SAHABAT PENA

SAHABAT PENA
SP 11


__ADS_3

Seusai perdebatan dengan Jessica tadi yang masih memaksa untuk dirinya membintangi iklan sebuah coklat yang tentu saja membuat Rose kesal. Jangankan untuk membintangi iklannya, untuk memikirkannya saja Rose tidak akan mau. Ketidaksukaannya terhadap coklat sudah diatas batas maksimal yang membuat dirinya sangat tidak menyukai produk makanan tersebut.


Kadang melihat orang lain memakan coklat dengan lahap saja membuat dirinya hendak muntah. Rose tidak menyalahkan kalau orang banyak menyukai makanan itu karena memang hampir semua perempuan menyukainya.


Terkadang juga Rose bingung dengan dirinya sendiri yang memiliki kebiasaan yang sangat berbeda dengan perempuan biasanya.


Dia tidak menyukai coklat, bunga dan sangat takut akan boneka. Tiga hal yang sangat disukai perempuan mana saja namun bertolak belakang dengan dirinya yang sangat tidak menyukai ketiga benda tersebut.


Sudahlah, Rose tidak akan ambil pusing dengan semua itu karena memang itulah dirinya. Dan keputusan Rose sudah bulat, dia tidak akan mau membintangi iklan produk itu meskipun bayarannya sangat tinggi namun untuk membohongi para penggemar sangatlah tidak rose sukai.


Rose langsung saja meninggalkan ruangannya setelah memberikan jawabannya kepada Jessica.


Hari ini Rose melakukan pemotretan untuk produk lipstik yang tentunya saja ia juga memakai barang dengan merk itu, makanya Rose mau menjadi model untuk iklan tersebut.




Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit akhirnya proses pengambilan gambar telah selesai.


Tidak susah untuk fotografer mendapatkan angle yang tepat karena memang Rose selalu saja menawan jika diambil fotonya dari sisi manapun.


Wajahnya yang dingin selalu saja tampak menarik, apalagi dengan tema foto yang elegan akan tampak kemewahan yang Rose pancarkan dalam setiap foto yang dihasilkan.


Rose, Jessica dan Alex kembali keruangan mereka setelah melakukan pekerjaan dengan baik. Setelah memasuki ruangan tersebut Rose melihat ada sebuah kotak yang terbungkus rapi beserta pita diatasnya yang membuat benda itu menjadi tambah cantik.


"Apa ini??" tanya Rose kepada Jessica yang berada didekatnya.


"Entahlah, mungkin pemberian fans" jawab Jessica singkat.


Rose pun duduk dan membuka kado yang masih terbungkus rapi itu, Rose selalu suka dengan yang namanya hadiah dan kejutan. Makanya hal itu yang membuatnya mencintai pekerjaannya karena Rose akan selalu mendapatkan hadiah dari para penggemarnya yang di mana ia selalu suka ketika membukanya.


"Aaaaaaaaa....." teriak Rose dengan kencang bahkan dirinya sampai berdiri dari kursi tempatnya duduk.


Jessica yang kaget pun langsung saja menghampiri rose yang sekarang sudah terduduk lemas dilantai, begitupun Alex yang mendengar teriakan Rose langsung saja memasuki ruangan itu.


"Rose ada apa, kenapa kamu berteriak??" tanya Jessica yang juga ikut berjongkok menyamai posisi tubuh Rose.


"Itu.. itu mengerikan" Rose berbicara tergagap karena ketakutan yang sedang melandanya bahkan tubuhnya saja sampai gemetar dibuatnya, tangan Rose menunjukkan kearah sebuah kotak yang tadi ia tanyakan kepada Jessica.


Alex pun langsung saja mengambil kotak tersebut dan ia pun juga terkejut dibuat. Bagaimana bisa seekor tikus mati dengan penuh darah berada didalam kotak tersebut bahkan foto Rose pun juga ada didalamnya yang sudah pasti berlumuran darah juga.


Jessica yang melihat Alex terdiam dengan kotak itu ditangannya menjadi penasaran, kira-kira apa yang membuat adiknya Rose sampai berteriak kencang dan ketakutan seperti itu.


Berjalan mendekat kearah Alex dan ikut melihat apa yang ada disana.


Jessica langsung saja menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suaranya tidak terdengar oleh Rose yang masih ketakutan saat ini. Jessica tidak percaya dengan apa yang ia lihat, meskipun Rose mempunyai haters atau orang-orang yang tidak menyukainya namun mereka tidak sampai melakukan hal yang mengerikan seperti ini dengan mengirimkan Rose seekor tikus mati yang penuh dengan darah.


