SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 24


__ADS_3

Di dalam ruangan luas, mewah dan megah terlihat David sedang sangat serius mengerjakan sesuatu di meja kerjanya dengan ditemani oleh Sekertaris Ren yang hanya duduk di sofa tempat pertemuan mereka dengan Jessica dan Rose sebelumnya.



Sedari tadi Sekertaris Ren mengamati dengan serius apa yang sedang dikerjakan oleh atasannya itu hingga semenjak kepergian Jessica dan Rose yang dilakukan David hanya berdiam diri di meja kerjanya sembari memegang sebuah pulpen.


Beberapa kali Sekertaris Ren melihat pulpen tersebut hendak dipakai untuk menulis namun belum juga pulpen tersebut menyentuh kertasnya David kembali menarik pulpen tersebut menjauhi kertas itu.


"Sebenarnya apa yang sedang Pak David lakukan semenjak tadi"


Sekertaris Ren hanya bisa menebak saja apa yang sedang diperbuat oleh atasannya itu, namun terlihat jelas jika dari raut wajahnya sekarang atasannya itu sedang dilanda kebingungan.


Entah hanya perasaan Sekertaris Ren atau apa yang jelas sekarang Sekertaris Ren tidak tau jawabannya.


Keheningan sedari tadi masih melanda David dan Sekertaris Ren yang berada didalam ruangan yang sama, mereka berdua difokuskan oleh sesuatu yang berbeda.


Sekertaris Ren dengan berbagai macam pekerjaannya sedang David, entahlah hanya dia yang tau sedang apa dirinya saat ini.


Namun keheningan itu langsung saja sirna setelah terdengar suara pintu yang dibuka dengan agak keras yang membuat Sekertaris Ren dan David menolehkan kepalanya secara bersamaan kearah pintu tersebut.


Di sana terlihat Aurel beserta Managernya terlihat memasuki ruangan David dengan yang terlihat jika wajah Aurel saat ini diliputi kemarahan.


"Kau tunggu saja di luar" ucap Aurel mengusir Dion Managernya untuk tidak ikut masuk bersama dirinya.


Dion pun mengangguk dan memberi hormat kepada Aurel beserta David dan Sekertaris Ren sebelum dirinya meninggalkan ruangan tersebut.


Aurel menganggap jika ruangan David seperti miliknya sendiri yang dengan mudahnya masuk tanpa ijin terlebih dahulu.


Lalu Aurel mendudukkan tubuhnya di sofa yang bersebrangan dengan posisi Sekertaris Ren. Sedangkan Sekertaris Ren yang mengetahui sedari tadi jika yang masuk hanyalah Aurel dirinya pun tidak menghiraukan sama sekali.


"Apa yang kau lakukan disini??" tanya David namun matanya masih fokus kearah lembaran kertas diatas mejanya.


"Aku mau kau mengeluarkan Rose dari Agensi ini...!!!!" sahut Aurel dengan nada kesal dan ketus.


Sekertaris Ren yang semula tidak menghiraukan keberadaan Aurel langsung mengangkat wajahnya dari banyaknya dokumen didepan dirinya untuk melihat dan memperhatikan Aurel yang tiba-tiba menyuruh David untuk mengeluarkan Rose dari Agensi ini.


"Apa aku tidak salah dengar..." David berucap dengan wajah tanpa ekspresi yaitu hanya datar saja.


"Tentu saja kau tidak salah dengar, aku akan mengganti semua kerugian kontraknya jika kalian mengeluarkan Rose dari Agensi ini secepatnya" tandas Aurel lagi.


David tersenyum miring diiringi dengan tawa yang terkesan meremehkan.


"Uang untuk mengganti kerugian kontrak itu tidak seberapa dengan jumlah uang yang akan aku terima setiap harinya. Apa kau lupa jika Rose itu adalah Artis nomor satu di negeri ini" David memberi jawaban sekaligus mempermalukan Aurel.


Aurel tidak percaya David malah berbicara seperti itu kepadanya seakan merendahkan harga dirinya.


"Aku juga tidak kalah dalam menghasilkan pundi-pundi uang untuk Agensi mu" Aurel menyahut dengan tidak mau kalah atas pernyataan David barusan.


"Benarkah??..." David seperti menantang Aurel untuk membenarkan pernyataannya barusan.

__ADS_1


Kini tatapan David beralih kepada Sekertaris Ren yang sedari tadi hanya diam saja mendengar perdebatan diantara David dan Aurel.


