
Sampai dikamar aku langsung merebahkan diri diatas kasur, serasa nyaman sekali kasur ini, padahal baru berjalan sebentar rasanya aku sudah lelah sekali dan merasa ngantuk
Tapi aku merasa gak nyaman rebahan dengan jaket lalu aku bangun untuk membuka jaket, tapi aku tidak melihat lifa dan Enda, jelas-jelas tadi mereka ikut bersama ku masuk ke kamar
"Lifa.. Endah..."Panggil ku, tapi tidak ada sahutan, suasana sepi tak terdengar suara teman-teman ngobrol di ruang tamu padahal jelas-jelas tadi sedikit ribut saat kami masuk kamar
"Ah mungkin mereka sudah pergi metik jeruk lagi tanpa pamit" pikir ku sambil membuka jaket dan ku letakkan diatas meja samping tempat tidur karena aku masih malas beranjak
"Lepaskan aku, kau tidak pantas melakukan ini" suara teriakan laki-laki terdengar dari luar
"Biadab kau, percuma saja persahabatan kita sejak kecil kalau akhirnya kau tidak dengan perbuatan biadab mu ini"
"aaaah..lepaskan"
Suara laki-laki tersebut terdengar jelas sepeti sedang meminta di lepaskan pasti dia terikat
"Persetan dengan persahabatan kalau mau sendiri yang merusak persahabatan itu dengan menolak lamaran ku" jawab laki-laki lain
Aku bergegas membuka jendela untuk memastikan arah datang nya suara tersebut, karena aku yakin suara itu jelas datang dari samping kamar
Aku kaget ketika melihat seorang pria di tarik paksa oleh seorang pria bertubuh kekar degan tangan dan kaki terikat rantai, sementara ada gadis kecil yang di gendong oleh pria bertubuh kekar dengan topeng badut itu, yang sepertinya sedang pingsan
"Hei apa yang kamu lakukan, lepaskan dia, atau aku telpon polisi" teriak ku pada laki-laki bertopeng tersebut
Aku berteriak sekuat tenaga namun rasanya sia-sia, suara ku seperti hilang ditelan angin, aku meraih ponsel ku dan berusaha menghubungi polisi namun tak ada sinyal sedikit pun
"Soal gak ada sinyal" umpat ku sendiri
Aku keluar kamar dan berusaha mencari pertolongan
"Pak Bono, mboook, widaaa" aku berteriak memanggil mereka tapi tak ada sahutan dan tak ada tanda-tanda keberadaan mereka
"Kemana mereka" pikir ku
Aku lari keluar menuju arah samping dimana lokasi penyiksaan itu berada,
"Aaaa, tolong hentikan" laki-laki paruh baya itu berteriak menahan sakit akibat di tarik paksa dan di cambuk oleh pria bertopeng itu
__ADS_1
"Hei hentikan" teriak ku
Namun tak ada reaksi dari laki-laki itu tanda bahwa dia menyadari kehadiran ku
Aku berusaha mencari benda yang bisa ku gunakan untuk memukul pria bertopeng itu, aku menemukan balok kayu yang lumayan besar bisa digunakan untuk memukul, dengan cepat murah balok tersebut dan aku berlari kearah pria itu dan
"Buuk.. buuk"... ku pukulkan ke arah pria bertopeng itu, namu pukulan ku hanya lewat begitu saja dan seperti memukul angin, dan aku kaget dengan situasi yang terjadi
"Kenapa bisa tidak kena" pikir ku lagi
Aku berlari ke arah gadis kecil yang tergeletak di tanah, berusaha menolong nya, namun tangan ku tetap tidak bisa menyentuh nya
"Santi.. san bangun san".. teriak ku pada gadis kecil tersebut yang ternyata adalah Santi dengan pakaian yang sama seperti waktu pertama kali aku bertemu dengan nya
Aku hanya terdiam menatap kejadian setiap kejadian yang ada di mata ku, tanpa bisa berbuat apapun
Tiba-tiba pria bertopeng itu menarik paksa korban nya agar berjalan mengikuti langkah nya sambil sesekali mencambuk punggung nya
