SALOKA RESIDENT

SALOKA RESIDENT
CHAPTER 058


__ADS_3

Mike mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang dolar.


“Malam ini, jangan pulang ke SALOKA RESIDENT, kau bisa tidur di hotel manapun. Ini.” Mike memberikan beberapa lembar uang dolar kepada Jack, tapi Jack masih diam dan melamun.


“Sial!” Mike memasukkan beberapa lembar uang itu ke dalam tas oleh-oleh.


“Berhati-hatilah, Mike!” ucap Jack tiba-tiba. “Apa maksudmu?” tanya Mike. “Berhati-hatilah saat malam nanti, setelah kau pulang dari sini.”


“Dasar, Brengsek. Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa? Apa yang akan kau lakukan? Aku sudah bersikap baik padamu, tapi kau malah mengancamku?”


“Apa maksudmu? Apa kau meremehkanku? Aku bisa saja memukulmu hingga kau pingsan.” Mike emosi dan menarik kerah Jack.


“Kak! Hentikan itu!” Jane berlari dan menghentikan mereka berdua yang terus bertengkar.


Mike kesal dan mengira bahwa Jack sedang mengancamnya, tapi tidak begitu maksud Jack.


Dia hanya memperingatkan Mike untuk berhati-hati, karena Rocky bisa saja datang ke tempat tinggalnya dan berbuat hal mengerikan padanya, tapi Mike tak mengerti hal itu.


“Lepaskan tanganmu, Kak! Ada apa ini? Kenapa kalian terus bertengkar seperti ini. Astaga.”


“Aku menahannya karena Jane ada disini,” ucap Mike yang kemudian berjalan pergi.


“Aku bersungguh-sungguh! Mike harus berhati-hati,” ucap Jack. “Apa maksudmu?” tanya Jane bingung.


“Sudahlah. Lupakan saja. Aku ingin pulang.”


“Bagaimana jika itu terjadi, apa mungkin dia akan benar-benar melukai Mike?” gumam Jack dalam hatinya.


Jack tak ingin berkata apa yang dia pikirkan. Dia juga khawatir tentang Mike yang mungkin akan dicelakai oleh Rocky saat malam nanti.


Jack menarik tangan Jane dan langsung mencari taksi yang sedang melintas.


Mereka berdua pun menghentikan salah satu taksi yang sedang melintas, dan bergegas menuju ke motel, karena Jack tak ingin kembali ke gedung mengerikan itu.


“Sayang. Sebenarnya ada masalah apa?”


“Jane, besok aku akan kembali ke Chicago. Kau harus menjaga dirimu dengan baik.”

__ADS_1


“Lantas, bagaimana dengan barang-barangmu? Bukankah semuanya masih ada di kosmu?”


“Sudahlah. Aku tidak peduli dengan itu.” Jack sudah mulai muak dengan semua yang terjadi padanya.


“Apa kau menjadi seperti ini karena penghuni tadi? Sejak pria itu datang, ekspresimu langsung berubah.”


Tiba-tiba Jack menangis tersedu-sedu dan ketakutan seperti anak kecil.


“Sayang, ada apa denganmu? Kenapa kau menangis?”


“Dia benar-benar orang yang mengerikan, Jane.” Jack masih menangis tersedu-sedu.


“Sudah, tak perlu dipikirkan. Setibanya kau dihotel, kau harus langsung beristirahat. Aku akan menginap bersamamu dan menemanimu malam ini.” Jane memeluk Jack untuk menenangkannya.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun telah sampai di dalam hotel. Jane pergi ke resepsionis untuk menyewa salah satu kamar yang kosong.


Di dalam kamar yang sudah disewa, Jane langsung menyuruh Jack untuk tertidur.


“Tidurlah, Sayang. Tak perlu memikirkan hal lain lagi. Disini kau akan aman.”


Dengan raut wajah yang menyedihkan, Jack naik ke atas ranjang, lalu Jane segera menyelimutinya.


Di perusahaan Mike. Terlihat Mike yang sedang berada di kantornya untuk mengambil sesuatu.


Ruangan itu sangat gelap dan tak ada lampu yang menyala. Mike sengaja menggunakan tenaga matahari untuk lampu di perusahaan kecilnya, dan dia gunakan pada saat bekerja.


Dan saat malam tiba, lampu pun tak bisa menyala. Mike menggunakan ponselnya untuk senter dan mencari sesuatu.


*KLEKKK!!


Suara pintu ruangan Mike tertutup, Mike berbalik, menyorotkan senter ponselnya dan melihat Rocky yang berjalan mendekat.


Dan terjadilah apa yang telah dipikirkan oleh Jack. Rocky datang dan menghampiri Mike untuk menyakitinya.


“Kau? Apa yang…..”


Rocky menarik leher Mike, menyuntikkan obat bius pada lehernya. Obat itu sangat ampuh dan cepat bereaksi.

__ADS_1


Mike pun terjatuh karena tubuhnya yang lemas, dan hanya dapat menatap Rocky tanpa berbicara sedikitpun.


Mike tersungkur di lantai. Dia memegangi lehernya dan menahan sakit yang ditimbulkan dari bius itu.


“Aku biasanya tidak melakukan tindakan seperti ini, tapi bagiku, Jack adalah orang spesial,” ucap Rocky.


“Kenapa kau berbuat seperti itu tadi?”


Rocky mengambil sebuah pajangan berupa patung budha dari batu, lalu menggunakannya untuk memukul kepala Mike.


*PRAK!!!!


Mike yang terduduk pun langsung tersungkur ke lantai, dengan kepala yang sudah bocor akibat itu.


“Sial!”


“Ampuni…..” Mike terbata-bata.


Rocky berjongkok dan menjambak rambut Mike, lalu memukuli kepala Mike berulang kali, hingga Mike benar-benar tak sadarkan diri.


*TING!!


Masuk pesan whatsapp dari ponsel Mike. Rocky mengambil ponselnya yang terbuka dan melihat isi pesan itu.


“Aku sedang menemani Jack di hotel. Ada apa? Apa kau baik-baik saja?” ternyata pesan whatsapp itu berasal dari Jane yang membalas pesan Mike.


Rocky tersenyum dan membalas pesan Jane itu.


“Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian berdua? Aku ingin bertemu dengan Jack dan meminta maaf padanya secara langsung.”


Beberapa saat setelah terkirim, Jane kembali membalasnya.


“Dia sedang tidak baik-baik saja. Mungkin, lain kali kau bisa bertemu dengannya.”


Rocky tersenyum dan mendengus. Dia berjalan keluar dari ruangan sembari menelpon Si Autis untuk membereskan masalah yang telah dibuatnya.


Setelah Rocky pergi, seseorang keluar dari dalam ruang kerja Mike. Ternyata dia adalah Wil.

__ADS_1


Sepertinya Wil sudah berjanji untuk bertemu dengan Mike di kantornya, tapi tak disangka, dia malah harus melihat kejadian keji itu dari dalam ruangan Mike yang gelap.


__ADS_2