
“Astaga. Sepertinya kau benar-benar sangat stress,” ucap Mike melihat Jane yang sangat frustasi.
Beberapa saat kemudian, mereka pun menghabiskan minumannya masing-masing.
Seorang waitress cantik datang ke meja Mike dan Jane. Pelayan restoran itu membawa beberapa makanan dan es kopi yang telah dibungkus.
“Ini dia, pesanan sudah tiba. Terimakasih, Nona,” ucap Mike pada pelayan cantik itu. “Sama-sama, Tuan.” Pelayan itu tersenyum dan pergi meninggalkan meja Mike.
“Bawalah ini, Jane. Aku sengaja memesankannya untukmu. Kau bisa memberikannya kepada teman-temanmu.”
“Astaga. Kau tak perlu melakukan ini, Kak. Aku sudah terlihat seperti sedang berlibur, saat aku kembali ke kantorku,” ucap Jane.
“Tak apa, Jane. Kau harus membawa sesuatu untuk teman-temanmu di kantor. Lagi pula, kau akan dipandang sinis. karena kau keluar saat jam kerja. Kau harus menutup mulut mereka menggunakan makanan ini.”
“Hahahaha. Terima kasih, Kak,” ucap Jane tertawa. “Sudah seharusnya aku melakukan ini, Jane. Lain kali, aku akan mentraktirmu bersama Jack,” ucap Mike.
“Baiklah. Kalau begitu, aku permisi dulu, Kak. Aku harus segera kembali ke kantor.”
“Tentu. Sampai jumpa, Jane. Lain kali, mari kita minum bersama Jack.”
Mereka berdua pun berpamitan dan pergi meninggalkan restoran itu.
***
Siang harinya di SALOKA RESIDENT. Rose berada di depan gedung kos itu dan melihat-lihat sekitarnya.
Dia berniat untuk masuk ke dalam gedung secara diam-diam. Memeriksa kamar pemuja setan dan lantai basement yang diceritakan Jack.
Sangat mudah bagi Rose untuk masuk ke dalam ruangan itu. Meski pintu basement terkunci Rose dapat membobol pintu itu dengan mnudah
*NGIIKKK!!!
Pintu lorong di lantai basement itu mengeluarkan bunyi, karena umur dan kondisinya yang sudah sangat rusak parah.
Tanpa Rose ketahui, Si Mesum sedang berada di lantai itu dan menunggu Elsa dalam salah satu ruangan.
Lantai basement itu benar-benar gelap. Rose mengeluarkan senter kecil dan pistolnya. Dia memegang pistol dengan tangan kanan dan senter dengan tangan kirinya.
Perlahan Rose berjalan mengendap-endap dan terus bersiaga untuk memeriksa seluruh lorong.
Sampailah Rose di ujung lorong. Dia berdiri di kamar paling ujung dengan kondisi pintu kamar yang tertutup dan terkunci.
__ADS_1
Di tempat itulah, Si Mesum sedang bersama Elsa. Si Mesum menodongkan sebuah pisau di leher Elsa. Mengancamnya akan langsung membunuh jika dia berteriak.
Beberapa kali Rose mencoba membuka pintu kamar itu, tapi akhirnya pun pergi, karena pintu kamar yang tak kunjung terbuka.
Dan tak mungkin bagi Rose untuk mendobrak pintu kamar itu, karena ia masuk ke dalam gedung tanpa sepengetahuan siapapun dan tidak resmi.
Di salah satu kamar, Rose juga melihat beberapa alat dokter yang sudah lama terbengkalai. Mulai dari kursi dokter dan tempat pasien, serta alat-alat lainnya di tempat itu.
Rose berdiri sejenak memikirkan sesuatu, lalu bergegas pergi dari tempat itu.
Rose memasukkan kembali pistolnya, dan berjalan keluar. Dari belakang Rose, Si Mesum berjalan mengendap-endap mengikutinya.
Si Mesum membawa sebuah celurit berukuran besar, berniat untuk melukai Rose dari belakang.
Dengan cepat Si Mesum melompat ke salah satu kamar yang kosong, saat Rose menghentikan langkah dan menoleh ke arahnya.
Saat Si Mesum keluar dari kamar, dia sudah tak melihat Rose. Rose sudah keluar lantai dan mungkin sudah kembali ke mobilnya.
Si Mesum sangat terkejut dan ketakutan. Dia melihat Elsa yang sudah tak ada di dalam, saat dia kembali ke tempat dimana Elsa disandera. Dia sangat ketakutan jika Rocky mengetahui bahwa salah satu korban berhasil kabur.
