Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 4


__ADS_3

"Eh gak boleh melamun gitu" kata Endah yang mengagetkan


"Enggak kok aku cuma ngelihatin orang-orang disini kok rame terus ya, g tau datang dari mana aja, padahal belum ada mobil yang datang setelah kita dan mobil itu" jelas ku panjang lebar sambil menunjuk mobil yang terparkir tidak jauh dari kami


"Rame?? Mana?? Orang cuma beberapa orang, cuma kita sama penumpang mobil itu doang" jawab Endah


"Loh segitu ramai nya di bilang sepi" tu banyak yang lewat kearah air mancur juga, memang nya tadi pas ke pancuran kamu g lihat apa segitu ramai nya Ampe antri" jawab ku lagi


"Mana ada pancuran disini, ngadi-ngadi bilang aku kami ikut ke pancuran, aku sama Wida cuma beli makanan doang disana" tunjuk Endah ke arah rumah makan yang disamping nya berjajar penjual makanan ringan


"Un dari tadi kamu tu aneh bener deh" kata lifa yang ditimpali dengan kata iya oleh Sri


Karena mungkin sejak awal kita sampai ke lokasi rumah makan mereka melihat keanehan pada ku


"Itu lihat rame orang, gak usah sok ngerjain deh, lagian tadi kan bang supir bilang kita disuruh turun semua buat cuci muka di pancuran" jelas ku mempertahankan pendapat ku karena masih melihat ramainya orang


"Jangan ngawur deh un" kata Wida menimpali, aku melihat ada nada khawatir di wajah nya


Aku langsung terdiam saat Wida menimpali obrolan kami dan masih tetap sama melihat rame nya orang lalu lalang, sambil mencari keberadaan gadis kecil tadi, "siapa tau dia masih berjualan" pikir ku


"Dah siap semua?? Komplet?? Yuk kita jalan" perdebatan kami terhenti saat supir dan kondekturnya datang, dan mereka sudah bergantian posisi untuk menyetir


"Sudah bang", jawab wida

__ADS_1


"Bang tadi kan pas kita sampai sini, Abang bilang kita cuci muka dulu ke pancuran kan" tanyaku pada bang Will yang tadi menyetir diawal perjalanan hingga rumah makan


"Ha? Kapan?" Bang Will malah balik bertanya


"Ta"..


"Dah bang jalan aja" kata Wida memotong perkataan ku, mungkin dia tidak mau berlama-lama lagi di area tersebut


Anto sebagai supir pengganti melajukan mobil dengan tenang dan santai, karena memang jalan yang masih banyak belokan, dan mobil yang jalan berbarengan dengan tadi juga ikut dibelakang, mungkin mobil tersebut mencari teman buat jalan malam hari


Aku terus diam memikirkan kejadian tadi, kulihat jam tangan masih menunjukan pukul 3.30 pagi, "hah perjalanan masih jauh" pikir ku lagi, yang masih dalam keadaan penasaran tingkat tinggi, dan berniat akan menanyakan situasi tersebut setelah sampai


Aku mengambil cemilan yang tadi dibelikan oleh Wida dan endah, aku dengar Endah, Wida dan yang lain nya saling ngobrol santai, tapi tidak dengan Wina dan wini yang masih saja tidur pulas, dan supir yang tadi juga hampir tertidur


Obrolan yang seru terdengar dari belakang dan lama kelamaan suasana menjadi hening, aku melihat kebelakang ternyata Meraka sudah pada tidur semua, tak lama aku juga merasa ngantuk dan ikut tertidur


Aku terbangun di sebuah kamar yang terasa asing bagi ku, " aku dimana, ah mungkin sudah sampai dan karena ngantuk aku gak sadar jalan sendiri kekamar" pikir ku saat membuka mata, kulihat jam dinding menunjukan pukul 7 pagi.


Aku berjalan ke arah jendela dan ku sibak tirai jendela, sinar matahari membuat mata ku silau namun langsung dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah


Aku buka jendela dan terasa udara dingin dan sejuk masuk melalu jendela dan terasa segar saat di hirup "hhhhfffh ah" aku menarik nafas panjang dan dalam dan melepaskannya dengan segar


"Kenapa rumah ini terasa sepi ya kemana mereka, ah mungkin sudah bangun dan ada diluar" pikir ku lagi

__ADS_1


Dan aku bergegas lagi untuk mandi, air yang terasa dingin membuat ku sedikit menggigil, uap panas keluar dari mulutku seperti asap rokok saja, ku percepat mandi ku agar tak berlama-lama kedinginan


Setelah selesai mandi dan merasa tapi aku keluar kamar, dan Mash belum ada tanda-tanda kehidupan didalam rumah yang besar ini, ya aku bilang besar karena ada sekitar 6 kamar di lantai atas dan kebetulan kamar yang ku tempati berada dilantai atas


Aku susuri anak tangga menuju lantai bawah, aku lihat ada makanan di atas meja, "hmm sarapan udah tersedia, tapi kok sepi dimana yang lain ya" pikir ku


Aku melihat ke sekeliling tapi g ada orang, "mungkin diluar, makan aja dulu lah" pikir ku, dan ku ambil piring dan ku sendok nasi goreng yang tersedia, "hmm enak juga" pikir ku, selesai makan ku teguk susu yang juga sudah tersedia di meja, "masih hangat apa baru dibuat ya, tapi kok gak ada orang ya, sepi sekali" aku terus berfikir tentang situasi yang benar-benar sepi seolah-olah hanya aku yang tinggal disini


Selesai makan aku bergegas kedepan dan aku duduk di teras depan rumah yang cukup besar, sampai tiba-tiba aku di kaget kan oleh suara anak kecil yang memanggilku


"Ndaah Endah, lifa" ku panggil nama mereka masih juga tak ada sahutan, ku coba membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci, aku masuk dan melihat kedalam namun benar tidak ada orang didalam


Ku tutup kembali pintu kamar " mungkin aku salah dengar" pikir ku dan ku putuskan untuk pergi dan kembali kekamar untuk mengambil hp, dan ku percepat langkah ku karena merasa sedikit merinding dan juga karena khawatir Santi akan menunggu lama dibawah


Setelah hp ku dapat, aku bergegas turun dan menghampiri Santi yang masih menunggu ku dibawah sambil duduk melipat kaki dengan kepala tertunduk dan rambut panjang yang menutup wajah nya


"Anak ini kenapa ya, seperti nya dia ada masalah, dari wajah yang pucat hingga baju yang seperti tak pernah ganti" pikirku curiga


"San hayuk" ku sentuh pundak kecil nya, dan saat dia menoleh aku terkejut Melihat wajah nya yang sedikit menyeramkan, "pucat sekali anak ini seperti hantu saja, siapa anak ini" pikir ku


"Kenapa kakak kaget saat melihat ku" tanya Santi yang melihat ekspresi kaget diwajah ku


"Gak apa-apa, kakak kaget aja kenapa kamu pucat sekali, apa kamu sakit" tanya ku pada Santi yang dibalas dengan gelengan nya saja

__ADS_1


Serasa bulu kuduk ku berdiri saat melihat tatapan Santi tadi, tapi aku menepis semua rasa takut dan rasa curiga ku pada sosok anak kecil dihadapan ku ini


"Hayuk kak" Santi menarik tangan ku untuk mengikuti nya, terlihat raut wajah bahagia diwajah Santi


__ADS_2