
"Assalamualaikum, Mom.. mom endang" teriak ku begitu sampai rumah Wida
"Waalaikumsalam, ada apa non" jawab salah satu pekerja disana
"Mana mom endang" tanya ku sambil ter engah-engah karena baru saja berlari tanpa henti dan ku tinggalkan teman-teman yang lain dibelakang mengejar ku
"Ya ampun, cepat, sekali, kamu larinya un" kata Sri yang masih mengatur nafas karena mungkin dia juga berlari tanpa henti
"Ada apa ribut-ribut" mom endang datang dari arah belakang rumah
"Mom" panggil ku dan aku seketika tidak sadar kan diri
"Jack.. Parjo.. bawa dia ke kamar" teriak mom endang memerintahkan anak buahnya untuk membawa ku ke kamar
"Ada apa ini, kenapa kalian lari-lari Seperi dikejar setan" mom endang bertnya pada teman-teman yang lain, sementra aku di gendong masuk ke kamar
"Uni tadi tiba-tiba lari mom jadi kami juga ikut lari ngejar dia" kata Sri yang always selalu bawel
"Aaaaaa, hentikan jangaaaaaaan" teriak ku dari kamar dan membuat yang lain nya berlari ke kamar ku
"Un.. un.. bangun nak tenang kamu sudah aman, kamu sudah di rumah, ini mom nak"
Mom endang terus memanggil ku agar aku sadar dan terbangun
Aku melihat semua kejadian itu, aku merasa arwah ku telah berpisah dari raga ku, aku juga tidak tau kenapa bisa terjadi
Aku melihat semua orang panik, namun hanya Wina yang tenang dan dia melihat ke arah ku sambil tersenyum, lagi-lagi Wina yang menunjukan sikap berbeda dari yang lain
"Pergi lah cari tau" Wina berbicara pada ku
Tapi aku masih bingung apa yang harus aku cari tahu, sementara aku masih belum kembali ke raga ku
Wina menunjuk ke arah lemari pakaian, dan aku berjalan kearah lemari pakaian yang ditunjuk oleh Wina
"Waktu mu cuma 30 menit untuk segera kembali ke raga mu, jika terlambat maka kau tidak akan bisa kembali selamanya, aku akan menunggu mu disini"
__ADS_1
"Saat kau mendengar suara ku maka segera lah kembali ke raga mu, ingat waktu mu hanya 30 menit" Wina kembali mengulang soal waktu untuk kembali ke raga ku
Aku membuka lemari pakaian yang tadi di tunjuk Wina, selama berada di kamar ini aku belum pernah sekalipun membuka lemari pakaian
Tidak ada yang istimewa didalam lemari pakaian ini, saat aku akan menutup pintu lemari itu mata ku menangkap sebuah kotak yang tersimpan di bawah sudut dalam lemari
Aku mengambil kotak itu dan ku buka, aku terkejut melihat isi didalamnya adalah foto-foto keluarga wida, itu sebab nya tidak ada satu foto pun yang terpajang di rumah ini, itu karena semua sudah di buka dan di simpan rapi
Entah karena sengaja menghilangkan jejak atau untuk menghindari kesedihan, tapi didalam foto ini semua seperti familiar, orang-orang yang ada didalam nya hampir semua pernah aku temui
"Ahahaha"
Tiba-tiba aku mendengar suara tertawa bahagia di ruang tamu aku menutup kembali kotak yang ku pegang dan ku kembalikan ke tempat semula dan aku beranjak keluar kamar menuju ruang tamu
Aku melihat ada Wida, mom endang, orang yang mirip dengan Wida, ada Santi, pria berjenggot dan yang lain nya, mereka bercengkrama dan terlihat bahagia
Tapi tidak pria berjenggot itu yang sepertinya sedang memperhatikan perempuan yang mirip Wida, dan melihat dengan tatapan penuh kebencian kearah laki-laki yang
"Hei itu kan yang tadi aku lihat di tabrak mobil" pikir ku
"Jadi bagaimana acara malam tahun baru mau di baut dimana" lelaki berjenggot mulai membuka pembicaraan
"Kita belum tau tapi mungkin kita akan di rumah saja" perempuan itu juga berbicara
"Santo kalau begitu kamu bantu aku mengambil kembang api di rumah ku ya" kata pria berjenggot itu
"Owh om wowo sudah membelinya kah" jawab pria yang dipanggil Santo
"Yaa pastinya, Yanti sudah minta pada ku sejak jauh-jauh hari, dia minta kembang api yang Seperi tahun lalu yang besar dan bisa terlihat dari bawah" jawab pria berjenggot yang dipanggil om Wowo
"Oke om, nanti aku akan mengambilnya, kalau tidak terlalu banyak aku akan berjalan kaki saja lewat jalan pintas" jawab Santo
"Oke kalau begitu om pamit dulu ya" kata Wowo berpamitan
Aku melihat Wowo keluar dan aku mengikuti nya, aku melihat Wowo menuju mobil sedan hitam dan dia mengambil sesuatu seperti tang dan kembali mengarah mobil putih yang terparkir tak jauh dari mobil hitam tersebut
__ADS_1
Dia jongkok dan tiduran ke bawah mobil, seperti melakukan sesuatu pada mobil tersebut, aku menghampiri om Wowo dan ikut tunduk melihat kebawah mobil
Aku melihat om Wowo seperti sedang merusak sedikit bagian bawah mobil, dan saat aku hendak menghentikan om Wowo aku sepeti mendengar suara Wina memanggil
"Un.. Un.. pulang lah sudah waktunya kembali" suara Wina jelas terdengar dan aku segera berlari masuk kedalam rumah
Tapi tiba-tiba pintu rumah tertutup dari dalam dan aku tidak bisa membuka nya, aku menoleh kebelakang dan jelas aku melihat om Wowo sedang menatap sinis pada ku dan mulai bergerak kearah ku
Aku berusaha membuka pintu dan berteriak berharap ada yang menolong ku untuk kembali
"Buka..buka pintunya.., Widaaa.., Santi.. Santi.." aku berteriak memanggil Wida dan Santi entah kenapa nama Santi juga ku panggil
"un..un.. bangun un kembali lah" Suara Wina terus memanggil ku dan sepeti menuntun jalan ku kembali
"Wina.. Wina buka pintu nya".. aku berteriak memanggil nama Wina
Saat om wowo hendak mencapai ku, tiba-tiba pintu terbuka dan aku langsung berlari mengikuti arah suara Wina dan aku tersadar dalam keadaan ter engah-engah dengan nafas yang saling memburu
"Alhamdulillah kau sudah sadar nak" kata mom endang
"Wina." aku reflek memeluk Wina yang ada didekat ku sambil memegang tangan ku
"Terima kasih" ucap ku sambil memeluk nya
"Kamu nekat sekali, sedikit saja terlambat kami bisa tidak kembali selamanya" kata Wina yang juga memeluk ku dengan erat
"Apa sebenarnya yang terjadi" mom endang mulai curiga
"Mom ada hak yang ingin umi ceritakan dan tanya pada mom dan Wida" jawab ku
"Diminum dulu air nya, sepetinya kamu harus dan lelah" mom endang menyodorkan segelas air putih pada ku
Dan aku langsung meneguk habis air itu, karena memang aku benar-benar haus dan sedikit lelah
"Mom ini bekas kamar siapa" tanya ku
__ADS_1