Alex yang masih memiliki akalnya langsung saja menghubungi Sekertaris Ren menggunakan handphonenya yang ia tarus disaku celananya.


Alex berusaha menenangkan kedua perempuan yang ia jaga selama beberapa hari terakhir ini, Alex membawa Jessica dan Rose untuk duduk di sofa yang tersedia di dalam ruangan itu tidak lupa juga ia memberikan air minum kepada keduanya agar lebih tenang.

__ADS_1


Tidak seberapa lama datanglah Sekertaris Ren bersama David dengan wajah yang khawatir. Entah ada hal aneh atau apa yang membuat Alex bingung dengan tatapan kedua pria yang baru saja memasuki ruangan tersebut.


Keduanya datang dengan nafas yang terengah-engah seperti habis berlari kencang, belum lagi tatapan mata keduanya yang sedang menatap kedua wanita yang saat ini masih ketakutan sangat berbeda sekali dengan biasanya.


Sungguh aneh dan menjadi hal yang langka untuk ukuran kedua manusia yang sangat dingin itu.


"Ada apa ini sebenarnya??" tanya David.


David melihat jika Rose sepertinya habis menangis, meskipun sekarang sudah tidak ada lagi suara tangisan namun mata sembab dan memerah itu sudah menjadi buktinya, belum lagi jejak air mata yang mengerikan di pipi mulus Rose itu.


Rose tidak dapat berkata-kata lagi, tangannya masih gemetar seperti masih terbayang-bayang akan isi didalam kotak tersebut. Sedangkan Jessica masih bisa menahan dirinya dan bersikap sebagai Kakak dimana ia selalu memberi ketenangan kepada Rose adiknya. Jessica memeluk Rose sembari mengusap lembut punggungnya, tidak lupa juga ia berkata sesuatu agar Rose dapat melupakan kejadian itu.


Merasa tidak mendapatkan jawaban, David dan Sekertaris Ren pun beralih menatap kearah Alex yang memberi mereka informasi tadi.


"Jelaskan kepada ku apa yang terjadi sebenarnya" ucap David dengan wajah mengerikannya.


Entahlah datang dari mana wajah itu, padahal biasanya dia akan menyuruh Sekertaris Ren untuk menyelesaikan masalah kecil seperti ini namun sekarang David malah turun tangan langsung.


Alex pun menjelaskan kronologisnya kepada David dan Sekertaris Ren mulai dari mereka kembali selesai pemotretan hingga Rose yang mendapatkan hadiah dari penggemarnya berupa sebuah kotak cantik yang sudah berada di ruangan mereka entah sejak kapan.


David dan Sekertaris Ren menjadi mengerti situasinya sekarang. Tinggal mereka mencari pelakunya saja karena tidak mungkin para penggemar yang mengirimkannya, mungkin saja itu adalah kerjaan orang iseng yang tidak suka dengan keberhasilan Rose dalam karirnya saat ini.


David pun menyuruh Rose dan Jessica untuk pergi keruangan nya terlebih dahulu agar aman, mereka tidak tahu apa ada lagi hal seperti ini yang berada di ruangan milik Artisnya. Alex pun mengantarkan Rose dan Jessica ke ruangan David setelah merasa aman Alex kembali ketempat David dan Sekertaris Ren berada saat ini.


Ketiga pria tampan saat ini sedang mengamati dengan seksama kotak yang berisi tikus mati tadi. Sekertaris Ren mengeluarkan isi kotak tersebut dengan membalikkannya ke atas meja.


Tanpa diduga ternyata ada sebuah amplop didalamnya, kemungkinan amplop tersebut berada dibawah foto Rose hanya saja Rose tidak menyadarinya dan langsung histeris tadi.


Sekertaris Ren pun mengambil amplop tersebut yang terkena sedikit noda darah, ketika membukanya ternyata yang mereka temukan adalah sebuah kertas.


Nampaknya seperti sebuah surat.


Sekertaris Ren pun membuka surat tersebut dengan David dan Alex yang semakin mendekati Sekertaris Ren.


"Rose sayang.. Aku tau sekarang kamu akan membintangi sebuah film bersama seorang laki-laki yang sangat tidak cocok denganmu.


Aku ingatkan, jangan sampai kau dekat dengan laki-laki itu apalagi sampai berhubungan karena hanya aku yang boleh memiliki mu. Hanya aku yaitu pasangan sejatimu.


