Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
eposide 20


__ADS_3

"Oke begini saja, kita berkeliling villa ini aja sambil lihat-lihat, siapa tau ada petunjuk, tapi tetap jangan terlalu mencolok, seolah-olah kita mengagumi semua Lemari-lemari unik ini semua" strategi lifa mulai bermain Disni


"Oke baik lah" kata ku menyetujui


Dan kami pun keluar kamar mulai menjelajah seisi villa sambil bercanda dan bercerita seolah-olah kami benar mengagumi seluruh isi villa ini, sambil ber swafoto di tempat-tempat yang menurut kami harus lihat lebih detail lagi


Terutama pada lemari yang menurut kami target, maka disitu lah kami berlama-lama mengambil foto seolah-olah sedang buka lah sedang membersihkan lah, macam gaya yang kami buat agar tak terlalu mencolok


"Kalian ngapain" tiba-tiba kami di kagetkan oleh suara mbok nem yang mungkin sudah memperhatikan kami dari awal


"Eh mbok mengagumi setiap lemari yang ada disini, semua bagus dan unik, ini kayu jati ya mbok" lifa mulai berakting


Padahal aku sudah hampir pingsan karena kaget, sampai saat ini kaki ku masih gemetaran dan tidak bisa berbicara apa-apa


"Oh awas ya jangan menyenggol barang-barang yang mudah pecah nanti pak Bono bisa marah karena itu semua kesayangan nya" jelas mbok nem lagi


"Mbok" panggil ku pada mbok nem karena aku sudah mulai bisa menetralkan kondisiku akibat kaget tadi


"Iya" jawab nya singkat


"Mbok sudah lama kerja disini" tanya ku


"Sejak 5 tahun yang lalu saya dipindahkan Disni oleh pak Bono, saya kerja di keluarga nak Wida sejak saya masih gadis dulu, nak Wida masih kecil juga saya yang rawat, sampai..." mbok nem tidak melanjutkan cerita nya namun terlihat dia seperti menahan tangis


"Sampai apa mbok" tanya ku lagi


"Penghianat...." aku mendengar teriakan seorang perempuan dan seperti melihat Wida yang mendorong mbok nem


"Aaaaaaa" Tiba-tiba mbok nem berteriak


Dan aku melihat mbok nem terjatuh sambil sesenggukan menangis ketakutan


"Ada apa mbok" tanya ku pada mbok nem sambil menggoyang-goyangkan tubuh mbok nem yang masih menangis


"Maaf.. maaf... aku tidak bermaksud berbuat itu" mbok nem masih terus ngomong seperti ketakutan


"Mbok tenang" tiba-tiba lifa berteriak keras dan berhasil membuat mbok nem terdiam


"Mari masuk kekamar" ajak lifa pada mbok nem

__ADS_1


Dan mbok nem menuruti apa kata lifa ikut masuk kekamar


"Un tolong buatkan teh untuk mbok ya, kamu tau kan dapurnya"


"Gak tau tapi nanti akan ku cari tau, sebentar aku buatin" dan aku langsung bergegas mencari dimana letak dapur


Namun saat aku hendak mencari-cari dimana posisi dapur, aku seperti melihat Santi sedang duduk di pojok ruangan dan saat aku hendak mendekati nya


..Gubrak.. praang.. aku kaget dengan suara lemparan dan sepertinya dari arah dapur, aku menoleh sesaat dan saat aku beralih lagi ke Santi tapi Santi sudah tidak ada


Ah mungkin salah lihat pikir ku, dan aku lanjutkan menuju arah dapur untuk membuat kan teh, aku melanjutkan jalan ku menuju sumber suara tadi yang menurut ku itu berasal dari dapur


Namun saat aku hendak memasuki ruangan tersebut kaki ku sulit digerakkan seperti ada yang menahan kaki ku untuk masuk, saat aku menoleh ke bawah aku melihat ada perempuan yang sedang memegang kaki ku sambil berucap


"Tolong...villa Cendana malam tahun baru"


"Un.."


