Sandiwara

Sandiwara
Gombalan Receh


__ADS_3

Pagi ini adalah pagi yang melelahkan bagi Rara pasalnya ia harus bangun pagi untuk merapikan rumah, mencuci piring dan menyiapkan sarapan sebelum kesekolah, sebenarnya ia sudah terbiasa mandiri seperti ini, karena Orangtuanya yang selalu pergi ke luar kota.


Biasanya selalu ada bi Iyem yang merapikan rumahnya namun sudah 2 minggu bi Iyem pulang kampung, walaupun bi Iyem ada Rara tetap akan membantu bibi merapikan rumah jadinya sekarang ia sudah terbiasa.


Sekarang Rara sudah ada di meja makan ia memakan dengan lahap nasi goreng buatannya sendiri, setelah itu ia pun pergi ke sekolah dan tidak lupa ia mengunci pintu rumahnya.


Rara pun terpaksa harus berjalan kaki menuju ke sekolah karena motor ninja kesayangannya sudah di jual oleh Angga.


"Gila ya tu anak bisa-bisanya ngejual motor gue, gak tau apa butuh perjuangan beli tu motor," sungut Rara sambil berjalan menyusuri tepian trotoar.


"Ganteng sih ganteng tapi gak punya hati," lanjut Rara yang masih belum terima.


Tanpa disadari Rara sedari tadi ada orang yang mengikuti dia dari belakang orang itu membawa moge yg ia arak supaya tidak ketahuan oleh Rara.


"Marah-marah bae,neng," sapa orang itu pada Rara,Rara pun menoleh kebelakang melihat orang itu.


"Sejak kapan lo ngikutin gue?" tanya Rara pada orang itu yg tak lain adalah Angga.


"Sejak lo bilang gue ganteng," jawab Angga dengan nada sombong nya.


"Skuy neng biar babang ganteng yang nganterin," ucap Angga sambil menyisir rambutnya ke belakang.


"Jijay, ogah gue dianter sama lo," ucap Rara dengan nada yang kesal.


"Ohh, yaudah gue deluan," ujar Angga sambil menyalakan motor nya, lalu ia pergi meninggalkan Rara.


Rara pun melanjutkan perjalanan nya sambil bersungut-sungut, dan berjalan dengan tidak santainya.


"Gila tu cowok ya gak peka banget bujuk kek,apa kek," ucap Rara.


"Oh jadi nengnya pengen dirayu," sahut seseorang dari belakang.


"Loh kok lo ada disini bukannya tadi udah pergi," ujar Rara pada Angga.


"Mana mungkin gue tinggalin, cewek seimut lo," ujar Angga dengan nada yang merayu.


Pipi Rara pun mulai memanas dan sangat merah hanya dengan gombalan receh dari Angga.


"Tapi boong," lanjut Angga sambil tertawa, membuat Rara melotot kearah Angga, baru saja speechless sudah di jatuhkan lagi


"Bercanda gue, biar gak tegang-tegang amat kayak kerah baju anak SMP," ujar Angga pada Rara yang terlihat masih marah.


"Yaudah ayok ntar telat lagi,baperan lo," ucap Angga pada Rara.


"Gak gu..."


"Gak ada penolakan," potong Angga pada Rara,Rara pun pasrah dan menaiki moge milik Angga.


"Yaudah ayok jalan," ujar Rara yang tak sabaran lagi karena Angga belum juga jalan.


"Lo pengen, ditonton banyak orang,nih tutupi pake hoddie gue," Ucap Angga seraya melepaskan hoddie nya dan menyerahkan pada Rara agar menutupi pahanya.

__ADS_1


"Makasih," ucap Rara dengan senyum.


"Sama-sama neng, jadi nengnya mau langsung ke KUA nih," ucap Angga layaknya seperti tukang ojek.


"Apaan sih," ucap Rara yang berpura-pura tidak senang padahal baru kali ini Rara baper dengan gombalan receh.


Angga pun melajukan motornya dengan kecepatan yang santai membuat Rara kesal.


"Ih lama banget sih lo bawanya," ujar Rara sambil menepuk bahu Angga.


"Pegangan," suruh Angga.


"Modus," balas Rara, Angga pun mengendarai motor nya layak nya pembalap membuat Rara refleks memeluk pinggang Angga.


"Pelan-pelan kali, gue belum mau mati."


•••••


Tak butuh waktu lama bagi mereka sampai di sekolah Rara pun turun dari motor dengan wajah yang karena Angga membawa motor seperti kesetanan saja.


