Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 39


__ADS_3

"Santi dirumah saja ya temani mama, papa mau ke rumah kek Wowo ambil kembang api lewat jalur perkebunan biar cepet" ucap laki-laki yang tadi menyebut dirinya Anto


Karena mendengar obrolan itu dari dalam aku putuskan untuk masuk ke rumah, aku melihat Yanti sedang membuat dekorasi pesta, dan aku melihat Santi dan papa nya sedang duduk di sofa ruang tamu


Tapi aneh nya tidak ada yang menyadari kehadiran ku, aku memposisikan duduk di anak tangga, yang aku kenal betul tangga ini pernah ku lewati saat aku terbangun dikamar atas untung pertama kali nya aku dibimbing ke villa ini, ku perhatikan seisi ruangan ini sama persis yang ada dalam mimpi ku waktu itu


"Tapi Santi mau ikut pa" ucap Santi dengan suara imut nya


"Santi di rumah aja ya, temenin mama" suara Yanti terdengar meminta Santi untuk tetap tinggal dengan nya


"Yaah gak asik" Santi terlihat merajuk


Sepintas Santi terlihat lucu dengan gaya khas kanak-kanak nya, dan berhasil membuat ku tersenyum


"Papa pergi dulu ya" pamit Anto dan langsung menuju luar rumah


Aku beranjak ke pintu depan untuk melihat kemana arah anti pergi


"Apa aku ikuti anto ya" pikir ku masih tetap memandang punggung anto yang berjalan santai kearah jalan pintas perkebunan teh yang seingat ku pernah aku lewati bersama Santi


"Jalan itu" ucap ku lirih, namun aku tepis dan kembali melihat ke arah Yanti


Aku masih melihat Yanti sibuk mengurus dekorasi rumah tanpa melihat Santi yang berlari keluar rumah untuk mengikuti ayah


"Santi" teriak ku, namun Yanti tak mendengar dan tak melihat Santi yang berlari ke luar rumah menuju jalan pintas yang tadi di lalui papa nya


Mungkin mereka sering melalui jalan ini jadi Santi hafal betul kearah mana papanya pergi

__ADS_1


Aku mengejar Santi dan mengikuti kemana arah Santi pergi, ku ikuti langkah kecil nya dengan pasti, jalan ini persis yang pernah ku lalui bersama Santi waktu itu


"Apakah ini akan membawa ku pada satu petunjuk baru" pikir ku dalam hati dan ku putuskan tetap terus mengikuti Santi


Kali ini Santi tidak berhenti seperti waktu itu, aku melihat dia tetap berlari menuruni lereng dan menyusuri jalan setapak perkebunan teh, sampai akhirnya


"Papaaaaa" teriak Santi yang berdiri tak jauh dari jalan raya sambil berteriak melihat kearah jalan


Aku melihat diseberang jalan ada rumah yang tak asing yang sudah beberapa kali kulihat, ku percepat langkah ku dan aku kaget kejadian serupa yang aku lihat kemarin terjadi lagi


Dimana ada sosok pria yang tergeletak dipinggir jalan dan itu adalah pria yang sama dan ternyta dia adalah anto papa nya Santi


Saat aku hendak menghampiri Santi yang masih mematung tak jauh dari tubuh papa nya kaki ku kaku tak bisa di gerak kan, seperti ada yang melarang ku untuk mendekat


Aku melihat Santi hendak menghampiri papa nya namun langkah nya terhenti dan Santi bersembunyi di balik pohon teh yang lumayan rimbun, sambil terisak Santi melihat kejadian yang tak seharusnya di saksikan oleh anak sekecil itu


Aneh nya tak ada satu orang atau kendaraan pun yang melintas saat kejadian itu, seperti sudah benar-benar direncanakan dengan matang


Wowo memapah tubuh Anto yang telah bersimbah darah menuju rumah sebrang jalan, saat ini rumah itu masih bagus tidak seperti yang aku lihat kemaren sudah tua dan tak terawat


