Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan

Sang Terpilih, Malam Tahun Baru Yang Menegangkan
eposide 21


__ADS_3

"Mbok.. mbok" teriak q dan lifa membangunkan mbok nem


"Sepertinya mbok nem kecapean, kita biarkan saja dlu dia istirahat" kata ku pada lifa sambil menyelimuti mbok nem


"Ada dengan malam tahun baru ya" guman ku pelan


"Pasti ada sesuatu" kata lifa menjawab ternyta dia mendengar gumaman ku


"Lusa sudah malam tahun baru, aku harus mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi, kunci yah kita harus temukan kunci itu, yuk kita cari" ajak ku pada lifa


"Nanti un jangan gegabah, tunggu sampai mbok nem siuman saj, nanti kita tanya pada mbok nem, pasti mbok nem tau karena dia bilang kan sudah lama berkerja disini" terang lifa dan ku angguki saja


Aku dan lifa duduk di sofa yang ada dalam kamar tersebut, aku lihat lifa mulai tertidur, siang ini serasa panjang, teman-teman yang lain saja masih belum balik dari kebun


"Apa aku berjalan-jalan saja diseputaran villa ya siapa tau aku ketemu, buat lifa yang jaga mbok nem" gumam ku dalam hati


Lalu aku bangkit dan beranjak keluar kamar, aku terdiam cukup lama di depan pintu kamar memperhatikan ruangan villa yang lumayan luas


Bentuk yang unik dengan ornamen-ornamen tua yang antik, sungguh jiwa pengkoleksi yang unik, hampir semua barang-barang Disni terbuat dari kayu, mungkin ada kayu jati kualitas nomor satu


Saat mata ku menelusuri se isi villa aq tertarik pada satu kamar yang berada di pojok ruangan, pintu yang berukiran halus namun indah dipandang mata, berbeda dengan pintu yang lain yang hanya sederhana saja namun sepertinya jarang di buka


Saat aku hendak melangkah menuju kamar tersebut tiba-tiba Wida muncul bersama teman-teman yang lain


"Un mau kemana??" tanya Sri


"Enggak aku cuma mau lihat-lihat villa ini aja sepetinya bagus dan unik" jawab ku


"Mana lifa" tanya Wida


"Di kamar tadi mbok nem pingsan kayak nya kecapean" jawab ku


"Pingsan??" Wida langsung ke kamar dan di susul yang lain nya


Aku menarik tangan Wina agar tidak ikut masuk, dan memberi kode untuk tidak ikut masuk


"Ada apa" tanya Wina


"Ada yang mau aku tanya sama kamu, soal kebun bunga yang kamu lihat dari kamar tadi pagi" tanya ku


"Kita duduk disana yuk" ajak ku pada wina ke balik belakang villa


Kami pun berjalan menuju balkon belakang villa


"Eh bagus sekali kamar itu" Wina berhenti dan melihat kamar yang sebelum nya juga menarik perhatian ku


"Penasaran gak? kita masuk yuk" ajak ku pada Wina dan sejenak aku lupa soal pertanyaan ku tadi

__ADS_1


"Hayuk" jawab Wina yang sudah dluan berjalan kearah kamar tersebut


"Jangan sekarang berbahaya"


Aku seperti mendengar bisikan yang melarang ku masuk kesana, dan kaki ku juga sepeti berat untuk melangkah


"Jangan sekarang seprtinya waktu nya gak tepat" kutarik tangan Wina lagi


"Kenapa??" tanya Wina


"Entahlah pokok nya aq merasa bukan waktu yang tepat aja kita kesana, ada hal yang paling penting mau aku tanyakan sama kamu" jawab ku


"Hmm ya udah yuk ke balkon kayak nya enak buat nyantai sambil ngobrol" ajak Wina lagi


"Waaah bagus nyaaaaa" Wina langsung beeseru ketika melihat pemandangan yang bagus dari balkon


Yah villa 2 lantai ini memang sangat bagus.. terletak ditengah perkebunan dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata, udara segar yang menambah nyaman suasana