"Makasih," ucap Rara jutek.


"Yaelah neng jutek banget," sahut Angga menanggapi.


Rara pun menarik nafas nya dalam-dalam lalu mulai berbicara berhadapan dengan Angga.


"Makasih ya Angga," ujar Rara sambil senyum sumringah sambil memperlihatkan gigi gingsul nya.


"Mana nih karung biar gue karungin aja, terus bawa pulang," batin Angga sambil melamun melihat ke arah Rara.


"Yaudah gue deluan," ujar Rara kembali pada nada jutek nya sambil pergi meninggalkan Angga.


"Yaelah baru aja manis kayak madu,udah berubah lagi jadi mak lampir." Angga bermonolog.


Rara pun menuju ke mading untuk melihat di mana kelasnya,kerena memang hari ini adalah pembagian kelas Rara pun sudah melihat namanya tercantum di sana dan ia masuk ke kelas XII IPA 2 karena memang kepintaran Rara biasa-biasa saja.


Disini lah Rara sekarang ia pun sudah memilih kursi yang nyaman untuk ia duduki bersama Vina,ya Rara memang berencana duduk bersama Vina sahabat kecilnya itu.


Rara pun duduk dan mengambil ponsel didalam tasnya, bukan Instagram, Facebook, atau pun Twitter yang dilihat oleh Rara karena ia sama sekali tidak memiliki medsos,bila ia sudah memegang ponsel pasti ia akan bermain game atau membuka wa atau pun sedang menelepon.


Sekarang Rara sedang bermain game balapan,Rara sangat asyik bermain game,ia sama sekali tak menghiraukan orang-orang disekitarnya tiba-tiba ada yang mengambil ponsel itu dari tangan Rara.


"Dikit lagi gue menang ****!" ucap Rara setengah berteriak Rara


"Jangan marah dong neng," ujar Angga, dengan menyebut nama Rara neng.


"Ih mau lo apasih?" tanya Rara yang sudah geram dengan sikap Angga.


"Ih mau babang itu eneng," ucap Angga dengan menirukan gaya Rara.


"Balikin hp gue," ujar Rara seraya menyodorkan tangannya.

__ADS_1


"Enak aja, gue mau minta id line lo dong," ucap Angga sambil melipat kedua tangannya seperti memohonkan.


"Gue gak pake line," ucap Rara.


"Wa aja deh," ucap Angga lalu mengutak-atik ponsel Rara, lalu mengembalikan nya pada Rara.


"Nomor gue udah ada disitu kalau lo butuh gue,chat aja," ucap Angga.


"Hm," deheman Rara.Lalu kembali ia memainkan game balap nya,namun ia tidak nyaman dilihatin oleh Angga yg sedari tadi belum pergi juga.


"Ngapa lo belum pergi," ujar Rara dengan nada sewotnya.


"Gue kan masuk kelas ini," ucap Angga.


"APA!" teriak Rara yang membuat seisi kelas menatap mereka berdua.


"Biasa aja kali,seneng banget ya lo?" tanya Angga sambil mencolek dagu Rara.


"Eh, jantung nyamuk sedikit pun gak ada rasa seneng dihati gue, malahan nih ya semangat buat gue hidup aja udah gak ada karena sekelas dengan lo," jelas Rara panjang lebar.


"Masa sih," ujar Angga,Rara pun sudah jengah menghadapi Angga dan memberikan pilihan pada Angga,ia mengepal tangannya dan menaruhnya didepan wajah Angga.


"Milih yang mana lo,kiri lo bakal sengsara dulu sebelum mati,kanan lo bakal langsung mati di tempat?" tanya Rara pada Angga, tentu saja membuat Angga ketakutan ia pun mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ihh Ra ada apa tuh dimata lo," tunjuk Angga.


"Apaan?" tanya Rara, tentu saja dengan keadaan masih mengepalkan tangannya.


"Terang banget, kayak masa depan kita," ucap Angga yang telah mengeluarkan gombalan receh nya, dan membuat seisi kelas riuh.


"Cieee"


Blush,pipi Rara memanas dan memerah hanya karena gombalan receh Angga.


"Muka lo merah banget Ra kayak darah." Angga menggoda.


bugh


Rara pun sudah muak dan mendaratkan pukulan dengan tangan kirinya nya dilengan Angga.


📙📙📙📙


Hello gaze-gaze 


Kasih saran untuk aku dengan cara comment


Kasih juga bintang


Salam


Lyra

__ADS_1


Next....


__ADS_2