SALOKA RESIDENT

SALOKA RESIDENT
CHAPTER 056


__ADS_3

“Hei, pacarmu ini berpikir sangat pendek. Dia tidak percaya denganku,” ucap Mike yang membuat Jack kesal.


“HEI!” bentak Jack. “Apa kau benar-benar ingin mati?” ucap Jack lirih.


“Sayang, kenapa kau berkata seperti itu?” Jane mengelus-ngelus bahu Jack.


Mike pun juga mulai kesal. Dia sudah berusaha untuk membuat Jack tenang, tapi Jack tetap bersikap ketus.


Begitupun dengan Mike yang tak menyadari kesalahannya, dan malah membuat Jack terlihat menyedihkan di depan Jane.


“Jack! Aku hanya bisa berkata padamu, jangan pernah membuat kesalahan karena emosi sesaat! Aku tahu kau kesulitan tinggal di SALOKA RESIDENT, tapi bukan berarti kau bisa bertindak seenak jidatmu.”


“Bukan cuma kau yang sedang mengalami kesulitan, semua orang pun mempunyai kesulitannya masing-masing. Berhentilah mengeluh,” ucap Mike kesal.


“Kau tahu apa? Orang yang dari lahir sudah hidup enak tahu apa?”


“Hhh. Astaga. Rupanya kau benar-benar merasa rendah diri. Kenapa? Apa kau takut, jika aku merebut Jane karena aku lebih sukses dan kaya darimu?” Mike malah memancing Jack dengan perkataan yang merendahkan Jack.


“Hentikan itu, Kak. Sudah cukup,” ucap Jane.

__ADS_1


Jack berdiri dan mengambil botol bir yang masih terisi dengan penuh. “Sayang, sudah cukup. Jangan seperti itu.” Jane menarik tangan Jack dan mencoba untuk menenangkannya.


“Apa? Kau ingin memukulku dengan itu? Baiklah. Ayo, lakukan itu sekarang!” Mike berdiri dan menantang Jack melakukan itu.


Jack menarik kerah kemeja Mike dan bersiap memukul kepala Mike dengan botol bir itu.


“Hentikan itu, Kak. Kenapa kau terus memancingnya?” ucap Jane terus menahan tangan Jack.


“Lepaskan dia, Jane! Biarkan dia memukulku. Kita lihat saja dia mau apa.”


“Sial! Astaga, sudah cukup. Hentikan!” Jane pun ikut berdiri dan terus berusaha menahan Jack yang sudah menggebu-gebu dikuasai amarahnya.


Jack terkejut dan langsung menurunkan botol birnya, saat melihat Rocky yang datang ke kedai bir itu.


Tubuh Jack bergetar dan ketakutan melihat Rocky yang berjalan ke mejanya.


“Ah, benar ternyata. Jack, penghuni kamar 313 di SALOKA RESIDENT,” ucap Rocky.


“Halo semuanya! Aku tinggal di gedung yang sama dengan Jack. Kedai ini adalah langgananku. Aku pasti mampir kemari sepulang kerja.” Rocky tersenyum dan memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Mereka bertiga hanya diam saat melihat Rocky yang tiba-tiba datang dan langsung menyapa.


“Tadinya, aku tak ingin mampir kemari, tapi aku melihat Jack dan akhirnya aku kemari. Baiklah. Aku akan bergabung dengan kalian.”


Dengan santainya Rocky bergabung dan duduk di kursi sebelah Mike.


“Sedang apa kalian? Duduklah. Aku akan memesan minuman dan beberapa makanan tambahan bila perlu,” ucap Rocky melihat mereka bertiga yang masih berdiri dengan suasana yang tidak menyenangkan.


“Ah, kau. Sebelumnya kita pernah bertemu, bukan?” tanya Rocky menatap Jane.


Jane hanya terdiam dan menunduk. Dia mengambil botol bir di tangan Jack dan meletakkannya kembali.


“Maaf, saat ini kami sedang membicarakan hal penting. Apa kau bisa meninggalkan kami?” ucap Mike.


“Ah, apa kau rekan kerja Jack?” “Tidak. Aku bukan rekannya, tapi bosnya,” jawab Mike.


“Oh, ternyata kau bosnya. Apa karena kau bos, dan suaramu begitu penuh dengan keangkuhan seperti ini?” Rocky tersenyum pada Mike. “Apa maksudmu?” ucap Mike kesal.


“Jika kau berada di kamar sempit itu sendiri, kau hanya akan merasa sendirian di dunia ini. Namun, jika orang terdekatku tidak memahami perasaanku, kau pasti tahu betul bagaimana rasanya,” ucap Rocky.

__ADS_1


Jack menarik tangan Jane dan menyuruhnya berdiri di belakangnya. Jack takut jika Rocky akan melakukan hal gila pada Jane.


__ADS_2