Wowo membuka pintu gerbang nya, saat Wowo sudah tak terlihat dari seberang jalan aku melihat Santi berkat kearah rumah tersebut dan aku pun menyebrang jalan dan mengikuti langkah Santi yang juga mengikuti langkah wowo membawa tubuh Anto masuk ke pekarangan belakang rumah dan meletakkan nya di tanah


Santi bersembunyi di balik bak sampah yang lumayan besar saat melihat Wowo hendak kembali ke depan rumah dan Wowo tidak melihat keberadaan santi


Namun aku panik karena aku yang belum sempat bersembunyi saat wowo berjalan menuju depan rumah dan berhasil menabrak tubuh ku yang tak sempat bersembunyi, aku kaget kenapa dia tidak bisa melihat ku dan hanya melewati tubuh ku begitu saja


Aku melihat ke arah Santi dan Santi tersenyum padaku sambil melambaikan tangan tanda menyuruh ku pergi, apa ini isyarat bahwa aku harus mengikuti Wowo dan mencari tau apa ya g dilakukan nya

__ADS_1


Aku pun memutuskan meninggalkan Santi yang masih bersembunyi dan mengikuti Wowo yang sedang membuka pintu rumah lalu masuk kedalam


Aku pun mengikuti nya masuk, rumah yang mewah dan berkelas, namun tidak ada satupun orang yang tinggal disini dan kulihat dia sedang mengambil sesuatu dari dalam lemari


Yupz benar dia sedang mengambil kantong yang biasa dipakai untuk mengangkut jenazah saat terjadi bencana atau kecelakaan


"Benar-benar segala sesuatunya sudah direncanakan" pikir ku


Wowo membawa kantong tersebut menuju pintu dan ternyata itu adalah pintu menuju belakang rumah, aku berlari menuju jendela belakang memastikan apa yang terjadi di luar sana


Aku melihat Santi berlari ketika mengetahui ada suara pintu sedang di buka, dengan tangan yang penuh darah karena habis menyentuh papa nya, aku melihat Santi kembali berlari kearah persembunyian nya tadi


"Benar-benar anak yang cerdas, untuk seusianya dia bisa tau bahaya yang sedang mengintai nya" pikir ku


Wowo memasukan tubuh Anto kedalam kantong jenazah yang tadi sudah disiapkan nya, setelah dimasukan Wowo menggendong jenazah yang sudah dalam kantong tersebut masuk ke dalam rumah dan meletakkannya di dalam kamar


"Kamar yang sangat rapi dan mewah" pikir ku uang saat itu takjub dengan dekorasi dan perabotannya


Wowo memasukan cairan kedalam kantong mayat yang aku tidak tau cairan apa itu lalu mendorong kantong tersebut kebawah kolong tempat tidur lalu menutup nya kembali dengan sprei rumbai yang membalut kasur


"Ahahaha mati lah kau Anto, sekarang giliran Ku yang akan menikahi istri mu, kalau aku tidak berhasil menikahinya maka lebih baik aku kirim dia menyusul mu ke neraka, ahahaha" Wowo berteriak sambil tertawa girang


"Misi pertama berhasil, selanjutnya akan ku singkirkan be**bah yang satu itu, tapi aku tidak akan membunuh nya tapi aku akan membuat nya menderita, hahahaha"


Wowo semangkin gila, tapi aku tidak tahu siapa orang yang dimaksud nya, apakah ayah Wida atau siapa aku pun belum pasti


Wowo masih saja menaburkan bubuk putih kesekeliling kamar dan bawah tempat tidur, mungkin itu adalah serbuk penghilang bau busuk atau malah pengawet jenis formalin, aku juga belum tau pasti serbuk apa itu, yang jelas pasti ada tujuan nya Wowo melakukan hal itu

__ADS_1


__ADS_2