Aku kaget dan tersadar, ternyta lifa yang memanggil ku


"Mana teh nya, kenapa kamu malah berdiri disini"?? tanya lifa


"Sudah cepat, kasihan mbok nem" kata lifa


Lalu lifa masuk kedalam dan mengambil teh yang terletak diatas meja


"Ini teh nya kenapa di letak di sini aja bukan kamu bawa kekamar" kata lifa lagi sambil membawa teh tersebut tanpa menunggu menjelaskan ku


Aku sendiri bingung aku belum masuk ke dapur dan membuat kan teh tapi kenapa ada teh diatas meja


Aku tak jadi masuk kedapur dan langsung balik ke kamar menyusul lifa, dengan pikiran masih tertuju pada ucapan perempuan tadi yang mengatakan, malam tahun baru dan villa cendana


Wajah perempuan itu, seperti gak asing, dibalik wajah nya yang serem yang dipenuhi darah aku seperti mengenal nya


"Ada apa ini semua" pikir ku


Penggalan-penggalan cerita ini seperti puzzle yang harus aku susun sendiri hingga menjadi rangkaian yang sempurna


Siapa kalian apa hubungan nya dengan keluarga wida, apa pula hubungan nya dengan villa cendana

__ADS_1


"Wida, mom endang, mbok nem, sepetinya kalian menyimpan sesuatu tentang kejadian 10 tahun yang lalu sepeti yang selalu kalian sebut"


Pikiran ku semangkin menerawang jauh dan semangkin penasaran tentang semua yang ada


"Mungkin mbok nem tau lemari mana yang tua diantara semua lemari yang ada di villa ini" tiba-tiba aku teringat akan lemari tua


"Mbok gimana kondisi mu sudah merasa baikan???" tanya ku pada mbok nem


"Sudah nak, terima kasih sudah mau membantu" ucap mbok nem sambil memegang tangan ku dan tatapan nya tak pernah putus melihat ku


"Ada apa mbok??" tanya ku pada mbok nem yang semangkin aneh saja tatapannya


"Diminum mbok teh nya" tawar lifa pada mbok nem


Mbok nem pun meminum teh yang diberikan lifa,


"Ah sudah lama tidak minum teh ini, rasanya sama persis seperti buatan dwi"


"Siapa Dwi" aku dan lifa spontan bertanya pada mbok nem


Namun mbok nem hanya tersenyum melihat kami, lalu melanjutkan minum teh nya dan meletakkan gelas pada meja yang ada disampingnya


"Kamu anak yang baik, suka menolong, mbok yakin kamu bisa menyelesaikan semua nya" mbok nem melanjutkan kalimatnya tanpa menjawab pertanyaan


Ucapan mbok nem membuatku terkejut dan saling pandang dengan lifa


"Kuncinya adalah keberanian dan dukungan dari teman-teman mu" Mbok nem melihat kearah lifa


"Percaya pada teman mu, bantu dia, karena dia butuh bantuan kalian, jangan biarkan dia sendiri dalam menyelesaikan semua nya"


Mbok nem terus berbicara seperti bukan mbok nem yang lagi ada dihadapan kami, sikapnya terlihat semangkin aneh setelah meminum teh


"Hati-hati apa yang akan kalian hadapi nanti akan sangat berbahaya, kalian bukan hanya berhadapan dengan manusia tapi juga makhluk yang tak kasat mata yang sengaja menghalangi langkah kalian"


Ucapan mbok nem membuat aku dan lifa saling berpandangan lagi


"Malam tahun baru nanti adalah tepat 10 tahun dimana semua harus terungkap dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan demi ego satu orang yang berjiwa bejad"


"Malam tahun baru??, apakah ada kaitannya lagi dengan villa Cendana??" tanya ku pada mbok nem

__ADS_1


Tiba-tiba mata mbok nem melotot dan mbok nem pingsan sebelum menjawab pertanyaan ku


__ADS_2