekasihku.." sahut David lagi.
Rose nampak berpikir.
"Terus kenapa kamu malah menjadikan aku kekasih kalau memang tidak mudah??".
"Kamu kan cuman kekasih bohongan".
"Oh iya ya" Rose cengengesan menyahuti David.
Entah kemana perginya wajah dingin itu, sekarang yang sedang bersama David adalah seorang Rose dengan begitu banyak kepolosan.
"Ya Allah, begitu indah ciptaan mu yang sedang berada didepan ku saat ini. Bolehkah aku membawanya pulang sekarang untuk dijadikan pendamping hidup ku.."
David menertawakan dirinya sendiri atas pemikirannya barusan, bagaimana bisa ia terpikirkan hal sejauh itu dan yang pastinya Rose tidak akan mau menerima dirinya begitu saja apalagi untuk dijadikan suami.
"Tapi kalau kamu mau jadi kekasih sungguhan untuk ku juga tidak masalah, aku tidak keberatan sama sekali" David kembali mengajak Rose bercanda.
"Engga ah, aku ngga mau sama kamu. Mending kamu cari perempuan lain aja.." tolak Rose.
"Selama ini juga aku sedang mencari perempuan itu, namun masih saja belum menemukannya.." ucap David yang langsung saja membuat Rose menoleh kearah David dengan cepat.
Perempuan??
Belum menemukannya??
Deg...
__ADS_1
Entah kenapa hati Rose tiba-tiba berdebar, ada sesuatu dari ucapan David barusan yang membuat dirinya terpaku. Mengapa Rose tiba-tiba merasakan jika dirinya saat ini tengah bersama Steve.
Kenyamanan ini, hanya bisa ia rasakan ketika menulis surat untuk Steve tapi kenapa ia kembali merasakan suatu kenyamanan namun dengan orang yang berbeda yaitu David.
"Tidak mungkin, mereka bukan orang yang sama. Mungkin saja yang dimaksud David tadi adalah orang lain karena tidak mungkin dia seperti Steve yang juga sedang mencari keberadaan diriku.."
Rose langsung saja menepis segala pikiran yang sedang bersarang di kepalanya barusan. Hal yang sangat tidak mungkin terjadi, meskipun di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin namun sepertinya ini pengecualian untuk mereka berdua.
"Wah sepertinya perempuan itu sangat beruntung bisa di cari oleh orang seperti mu.."
"Iya dan kamu adalah perempuan beruntung itu. Ah tidak lebih tepatnya akulah laki-laki yang sangat beruntung karena bisa dicintai oleh perempuan seperti mu.."
Boleh dikatakan jika Rose sebagai seorang perempuan juga akan iri dengan apa yang baru saja David katakan. Rose hanya bisa berdoa semoga Steve akan sama seperti David yang juga sedang berusaha mencari dirinya.
"Tidak, bukan dia yang beruntung tapi aku, karena dia adalah seorang perempuan yang istimewa di hatiku" sahut David menjelaskan apa adanya dari isi hatinya.
"Benarkah, semoga kalian secepatnya dipertemukan" ujar Rose mendoakan yang terbaik untuk laki-laki yang sekarang berada didekatnya ini.
"Kita sudah bertemu sayang, hanya tinggal beberapa langkah lagi untuk aku menyambut dirimu dengan begitu banyak cinta, tunggulah sebentar lagi.."
"Iya, aku juga berharap semoga sebentar lagi bisa dipertemukan dengannya dan dia mau menerima diri ku apa adanya".
"Iya, semoga saja".
*
*
*
Di ruangan lain yaitu ruangan khusus milik Sekertaris Ren yang tidak kalah luas dan mewah untuk orang kedua di Brawijaya Entertainment Group. Ruangan Sekertaris Ren juga sangat nyaman dan untuk pertama kalinya ruangan ini menyambut tamu karena yang hanya bisa masuk keruangan ini hanyalah David yaitu atasannya dan beberapa pegawai kebersihan yang bertugas untuk membersihkan ruangan miliknya.
Setiap melakukan penandatanganan kontrak ataupun penyelesaian masalah yang terjadi di Agensi ini mereka lakukan langsung diruangan milik David. Sekertaris Ren adalah seorang yang memiliki pribadi yang tertutup namun tidak untuk orang terdekatnya yang tanpa malu akan ia tampakkan segala macam perilaku dirinya yang sebenarnya.
Terutama sang Ibu yang sangat Sekertaris Ren sayangi, tanpa malu sering Sekertaris Ren bermanja-manja bersama Ibunya ketika berada dirumah.
Jessica mendudukkan tubuhnya ketika sudah berada didalam ruangan Sekertaris Ren.
"Silahkan duduk" Sekertaris Ren mempersilahkan kepada Jessica dan ia berlalu kearah kulkas minuman yang berada didalam ruangan itu juga.
Sekertaris Ren berjalan kearah Jessica dengan membawa dua kaleng minuman soda dan menyerahkan salah satunya kepada Jessica.
