Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 40


__ADS_3

Aku terus ngintip aksi yang dilakukan Wowo dari balik pintu yang tak tertutup rapat, aku melihat Wowo hendak keluar kamar dan aku langsung berlari mencari tempat persembunyian


Wowo terlihat kembali ke halaman belakang rumah dia mengambil selang dan menyiram bekas darah Anto yang masih tertinggal


Aku teringat pada Santi yang sedang bersembunyi, semoga saja Wowo tidak melihat gadis kecil itu


Setelah memastikan semuanya bersih dan rapi wowo kembali kedalam rumah


...Klontang... aku kaget karena tiba-tiba ada benda jatuh dari ruang tamu dan suara itu juga yang mempercepat langkah Wowo untuk masuk menuju sumber suara


Aku panik karena saat Wowo masuk dan menuju ruang tamu aku belum sempat bersembunyi karena masih terpaku melihat semua aktivitas yang dilakukan wowo


Dengan kebingungan aku berhasil bersembunyi dibalik lemari yang ukurannya lumayan besar sehingga menutup tubuh ku dan luput dari pandangan Wowo


Aku lupa Kalau sebenrnya tanpa bersembunyi juga Wowo tidak bisa melihat ku, namun tiba-tiba Wowo berjalan kearah ku setelah dia tidak menemukan apapun di ruang tamu


Aku menahan nafas ku, "apakah kali ini Wowo bisa melihat keberadaan ku.? " pikiran ku mulai kacau dan menduga-duga apa yang akan terjadi


Wowo berhenti sejenak seperti mencium sesuatu, "hmm enak sekali aroma ini tapi darimana datag nya" Wowo berbicara degan dirinya sendiri, lali melanjutkan jalannya untuk mengambil kembang api berukuran besar yang ada dalam lemari didekat ku


Aku mencium tubuh ku sendiri "Setajam itu kah aroma parfum ku sampai tercium oleh wowo" pikir ku, Kalai aroma parfum ku sudah mulai tercium tidak menutup kemungkinan lama kelamaan dia juga akan bisa melihat ku


"Ini gawat aku harus keluar dari rumah ini semangkin lama disini akan semangkin bahaya " pikir ku


Setelah Wowo meninggalkan lemari dan mulai mengikat kembang api yang diambilnya, aku pun bergegas berlari menuju pintu belakang yang belum di kunci Wowo untuk menyelamatkan diri dan mencari santi


Sambil berjalan lambat berusaha tanpa suara aku masih memperhatikan Wowo duduk di ruang tamu sibuk dengan kembang api nya " sepertinya itu kembang api yang akan di ambil oleh ayah Santi" pikir ku, tanpa aku sadari aku menghentikan langkahku dan terus memperhatikan Wowo


"Ahahaha tidak ku duga rencana ku berjalan dengan lancar, tebakan ku benar Anto pasti mengambil kembang api ini melalui jalur kebun teh, dan bum ahahaha sekarang sudah menjadi mayat,. ahahaha" Wowo tertawa kegirangan sambil memegang kembang api ditangan nya


Wowo beranjak dari duduk nya dan aku tersadar langsung bergegas menuju pintu belakang rumah yang belum di kunci dan berlari mencari Santi yang terakhir aku tinggal masih bersembunyi dibalik bak sampah


Kasihan anak itu, dengan usianya yang masih kecil sudah menyaksikan kematian ayahnya sendiri ditangan orang yang sudah dianggapnya kakek

__ADS_1


Aku langsung menuju bak sampah tempat persembunyian Santi tapi Santi sudah tidak ada, aku melihat Wowo mengunci pintu


"Dimana Santi, apakah dia sudah pulang ke villa, aku harus menyusul nya" aku pun menunggu Wowo meninggalkan villa agar aku bisa keluar dari persembunyian ku


"un..un..bangun un susah pagi..un"


Aku seperti mendengar suara Wida memanggil ku, dan aku juga merasakan badan ku terasa lemas seperti hampir kehilangan tenaga "Kenapa badan ku lemas gini ya"


