SALOKA RESIDENT

SALOKA RESIDENT
CHAPTER 026


__ADS_3

“Kau tak boleh membicarakan Jane seperti itu. Itu sangat tidak sopan,” ucap Jack dengan sedikit emosi di wajahnya,


Sebenarnya, Jack adalah orang yang sangat sensitif dan mudah tersinggung, tapi dia berusaha sekuat mungkin untuk menahan emosinya itu.


“Hhhh. Aku hanya berniat bercanda, Jack. Kenapa kau sangat serius sekali?” ucap Mike yang juga kesal karena merasa Jack sangat sensitif.


“Kim, apa menurutmu aku berlebihan?” tanya Jack pada Kim yang sedang membuat kopi di pojok ruangan.


“Ya?” Kim hanya menggelengkan kepalanya karena tak mengetahui apa yang dimaksud Mike.


“Nick, bagaimana menurutmu? Apa dia terlalu sensitif?” Mike bertanya pada Nick yang sedang mengurus berkas-berkas di dekat ruangannya.


“Oh.. Ya, benar. Sepertinya kau terlalu sensitif, Anak Muda. CEO hanya ingin bercanda denganmu,” ucap Nick membela Mike.


Jack hanya berdiri di depan Mike dan menatapnya dengan sinis. Dia tak bisa melakukan apapun lagi, karena tak ada yang membelanya satupun.


“Benar, kan?” tegas Mike. “Lihatlah! Hanya kau yang bersikap aneh Jack,” ucap Mike yang kesal dengan Jack.


“Ya, benar. Aku sudah pernah berkata bahwa dia sangat aneh,” sahut Winson yang saat itu berjalan keluar ruangan.


Mike berdiri dan keluar dari ruangannya, mengajak para karyawan untuk makan siang.


“Baiklah. Sudah waktunya untuk makan siang,” Mike pun keluar dari ruang kantornya dan meninggalkan Jack yang masih berdiri dan terdiam,


“Orang gila! Sial!” gumam Jack kesal.


***


Di sebuah restaurant asia. Mike bersama semua karyawannya sedang menikmati makan siang.


Beberapa masakan dan minuman asia pun telah dihidangkan di atas meja. Mike duduk bersebelahan dengan Winson, sedangkan yang lainnya duduk di depan, dengan Kim duduk diantara Jack dan Nick.

__ADS_1


Di restoran itu terdapat televisi yang saat itu menayangkan sebuah berita tentang tindak kriminal. Sebuah mayat yang ditemukan di sekitar hutan.


Tanpa mereka sadari, itu adalah perbuatan Si Kembar dan Si Mesum yang membuang mayat atas perintah Rocky.


“Astaga. Ternyata ada orang yang lebih buruk daripada seekor anjing. Bahkan anjing pun tak mungkin melakukan hal itu,” ucap Mike yang mendengarkan berita di TV itu.


Mike mengambil beberapa makanan dan terus melihat berita yang ada di TV. Begitupun karyawan lain yang juga melihat berita itu.


“Apa kalian tahu, berita kemarin lusa?” tanya Mike pada karyawannya. “Tentang kasus teror asam klorida,” lanjut Mike.


“Ya, aku tahu itu,” sahut Nick. “Kudengar pelakunya sudah tertangkap saat ini,” sahut Mike.


“Astaga. Apa yang kalian bicarakan? Kalian tak boleh membicarakan hal aneh saat makan,” ucap Kim sedikit kesal.


“Bukan begitu, Kim. Dengarkan aku dulu. Pelakunya adalah pemilik usaha kecil dan biasanya memberi banyak donasi.”


Mike mengambil pisau dan garpu dan mulai bercerita dengan mengangkat garpunya.


“Dia memiliki reputasi yang sangat bagus di lingkungannya. Dia bahkan terlihat akur saat bersama istri dan anaknya, membuat semua tetangganya iri saat melihat,” Mike bercerita dengan serius.


“Itulah maksudku, Kim. Mereka biasanya terlihat normal, tapi mereka adalah seorang penjahat kriminal,” Mike menatap Kim menunjukkan maksudnya.


“Saat aku masih berada di kampung, dan aku sedang menikmati bir, aku melihat 2 orang remaja yang sedang baku hantam.”


“Salah satu remaja itu hampir mati saat menerima pukulan dari yang lainnnya.”


“Benarkah?” tanya Kim yang menyimak cerita Mike. “Ya, tentu,” jawab Mike.


“Orang itu memukulnya dengan membabi buta. Saat itu aku bersama Jack, lalu dia menghentikan perkelahian dua orang remaja itu.”


Mike menunjuk Jack yang hanya berdiam diri di kursi pojok.

__ADS_1


“Wah! Kau sangat keren, Jack,” ucap Kim pada Jack yang duduk disampingnya.


“Cobalah ini, Jack.” Mike mengambil beberapa potong daging sapi segar. “Ini adalah daging sapi berkualitas tinggi. Kau pasti belum pernah mencoba ini di kosmu.”


“Aku yakin kau membutuhkan banyak nutrisi dan gizi yang cukup. Kau harus mencobanya.”


Saat Mike mengangkat daging sapi segar berwarna merah kecoklatan dan mendekatkannya pada Jack. Berharap agar Jack segera menerima daging itu.


Akan tetapi, bukannya Jack menerima daging sapi itu, Jack kembali teringat pada Rocky dan daging yang pernah diberikan olehnya saat itu.


Seketika Jack merasa sangat mual dan hampir muntah. Jack menutup mulut, beranjak dari kursinya, lalu bergegas pergi ke toilet.


Semua orang pun terkejut melihat Jack yang tiba-tiba merasa mual.


“Astaga. Kenapa dia?” ucap Mike yang kebingungan. “Sepertinya Jack sedang mengalami gangguan pencernaan,” sahut Kim.


“Dia tidak mual karena melihat wajahku, bukan?” tanya Mike melucu.


“Hahahaha. Tidak mungkin. Kenapa kau berpikir seperti itu, Pak,” ucap Nick. “Mungkin saja. Dia mungkin saja merasa mual saat melihatmu, Pak,” Kim menyeletuk.


“Wah! Lihatlah anak ini! Kau sangat keterlaluan Kim. Apa kau lupa, aku ini adalah bosmu,” ucap Mike tak terima perkataan Kim yang selalu menyeletuk.


Mereka pun mulai makan selagi menunggu Jack kembali dari toilet.


“Omong-omong, apa pegawai magang kita bekerja dengan baik?” tanya Mike pada Winson. “Tidak! Dia bahkan tak bisa melakukan apapun,” jawab Winson ketus.


“Astaga. Kau tak boleh berkata begitu. Perhatikan dan ajari dia dengan baik, seakan dia adalah adikmu sendiri.” Mike memberi nasihat.


“Saat itu, aku melihatnya sedang kebingungan seperti anak anjing lucu yang tersesat, lalu aku membantunya untuk menyelesaikan pekerjaannya,” sahut Kim tersenyum.


“Dia tak bisa apa-apa. Jika dia ingin bekerja dengan sungguh, seharusnya dia lebih banyak belajar,” ucap Winson yang sangat membenci kehadiran Jack.

__ADS_1


“Maka itu, seharusnya kau lebih memperhatikan dan membimbingnya dengan baik,” ucap Kim pada Winson.


Winson hanya diam dan terus melahap makanannya seperti babi.


__ADS_2