Rocky tak akan memaafkan Si Mesum jika hal itu terjadi.
*BUKKK!!!!
Seketika Si Mesum terjatuh dan tak sadarkan diri, dengan celurit yang masih dipegangnya.
Kondisi Elsa sangat parah. Kakinya pincang, dan pelipis yang mengeluarkan banyak darah karena terluka.
Penampilannya pun sudah tak karuan lagi. Elsa terus berjalan dan berusaha untuk keluar dari lantai itu walau kakinya sedang pincang.
Nafasnya terengal-engal dan jantungnya berdebar-debar. Dia sangat takut jika ia kembali tertangkap.
Elsa pun berhasil keluar dari gedung itu setelah menaiki semua anak tangga. Dia berjalan dengan pincang berusaha pergi dari gedung terkutuk itu.
“Tolong aku! Kumohon tolong aku, Nak. Aku tak bisa jalan karena kakiku terluka.”
Elsa meminta tolong pada orang yang salah. Di depan gedung itu dia bertemu dengan Rocky dan meminta tolong padanya, tanpa dia sadari bahwa Rocky adalah pemimpin semua penghuni kos itu.
Elsa terus meminta pertolongan dengan memegang tangan Rocky. Rocky hanya tersenyum sinis.
“Sepertinya kau sedang terluka parah. Kakimu mengeluarkan banyak darah sehingga kau menjadi pincang. Kau ingin pertolonganku? Jika kau ingin pertolonganku, merangkaklah,” ucap Rocky.
__ADS_1
“Apa?” tanya Elsa terkejut.
“Kenapa? Apa kau tak ingin hidup? Atau kau ingin mati? Jika kau ingin hidup, kau harus merangkak.”
Rocky melihat sekitar gedung itu. Saat merasa sepi, Rocky menyuntikkan jarum suntik berisi obat pembius.
Seketika tubuh Elsa melemas dan terjatuh. Rocky menopang tubuh Elsa, lalu membawanya kembali, masuk ke dalam gedung.
***
Di lantai basement SALOKA RESIDENT, semua penghuni sudah berkumpul disana, terkecuali Jack.
Mereka berada di dalam satu ruangan dan menunggu Elsa yang masih tak sadarkan diri.
Elsa terduduk di pojok di atas kursi kecil. Eli pun beranjak ke sampingnya, menyentuh tangan Elsa, menggosok-gosok telapak tangannya, berusaha untuk menyadarkan Elsa.
Elsa pun terbangun karena itu. Dia sangat ketakutan melihat semua penghuni sedang menunggunya di kamar itu.
“Lihatlah ini!” ucap Eli terus menggosok permukaan tangan Elsa. “Kau belum mati, darahmu masih mengalir disini. Aku bisa merasakan nya. Hahahahahaha.” Eli pun pergi dari kamar itu.
“Kenapa kau ketakutan seperti itu? Saat berada di panti asuhan, kau sangat dekat dengan Bibi Eli,” ucap Rocky berjalan mendekati Elsa.
Elsa menangis. Dia menggosok-gosokkan kedua tangannya dan memohon ampun.
“Maafkan aku. Sungguh maafkan aku. Aku tak berniat untuk melaporkan kalian, sungguh!”
“Kenapa kau memohon ampun seperti itu? Tak ada yang perlu kau khawatirkan. Kau akan segera mati,” bisik Rocky yang kemudian pergi meninggalkannya.
“Maafkan aku! Tolong! Ampuni aku!!!!” Elsa menangis terisak-isak dan berteriak agar Rocky tak membunuhnya.
Setelah Rocky pergi, Si Kembar dan Si Mesum langsung memegang semua tubuh Elsa, menahannya agar tak bergerak dan tak bisa kabur.
Si Kembar memegang bagian kaki dan tanganya, lalu Si Mesum memegang badan dan membuka paksa mulut Elsa.
“Ini dia. Aku membawakan teh jamur untukmu,” ucap Eli yang kembali datang dengan membawa minuman di dalam botol. “Setelah kau minum ini, kau akan langsung pergi ke neraka menggunakan kereta jet tempur.”
Eli tersenyum dan membuka tutup botol itu. “Astaga. Kau sangat beruntung kali ini. Orang itu tak membunuhmu secara perlahan.”
Elsa menangis meronta-ronta. Dia berusaha melepaskan dirinya, tapi sekuat apapun dia berusaha, dia tak akan pernah bisa melakukan itu.
Setelah tutup botol terbuka, Eli langsung meminumkan minuman beracun itu secara paksa kepada Elsa.
__ADS_1
Si Autis tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu. Dia sangat senang melihat orang lain tersiksa.