
"Ayah keluar dulu ada yang mau ayah beli, nanti baru balik jemput Wida dan mommy, baru bareng ke villa"
Orang yang menyebut dirinya ayah itu sepetinya ayah Wida, aku belum sempat tanya siapa nama ayah nya wida
Adegan yang terjadi didepan mataku ini seperti nyata, padahal orang-orang yang ada disana tidak semua nya nyata, mereka hanya fatamorgana dari bagian misteri yang harus dipecahkan
"Keluar??"
Aku teringat kejadian kemaren aku melihat ok Wowo merusak mobil putih, apa ayah wida yang mengendarai mobil putih itu??
Aku ikut keluar memastikan apakah memang ayah Wida yang menggunakan mobil itu, kalau memang iya berarti ayah Wida juga menjadi korban dalam kejadian ini namun sampai sekarang baik mobil maupun jasad semua tida. ditemukan
Sampai di pintu depan aku melihat ayah Wida memang masuk ke mobil putih dan pergi mengendarai mobil
"Berarti benar ayah Wida korban dalam tragedi ini, dan masih misteri dimana keberadaannya" pikir ku
Tiba-tiba Yanti dan keluarga nya keluar dari rumah dan menabrak tubuh ku, tapi aku tidak merasakan apapun seperti angin yang menerpa lewat begitu saja, karena kebetulan aku masih didepan pintu dan menghalangi jalan mereka
Yanti dan keluarga nya berpamitan untuk pulang ke villa cendana untuk mempersiapkan malam tahun baru
Aku merasakan ada yang menyentuh tangan ku dan seperti menarik ku untuk ikut serta kedalam mobil keluarga Yanti
Aku pun mengikuti tarikan yang tak tau dari mana asalnya itu, aku naik ke mobil dan duduk di bangku belakang
Ku perhatikan orang yang sedang menyetir mobil, dah aku yakin betul itu adalah orang yang kemaren aku lihat ditabrak mobil
"Mau dibawa kemana aku" tanyaku pada diriku sendiri
"Nekat sekali aku pergi sendiri tanpa teman-teman ku, kalau aku terjebak di dunia kasat mata ini bisa jadi aku tidak akan bisa kembali"
"Apakah ini mimpi Seperti hari kemarin yang pernah aku alami??"
Lagi-lagi aku bertanya pada diri ku sendiri, karena aku mulai menyadari setiap aku berpetualang sendiri pasti nanti nya akan bangun dan itu hanya sebuah mimpi
Tapi aku masih belum pasti yang saat ini aku jalani adalah mimpi atau tidak, tapi kalau ini hanya mimpi pasti akan ada yang membangunkan ku
"Tapi bagaimana kalau ini bukan mimpi, apa yang harus aku lakukan" aku mulai khawatir
__ADS_1
Sekilas aku melihat Yanti melirik ku dari kaca spion, aku kaget dan merasa aneh, apa memang Yanti yang membimbing ku untuk mengikuti nya
"'Bagaimana cara ku agar aku bisa berkomunikasi dengan yanti, atau aku tetap diam dan mengikuti saja kemana mereka pergi dan menyaksikan apapun yang akan terjadi" aku terus bertanya-tanya dalam hati ku
Mobil memasuki sebuah villa dan aku kenal betul villa ini, ya villa ini adalah villa cendana tempat aku pertama kali ketemu Santi
"Memang indah sungguh-sungguh indah" pikir ku
Saat mobil mulai parkir aku pun ikut turun, aku melihat Yanti dan keluarga nya masuk kedalam villa, ku perhatikan kesekeliling suasana sepi sekali lalu akupun mengikuti keluarga itu masuk kedalam villa
"Sayang nanti kamu jangan lupa ambil kekbang api di rumah om Wowo ya, jalan saja dari jalan pintas biar lebih dekat" aku mendengar suara Yanti berbicara kepada suami nya
