Sandiwara

Sandiwara
Holang Kaya


__ADS_3

Hari ini Mama dan Papa Rara belum juga pulang, dan sama sekali tidak memberi kabar pada Rara,Rara pun hanya seorang diri di rumah.


Ia pun kini sudah siap untuk berangkat ke sekolah,dan ia sudah memesan taksi online,ia sengaja berangkat ke sekolah dengan menggunakan taxi,karena pagi hari ini langit terlihat mendung takutnya hujan akan turun


"Yaelah mana sih mak gue nih,kagak balik-balik," keluhan Rara sambil mengunci pintu,dan menaiki taxi yg sudah menunggu.


Didalam perjalanan pun terlihat gerimis telah turun, tidak sampai 20 menit taxi pun sudah ada di depan gerbang sekolah, terlihat hujan sudah sangat deras.


"Mau langsung turun aja mbak?" tanya supir taksi itu pada Rara.


"Iya pak, ini uangnya pak," ujar Rara sambil menyerahkan uang seratus ribu rupiah.


"Ya gak ada kembaliannya mbak," ucap supir taksi.


"Udah ambil aja pak kembaliannya," sahut Rara.


"Makasih mbak."


Rara pun mengangguk lalu ia pun keluar dari taxi, dan memeluk tasnya supaya tidak basah,ia pun berlari kecil menuju halte bus yang ada didekat gerbang sekolahnya untuk berteduh sebentar,mana mungkin ia langsung menuju kekelas bisa-bisa bajunya sudah basah kuyup


"Kira-kira Vina udah masuk belum ya," tiba-tiba terpikir oleh Rara tentang Vina yang sudah dua hari ini belum masuk sekolah,ntah kemana Vina.


Telah lama Rara menunggu, namun hujan belum juga reda.Rara pun memutuskan untuk masuk ke kelas dengan berlari.


Rara pun kini tengah berlari sambil memeluk tasnya,saat berada ditengah lapangan, seketika hujan tidak lagi mengguyur badannya ,Rara pun mematung, bukan karena hujan yang berhenti, namun karena ada seseorang yang memayunginya.


Mereka saling bertatapan, detik kemudian pria itu melepaskan payungnya dan memeluk erat tubuh Rara.


"Aneh lo,lepas gak,ntar baju gue basah," desak Rara mencoba melepaskan pelukan Angga.


Namun Angga sama sekali tidak merespon ucapan Rara.Rara pun mencoba kembali membuka tangan Angga yang memeluknya, tetap saja tidak bisa walaupun Rara tomboy, tetap saja kekuatan Angga lebih besar darinya.


Rara pun mencari cara lain,ia pun mencubit perut Angga,membuat Angga meringis kesakitan lalu melepaskan pelukannya.


Rara pun langsung berlari menuju kelasnya dan langsung duduk di bangku depan kelasnya, karena mana mungkin dia memasuki kelas dengan keadaan baju yang basah kuyup.


Rara pun melihat Angga yang mendekatinya, seketika Rara menangkup kedua tangannya seperti sedang berdoa.


"Eh,ngapain lo baca ayat kursi?" tanya Angga sembari duduk disebelah Rara


Rara tidak menjawab,ia pun memegang kepala Angga, yang membuat Angga semakin bingung.


"Oh,lo lagi modus ngerapiin rambut gue ya," ujar Angga


"Akhirnya kata-kata songong lo keluar juga, berarti lo udah gak kesurupan lagi," titah Rara, lalu melepaskan tangannya dari kepala Angga.


,"Lo kira gue kesurupan?" tanya Angga.

__ADS_1


"Habisnya lo kayak kesurupan, tiba-tiba meluk gue, lihat nih baju gue jadi basah kuyup," jawab Rara sambil merentangkan kedua tangannya.


"***** kok gue baru sadar ya," batin Angga yang melihat keadaan Rara.


"Ngapa lo ngeliatin gue segitunya, kayak gak pernah lihat orang basah kuyup aja," ucap Rara, yang melihat Angga terkejut.


"Jadi lo dari tadi gak sadar, baju lo tembus pandang," ucap Angga.Rara pun melihat badannya dan berteriak.


