
"Momy memisahkan aku dengan Wida padahal Wida lah satu-satunya orang terdekat yang aku harapkan bisa membantu ku membalaskan dendam ku dan mengembalikan orang-orang yang kucintai kepangkuan ku"
Wina terus mengoceh tanpa henti, Seperti sedang mengungkapkan isi hati nya, tapi aku sadar bukan Wina yang sedang berbicara
Wina hanya sebagai perantara, aku sadar Wina Sudah mulai memainkan peran nya sebagai perantara, yah ini lah yang ku maksud, Wina gampang di rasuki oleh makhluk tak kasat mata
"Maafkan momy nak, momy harus lakukan itu karena demi kebaikan adik mu, dia lemah nak tidak sekuat yang kamu kira, Wida bisa sekarat kalau terus-terusan harus menerima kehadiran mu" Mom endang mulai berbicara
Dan Wina pun terjatuh dan pingsan, kami langsung mengangkat Wina dan membaringkan nya di atas kasur
"Apa perlu kita panggil Ki bada mom" kata Wida pada mom endang
"Jangan" mom endang hanya membalas singkat
"Iya jangan" jawab ku lagi
"Aku berusaha menyelesaikan ini tanpa ada orang lain, aku hanya butuh bantuan kalian"
"Sebentar" kata ku
Aku mengeluarkan foto dalam saku jaket ku dan ku tunjukan pada mom endang
"Mom kenal orang yang ada dalam foto ini"
sambil menyodorkan foto dua orang laki-laki saling rangkul dan tertawa
"Itu ayah Wida dan pak bono sahabat nya" jawab mom endang
"Pak Bono yang di villa perkebunan" tanya lifa
Mom endang hanya mengangguk, aku dan lifa saling berpandangan
"Dan ini" aku menunjukan foto seorang perempuan
"Ini Yanti" Kaka Wida
"Kakak?? pantas mirip Wida" kata ku
"Mirip, memang kamu pernah ketemu?? tanya Wida
"Iya aku beberapa kali ketemu dengan nya, bahkan aku sempat ngobrol dengan nya di taman koridor selatan, aku pikir dia itu kamu Wida" jawab ku
"Tinggal dimana dia mom" tanya ku
Mom endang tertunduk dan menangis
__ADS_1
" Dia sudah menghilang sejak 10 tahun yang lalu nak, dia menghilang bersama anak dan suami nya, begitu juga dengan ayah wida"
"Kami tidak tahu apakah mereka pergi keluar kota dan tak memberi kabar, atau malah mereka sudah meninggal kan dunia ini, kami tidak tau"
"Yang jelas kepergian mereka secara mendadak dan tak ada kabar atau jejak sama sekali, menyimpan Sejuta pertanyaan dan kesedihan sampai detik ini"
Mom endang mulai menceritakan kejadian 10 tahun lalu
dan aku beralih pada lemari pakaian
Aku mengambil kotak yang berisikan album yang sempat aku lihat sebelum nya
"Dari mana kamu tau ada kotak itu tersimpan" tanya mom endang
"Saat uni pingsan tadi mom, uni sempat terpisah dari raga uni sendiri, dan uni dituntun untuk membuka lemari itu dan uni menemukan ini mom" jawab ku pada mom endang
"Dan uni melihat, orang-orang yang ada di dalam foto ini sedang berkumpul di ruang tamu, mereka seperti membicarakan soal malam tahun baru"
"Dan uni juga sempat melihat ada seorang pria yang merusak mobil berwarna putih tapi tidak tau mobil siapa itu" kata ku lagi
"Apakah benar kamu sang terpilih nak" tanya mom endang sambil memegang wajah ku
"uni tidak tahu mom, yang jelas sejak memasuki kelokan tajam banyak kejadian aneh yang uni alami, dan sepertinya semua nya saling berkaitan" jawab lagi
"Mobil putih" tanya Wida
"Sebentar" ucap ku
Dan aku membuka kotak itu dan mengeluarkan diri yang ada didalam nya
"ini mobil ini" tunjuk ku pada sebuah foto yang ada mobil berwarna putih