"Win, kamu serius tadi pagi melihat ada kebun bunga dari kamar Wida" tanya ku


"Iya kamu lihat juga??" tanya Wina balik


"iya aku lihat, tapi kenapa yang lain gak melihat ya??" jawab ku lagi


Wina melihat ke arah ku dengan wajah yang penuh tanda tanya


"Hei" Wina berteriak sambil melambaikan tangan tapi aku tidak melihat siapa pun di sana


"Kamu melambai pada siapa??" tanya ku


"Itu ada anak kecil sama bapak nya, tapi kok anak nya kayak ketakutan ya, bapak nya kayak nya galak" kata Wina yang membuat ku bingung


"Cek jangan ngawur" mata ku beralih ke arah dimana mata Wina tak berkedip memandang dan benar aku seperti mengenal anak itu


Samar-samar kulihat wajah nya mirip Santi, dan sepertinya Santi sedang ketakutan


"Mau kemana mereka", pikir ku


"Cepat banget ngilang nya" kata Wina lagi


Dan benar saja merek sudah tidak kelihatan


"Win, kamu punya Indra ke enam ya" tanya ku pada Wina


"Siapa aku??" tanya Wina lagi


"Ya kamu memangnya ada orang lain selain kita disini" kata ku lagi

__ADS_1


"Aku gak tau apa aku ada Indra ke enam apa tidak, yang jelas aku kadang merasa aku bisa melihat yang orang lain tidak lihat, tapi itu jarang sekali terjadi, jadi aku tidak pernah merasa kalau aku ini special" jawab nya


"Kamu mau membantu ku tidak" tanya ku pada Wina


"Batu apa" tanya nya lagi


"Kamu pasti tau, coba rasakan dengan batin mu, karena aku merasa kamu adalah perantara antara aku dan mereka yang tak kasat mata" kelas ku


"Maksud kamu" tanya nya lagi


"Intinya kamu mau membantu ku tidak, aku cuma minta kamu rasakan dengan batin mu, nanti juga kamu akan tertutup kesana dan pasti akan bisa membantu ku" jelas ku lagi pada nya untuk memastikan kalau aku memang butuh bantuan nya


"Insya Allah aku akan membantu mu, dan siap mati untuk mu" kata Wina dengan serius


"Ya jangan mati juga kali, serem amat lu" kata ku lagi sambil tertawa


Dan Wina pun ikut tertawa, karena mendengar ucapan ku tadi


"Eh itu mereka" kata Wina lagi


Dan aku melihat arah yang ditunjuk oleh Wina dan benar aku melihat Santi dan seorang pria, berjalan ke arah villa diatas bukit


"Kalian Disni rupanya" tiba-tiba suara Sri membuyarkan suasana


Aku menoleh ke arah Sri dan berbalik lagi kearah Santi namun semuanya sudah tidak ada hanya perkebunan teh dan jeruk yang aku lihat


"Eh kemana mereka" tanya Wina lagi


"Ngbrol apa sih" tanya Sri


"Gak ada belum ngobrol kamu dah datang menganggu" kata Wina sambil tertawa


"Asem" kata Sri sambil tertawa juga dan ikut gabung duduk di sofa


"Jangan duduk disitu" teriak Wina pada Sri, yang membuat Sri lompat pindah dan tidak jadi duduk


"Kenapa, ada apa" tanya Sri lagi


"Sini aja Deket aku, pemandangan nya lebih asik kalau duduk nya disini" kata Wina lagi


"Asik juga nongkrong disini ya, bener juga kami bilang lebih asik duduk disini" kata Sri sambil memandang ke arah hijaunya perkebunan teh


Aku merasa Wina melarang Sri duduk disana bukan hanya sekedar mengajak Sri duduk dekat nya, namun karena ada yang sedang duduk disana


Aku tidak bisa melihat secara pasti tapi aku merasa seperti ada yang sedang ikut duduk bareng kami menatap ke arah rimbunnya kebun teh, jika aku lihat dari mata samping


Tapi tak ada apa-apa jika aku melihat secara langsung dengan mata, entah lah hanya Wina yang tau, semoga pilihan ku tepat meminta tolong pada Wina

__ADS_1


Tinggal nanti aku minta tolong pada yang lain nya untuk membantu mu memecahkan semua misteri ini


__ADS_2