"Ren, coba kau jelaskan kepadanya, bagian mana yang membuat dirinya bisa menyamakan penghasilannya dengan Rose"


David melempar pertanyaan itu kepada Sekertaris Ren.


Dengan wajah datar dan dinginnya, Sekertaris Ren seperti tengah membuka sesuatu di map yang berada di beberapa tumpukan dokumennya.


"Maaf Nona Aurel pendapatan anda selama beberapa bulan ini menurun disebabkan oleh sepinya tawaran baik itu dari pembintangan sebuah iklan, film dan sebagainya. Penghasilan yang anda dapatkan bisa kami simpulkan sangat jauh dengan yang Nona Rose dapatkan. Bahkan penghasilan anda selama tiga bulan kebelakang saja tidak dapat menyaingi penghasil Nona Rose selama sebulan." Sekertaris Ren menjelaskan tanpa melihat bagaimana ekspresi Aurel ketika mendengarnya.


Sedangkan David yang sedang duduk di tempatnya sangat senang melihat wajah Aurel yang sangat kesal itu.


Sekertaris Ren kembali melanjutkan perkataannya. "Itu hanya sedikit dari yang dapat saya sampaikan, jika anda berkenan maka saya dengan senang hati dapat menjelaskan panjang lebar saat ini juga mengenai perbedaan anda dan Nona Rose"


Sebelum menutup map tersebut Sekertaris Ren menyunggingkan senyum yang nampak tipis diujung bibirnya, hingga bagi siapapun yang tidak melihatnya dengan baik maka hanya akan ada wajah datar disana.


"Cukup!!!..." Aurel membentak Sekertaris Ren agar menghentikan ucapannya yang sedari tadi membandingkan dirinya dengan Rose dan sangat mempermalukan harga dirinya.


David tersenyum penuh kemenangan.


"Bagaimana??.. Apa kamu masih ingin berdebat dengan kami dalam hal ini??.." tanya David kembali.


Namun Aurel hanya terdiam seribu bahasa tanpa bisa menjawab pertanyaan dari David.


Itulah yang tidak Aurel sukai dari Rose yang mana Rose adalah Artis yang jauh di atas dirinya dalam hal apapun.


"Sudahlah lebih baik kita tidak usah membahas hal ini karena ada hal yang lebih penting yang akan aku bahas padamu" ucap David dengan beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa tempat Sekertaris Ren dan Aurel duduk sedari tadi.


"Buka dan bacalah setelah itu tentukan keputusanmu" David berbicara kepada Aurel dengan arah matanya menunjuk sebuah buku tebal yang tergeletak di atas meja setelah ia meletakkannya agak keras tadi.


Aurel pun mengambil sebuah buku tebal tersebut dengan sampulnya yang tidak kelihatan karena dalam posisi terbalik.


Dengan hati yang dongkol mau tidak mau Aurel mengambil buku tersebut.


Beberapa saat Aurel membaca buku tersebut. "Apa-apaan ini David bagaimana bisa aku hanya menjadi second lead di film ini, bukankah sudah ku bilang bahwa aku mau Agensi ini menjadikan aku sebagai pemeran utamanya" Aurel tidak terima ketika dirinya sudah membaca sebuah buku yang dilemparkan oleh David tadi dengan nada suara yang tinggi Aurel berbicara kepada David.


Sebuah buku yang lebih tepatnya adalah dialog para pemain untuk film itu yang juga disana menjelaskan apa saja peran mereka di dalam film yang akan sebentar lagi dimulai proses syutingnya.


David tersenyum sinis. "Aku tidak memintamu untuk bersuara lantang di sini, yang aku mau apa jawabanmu untuk tawaran film ini. Jika memang kamu tidak bersedia untuk memerankannya maka aku akan menyerahkannya kepada Artis lain" terang David tanpa berbasa-basi lagi.


Sungguh Aurel semenjak tadi hanya di permalukan oleh David tanpa bisa membela diri sedikitpun.


"Sialan.. Aku malah hanya menjadi pemeran pendukung saja dalam film ini, tapi jika aku tidak terlibat dalam pembuatan film tersebut maka namaku akan semakin tenggelam dan kalah dari Artis tanpa asal usul itu"


Aurel tampak menimang tawaran yang sedang berada didepan matanya itu, sebuah keputusan yang sangat sulit bagi dirinya.


"Siapa pemeran utama wanita dalam film ini??" bukannya menjawab, Aurel malah kembali mengajukan pertanyaan kepada David.


