Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
eposide 15


__ADS_3

"Hei Wid kamu kenapa kok diam disitu aja sini masuk kan ini kamar mu" panggil ku pada Wida yang masih mematung di dekat pintu tembus di tengah kamar


"Wida .. uni... hei buka dong pintu nya kapan kita mau jalan ne masa di rumah aja"


Tiba-tiba kami dikagetkan dengan suara teman-teman yang memanggil kami untuk gabung dan mengajak jalan


Wida yang paling terlihat kaget, kenapa tidak badan nya sampai terangkat sangkin kaget nya, entah apa yang sedang di alami Wida, tapi yang jelas dia seperti melihat hantu saja karena sudah diam lama dan mematung tanpa ekspresi


Aku berjalan mendekati pintu dan membuka pintu kamar, dan mempersilahkan mereka masuk


"Wei masuk sini" tawar ku pada mereka begitu pintu terbuka


"Betah amat di kamar, ayok lah kita jalan masa liburan mendem terus di rumah" kata lifa


"Iya mau kemana kita??" tanya ku lagi


"Tu tanya tuan putri dari rumah ini, kita mau kemana" kata lifa lagi


"Wah bagus sekali taman dibawah sana, kita kesana yuk" kata Wina


Aku dan Wida saling berpandangan, Wida sini kami ngapain masih disitu, panggil ku lagi pada Wida yang masih belum beranjak dari tempat dia semula berdiri


"Kamu melihat nya juga" tanya ku pada Wina


"Iya itu bagus sekali hayuk kita kesana" pinta Wina lagi


"Mana ada taman, itu kebun kol, mata mu dah salah tu, kebanyakan nonton film Korea, kebun kol di bilang taman bunga" kata Enda dan di iyakan oleh wini


Wina tampak bingung " iya ya aku salah lihat hahaha" kata Wina lagi mengalihkan pembicaraan


"Apa Wina bisa melihat seperti ku tapi yang lain tidak bisa, nanti aku ajak Wina ngobrol ber dua ah, siapa tau Wina ada mengalami hak yang sama dengan ku" pikir ku dalam hati


"Mm ya sudah kita jalan-jalan ke kebun jeruk saja nanti disana kalian bisa makan jeruk sepuasnya, mau dibawa pulang juga boleh"

__ADS_1


Kata Wida memecahkan suasana, padahal dia sendiri aja Masih terlihat bingung dengan kejadian hari ini


"Oke ide bagus tu, sambil menikmati udara dingin kota ini" kata Enda


"Disana juga ada villa kecil biasa tempat istirahat kalau lagi musim panen nanti kita bisa nyantai disana, jangan khawatir perkebunan dan vila itu milik ayah ku, selalu banyak penjaga disana",


"Kalau kita masih betah disana kita bisa nginap disana, kalau malam asik loh bisa menikmati bintang-bintang yang bertebaran sambil buat api unggun, tapi kalau mau pulang ya kita pulang " kata Wida menambahi


"Oke deal kita kesana, persiapkan aja apa yang mau dibawa siapa tau kita nginap, jangan lupa izin dlu sama momy, setelah jam lagi kt kumpul di ruang tamu" kata ku lagi


Dan semua nya bubar termasuk aku kembali ke-kamar lewat pintu tembus, sesampainya di kamar aku kembali melihat kebawah memastikan yang kulihat bukan kebun kol melainkan taman indah


Benar saja yang kulihat adalah sebuah taman, dan itu membuat rasa penasaran ku semangkin jadi, rahasia apa dibalik ini semua, sepertinya ada dua dunia yang sedang aku hadapi


Entah ini petunjuk untuk menembus dunia goib atau memang halusinasi ku saja, tapi kenapa Wina juga melihat yang aku lihat


Pikiran ku terus menerawang sambil melihat kebawa, dan tiba-tiba


Krucuk.. krucuk.. krucuk...suara air dikamar mandi menyala


Sweater, jaket, kaos kaki dan tangan, baju ganti, syal, juga perlengkapan lainnya, sudah tersusun rapi tinggal aku masukan kedalam ransel yang sudah tersedia pula disana


"Siapa yang menyiapkan ini semua, apa Wida?? dua kali ini keperluan ku di siapkan dengan super kilat" pikir ku


Aku masukan semua perlengkapan kedalam tas, aku kenakan jaket dan siap berangkat ke titik kumpul yakni ruang tamu


"Siapa pun kamu yang menyiapkan keperluan ini semua, pasti ada maksud dibalik ini semua" ucapku dalam hati sambil menutup pintu kamar


Saat aku hendak melangkah, Seperti ada yang memegang tangan ku, tangan dingin yang sama dengan yang menuntun ku ke taman tadi pagi, seperti menarik tangan ku untuk menuruni anak tangga, begitu sampai di bawah


"Koridor Utara"


Seperti ada yang berbisik di telinga ku dan aku sontak melihat kearah kanan, tepat sekali aku melihat koridor Utara seperti ada cahaya yang tadi pagi aku sempat melihat ada anak kecil yang lari kesana

__ADS_1


Aku melangkah kearah cahaya tersebut samar tapi masih terlihat jalan lama-lama cahaya tersebut semangkin terang dan aku melihat ada laki-laki sedang membakar api unggun di tengah taman kecil dekat pendopo yang terlihat bagus


Aku terpaku melihat kearah sosok laki-laki itu dan tiba-tiba, laki-laki itu bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah ku , aku ingin lari tapi tak bisa, tapi aneh nya laki-laki itu hanya berjalan melewati ku dan masuk kedalam sebuah kamar


Dan aku yang penasaran mengikuti langkah laki-laki itu namun aku mentok pada satu pintu dan pintu itu masih terkunci, aku melihat kesana kemari tapi tak melihat ada sosok yang tadi


aaaa tolooong lepaskan aku, berikan aku minum


Aku mendengar suara erangan kesakitan dari seorang laki-laki


aaaaaaaaaa Lepasin, Lepasin aku.. mamaaaa


Aku mendengar teriakan anak kecil dan aku langsung berlari ke arah teriakan tersebut namun tiba-tiba, seperti ada yang memukul ku dari depan sebelum aku mencapai pusat suara dan aku teriak karena kesakitan dan tiba-tiba


"aaaaaa, asem siapanya g memukul ku"


aku berteriak kesakitan dan tiba-tiba


"Un..!!" suara seseorang dan tepukan tangan nya di pundak ku menyadarkan ku


"Kenapa kamu masih berdiri disini dan berteriak-teriak histeris dari tadi kami memanggil mu kamu gak menyahut loh"


Ternyta suara dan tepukan tangan Wina yang menyadarkan ku


"Aku.. aku tadi"..


"Kamu habis lihat hantu ya Ampe segitu nya" kata Wina memotong pembicaraan ku


"Dah berangkat lah, nanti keburu ke-sorean gak sempat jalan-jalan area perkebunan, kalau sore lebih asik dari pada pagi" kata mom endang mengingatkan kami untuk segera berangkat


Tanpa banyak bicara aku mengikuti langkah Wina menuju teras depan


"Sepetinya malam tahun baru kita ada di villa aja om"

__ADS_1


Aku seperti mendengar ada suara perempuan yang berbicara soal malam tahun baru dan villa


Aku menoleh kearah sofa yang ada di ruang tamu, tapi tidak ada siapa-siapa aku kembali melanjutkan langkah ku menuju teras depan


__ADS_2