
*** Flashback on***
"Wida kenapa kamu tidak mengabari dulu kalau kamu mau bawa temen-temen pulang kerumah, apa lagi sekarang malam tahun baru, kamu tau kan banyak kejadian aneh yang terjadi sampe merenggut banyak nyawa di belokan tajam, apa lagi menjelang malam tahun baru" Kata mom endang saat mereka sedang berdua dikamar mom endang
Tadi saat mereka sampai dan Masing-masing sudah masuk ke kamar untuk istirahat wida menyempatkan diri menghampiri mom endang yang sedang dikamar tengah menatap foto keluarga yang terlihat bahagia.
Wida masuk tanpa mengetuk pintu, karena sudah menjadi kebiasaan nya sejak dulu, masuk kekamar ibu nya tanpa mengetuk, karena memang pintu kamar juga tidak pernah dikunci sejak kejadian yang membuat semua orang bersedih dan tidak bisa melupakan kejadian tersebut sampai saat ini
"Maaf mom aku lupa ngabari karena kemaren tu sibuk banget ngurus berkas-berkas di kampus, biar saat liburan selesai sudah gak keteteran lagi" Jawab Wida pada mommy
"Tidak apa-apa mom cuma khawatir saja, tapi yang mom takutkan ramalan tengku bada terjadi" Kata mommy khawatir
"Maksdnya mom gimana??
"Kamu ingat tidak apa kata tengku bada tentang hilang nya keluarga kakak mu pada malam tahun baru 8 tahun silam"?? Tanya mom endang lagi
" Sang terpilih"??? Jawab Wida
"Iya sang terpilih, tengku bada bilang anak perempuan dari rumah ini akan membawa rombongan gadis ke rumah ini dan salah satu nya adalah sang terpilih, akan ada tanda-tanda pada dirinya yang menunjukan dia adalah sang terpilih" Jelas mom endang lagi
"Jadi maksud mom aku lah orang yang membawa sang terpilih kerumah ini?? Tanya Wida lagi
" Mom belum pasti dan gak mau berspekulasi " Mom cuma takut terjadi apa-apa sama kalian kalau ternyata salah satu dari kalian adalah sang terpilih, kita kan tidak tau apa yang akan terjadi apakah akan banyak resiko yang tekadi atau tidak
Apakah sekedar untuk menemukan dimana keluarga kakak mu atau memang akan banyak rintangan yang dihadapi sebelum misteri terungkap "
"Tapi siapa mom? Tanya Wida
" Mom juga gak tau apakah satu diantara Teman-teman mu yang kamu bawa saat ini atau bukan, yang jelas akan ada petunjuk dari nya yang mencirikan bahwa dia adalah sang terpilih dan orang-orang yang mengelilinginya akan menjadi tameng buat nya untuk memecahkan setiap misteri ini" Mom endang terus menjelaskan
"Kalau memang hari ini saatnya bagaimana kita bisa tau dia adalah sang terpilih" Tanya Wida lagi
"Menurut tengku bada salah satu petunjuk adalah benda kesayangan dari orang yang hilang akan ada pada nya, tapi mom juga gak tau benda apa itu, nanti juga kita bisa mengetahui nya" Dan mom endang terdiam
"Mom sudah jangan khawatir, semoga tidak terjadi apa-apa pada kita dan teman-teman ku semua, kalau pun memang salah satu dari mereka adalah sang terpilih dan hari ini adalah waktunya
__ADS_1
Maka aku siap mendukung nya untuk memecahkan misteri yang selama ini susah kita pecahkan, bahkan polisi saja masih belum menemukan dimana mereka berada" Jelas Wida menenangkan mom endang yang tampak gelisah
"Aku berharap mereka bisa ditemukan baik hidup atau mati" Jelas Wida sambil memeluk erat mom endang yang mulai menangis terisak
"Ya sudah kamu istirahat dulu sana sambil bersih-bersih pasti capek, Nanti kalau sarapan sudah selesai mom suruh marni membangunkan kalian" Kata mom endang sambil menyeka air mata nya