Kalau sampai kau berani menduakan ku, kau akan menanggung akibatnya. Ini hanyalah sebuah salam perkenalan saja"


Begitulah isi pesan dari surat yang mereka temukan.


Hanya satu yang terlintas di pikiran mereka saat ini ketika selesai membaca surat itu.


"Psikopat" ucap mereka bertiga serempak.


"Aku ingin rahasia kan hal ini dari siapapun, hanya kita yang boleh mengetahuinya terlebih perihal surat ini jangan sampai Rose dan Jessica mengetahuinya. Aku hanya ingin mereka tau jika kejadian ini hanya kerjaan orang iseng saja. Kalian mengerti??" perintah David.


Sekertaris Ren dan Alex pun mengangguk tanda menyetujui perintah sang atasan.


"Seperti yang kalian baca jika ini hanyalah sebuah acara pembuka yang dimana akan ada lagi kejutan-kejutan yang akan di berikan oleh psikopat itu" Terang David. "Aku harap kamu dapat menjaga mereka berdua, jangan sampai kecolongan lagi seperti saat ini" perintah David kepada Alex.

__ADS_1


"Baik tuan" sahut Alex.


"Dan kau Ren, tolong selidiki ini dan cari siapa dalang dibalik semua kejadian ini" perintah David.


"Baik tuan" sahut Sekertaris Ren.


* * *


Setelah selesai dengan perbincangan mengenai psikopat tadi. David, Sekertaris Ren dan Alex memutuskan untuk kembali keruangan David untuk menemui Rose dan Jessica. Berharap kedua perempuan itu sudah tenang sekarang dan semoga saja mereka terutama Rose tidak akan mengalami trauma setelah kejadian ini.


Ketiga laki-laki itupun memasuki ruangan dan menatap kepada kedua perempuan yang masih saling memeluk. David beranjak duduk didepan Rose dan Jessica sedangkan Sekertaris Ren dan Alex hanya berdiri saja.


"Kalian sudah aman sekarang, saya minta maaf atas keteledoran pihak keamanan sehingga hal ini bisa terjadi didalam Perusahaan saya. Sekali lagi saya mohon maaf" David meminta maaf kepada Rose dan Jessica.


Disini hanya Jessica saja yang dapat berbicara sedangkan Rose masih terbungkam hingga sekarang.


David menatap nanar kearah Rose, dimana perempuan yang selama ini angkuh dan dingin itu. Sekarang yang terlihat hanyalah seorang perempuan lemah yang membutuhkan sebuah sandaran.


Entah mengapa hati David sakit melihat keadaan Rose yang lemah seperti ini.


Terdengar suara panggilan dari handphone Jessica yang saat ini berada didalam kantong celananya, ia pun mengangkat telpon tersebut dan terlihat sedang berbicara dengan seseorang diseberang sana.


"Rose, Kakak tinggal sebentar ya, ada yang perlu Kakak urus. Tenang saja sekarang kamu sudah aman disini" Jessica dengan berat hati meninggalkan sang adik, namun ia hanya pergi sebentar karena ada yang perlu ia urus sebagai Manager Rose.


Rose tanpa berkata apapun hanya menganggukkan kepalanya saja, namun pegangan kedua tangan Rose yang berada di baju Jessica sangatlah erat seperti tidak ingin ditinggal.


Namun dengan pandangan penuh keyakinan Jessica berikan pada Rose hingga membuat perempuan itu menurut.


Jessica pun beranjak dari tempat duduknya untuk berjalan meninggalkan ruangan David.


David memandang Sekertaris Ren dengan penuh maksud yang dimengerti oleh Sekertaris Ren.


Sekertaris Ren pun ikut meninggalkan ruangan David dan berjalan dibelakang Jessica. Alex yang memang berjaga didepan pintu pun menoleh kearah siapa yang akan keluar dari ruangan dan ternyata Jessica yang diikuti Sekertaris Ren dibelakangnya.


Pandangan Jessica nampak sangat kosong, Sekertaris Ren dapat melihat semua itu. Dia pun menyuruh Alex untuk meninggalkan dirinya dan Jessica.


Alex pun dengan segera meninggalkan kedua insan itu.


Tidak seberapa lama sepeninggal Alex, sesuatu terjadi.


Brakk...


* * * * * * *


Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan jangan bosan ya teman-teman 😁😁😁


Jangan lupa untuk selalu mendukung author lewat Like, Komen, Vote dan beri 5 bintang ya 😘😘😘


Terimakasih 🙏🙏🙏


Selamat membaca Readers ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2