Tapi aku tidak terlalu memperdulikan rasa lemas suara yang ku dengar, degan mengendap-endap aku berjalan ke depan rumah


Aku melihat Wowo menarik selang panjang yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman, Wowo menyiram jalanan yang masih terparkir mobil milik nya, rupanya Wowo menyiram bekas darah yang masih tertinggal di aspal dan sengaja tidak memindahkan mobil untuk menutupi bekas kecelakaan tadi


Setelah semuanya bersih Wowo kembali kedalam rumah dan menutup semua pintu rumahnya dan kembali keluar


Badan ku semangkin terasa lemas dan aku merasa pusing "un.. un.. bangun un.. kembali lah sudah terlalu jauh kamu berjalan sendirian..un..un.. bangun pulang un"


Suara-suara yang tak asing semangkin jelas terdengar ditelinga seolah memanggil ku untuk pulang, saat aku hampir karena merasa pusing yang sangat amat terasa berat tiba-tiba saja aku melihat Wowo berjalan kearah ku


Dengan susah payah aku berusaha bangkit untuk lari namun aku seperti kehabisan tenaga dan Wowo semangkin dekat dan **buum**


... Aaaaaaaa.. tubuhku seperti ada yang menarik dan aku terbangun dalam pelukan wini dengan nafas yang memburu


Wida dan mom endang memapah ku ketempat tidur, "wajah mu memar" kata Wida


"Terlalu lama kami meninggalkan tubuh mu, kalau begini terus ini akan berbahaya untuk mu" tiba-tiba Wina berbicara dengan tatapan kosong


"Aku sendiri tidak tau kapan aku pergi meninggalkan raga ku" jawab ku pada Wina


"Jangan gegabah jika tidak akan fatal akibatnya" Wina membalas ucapan ku


"Jadi aku harus bagaimana, aku sendiri tidak tau kapan waktunya aku akan menjelajah dunia alam bawah sadar ku" jawab ku lagi pada Wina


"Sudah cukup jangan berdebat lagi biarkan uni istirahat" mom endang melerai perdebatan kami

__ADS_1


"Ahahaha" Wina tiba-tiba tertawa dengan suara yang aneh


"Berani ikut campur maka kau akan mati" setelah mengeluarkan kalimat ancaman Wina tiba-tiba lemas dan tertidur


"Angkat Wina ketempat tidur" mom endang meminta uang lain untuk mengangkat Wina dan meletakan disebelah ku


"Harus ada cara lain agar kamu tidak pergi sendirian" kata Wida sambil membersihkan memar di wajah ku


"Aneh ya padahal di awal dia tidak melihat ku tapi kenapa tiba-tiba dia bisa melihat ku"


"Siapa" tanya Wida


"Om Wowo" jawab ku


"Om Wowo" tanya Wida lagi


Aku hanya mengangguk


"Kamu yakin dia Wowo" tanya mom endang


"Kalau orang yang di foto ini adalah Wowo, berarti aku tidak salah lihat kalau orang itu adalah wowo" jawab ku lagi


"Hati-hati jangan sampai salah mengaitkan dunia ghaib dengan dunia nyata" mom endang terlihat khawatir


"Wida kamu ingat kejadian kemaren waktu kita pulang dari vila perkebunan, kita melewati sebuah rumah besar yang sudah tidak terawat lagi, dan aku tiba-tiba berlari ketakutan" tanya ku pada Wida sambil mengingatkan kejadian tempo hari


"Iya, kenapa?? itu rumah keluarga om Wowo hanya itu yang tersisa sebelum bencana pemukiman kelokan tajam terjadi" jawab Wida


"Apa? bencana?" tanya ku lagi


"iya bencana tanah longsor yang menghabiskan semua rumah di area itu, dan itu adalah komplek perumahan milik keluarga om Wowo" Wida menjelaskan lagi


"Dan kejadian itu tidak jauh dari hilangnya ayah dan keluarga kakak ku" Wida terlihat murung

__ADS_1


"Ah sudah jangan diceritakan lagi, kenapa kamu bertanya tentang rumah tua itu" tanya mom endang


__ADS_2