"Kcepaak".. "aaaaaaa" suara cambukan dan teriakan yang terdengar membuat hati mu terasa teriris
Lalu aku melihat pria bertopeng itu menuju arah pohon teh yang lumayan tinggi dan rimbun lalu membelah daunnya dan seperti membuka pintu
Ternyata ada pintu disana dan itu adalah jalan rahasia menuju ruang bawah tanah
"Kau tau kan ini jalan menuju kemana.. pintu rahasia ini kamu yang merancang nya, tapi aku yang merealisasikan nya tanpa sepengetahuan mu, itu karena aku kesal saat kau menikahkan gadis yang aku cintai pada orang lain" teriak pria bertopeng itu pada korbannya
"Masuk, akan ku tunjukan kemana pintu ini mengarah dan disana lah kau akan tinggal selama nya, hahahaha" pria bertopeng itu mengangkat tubuh Santi dan masuk ke dalam pintu rahasia tersebut
Dan aku pun berteriak sekuat tenaga ku, memanggil mereka dan berlari kearah pintu tersebut namun terlambat pintu sudah terkunci rapat dan aku tidak bisa masuk
Aku terus berteriak memanggil-manggil dan mengetuk-ngetuk pintu tersebut dan sampai akhirnya aku mendengar suara samar-samar memanggil nama ku
Ku perhatikan ke sekeliling, kenapa aneh ini Seperi bukan di villa perkebunan perasaan tadi aku sedang berada di villa kenapa saat menuju pintu rahasia ini semua berubah menjadi asing
"Dimana ini" tanya ku pada diri ku sendiri
Ku perhatikan sekeliling dan aku seperti kenal dengan lokasi ini gedung itu, aku putuskan untuk memutari gedung yang aku lihat mirip dengan villa Cendana itu
__ADS_1
Aku pastikan kalau aku tidak salah lihat, aku memutar lewat samping dan ternyta tembus ke bagian belakang villa, ku buka pintu nya dan aku masuk
Ternyta benar ini adalah villa cenda dimana aku ketemu dengan Santi untuk yang ke dua kali saat aku terbangun dan sarapan pagi disini
Saat aku hendak melangkahkan kaki lagi tiba-tiba
"Jangan terlalu ikut campur urusan ini"
Seperti ada bayangan hitam dengan wajah yang menyeramkan terbang dan berteriak pada ku dengan kencang dan seakan ingin memakan ku
"aaaaaaaaaaaaaaaa"
Dan aku berteriak sekuat tenaga, sambil melindungi diri dengan tangan ku, tubuh ku seperti terpental dan melayang
"un..un..un..,bangun kamu mimpi ya??" tanya Endah sambil menggoyang-goyangkan badan ku
Aku pun perlahan membuka mata ku, dan kulihat Enda dan lifa menatap ku dengan serius, ku lihat lagi ke sekeliling, dan ku pegang badan ku, semua masih sama seperti yang ku kenakan saat masuk kamar tadi
"Kamu kenapa??, mimpi disiang bolong??" tanya lifa
"Eh aku ketiduran kan tadi" tanya ku
"Iya kamu tadi tidur, nyenyak banget lagi" jawab Enda
"Kayak nya aku kecapean, tadi aku mimpi aneh banget, kalau aku cerita apa jalan mau percaya" jelas ku pada mereka
"Mimpi apa, kami sering banget mimpi ya!! kata Enda lagi
"Entahlah banyak kejadian aneh yang kurasakan sejak kita melewati kelokan tajam" tapi kalau aku cerita apa kalian mau percaya
"Coba aja cerita mungkin kita bisa bantu" kata lifa
"Ini.. seperti pertanda, tapi aku tidak tau pertanda apa itu, seperti sebuah pesan atau teka-teki yang harus diselesaikan dan pecahkan, atau bahkan ada seseorang dari dunia lain yang sengaja meminta tolong, aku juga tidak tau", jelas ku pada mereka
"Maksud mu, setiap mimpi yang kamu alami itu bersambung atau berkaitan??" tanya lifa lagi
"Iya" jawab mu singkat
__ADS_1