"Iya mom, kalau begitu aku ke kamar dulunya mom" Pamit Wida pada mom endang sambil mencium pipi mom endang
****Flashback off****
Aku masih bingung dengan tingkah mom endang dan Wida, ada apa dengan mereka tanya ku dalam hati
"Vila Cendana itu dimana??" Kata Wina yang sedari tadi diam
"Mmmm aku juga gak tau, semalam waktu kita habis dari rest area aku ketiduran terus bermimpi kalau aku sedang berada disebuah rumah, waktu itu terbangun di dalam kamar yang nyaman sekali, aku pikir kalian yang gendong aku ke kamar karena terlalu nyenyak dan capek"
"Dih keranjingan amat kami gendong lu" kata lifa sambil tertawa
"Vila nya itu bagus loh, halaman nya dipenuhi taman bunga dan lampu-lampu taman yang siap dinyalakan malam hari, seperti nya bagus sekali tempat itu kalau kita habiskan malam tahun baru disana"
"Mmmm, Wid disini ada gak namanya villa Cendana?? Tanya ku pada Wida
Wida hanya diam tak menjawab pertanyaan ku
"Kalau memang ada pasti tempat nya bagus sekali itu, sayang hanya mimpi" kata Sri sambil tertawa
"Tapi tempat itu seperti nyata loh, siapa tau emang beneran ada dan aku sudah dapat gambaran bahwa kita harus menghabiskan malam tahun baru disana"
"Coba kalau itu nyata kamu ingat gak ada di sebelah mana letak vila nya?" Tanya Sri lagi
Aku terdiam sejenak mengingat-ingat dimana letak vila Cendana
Lalu aku bangkit dari duduk dan berlari kedepan rumah dan di ikuti oleh yang lain nya
"Kalau gak salah ada di atas sana" kata ku menunjuk ke arah bukit yang Bisa kelihatan dari rumah wida
__ADS_1
Sontak mom endang merasa lemah dan langsung di sambut oleh wida dan Enda
"Eeh mom kenapa? Mom sakit??, Bawa mom ke kamar, kata ku pada Wida dan Enda yang memegang mom endang
"Tidak.. mom tidak apa-apa" jawab mom endang dengan mata berkaca-kaca
Setelah mom endang diantar ke kamar, Wida mengajak kami duduk di teras belakang rumah untuk merencanakan dimana tempat tujuan berikut nya untuk menghabiskan malam tahun baru bersama
Begitu sampai di teras belakang rumah terlihat diatas meja sudah tersedia minuman dan makanan ringan, untuk menemani waktu santai
"Wid kamu belum jawab pertanyaan ku tadi, ada tidak vila Cendana disini"
Wida Mash diam saja, dan seperti nya enggan membahas soal vila itu
"Tapi aneh nya waktu aku keluar kamar makanan sudah tersedia dan aku sarapan sendirian, aku pikir kalian sudah sarapan dan tidak menunggu ku, aku dengar kalian ngobrol di kamar tapi pas aku samperin gak ada"
"Pas aku ke luar rumah aku ketemu anak kecil yang jual gantungan hp ini pada ku, namanya Santi, ya Santi" jelaskan panjang lebar soal mimpi aneh ku
"Uhuk.. Uhukk.. Uhukk.. Wida terbatuk-batuk mendengar nama Santi yang ku sebut
"Dari mana kamu kenal sama santi"?? Tanya Wida
"Kan tadi aku dah bilang Santi yang jual mainan hp ini pada ku, tapi dia gak mau aku bayar, dia cuma bilang bayar saja denga membantunya" jawab ku pada Wida
"Kok lu jd serem sih un" kata wini lagi
"Serem gimana, enak aja lu" kata ku pada wini
" Eh tapi iya deh sedikit serem, karena Santi tu kelihatan pucet banget terus baju nya kayak gak di ganti-ganti gitu, entah lah kayak nya dia lagi sakit deh" jelas ku lagi
"Wid gimana?? Ada gak disini namanya vila Cendana milik pak Banowo"
..Klentaang...
Seketika cemilan yang ada diatas meja dekat Wida duduk jatuh berhamburan karena tersenggol oleh lengan Wida yang kaget karena pertanyaan ku
__ADS_1