
Keesokan harinya, terlihat Jack yang baru bangun dari tidurnya. Semalam dia berada di warnet 24 jam, dan tertidur hingga pagi di warnet itu.
Jack sengaja tidur di warnet karena dia tak tahu, harus kemana dia pergi kemarin malam.
“Astaga.” Jack berdiri dari kursi warnet dan merasakan kram di beberapa bagian tubuhnya, karena tertidur dengan duduk dan posisi yang sama sekali tak nyaman.
Jack melihat ponselnya, dan melihat jam yang menunjukkan pukul 9 pagi. “Wah, sepertinya aku benar-benar sangat lelah.”
Saat Jack akan keluar dari warnet itu,
*TING!!!
Notif pesan masuk ke whatsapp Jack. Kim lah yang mengirim pesan kepadanya saat itu.
“Jack, kau dimana? Pak Mike, tewas kemarin malam. Sekarang aku sedang berada di pemakaman dengan Pak Nick.”
Jack sangat terkejut saat membaca pesan dari Kim. Apa yang telah dikhawatirkan olehnya tadi malam telah terjadi.
“Pasti psikopat gila itu pelakunya!” gumam Jack.
Dia mulai kembali berpikir dan teringat pada Yohan.
“Kalau begitu, Yohan mungkin juga diancam olehnya saat itu. Tidak! Tidak! Ini tidak boleh terjadi.”
Jack berpikir keras tentang apa yang akan dia lakukan. Dia ingin kembali ke SALOKA RESIDENT dan menolong Yohan, tapi dia takut dan sangat enggan untuk kembali ke tempat itu.
__ADS_1
Jack juga mencoba menghubungi nomor Rose berkali-kali, tapi tak diangkat oleh Rose.
Akhirnya Jack menelpon nomor panggilan darurat dan melaporkan tentang pembunuhan.
“Ya, halo. Kami dari petugas darurat. Ada yang bisa kami bantu?” petugas darurat mengangkat panggilan Jack.
“Pembunuhan. Telah terjadi pembunuhan disini. Ada seorang pembunuh yang tinggal di tempat tinggalku, SALOKA RESIDENT.”
Jack berbicara dengan menggebu-gebu dan tak terkontrol.
“SALOKA RESIDENT?” tanya Si Petugas.
“Semua penghuni di tempat itu bersekongkol dan mereka……”
“Astaga. Tenanglah dulu, Pak. Berbicaralah dengan jelas.”
“Apa kau melihatnya langsung di lokasi?”
“Tidak. Aku tidak melihatnya langsung, tapi….”
“Wah, apa kau sedang mabuk? Pak, kalau kau menelpon dengan laporan palsu, kau bisa kena pidana. Telepon iseng pun bisa terkena pidana saat ini.”
“Apa katamu? Iseng? Kau bilang iseng? Beberapa orang telah mati dan kau bilang iseng?” Jack kesal.
“Silahkan pergi ke unit patroli terdekat! Kau bisa melaporkannya disana. Terimakasih.”
__ADS_1
“Dasar gila! Apa kau masih tak mengerti? Apa kau ingin lebih banyak korban lagi? Dasar bodoh! Sial!”
Jack berteriak-teriak karena petugas itu langsung mematikan telepon dan mengabaikan laporannya.
Semua orang yang berada di warnet pun terkejut dan menatap Jack yang berdiri dan mengamuk di telepon.
Di pemakaman Mike. Terlihat semua orang yang sedang berkumpul dan memberi penghormatan terakhir padanya.
Semua tamu yang datang saat itu memakai pakaian serba hitam rapi dan membawa beberapa bunga.
Tangisan dari keluarga Mike pun terdengar keras. Ibu Mike menangis sekencang-kencangnya, lalu syok dan sadarkan diri.
Pihak mendiang dan beberapa tamu membantu menolong Ibu kandung Mike yang syok itu.
Begitupun dengan Nick dan Kim yang saat itu juga menghadiri pemakaman. Mereka berdua menunduk dan sedih, karena bos yang mereka ikuti telah tiada.
Terlihat juga Jack yang baru datang ke pemakaman Mike. Dia masih mengenakan pakaian yang dipakainya kemarin hari dengan tampilan yang lusuh.
Jack berjalan menuju peti Mike dan memberikan penghormatan terakhir padanya, sebelum acara kremasi.
Setelah memberi penghormatan terakhir, Jack berjalan dengan lesu dan melihat Nick dan Kim yang juga melihatnya saat itu.
Akan tetapi, Jack sama sekali tak menyapa mereka berdua, Jack hanya menunduk, lalu kembali meneruskan langkahnya.
Jack berjalan meninggalkan pemakaman sambil melamun sepanjang jalan itu.
__ADS_1
“Aku tidak butuh apapun. Cukup lupakan dan hanya bersiap untuk melanjutkan hidup saja. Aku akan menganggap semua ini hanya mimpi buruk.”