Sandiwara

Sandiwara
PROLOG


__ADS_3

Rara Angeline gadis yang memiliki paras yang cantik dan imut, memiliki bulu mata yang lentik dan bibir pink yang soft, namun siapa sangka ia adalah seorang tomboy.


Angga Praditya Saputra pria yang memiliki paras yang tampannya diatas rata-rata,ia memiliki hidung yang mancung,bulu mata lentik dan bibir pink,saking gantengnya bisa membuat perempuan salfok sekaligus salting bila ditatap.


••••


Hari ini adalah hari dimana tahun ajaran baru dimulai, SMA Labschool adalah tempat dimana Rara menimba ilmu,ia sekarang sudah naik kekelas 12, walaupun ini ajaran baru tapi tetap saja Rara belum bangun dari tidurnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 06:30 Rara memang belum bisa bangun sendiri sedari tadi Mamanya sudah meneriaki namanya.


"Rara bangun udah jam berapa nih? nanti kamu terlambat!" teriak Mamanya sambil menepuk-nepuk pipi Rara.


"Ih Ma aku masih ngantuk," jawab Rara.


"Kan Mama udah bilang kamu jangan begadang udah tau ini tahun ajaran baru harusnya kamu semangat dong," pinta Mamanya sambil melipat lengan didepan dada.


"Hari ini itu MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) Ma, jadi belum belajar,Rara gak sekolah hari ini," jelas Rara yang belum turun dari ranjangnya.


"Gak ada cerita gak sekolah, udah sana mandi!" tegas Mamanya.


"Iya,iya Aku mandi nih," jawab Rara sambil menuju ke kamar mandi.


Tak butuh waktu lama bagi Rara untuk bersiap-siap dan turun ke bawah,lalu berpamitan dengan kedua orangtuanya.


"Ma,Pa Rara berangkat," pamit Rara sambil menyalami tangan kedua orangtuanya secara bergantian.


"Loh gak sarapan dulu?" tanya Mamanya.


"Enggak Ma Aku mau sarapan disekolah, kangen sama makanan dikantin," jawab Rara dan Mamanya hanya mengangguk.


"Kamu naik apa?" tanya Gerald papanya Rara.


"Naik motor ninja kesayangan Rara lah Pa," jawab Rara dengan nada sombong.


"Jadi kamu pakai celana karena naik motor," sahut Gerald yang memang tidak tau bila Rara  kesekolah menggunakan motor karena ia jarang dirumah, begitu juga dengan Mamanya.


"Yaudah Rara pergi, assalamualaikum," pamit Rara.


"Waalaikumusalam,"  Papa dan Mamanya menjawab bersamaan.


Rara pun keluar dari rumah dan mengendarai motor ninjanya,Rara memang sudah biasa membawa motor bila pergi ke sekolah dan menggunakan celana panjangnya,ya mana mungkin ia menggunakan rok nya bisa-bisa menjadi tontonan gratis, tapi tetap saja Ia membawa rok didalam tasnya karena setiap datang dan pulang sekolah ia akan menggantinya.


Rara mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi dan sampai lah ia di SMA sekitar 15 menit


Saat Rara masuk kedalam gerbang dan ingin memarkirkan motornya banyak pandangan peserta MPLS jatuh kepada nya karena mereka murid baru, ditambah lagi dengan rasa penasaran mereka karena rambut panjang Rara yang keluar dari helm membuat mereka bingung apakah yg mengendarai motor ini perempuan atau laki-laki.


Rara pun turun dari motornya dan membuka helmnya sontak semua orang yang sedari tadi memandanginya tak percaya bagaimana mungkin seorang perempuan imut seperti Rara mengendarai motor ninja.


Banyak pasang mata yang terus memandangi Rara, namun Rara sama sekali tak menghiraukan mereka, Rara langsung berjalan menuju kearah kantin,tak sengaja ia berpapasan dengan salah satu sahabatnya dari kelas 2 SMP.


"Baru datang lo Ra?" tanya Nabila.


"Iya dong, ehh lo panitia MPLS?" tanya Rara.


"em iya," jawab Nabila.


"Ehh,Vina udah datang belum?" kembali Rara bertanya.


"Hah Vina, emang dia gak cerita kalau dia lagi diluar kota katanya sih,ada masalah,rumahnya disini aja sampai disita," jawab Nabila panjang lebar.

__ADS_1


"kok Vina gak cerita sama gue, gue kan sahabat dia dari kecil," Rara membatin dalam hati.


"Ohh,iya Ra ntar kalau kita sekelas kita duduk sebangku ya," mohon Nabila pada Rara.


"gue kan pengen duduk sama Vina kalau sekelas," lagi-lagi Rara berbicara dalam hati.


"Ra kok bengong sih?" tanya Nabila dengan nada sedikit kecewa.


"Enggak kok yaudah kita duduk sebangku," jawab Rara.