Jessica menerima minuman soda itu dan membukanya, meminum beberapa tegukan dan meletakkan kembali minuman tersebut ke atas meja yang berada tepat didepannya.
"Jadi maaf kalau saya boleh tau, sesuatu tentang apa yang ingin Sekertaris Ren bicarakan, apakah masalah pekerjaan atau kontrak kami dengan Agensi ini??" Jessica tanpa basa-basi langsung saja berbicara kepada Sekertaris Ren.
Karena dirinya pun bingung ketika di ajak kesini, Jessica merasa memang tidak ada hal yang sepertinya berkaitan dengan Sekertaris Ren saat ini.
Masalah pekerjaan?? tidak mungkin, karena selama ini dirinya dan Rose selalu menjalankan pekerjaan mereka dengan baik dan tanpa ada kesalahan sedikitpun apalagi terlibat skandal seperti kebanyakan Artis saat ini.
"Tidak keduanya" jawab Sekertaris Ren, ia pun kembali meminum soda yang masih berada didalam genggamannya.
(Potret Sekertaris Ren)
"Kalau tidak keduanya, lalu apa??" tanya Jessica lagi dan membuat dirinya semakin bingung.
__ADS_1
"Saya hanya ingin mengenal anda lebih dekat secara pribadi.." sahut Sekertaris Ren tanpa beban.
"Oh hanya ingin berkenalan.." ucap Jessica belum sadar.
"Hah kenalan??" teriak Jessica kencang.
Sepertinya Jessica sudah sadar sepenuhnya sekarang.
Apa tadi katanya?
Berkenalan?? secara pribadi??
Engga salah??
Hampir saja Jessica menyemprotkan minuman yang sedang berada didalam mulutnya saat itu, namun keberuntungan masih berpihak kepada Sekertaris Ren karena Jessica sudah terlebih dahulu meneguk minuman tersebut.
"Maaf Sekertaris Ren bukan maksud saya ingin berteriak, hanya saja saya barusan sangat kaget.." jawab Jessica apa adanya karena memang benar saat itu ia kaget hingga tidak sengaja mengeluarkan suara yang agak kencang.
"Kenapa kaget, apakah salah jika saya ingin berkenalan dengan anda secara pribadi bukan membahas tentang pekerjaan saja". Sekertaris Ren mengangkat salah satu alisnya dengan tatapan kearah Jessica.
"Ah tidak bukan begitu, tentu saja tidak salah. Hanya saja yang saya dengar jika anda adalah seorang yang tertutup dan tiba-tiba saja membawa saya untuk berkenalan. Bukankah itu sesuatu yang mengejutkan" ucap Jessica sesuai fakta yang ada.
"Tidak mengejutkan, karena sepertinya saya mulai tertarik kepada anda.." sahut Sekertaris Ren dengan kembali meneguk minumannya.
Eh apa tadi katanya?
Tertarik? kepada Jessica??
Ini ngga sedang mimpi kan Jessica nya, dunia ngga bakalan kiamat kan sekarang. Astaga, seorang Sekertaris Ren yang selama ini ia dengar tidak pernah dekat dengan perempuan manapun apalagi terlihat berkencan. Namun baru saja dia mengatakan tertarik kepada Jessica, bolehkah Jessica sekarang guling-guling senang karena hal itu.
Eh jangan, nanti malu-maluin malah, begitu pikir Jessica.
"Maaf saya ngga salah dengarkan tadi??" tanya Jessica untuk memperjelas pendengarannya.
"Tidak, saya memang mulai merasa tertarik kepada anda dan saya harap anda tidak keberatan untuk saya mengenal anda lebih dalam lagi"
"Iya saya tidak keberatan, sama sekali" Jessica memberikan senyum canggungnya atau lebih tepat senyum malu-malu.
Sekertaris Ren tersenyum melihat perempuan yang berada didepannya saat ini terlihat sangat malu, bahkan dia malah menundukkan pandangannya dan menghindari kontak mata dari dirinya.
Ah sepertinya langkah Sekertaris Ren untuk mendekati perempuan ini tidaklah salah, karena semenjak pertemuan mereka yang terlalu sering dan kedekatan Jessica dengan Ibunya membuat Sekertaris Ren memandang Jessica dengan tatapan lain. Tatapan yang selama ini tidak pernah ia perlihatkan kepada perempuan lain selain Ibunya.
*
*
*
*
*
Kira-kira kalian setuju ngga Jessica sama Sekertaris Ren??
Setelah selesai membaca jangan lupa untuk selalu Like, berikan komentar dan Vote sebagai bentuk dukungan untuk author dan novel ini. Jangan lupa juga promosikan novel ini sama teman-teman kalian ya 😁😁
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Semoga kalian selalu suka ya sama kelanjutan ceritanya 😘😘😘
Diharapkan untuk tidak meninggalkan komentar negatif yang hanya akan membuat penulis menjadi down.