SALOKA RESIDENT

SALOKA RESIDENT
CHAPTER 057


__ADS_3

“Hei, Pak! Sedang apa kau disini?” tanya Mike pada Rocky. “Kenapa? Apa kau tak menyukai kehadiranku?” Rocky bertanya balik.


“Siapa kau? Kenapa kau sok kenal dengan Jack?” Mike mulai kesal dengan Rocky.


Rocky menyandarkan tubuhnya dan menatap Mike. “Astaga. Kau sungguh memuakkan. Aku tahu kau tidak benar-benar peduli padanya. Jangan sok peduli padanya.”


“Kau hanya senang bisa memakai tenaga Jack dan membayarnya dengan murah, dan kau juga sangat senang mendapatkan apa yang lebih dari itu, pacar Jack contohnya,” ucap Rocky yang langsung tahu isi kepala Mike.


“Hei, siapa kau sebenarnya? Beraninya berbicara seperti itu? Apa kau ingin mati?” Mike menyentuh botol bir dan menggenggamnya.


“Lihatlah, Jack! Bukankah ini menarik? Di depan pacarmu, dia langsung bicara keras, dan merasa sok kuat.” Rocky tertawa dan balik menghina Mike yang sebenarnya tak mempunyai nyali sedikitpun.


“Dasar, Brengsek!” bentak Mike.


“Hentikan! Mari kita bicara diluar!” Jack mengajak Rocky untuk berbicara di luar bar itu. “Baiklah. Ayo kita keluar.” Rocky tersenyum dan berjalan keluar.


“Sayang, mau kemana kau?” tanya Jane khawatir. “Tak apa, Jane. tunggulah disini sebentar.” Jack menenangkan Jane dan menyuruhnya untuk duduk kembali.

__ADS_1


“Sial! Dia benar-benar gila,” ucap Mike.


Di luar kedai bar, mereka berdua berjalan ke pinggir trotoar untuk mengobrol.


“Wah, udara malam ini begitu lembab. Tampaknya musim hujan akan datang sebentar lagi, bukan begitu?” Rocky menarik nafas panjang dan menikmati udara di malam itu.


“Bagaimana kau tahu aku berada disini?” tanya Jack. “Aku hanya melihatmu saat sedang lewat, Jack. Sepertinya kau sangat sibuk berkencan dengan pacarmu.


“Sebenarnya…. Kenapa kau terus mengejarku seperti ini?” Jack mengeluh dan gugup. “Tidak. Bukan begitu. Maksudku, aku tidak masalah dengan itu. Aku benar-benar tidak peduli apa yang kau lakukan.”


“Karena itu, bisakah kau tinggalkan aku sendiri? Aku mohon padamu,” ucap Jack memohon.


“Hei, rambut gondrong!” Mike memanggil dari pintu kedai bar.


Dia sudah berada di luar dengan Jane, menunggu Jack berbicara.


Rocky hanya sedikit menengok, lalu berkata pada Jack, “Kau pasti sangat ingin membunuhnya, saat melihat pacarmu turun dari mobilnya malam itu.”

__ADS_1


Jack dibuat semakin terkejut, saat Rocky mengetahui hal itu.


“Jika kau ingin membunuhnya, lakukan itu, Jack! Karena itulah dirimu yang sebenarnya.” Rocky tersenyum, menepuk pundak Jack, lalu pergi berlalu.


“Hei, Gondrong! Mari kita bicara!” Mike berjalan menghampiri Jack dan terus memaksa untuk berbicara dengan Rocky.


Akan tetapi, Rocky hanya mengabaikannya dan pergi menjauh.


“Sial! Bedebah itu takut dan pergi begitu saja,” ucap Mike yang sudah berdiri di depan Jack.


“Kau baik-baik saja, Jack? Kenapa kau begitu takut padanya? Dia hanya tinggi dan kurus dengan wajah pucat. Aku yakin dia tidak bisa berkelahi.”


Jack hanya diam dan melihat Rocky yang terus berjalan pergi.


“Astaga. Seharusnya aku tidak memanggilmu. Melihatmu seperti ini terus, aku merasa sangat sedih.”


Mike memberikan tas oleh-oleh besar kepada Jack. “Ambilah ini. Pulanglah ke kampungmu dan beristirahatlah sejenak.” Mike menarik tangan Jack dan memaksa Jack menerima tas itu.

__ADS_1


“Kalau sudah membaik, kau bisa menghubungiku kembali. Aku akan mengirimkan gajimu sesuai hari kerjamu disana. Aku yakin kau pasti tidak ingin bertemu dengannya.”


__ADS_2