"AAAA, TUTUP MATA LO NYET!" teriak Rara sambil menutupi bagian depan badannya menggunakan kedua tangan.


Angga yang mendengar Rara berteriak, segera menutup telinganya lalu memejamkan matanya.


"Gak usah teriak juga kali,suara lo cemprengnya diatas rata-rata." timpal Angga yg masih memejamkan matanya.


Angga pun membuka matanya dan melihat Rara sudah tidak ada lagi disampingnya."Pantasan kagak ada yang nyahut."


"Kemana tuh anak?cepat banget ngilangnya,bisa teleportasi mungkin dia."


••••


Karena hari ini adalah hari terakhir MPLS,maka kegiatan belajar mengajar belum aktif.Angga pun kini tengah mencari dimana keberadaan Rara dengan baju yang masih basah kuyup.


Ia pun melihat seseorang, jika dilihat dari belakang sangat mirip dengan Rara, rambut orang itu dikuncir kuda,dan sedikit lepek.


"Ra," panggil Angga, yang sangat yakin bahwa orang itu adalah Rara.


"Hm?" jawab orang itu,yang ternyata Rara.


"Gue beli dikoperasi tadi," jawab Rara.


"Baju basah aja langsung beli,"tutur Angga."Penasaran gue,apa kalo lo makan,mangkok nya langsung dibuang,kagak dibalikin," lanjut Angga.


"Lebai lo,anak konglomerat mah bebas," ucap Rara, sembari mengibas-ngibaskan tangannya.


"Sombong amat nih bocah," batin Angga


"Ohh,lo holang kaya, beliin juga dong baju buat gue," pinta Angga


"Beli aja sendiri, emang gue emak lo." Rara lalu melenggang kearah kantin.


••••


Rara pun kini tengah berada dikantin, dan sedang menunggu pesanannya, semangkuk bakso dan es teh.Tiba-tiba ada orang yang memanggilnya.


"Ra," panggil orang itu


"Hm?" sahut Rara

__ADS_1


"Traktir dong Ra, udah lama lo gak traktir gue," ucap orang itu.


"Uang gue ..."


"Makasih Ra,lo emang sahabat terbaik gue," potong orang itu yg tak lain adalah Nabila.


"Kalo gitu gue mesan dulu ya," ucap Nabila,lalu pergi memesan makanan.


"Gak waras lo nyet," batin Rara."yang gak tau definisi 'tau diri',kalo ngeliat lo pasti langsung tau."


Tak lama kemudian, Nabila datang dengan membawa 2 mangkuk bakso,dan 2 gelas es teh di nampan.


"Nih punya lo," ucap Nabila lalu menyodorkan semangkuk bakso dan segelas es teh, lalu ia segera duduk disamping Rara.


"Ini gak lo pelet kan?" ujar Rara


"Pelet apaan, emang gue suka sama lo,lesbi dong," imbuh Nabila lalu kembali menyantap dengan lahap makanannya.


"Pelet biar gue,selalu ngasih lo uang dan traktiran," ujar Rara.


"Uhuk-uhuk." Nabila pun tersedak akibat ucapan Rara.


"***** lo, habis makan pedang samurai,tajam banget," ucap Nabila, dengan mata yang sudah memerah.


"Selow nyet, gitu aja langsung mau nangis," ucap Rara yang melihat mata Nabila yang sudah merah.


"Siapa juga yang mau nangis,perih nih gara kesedak kuah bakso," sahut Nabila.


Rara pun tidak memperdulikan celotehan Nabila,pandangannya jatuh pada seseorang yang melamun di pojokan kantin,Rara pun mulai penasaran dengan orang itu lalu hendak menghampirinya,dan membiarkan baksonya yang belum tersentuh sama sekali.


"Mau kemana lo Ra, belum juga bayar?" tanya Nabila.


Rara pun memberikan uang seratus ribu rupiah diatas meja,lalu pergi menghampiri orang yang duduk sendirian dipojokkan kantin.


"Azek, kembaliannya buat gue nih." Nabila membatin.


Siapa kira-kira orang itu???


📕📕📕📕


Hello author-author


Maklum masih banyak kata-kata yang salah


Jangan lupa Vomment


Salam

__ADS_1


Lyra


Next....


__ADS_2