SALOKA RESIDENT

SALOKA RESIDENT
CHAPTER 060


__ADS_3

Tepat pukul 12 malam, Jack sudah kembali ke gedung SALOKA RESIDENT. Jack kembali karena dia teringat pada Yohan yang beberapa kali menelponnya.


Setelah membayar ongkos taksi, Jack pun langsung berlari memasuki gedung.


Di lorong lantai 2, Jack kembali mengeluarkan pisaunya untuk berjaga-jaga.


“Baiklah! Aku akan masuk dan membawa Yohan pergi dari sini. Akan membahayakannya jika dia terus tinggal di tempat ini.” gumam Jack.


Perlahan Jack melangkah dengan membawa pisaunya. Dia terus was-was dan melihat sekitar lorong itu.


*TOK TOK!


“Yohan!” Jack mengetuk pintu kamar Yohan dan memanggilnya lirih.


“Yohan, apa kau didalam?” Jack pun mencoba membuka pintu kamarnya yang tak terkunci.


“Jack!” Yohan memanggil Jack dari ujung lorong. Dia berjalan dengan tersenyum menatap Jack.


“Kau terkejut? Hahahaha. Aku hanya ingin bersenang-senang.” Yohan tertawa.


“Bersenang-senang katamu?” Jack mendekati Yohan dan menarik kaosnya. “Dasar, Bodoh! Apa menurutmu ini lucu? Apakah kau menganggap semua ini lelucon? Kau masih ingin bercanda?” Jack kesal dan memaki Yohan.


“Astaga. Maafkan aku, Jack. Bukan begitu maksudku,” ucap Yohan.


“Hei, apa kau bersekongkol dengan mereka?” Jack menunjuk Yohan dengan pisaunya.

__ADS_1


“Apa maksudmu, Jack? Aku berada di pihakmu.” Yohan menenangkan Jack dan melepaskan tangan Jack yang mencengkram kaosnya. “Tenanglah, Jack.”


“Astaga. Bagaimana jika ternyata dia sudah bersekongkol dengan mereka? Apa itu mungkin?” gumam Jack dalam hati.


Saat Jack akan berjalan pergi, “Tunggu sebentar, Jack!’ Yohan menahan tangan Jack. “Tenanglah, Jack! Bagaimana kalau kau tetap disini saja? Kau tahu bukan, aku sangat menyukaimu?”


“Dasar, Bodoh! Ikut aku dan cepat keluar dari sini!”


“Sepertinya, aku tidak bisa ikut denganmu, Jack.”


“Apa kau gila? Apa kau tahu kalau kau juga sudah mulai seperti mereka?”


“Bukan begitu, Jack. Setelah aku memikirkannya, kau tak perlu takut kepada para penghuni disini.” Nada bicara Yohan terdengar aneh. “Apa maksudmu?” tanya Jack.


“Setelah aku bicara dengan mereka, ternyata mereka adalah orang baik. Maka itu, buka hatimu dan tinggalah disini bersama kami.”


“Jack, kau tidak boleh melihat orang hanya dari penampilannya saja. Jack! Bukankah kau temanku? Kau ingin melihat pertunjukkan ku lagi, bukan? Kumohon padamu, Jack!”


Yohan terus memohon pada Jack, tapi Jack mengabaikannya dan pergi dari gedung itu.


“Kumohon… Kembalilah, Jack!” Raut wajah Yohan berubah dan menangis seketika.


Setelah Jack pergi, Rocky keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri Yohan.


“Kau lihat itu? Sedekat apapun kau bersama seseorang, pada akhirnya kau akan menjadi orang asing.”

__ADS_1


Saat Yohan tertangkap di lantai kosong, Rocky sudah mengancamnya. Dia menyuruh Yohan untuk membujuk Jack, agar dia tetap berada di gedung itu, tapi sayangnya, Jack tak mengetahui jika Yohan sedang diancam.


“Aku… Aku sudah benar-benar melakukan yang terbaik. Kau pasti mendengarnya, kan?” Yohan mencoba berjalan menjauh dengan kakinya yang sudah pincang.


“Aku tahu. Kau sudah melakukan yang terbaik. Namun, karena akhirnya kau tetap gagal, kau harus menerima hukumanmu.” Rocky menjambak rambut Yohan dan tersenyum sinis.


***


Di lantai kosong SALOKA RESIDENT. Yohan sudah dalam keadaan terikat dan terbaring di ranjang.


Rocky menggunakan alat dokter untuk menahan mulut Yohan agar tetap terbuka.


Dia akan melakukan hal yang sama seperti saat dia mencabut semua gigi Wick.


Yohan hanya bisa menangis ketakutan dan memohon pada Rocky.


“Selama ini kau penasaran, apa yang ada di lantai kosong ini? Apa yang terjadi pada penghuni sebelumnya?”


Rocky mengambil beberapa aksesoris seperti, gantungan kunci, kalung, gelang, yang terbuat dari gigi dan tulang manusia, lalu menunjukkannya pada Yohan. “Ini. Semuanya ada disini.”


Yohan semakin ketakutan dan menangis terisak-isak. Dia hanya bisa berteriak dari tenggorokan.


“Baiklah. Kau harus menahan rasa sakit ini, karena aku tak membiusmu.”


Rocky tersenyum. Dia mengambil alat pencabut gigi dan mencabuti gigi Yohan satu per satu.

__ADS_1


“Astaga. Kira-kira bagaimana reaksi Jack jika dia melihatmu seperti ini? Apa kau ingin tahu?”


Darah bercampur air liur memenuhi mulut Yohan, karena mulutnya yang terus terbuka. Dia terus menangis dan tak berhenti, menahan rasa sakit itu.


__ADS_2