"Kau pasti akan menyukainya, yang terpenting adalah kau akan menerima tawaran ini apa tidak??" David kembali menegaskan pertanyaannya yang sedari tadi di acuhkan Aurel dan tidak ia jawab sama sekali.

__ADS_1


Aurel kembali menimang dan berpikir hingga setelah beberapa saat otaknya sepertinya telah menemukan sebuah jawaban yang dapat David dan Sekertaris Ren lihat dari raut wajahnya itu.


"Baiklah aku akan menerima tawaran film ini meski bukan menjadi pemeran utama" ucap Aurel dengan memberikan keputusannya.


David kembali menyeringai. "Baiklah jika itu keputusanmu maka aku akan segera menghubungi pihak Produsernya" sahut David dengan mulai beranjak berdiri dari sofa tersebut.


Sebelum melangkah meninggalkan David kembali berbicara. "Jangan lupa tiga hari lagi adalah pembacaan naskah pertama untuk film ini, jika kamu berubah pikiran di akhir dan tidak hadir maka para Artis ku yang lain dengan senang hati menggantikannya" David kembali membawa langkah kakinya meninggalkan sofa setelah selesai berbicara kepada Aurel.


Aurel hanya dapat mendengus kesal karena harapannya untuk menjadi pemeran utama di film tersebut pupus seketika.


"Hei kau belum menjawab pertanyaan ku tentang siapa pemeran wanita di film itu??" Aurel membalikkan tubuhnya ketika berbicara kepada David yang kini sudah duduk kembali di meja kerjanya.


"Benarkah kau masih ingin tau siapa pemeran wanitanya"


"Aku tidak sedang main-main" ketus Aurel.


"Rose Veronica yang akan menjadi pemeran utama film tersebut dan aku harap kalian berdua dapat bekerjasama dengan baik karena kalian membawa nama Agensi ini" tungkas David.


Lihatlah wajah keterkejutan Aurel itu sungguh David sangat menyukainya karena David memang tidak menyukai sifat Aurel yang terlihat akrab kepada dirinya, padahal yang berteman adalah ayah mereka bukan dirinya jadi David tidak mau membuang waktu untuk berteman juga dengan Aurel yang seperti biang masalah untuk dirinya dan Agensinya.


Brukk...


Aurel menghentakkan tangannya di meja yang berada tepat di depannya setelah mendengar penuturan dari David barusan. Lagi-lagi dirinya kalah dari Rose.


"Apa-apaan ini, kenapa malah Artis tanpa asal usul itu yang menjadi pemeran utamanya, aku tidak terima" teriak Aurel memenuhi isi ruangan besar David.


"Jaga bicaramu Aurel, aku tegaskan sekali lagi jika kau tidak terima dengan keputusan ini maka silahkan keluar dari Agensi ini. Apa kau tau, aku sudah sedari awal tidak sudi untuk bekerja sama dengan orang seperti dirimu itu" David dengan suara tegas dan penuh wibawanya membalas ucapan dari Aurel tadi.


"Dan satu lagi, aku tidak mau kau menghina Rose seperti itu karena bagaimanapun dia adalah Artis yang berada dibawah Agensi ku, kau tidak ada hak untuk menghinanya" tegas David dengan melanjutkan ucapannya.


"Anda sangat hebat Pak David dengan mengatasnamakan sebuah Agensi hanya untuk membela nona Rose, padahal anda sendiri yang tidak suka Nona Rose di hina oleh orang lain"


Sekertaris Ren yang sedari tadi diam hanya bisa menahan tawanya karena dalam situasi seperti ini David dapat berpikir dengan cepat cara untuk membela Rose tanpa ketahuan ada sesuatu di dalamnya.


Ya meski dengan mengatasnamakan Agensi miliknya.


"Aku tidak terima David, aku akan mengadukan hal ini kepada ayahku" Aurel lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan kerja David dengan perasaan campur aduk. Rasanya saat ini juga Aurel ingin menghajar Rose karena berani-beraninya Rose mengambil sesuatu yang ia inginkan.


* * * * * * *


Promosikan dong novel author kepada teman-teman kalian siapa tau mereka juga suka 🤭😁😁


Jangan lupa ya untuk selalu Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang untuk novel author ini 😘😘😘


Jangan bosan ya dan semoga selalu suka sama kelanjutan ceritanya.


Terimakasih 🙏🙏🙏


Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️

__ADS_1


Dan jangan lupa juga untuk follow ig author ya 😁😁😁


@muniy7


__ADS_2