"Oke sayang nanti aku kabari om Wowo dulu, kalau aku akan kerumahnya mengambil kembang api" jawab suami Yanti
Aku mendengarkan obrolan pasangan muda itu dengan hati-hati dan teliti, karena aku tidak mau kehilangan sedikit pun informasi yang akan kucari
"Hallo om sebentar lagi aku akan kerumah om ya ambil kembang api nya, karena tadi dari rumah mama kami langsung ke villa gak singgah tempat om dulu karena malas muter"
"Nanti Anto akan lewat jalur pintas aja seperti biasanya"
"Anto?? ah mungkin itu sebutan untuk dirinya sendiri" jawab ku sendiri
Suara Santi membuat ku terkejut dan aku pun tersentak dan bangun dengan keadaan sangat lelah dan lemas, badan ku serasa susah digerakan, ternyta aku masih berada ditempat tidur dengan posisi terlentang
Pelan-pelan ku gerakan badan ku yang kaku, dan akhirnya aku bisa menggerakkan seluruh badan ku dan aku bangun lalu duduk di tepi tempat tidur
Aku terdiam cukup lama mengingat-ingat mimpi ku tadi
"Benarkan tadi hanya mimpi, tidak itu bukan mimpi itu seperti petunjuk yang harus aku pecahkan lagi" jawab ku pada diriku sendiri
"Apa aku harus tidur lagi agar aku bisa melanjutkan petunjuk itu lagi??"
Aku melihat jam tangan menunjukan pukul 11 malam
"Besok adalah malam tahun baru, misteri ini harus terungkap besok malam, apapun yang terjadi dan siapapun kamu dibalik ini semua, tunggu kedatangan ku, kau harus mempertanggung jawabkan ini semua"
Semangat semangkin kuat untuk menyelesaikan misi ini, misi yang masih berupa teka teki, dan sepertinya malam tahun baru ini adalah malam yang menegangkan
__ADS_1
Tapi tiba-tiba aku merasa takut tidur sendirian tidak seperti biasanya, aku putuskan menelpon lifa dan meminta lifa untuk datang
Tapi tidak ada jawaban dari lifa, aku telpon berkali-kali tetap tidak ada jawaban
"Mungkin lifa sudah tidur karena kecapean" pikir ku
..driiit. driiit..driit.
Ponsel ku bergetar, ku lihat panggilan dari nomor tidak dikenal, aku merasa ragu untuk mengangkat nya, karena takut orang iseng malam-malam begini menelpon
..driit....driiit. driiit..driit.
Ponsel ku bergetar lagi, masih dengan penelpon yang sama nomor tak dikenal
"Hallo" kali ini ku angkat telpon
"Kalau kau dan teman-teman mu masih mau hidup, jangan ikut campur dengan urusan ku"
Suara laki-laki diseberang sana bernada ancaman
"Siapa kamu" tanya ku
"Kamu tidak perlu tau siapa aku, yang jelas aku tau kamu kah orang yang disebut sang terpilih" jawab laki-laki itu diseberang sana
"Kami dapat nomor ku dari mana" tanya ku lagi
"Tidak perlu tau sayang, yang jelas nyawa teman-teman mu ada ditangan ku, aku tau hari ini akan tiba, dimana sang terpilih akan muncul"
"Sumpah Yanti ternyata terlaksana, ahahaha aku tidak takut, justru kalian lah yang harus takut"
Suara tertawa laki-laki itu terdengar sangat jelas
"Awas kamu ya akan aku laporin ke polisi" teriak ku lagi pada laki-laki itu
"Dasar bodoh, aku tidak takut akan ancaman mu itu, hidup ku sudah terbiasa terpasung dalam kesedihan, terpasung dalam cinta yang tak bisa ku genggam, aaarg sia**lan"
Terdengar laki-laki seperti memakai dan merutuki dirinya sendiri
__ADS_1
Lama-lama aku merasa takut dan ku putuskan untuk memberitahu Wida soal telpon ini agar Wida juga mendengar siapa tau dia bisa mengenali suara orang yang ada ditelpon ini