Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 1


__ADS_3

Aku dan anak-anak kos 38 berniat pergi berlibur ke kampung halaman salah seorang teman kos yang bernama Wida, rencana ini terbilang dadakan dan tanpa rencana, biasanya rencana yang dadakan selalu berhasil ketimbang rencana yang sudah di bicarakan jauh hari. liburan akhir tahun yang tak disangka adalah liburan semester perkuliahan, moments yang jarang bukan


Yupz liburan akhir tahun yang bertepatan dengan liburan semester tahun ini, biasanya teman-teman pulang ke kampung halamannya masing-masing, begitu juga dengan ku, tapi tahun ini aku putuskan untuk tidak pulang karena moment nya yang pas dengan penghujung akhir tahun, rasanya asik jika dihabiskan dengan berlibur ke tempat wisata.


Biasanya tempat wisata pasti menyediakan beragam acara menarik untuk menyambut pergantian tahun, oleh karena itu kami berencana untuk berlibur ke kampung halaman Wida yang termasuk salah satu destinasi wisata lokal yang menarik dan banyak di kunjungi.


Kampung halaman Wida terletak di pegunungan dan terdapat sebuah danau yang besar hampir menyerupai laut, namanya saja danau laut tawar


Hari yang dinantikan sudah tiba, kami bersiap-siap untuk pergi, aku membawa pakaian yang secukupnya saja, paling penting adalah jaket tebal, karena disana kalau malam hari udaranya sangat dingin


"Sri jangan lupa jaket mu, disana dingin loh" jelas ku mengingatkan pada Sri sebelah kamar ku


"Sudah tenang aja" jawab nya singkat


Tak berselang lama mobil travel yang akan membawa kami sudah sampai, kami pun bergegas menuju mobil dan menyusun semua brang bawaan di bagasi dan mencari posisi duduk masing-masing


"Yang tukang mabok duduk depan ya" teriak Wida


"Jalan nya nanti berkelok loh, takut aja nanti muntah dijalan dan mengotori baju kita" lanjut nya lagi sambil tertawa


"Jangan lupa sedia plastik buat tampungan kalau-kalau beneran muntah" tambah Enda yang sudah duduk di bangku deretan tengah sambil tertawa dan di ikuti oleh yang lainnya


Aku si tukang mabok yang merasa selalu bikin susah kalau g kena AC alam saat dalam perjalanan langsung memposisikan diri duduk di depan. Setelah semua naik, mobil pun melaju dengan tenang nya meninggalkan kosan 38.


Semua saling bercerita dengan serunya, hingga membuat sopir tersenyum, tak jarang dari meraka sesekali menggoda kondektur sekaligus sopir ganti travel, kenapa harus ada sopir ganti karena perjalanan lumayan jauh jadi harus ada yang menggantikan, agar sopir Tak kelelahan, apa lagi katanya jalan nya berkelok-kelok.


Benar saja jalan yang kami lalui banyak kelokan, waktu perjalanan juga lumayan jauh sekitar 12 jam, dan itu cukup membuat ku merasa mual dan pusing.

__ADS_1


Waktu juga sudah mulai malam karena sengaja kami mengambil perjalanan malam biar bisa sampai pagi disana dan langsung menikmati segar nya udara pagi


Hampir setengah perjalanan kami lewati, ku putus kan untuk tidur saja dari pada muntah beneran, lagian sudah gelap, g ada pemandangan yang bisa dilihat lagi, biarkan saja teman-teman ngbrol dibelakang


Aku lihat juga Wina dan wini sudah tertidur, saat ingin memejamkan mata tiba-tiba kami dikagetkan dengan suara Supir yang memerintahkan untuk menutup semua jendela kaca.


"Mbak tolong tutup semua kaca jendela, karena kita sebentar lagi akan melewati belokan tajam" perintah supir pada kami


Kami langsung menutup semua jendela kaca, karena sengaja dari awal kita semua lebih suka pakai AC alam dari pada AC buatan


**Flash back**


"Wid kapan kamu pulkam?" Tanya ku pada Wida yang lagi asik berbaring sambil baca buku


"Hem?? Owh aku insya Allah pulang habis semester an nanti, kenapa?" Tanya Wida lagi


Ya karena menurut informasi yang aku dengan disana banyak destinasi wisata yang bagus dan ada beberapa tempat bersejarah


"Hmm boleh, kalau mau ya hayuk, nanti kita nginep dirumah ku saja, kalau g mau nginep dirumah ku ya nanti kita sewa vila disana, ada vila yang asik buat kita liburan" jelas Wida pada ku dan membuat ku senang


"Bagaimana kalau kita ajak temen-temen yang lain, siapa tau mereka mau dan kita bisa liburan bareng" ajak ku dengan penuh antusias


"Boleh, ajak aja kalau mereka mau kan lebih asik" kata Wida mengiyakan ide ku


Aku pun beraksi dengan sedikit teriak suara ku sudah disebar penghuni kosan yang hanya berjumlah 8 orang tersebut, ya karena cuma ada 8 kamar disana, aku tau hari ini anak-anak kos masih belum berselancar dengan aktifitas nya di luar.


"Helloooo ada yang mau ikut liburan gak??"

__ADS_1


Teriak ku sambil berjalan mengetuk kamar mereka masing-masing. Biasanya sih sore hari kita ngumpul di balkon kosan sambil melihat kebawa, karena letak kamar kami berada di lantai 2, tapi sore ini Masih blm ada yang kelihatan.


Hanya aku dan Wida saja yang lagi ngbrol itu juga karena Wida suka main kekamar ku, tak jarang dia juga sering tidur dikamar ku kalau malam, alasan dia sih takut tidur sendirian dikamar nya kalau hari-hari tertentu.


Aneh kan tapi aku sendiri tidak tau alasan dia seperti itu, ya aku sih seneng-seneng aja dan tidak masalah kalau dia mau tidur dikamar ku, karena Wida juga anak nya tidak resek.


Akhirnya teriakan dan ketukan ku membuahkan hasil, satu persatu mereka keluar dan masuk ke kamar ku.


"Ada apa sih, kaget gua tau gak" Rajuk Tiwi saat masuk ke kamar ku, dengan wajah sedikit manyun


Tiwi emang anak yang suka ngambekan, tapi dia masih tetap akan menjadi teman yang asik kalau diajak jalan


"Weei, mau liburan kemana?", tanya Endah sumringah saat memasuki kamar ku


"Tu, ada yang punya ide buat liburan bareng" jelas lifa santai yang sudah tau ide dari Wida karena tadi dia yang sampai dluan


Serentak mereka menatap ku, dengan tatapan penuh tanya


"Kita mau liburan ke Takengon, kampung nya si Wida" jelas ku pada teman-teman


"Kapan?" Tanya Sri yang sedari tadi diam, dia anak pendiam tapi kalau ada moment pas buat obrolan maka dia adalah orang yang tak bisa diam


"Liburan semester nanti" jawab ku singkat


"wew udah Deket tahun baru dong, kata Sri lagi


Hayuk, aku ikut, kebetulan aku belum pernah ke Takengon, aku mau lihat loyang koro, katanya ada putri yang berubah jadi batu disana" kata si kembar Wina, yupz ada anak kembar di kosan kami namanya Wina dan wini

__ADS_1


"Ok deal kita jadi liburan ke Takengon" jelas ku lagi


__ADS_2