"Mobil ayah" kata Wida
"Oh iya mom, kenal orang ini??, aku menunjukan foto yang aku keluarkan dari saku jaket ku
Mom endang mengambil foto itu dan dia kaget
"Dari mana kamu dapat foto ini nak" kata mom endang
"Dan ini" aku mengeluarkan satu lembar foto lagi
"Ini Yanti, kamu dapat dari mana nak"
"Coba mom baca tulisan dibelakang foto itu"
__ADS_1
Mom endang menangis setelah membaca tulisan di belakang foto itu
"CINTAKU AKAN TETAP BERSEMI SELAMANYA BERSAMA MU WALAU MAUT TELAH MEMISAHKAN KITA"
"Ini artinya Yanti sudah meninggal" tanya mom endang
"Uni tidak tau mom, tapi Sepertinya Yanti lah yang menuntun kita untuk menemukan dia dan mengungkapkan misteri ini" kata ku
"Mom coba baca ini" aku menyerahkan surat yang ada dalam amplop itu, dan mom endang mengambilnya dan membaca nya
"KAU PENGHALANG CINTAKU MAKA KAU AKAN MENDERITA SEUMUR HIDUP MU, AKU SUDAH PUAS SAAT MELIHAT KEMATIAN ORANG YANG AKU CINTAI DARI PADA MELIHAT KEBAHAGIAAN NYA BERSAMA YANG LAIN"
"Untuk siapa isi surat ini" mom endang bertanya lagi
"Sepertinya untuk orang yang ada di foto itu, dan kalau tidak salah untuk laki-laki ini" aku menunjuk laki-laki yang ada disamping foto pria berjenggot
"Itu ayah ku" kata Wida sambil menangis
"Ayah??" kata ku lagi
"Iya ini ayah ku dan ini pak Bono,biasa kami panggil om Wowo, dia sahabat ayah ku sejak kecil, dia sudah kami anggap sebagai ayah pengganti setelah ayah menghilang, tapi om Wowo meminta supaya dia tidak dipanggil om lagi dan malah mengasingkan diri setelah kejadian menghilang nya ayah dan keluarga kakak ku"
"Kami beranggapan om Wowo sangat sedih atas kejadian itu dan kami membiarkannya mengurus villa perkebunan dan memutuskan dengan dunia luar, jadi dia habiskan sisa usia nya dengan mengurus perkebunan dan villa, tapi tetap semua hasil yang didapat dia setor ke kami"
Wida menceritakan siapa orang yang ada di foto itu dengan gamblang, dan apa hubungan antara ke dua nya
"Mom ada kemungkinan tidak kalau om Wowo ini mencintai Yanti" tanya ku pada mom endang
"Om Wowo memang sepertinya menyukai kakak ku tapi kami menganggap itu adalah rasa suka dan cinta pada seorang anak" kata Wida menimpali
"Wowo memang pernah melamar Yanti pada ayah nya, tapi ayah menolak dengan alasan Yanti sudah menganggap Wowo seperti paman dan bahkan ayah pengganti, terlebih lagi Yanti sudah ada calon suami"
"Wowo dan Yanti memang terbilang dekat, hubungan mereka terlihat bukan hanya sekedar laman dan ponakan tapi sepeti teman dan sahabat, waktu ganti kadang lebih banyak dihabiskan bermain dengan Wowo"
"Yanti punya nama panggilan sendiri terhadap Wowo"
"Nano" kata ku memotong ucapan mom endang
"Dari mana kamu tau nama itu" mom endang tidak melanjutkan ceritanya tapi malah bertanya pada ku
"Uni mendengar ada perempuan memanggil nama nano waktu di villa Cendana" jawab ku
"Kapan kamu kesana nak" mom endang malah bertanya balik dengan serius
"Waktu perjalanan menuju kemari, uni terbangun di sebuah kamar, dan uni mendengar ada yang berantem dan saling teriak dan lempar barang, ada suara anak kecil yang menangis dan suara teriakan laki-laki dan perempuan saling bersahutan"
__ADS_1
"Disitu ada yang menyebut nama nano" kata ku
"Iya benar, Nano adalah nama kesayangan Yanti untuk Wowo" kata mom endang melanjutkan ceritanya yang terputus tadi