"Yaudah gue ke kantin dulu,laper nih," pamit Rara dan Nabila hanya mengangguk.


Rara pun menuju kekantin sambil melamun ia memikirkan bagaimana keadaan Vina saat ini,ia berjalan tanpa melihat-lihat


Tiba-tiba....


Brak


"Aduh, panas!" teriak laki laki yg ditabrak Rara.


"Ehh, sorry sorry gue gak sengaja," tutur Rara panik.


Rara tak sengaja menabrak seorang laki-laki yang membawa semangkuk bakso yang tak lain namanya adalah Angga Praditya Saputra.


"Eh JALAN TU PAKEK MATA!" teriak Angga yang membuat seluruh siswa yang ada di kantin melihat ke arah mereka berdua.


"Santai dong,gue kan udah minta maaf, lagian jalan tu pakek kaki bukan mata," sahut Rara yg sedang emosi.


"Kok lo yg nyolot sih, pokoknya loh harus tanggung jawab," bentak Angga yang tak terima.


"Gue mau lo temenin gue ke mall beli baju," pinta Angga.


"Enak aja di koperasi kan bisa," jawab Rara.


"Gue bukan mau beli baju sekolah, gue mau beli baju bebas," pinta Angga.


"Gak gue gak mau nemenin,lo aja sendiri nih uangnya sama kunci motor gue, motor gue noh yg ninja warna biru," jawab Rara sembari menyerahkan uang lima ratus ribu rupiah dan kunci motornya.


"Oke jadi lo gak mau ikut, jangan salahkan gue kalo motor lo gak balik," tegas Angga.


"Gak masalah gue bisa beli lagi," jawab Rara yg langsung melenggak kekelas lamanya XI IPA 1 karena memang belum ada pembagian kelas, dengan masih menggunakan celana panjangnya,ia tidak mengganti roknya.


"gue jamin motor lo gak balik lagi."  Angga membatin.


••••


Bel pulang sekolah pun berbunyi Rara pun menuju ke parkiran dengan wajah yang ditekuk karena ia pikir bahwa hari ini sudah pembagian kelas, nyatanya tidak Rara pun tadi hanya berdiam diri saja dikelasnya.


Rara pun mencari dimana motor ninja kesayangannya dia lupa kalau motornya dibawa Angga.


"Yah gue lupa motor gue kan sama tuh bocah," pinta Rara sambil menepuk jidatnya.


Rara pun berjalan menuju ke halte bus dia menunggu disana, berharap motor nya di kembalikan, karena uang nya sudah habis, serta ia lupa membawa hp nya agar bisa menghubungi Papa ataupun supir nya sungguh penderitaan yang bertubi-tubi.


Jam pun sudah menunjukkan pukul 17:05 sekitar 1 jam Rara menunggu disana, namun tetap saja Angga belum datang


Tiba-tiba ada sebuah taksi yang berhenti didepan gerbang sekolah dan ada seorang laki-laki yang keluar dari sana

__ADS_1


Rara pun menghampiri orang itu.


"Mana motor gue?" tanya Rara pada orang itu yg tak lain adalah Angga.


"Apaan sih tadi katanya bisa beli lagi," jawab Angga, yang langsung melenggang menuju parkiran mengambil mobilnya.


Rara pun menghentak-hentakan kaki nya sambil menuju ke arah Angga.


"Mana motor gue?" tanya Rara dengan nada tegas.


"Ehh cewek aneh, motor lo udah gue jual," jawab Angga dengan santai nya.


"APA LO ... akhh," teriak Rara.


Namun belum sempat ia ingin protes ia sudah merasakan perut nya sakit ia lupa sarapan pagi diperparah lagi Rara punya penyakit mag.


"Ehh lo kenapa?" tanya Angga khawatir.


"Gara lo nih,mag gue kambuh," jawab Rara kesakitan.


"Kok gue sih, yaudah gue antar,masuk mobil," pinta Angga yang sudah membuka pintu mobilnya.


bruk


Tubuh Rara sudah ambruk di lantai parkiran.


"Ehh kok pingsan, bangun woi nyusahin gue aja," panggil Angga sambil menepuk-nepuk pipi Rara.


Angga pun bingung ia tidak tau dimana rumah Rara ia pun melihat di samping baju Rara ada tulisan 'RARA'


"Nama nya bagus, orangnya cantik, tapi sayang tomboy," Angga membatin.masih sempat sempatnya ia menghayal.


"Aduh apaan sih Angga,nih orang dikemanain lagi." Angga bermonolog.


Lalu kemana ia akan membawa Rara???.


📖📖📖📖


 


Hello readers-readers


Halo para readers dibaca ya ini pertama kali nya,


Aku nulis harap maklum.


Dan kalo ada yang mau ngasih saran gimana nulis yang baik


Tinggal comment


Dan kasih bintang juga dong biar aku semangat nulisnya.


Salam


Lyra


Next....

__ADS_1


__ADS_2