Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
episode 6


__ADS_3

Dan setelah itu berjalan menunduk kearah dinding dan seperti orang yang sedang mencuci muka dan kaki


Saat Wida dan endah hendak mengikuti dan memanggil terlihat uni sudah kembali dan menuju kearah mobil masih seperti sedang mengobrol tapi dia ngomong sendiri


Endah dan Wida melanjutkan tujuannya untuk membeli makanan dan lagi-lagi mereka melihat keanehan yang terjadi pada uni yang seperti mengobrol dari dalam mobil ke luar dan lalu turun dari mobil dan terlihat seperti memilih-milih barang dagangan tapi tidak ada siapa-siapa disana


Endah dan Wida yang sambil belanja terus memperhatikan uni yang berada didekat mobil masih seperti mengobrol


Flashback off


****


Aku terdiam saat Wida mengatakan bahwa aku semangkin aneh," apa yang terjadi padaku kenapa aku dibilang semangkin aneh" pikir ku dalam diam dan melamun


"Hei ayo turun kita sudah sampai, malah bengong terus di mobil," ajak Wida yang membuyarkan lamunan ku


Ternyta saat perjalanan tadi aku tertidur dan bermimpi aneh tapi seperti nyata sekali


Aku turun dari mobil dengan sedikit lemas karena lelah dan masih merasa ngantuk, pikiran ku masih terfokus pada mimpi ku yang seperti nyata sekali, dan tiba-tiba


"Kak"


"Ya" dengan reflek aku menjawab karena tiba-tiba aku seperti mendengar ada suara yang memanggil ditelinga ku


Aku menoleh kesana kemari tapi tidak ada siapapun saat ini kecuali aku yang Mash berada didekat mobil, sementara yang lain nya termasuk supir dan kondekturnya sibuk menuruni barang-barang bawaan


Cukup banyak barang bawaan yang kami bawa karena kami berencana liburan panjang disini, dengan menikmati udara segar pegunungan, karena selama di kota hanya polusi yang kami terima


"Ahahahaha" aku mendengar suara tawa anak kecil

__ADS_1


Sekilas mata ku seperti melihat anak kecil yang mirip dengan anak kecil dalam mimpi ku, "duh siapa ya namanya" pikir ku terus mengingat-ingat mimpi yang semalam


"Hei UN cepat lah bantu kita lama sekali kamu jalan nya, sepeti orang linglung aku lihat" kata Endah setengah berteriak yang langsung mengagetkan ku


Entah kenapa pikiran ku terus tertuju pada kejadian-kejadian aneh hingga mimpi ku semalam, aku berusaha membuang semua pikiran itu dan langsung membaur dengan teman-teman yang sibuk mengatur barang bawaan


"Mari masuk, kenapa tidak bilang kalau pada mau liburan disini" kata ibu Wida yang menyambut kedatangan kami


"Sengaja buat surprise saja mom" jawab Wida sambil tertawa sumringah melihat sang ibunda tercinta dan langsung memeluk nya


Ibu nya Wida masih muda dan cantik, jika dilihat sepintas mereka seperti kakak adik saja bukan seperti ibu dan anak


Rumah Wida terbilang besar dan mewah, dan sangat asik dipandang mata degan tatanan bunga-bunga di depan rumah nya juga beberapa pohon buah-buahan yang melindungi pondok kecil untuk bersantai menjadikan pemandangan semakin sejuk dan nyaman sekali jika berada lama-lama disana


"Hmm rasakan sendiri tidak memberikan kabar jadi momy tidak ada persiapan untuk menyambut kalian" jelas momy nya Wida sambil tertawa dan menyalami kami satu persatu sambil memperkenalkan diri


"Yang betah ya disini, anggap aja rumah sendiri atau kalau malau menganggap rumah sendiri anggap aja villa pribadi" hahaha jelasnya sambil tertawa


Ibu Endang memang orang yang ramah dan suka tertawa, sehingga kami pun tidak terlalu canggung di buat nya


"Kalian panggil saya momy saja biar enak sama seperti Wida biar lebih enak dan akrab" pinta Bu Endang eh momy pada kami untuk mengakrabkan diri


Kami hanya bisa mengangguk dan tersenyum melihat tingkah momy,


"Hayuk-hayuk bawa masuk barang bawaan nya, pasti kalian capek kan istirahat saja dulu sambil bersih-bersih badan biar seger" perintah momy pada kami agar masuk dan beristirahat


"Mbaaak, bantuin angkat barang-barang mereka kekamar masing-masing ya" momy memerintah asisten rumah tangga nya untuk membantu kami dan menunjukan kamar mana yang akan kami tempati


"Kalian istirahat saja dulu nanti kalau sarapan sudah selesai disediakan akan ku panggil buat sarapan, biar tidak bete nanti kalian membagi diri saja 1 kamar berdua atau bertiga, atau mau sendiri tinggal bilang saja sama si mbak biar mereka yang antar kekamar kalian, aku kekamar ku dluan ya mau mandi gerah banget" kata Wida yang akan pamit untuk ke kamarnya

__ADS_1


Wida langsung menuju kamar nya dengan meninggalkan kami yang masih bengong dengan kata gerah, sepagi ini bilang gerah, padahal udara masih terasa sangat dingin nya karena saat ini masih menunjukan pukul 6 pagi


"Ya sudah gimana kalian mau sendiri-sendiri apa berdua, kalau berdua ya berarti harus ada yang sekamar bertiga karena kan sekarang kita ganjil, Wida tidur dikamar dia sendiri" tanya lifa untuk mencari kesepakatan tentang tidur dimana dan dengan siapa


"Mmmm kalau kita tidur satu kamar semua gimana, anggap saja kita lagi di villa" kata Sri yang menginginkan kami tidur dalam satu kamar


"Ide bagus tu" kata Wina


"Mbak emang ada kamar yang besar muat kami ber tujuh" tanya ku pada ART yang masih menunggu keputusan kami


"Tidak ada non, paling ada kamar yang kasurnya muat hanya untuk ber dua kalau dipaksakan ya muat untuk bertiga" jelas Art tersebut


"Ya sudah kita berdua saja dalam satu kamar, sisa nya nanti kalau tidak berani sendiri ya pergi aja kekamar Wida masa dia gak mau kita tidur bareng dia" jelas Endah lagi


"Ya sudah kalau gitu tidak apa-apa aku tidur sendiri saja, toh hanya beberapa malam kan, nanti juga pas kita liburan dan nginep di villa kita akan bersatu dalam satu kamar" kata ku lagi untuk memecah kebingungan


"Nah dari tadi kan enak, cepet selesai, hahaha" kata Wina yang dari tadi diam, juga ikut berbicara


"Mari non kami antar" ajak ART yang sedari tadi sudah menunggu


Kami pun membelah diri masing-masing untuk pergi kekamar, dan aku mendapatkan kamar pas disebelah kamar Wida, ya aku tau disebelah ku adalah kamar Wida karena tadi aku melihat nya masuk kekamar itu


Mereka di antar menaiki tangga menuju kamar disisi kiri rumah sementra aku di bawa menaiki tangga menuju sisi kanan rumah


Ya rumah Wida memiliki 2 tangga di kanan kiri persis seperti rumah mewah dan besar di film-film India, "hmm orang kaya" pikir ku sambil menaiki tangga


******


Hai semua nya dukung terus author ya agar bisa terus berkarya dan mendapat ide yang encer dalam melanjutkan cerita ini.. terima kasih

__ADS_1


__ADS_2